Charlina Spencer, biasa dipanggil Lina seorang gadis berusia 13 tahun, dia memiliki karakter lembut, baik, dan cantik.
"Hah aku disekolah bukannya aku di rumah nenek?" Ucap Charlina tengah kebingungan.
"Terus kenapa aku ke SMP ku." Terus melihat-lihat sekolah dengan bingung.
"Emm pasti aku mimpi karena kan aku tadi tidur." Kata Charlina lalu mencubit tangannya dan benar saja Lina tidak merasakan sakit.
Tibalah seorang pria paruh baya menghampiri Charlina, Dan menepuk pundak Charlina secara pelan Charlina menoleh.
"Loh Charlina Spencer kenapa kamu disini?" Tanya pria paruh baya tersebut.
"Eh apakah anda berbicara dengan saya pak?" Tanya balik.
"Iyalah Lina masa saya bicara sama setan😅." Pria paruh baya terkekeh pelan.
"Oya nama lengkap ku kan Charlina Spencer" batin Charlina.
"Enggak papa pak saya emang kesini mau ke kantin." Jawab Charlina dengan senyuman yang tidak bisa diartikan.
"Tapi ini belum saatnya istirahat Lina😕 kamu bolos ya." Dengan wajah herannya.
"Hiii pak Marno saya enggak berniat bolos sekolah, saya enggak tau kalau saat ini belum saatnya istirahat pak Marno." Kata Charlina yang mulai kesal.
Yap namanya adalah Marno guru bahasa Indonesia. Lalu menganggukkan kepalanya pelan.
"Jadi gitu, terus?" Tanyanya lagi.
"Gini loh pak saya itu bukan dari sini tempat saya di Dunia asli." Jelasnya.
Pak Marno bingung dan bertanya lagi.
"Maksudnya?"
"Maksudnya saya bukan dari sini jadi ini dunia mimpi."
Pak Marno sedikit terkejut sekaligus tidak percaya, dan pada akhirnya percaya. Tibalah Salah satu siswa menghampiri mereka berdua yang sedang asik bicara.
"PAKKK MARNO, LINAA" teriak salah satu siswa berseragam yang bernama Galang teman sebangku Charlina.
"Eeeeee suka sama kamu emmah👄." Latahnya dengan mencium pipi Galang sontak membuat Galang mau muntah, tapi tetap ditahan ya walaupun sedikit rasa sedikit kesal dihatinya.
"Anj*r woyyy manusia yang sedang tertidur pulas di dunia Boboiboy galaxy." Latah Charlina.
"Hahahaha 😂😭." Galang Tertawa terbahak-bahak.
*Pletak*
*Pletak*
"Auuu sakit tahu pak, Lina." Keluhnya
"Makanya jangan ngagetin, GALANG!!❄️." Bentaknya.
"Mulai mulai😌ampun suhu 🙏." Ucap Galang serta mengejeknya.
Pak Marno, Charlina dan Galang memutuskan jalan jalan keliling sekolah.
"Loh Lang kenapa kamu disini bukannya belum istirahat?" Tanya Charlina
"Terus kenapa kamu disini juga Lina?" Tanya balik.
"Aku serius ya." Charlina pun berhenti menatap Galang dengan serius.
"Aku juga serius." Tatap balik.
"Iyain dah jadi aku disini bukan dari dunia asli ini puas."
Bukannya percaya malah ada gelak tawa, yang membuat Lina menatap Galang dengan wajah datar. Galang yang melihat itu langsung mengerti.
"Kamu serius Lin?." Tanyanya lagi.
"Iya."
"Berarti..."
"Ehh yang Charlina disini tu asli cuma ada dua versi aku dari dunia asli kalau Charlina atau Lina terserah lah dia versi dunia mimpi." Menjelaskan sampai ujung dunia.
"Terus kok kamu bisa disini?."
"Tadi aku tidur dirumah nenekku aku tidur, tiba-tiba aku sudah berada disini. Aku berpikir ini mimpi ternyata benar setelah aku mencubit tanganku." Menjelaskan dengan rinci.
Tidak sengaja Charlina menoleh ke suatu tempat dan terdapat dua orang yang sedang duduk dia ada adalah kakak beradik.
"Eh aku mau jalan-jalan kesana ya aku pengen sendiri." Kata Charlina sambil menunjuk ke arah kiri.
"OOO yaudah kami pergi dulu bye Lina." Jawab Galang dan menarik tangan pak Marno.
Setelah perginya mereka, charlina ke arah kanan Yap Charlina bohong. Charlina menghampiri mereka.
"Hai🤗." Sapa Charlina dengan senyuman ramahnya.
Kakak beradik tersebut terkejut dan menoleh asal suara itu.
"Kamu siapa?" Tanyanya.
"Herem perkenalkan namaku Charlina kak, kalau kalian siapa☺️."
"H-hmm aku Davin dan ini adikku." Davin Menunjuk kearah adik nya.
"Aku Diam❄️❄️+++." Singkat, padat nan jelas.
Charlina tersenyum dan duduk disebelah Davin suasana disitu begitu canggung Lina mulai menghancurkan suasana begitu canggung.
"Kalian berdua ngapain ke sekolah enggak pakai seragam?" Tanya Lina penasaran dan menghancurkan suasana canggung itu.
"Hmm aku dan adikku emang enggak pakai seragam sekolah dan lebih tepatnya kami berdua enggak sekolah disini." Menjelaskan secara lancar.
"OOO jadi kamu sekolah dimana?" Tanya Lina lagi.
Davin hanya senyuman ramahnya dan menyahut. "Kami enggak sekolah."
"Hah maksudnya!?" Charlina pun menaikkan salah satu alisnya dari raut wajahnya dia sedang bingung.
"Iya kami enggak sekolah karena enggak punya uang." Ucap Diam dan mulai berbicara secara sabar.
"Terus orang tua kalian?" Tanyanya lagi.
Kakak beradik yang mendengar itu langsung memasang wajah sedih lalu menghela nafas berat dan sesak di hati mereka.
"O-orang tu-tua kami hmm." Davin tidak bisa menjawab karena bibirnya bergetar hebat, Lina melihat wajah Davin langsung paham dan sedikit rasa bersalah dihatinya.
.
"Ma-maaf aku eng-enggak bermaksud__"
"Iya enggak papa kok☺️." Potong mereka berdua.
Lina tersenyum manis lalu menawarkan mereka untuk tinggal bersamanya meski mereka menolak beberapa kali tapi Lina tetap memaksa dan pada akhirnya mereka menyerah.
Beberapa hari kemudian...
Semua orang sudah tahu kalau Charlina bukan berasal dari dunia ini walaupun sedikit dari mereka tidak percaya dengan begituan dan pada akhirnya mereka percaya, bahkan Charlina versi dunia mimpi sudah mengetahui itu dan percaya.
********
Matahari berganti bulan, bulan berganti tahun, tahun berganti abad kini mereka sudah tumbuh besar bisa dibilang dewasa dan menjadi orang sukses.
Tapi Diam masih kuliah. Mereka sekarang beli rumah besar. Kalau soal charlina versi mimpi dia sudah sukses dia tinggal sendiri tapi kadang juga dia mampir ke rumah mereka.
Malam harinya...
"Hmmm☺️." Charlina tersenyum manis.
Seseorang memeluknya dari belakang Lina menoleh sedikit, kedua bola mata mereka saling bertemu. Lumayan lama mereka bertatapan begitu dan akhirnya Lina mengakhiri kontak mata tersebut.
"Davin kenapa kamu meluk aku?" Tanya Lina yang mulai memerah pipinya.
Yap Charlina mulai menyukai Davin namun dia belum menyadarinya. Begitupun Davin sudah lebih dulu menyukainya lumayan lama.
Davin tersenyum menggoda dan menggeleng kan kepalanya pelan. "Enggak papa kangen sama kamu." Balas Davin.
"Vin." Panggilnya lembut.
"Hmm apa?"
"Jika suatu hari kita akan berpisah kamu bakalan melupakan aku enggak?"
Charlina yang berbicara seperti itu membuat Davin bingung sekaligus hatinya sakit. Davin pun melepas pelukan tersebut charlina menghadap ke Davin.
"Kenapa kamu bilang begitu?"
"Enggak papa☺️ aku cuma tanya kok."
"Jangan bilang gitu, aku jadi sedih😢." Charlina yang melihat air mata bening Davin lalu menghapus air mata Davin dengan lembut.
"Jangan menangis lagi oke, itu membuat hatiku sakit tau janji sama aku kamu enggak boleh mengeluarkan air matamu yang berharga itu lagi." Ucap Charlina sedih. Mengelus pipi Davin pelan.
Entah kenapa hati kecilnya begitu sakit dan dadanya sesak saat melihat Davin menangis tersebut. Charlina memeluk Davin erat begitupun Davin.
"Iya aku janji ☺️." Jawab Davin dengan terlukis senyuman paling indah membuat wajah Charlina merona.
Akhirnya Davin melepas pelukan hangat nan erat itu, Davin melihat Charlina yang merona.
"Eh kenapa kamu kok wajah kamu merah gitu kamu sakit?" Tanya Davin dan menempelkan tangannya ke jidat Charlina. Sontak membuat wajah charlina tambah merah.
"Su-sudahlah aku kedinginan lagipula ini sudah malam lebih baik aku tidur bye". Alasan.
Charlina pun masuk kedalam dan tinggal hanya Davin. Davin tersenyum puas melihat Charlina jadi salah tingkah.
Ternyata kamu sudah mulai suka sama aku ya Lin cuma kamu belum menyadarinya.☺️. Batin Davin peka.
*****
"Hiks kenapa setiap aku di dekat Davin jadi salah tingkah terus, kadang merona pipiku." Ucap Charlina yang masih memegang pipinya dan menepuk pipinya sedikit keras.
"Aaaaah udahlah aku mau tidur aja. Bisa gila aku."
😴😴
*******
Keesokan paginya, suara alarm berdering membuat Charlina bangun, dia beranjak dari kasurnya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Selesainya tak lupa memakai pakaiannya berlalu pergi ke tempat makan.
"Selamat pagi semua☺️."
"Good morning, too."
Charlina tambah cantik aja😻. Batin Davin terus memandang wajah cantik gebetannya.
"Hai Diah😊." Sapa Charlina. Dengan senyuman semanis kelapa muda. Davin melihat Charlina tersenyum manis pada adiknya selain dirinya membuat dia cemburu.
Diah adalah adik kandung dari Davin memang awalnya namanya adalah Diam tapi sudah diubah oleh charlina karena menurutnya aneh.
"Hiiiiiiiiiiiiii kelinci kenapa kamu senyum gitu sama orang lain selain aku. mana senyumanmu pake manis lagi☹️." Rengeknya
kelinci adalah nama panggilan kesayangan Davin untuk Charlina. Awalnya Charlina menolak namun Davin terus memaksa dengan rengekan seperti anak kecil yang membuat Charlina luluh.
Charlina mengangkat sebelah alisnya seolah tidak mengerti. "Emang kenapa?" Tanya balik Charlina yang tidak peka.
Dasar tidak peka 💢😾. Batin Davin.
Mereka pun makan dengan tenang, lahap seperti singa kelaparan.
*****
Di pekerjaan kantor terlihat seorang CEO ganteng tengah sibuk mengurus tumpukan dokumen di mejanya. Siapa lagi kalau bukan Davin.
Davin kini sudah menjadi CEO sukses bahkan perusahannya sudah memasuki peringkat satu terbesar di dunia kerena cabangnya begitu banyak karena hasil kerja keras nya, luar biasa kan Davin dia membangun perusahannya mulai dari nol lalu ke atas.
Banyak kaum wanita berlomba-lomba untuk mendapatkan hatinya.
Karena hatinya ada Charlina maka dia bersikap dingin kepada orang lain. Meski Davin bersifat dingin masih aja para wanita tetap mengidolakannya karena menurutnya keren.
"Hais kapan gue nyelesain dokumen sialan ini!!?💢😡. Kalau sampai gue enggak nyelesain dalam semalam bisa lembur gue dan enggak bertemu kelinci lagi☹️."
Tok tok tok
"Masuk❄️+." Pintanya, yang masih sibuk tengah mengurus dokumen nya.
"Permisi ini ada nona Charlina ingin menemui anda." Ucap salah satu karyawan dengan sopan.
Mendengar Charlina kesini menemuinya Davin ingin rasanya dia berteriak kegirangan. karena ada karyawan belum kunjung keluar maka dia bersikap cool dan profesional.
"herem Suruh dia masuk❄️+." Cool
"Baik tuan kalau begitu saya permisi." Membungkuk sopan dan pergi dari situ.
Charlina pun masuk setelah mendapat izin dari karyawan tadi. Charlina tersenyum manis melihatnya.
"Davin kamu lihat aku bawa apa." Tanya nya senang sambil memperlihatkan sebuah bekal.
"Bawa apa?"
Charlina menaruh kotak bekal tersebut di meja lalu membukanya. "Tada nih aku Masakin makanan kesukaanmu yaitu lele goreng nyam."
"Waah sini-sini." Mereka pun makan serta suap-suapan.
*****
Malam harinya, Davin tak kunjung pulang itu membuat seorang wanita tengah duduk di ruang tamu khawatir yaitu charlina.
"Kapan Davin pulang ini sudah jam 12.00 malam loh." Kata Charlina sambil melihat jam di dinding.
Tiba-tiba layar handphone menyala, ada notifikasi pesan dari Davin. Kalau katanya dia tidak pulang hari ini karena dia mau ke luar negeri untuk bekerja. Charlina membaca pesan Davin itu langsung sedih.
"padahal aku ingin menghabiskan waktu bersamamu waktuku tinggal 3 hari lagi Vin." Ucap charlina sedih.
"Ya Tuhan kenapa engkau memisahkan kami."
Tanpa sadar air mata mengalir di pipinya. Sebuah dua sungai kecil mengalir tanpa seizin dari pemiliknya. Charlina pun menghapus air matanya dan beranjak pergi ke kamar lalu merebahkan diri di kasur empuknya.
Matahari mulai memunculkan dirinya. charlina bangun lebih awal dari biasanya karena terjadi,
Flashback jam 03.00 pagi
"Hmm😴." Charlina tidur sangat pulas tiba-tiba tubuhnya ada cahaya transparan. Sontak Charlina terbangun.
"Hah ini kenapa?" Kata Charlina panik dan melihat tubuhnya transparan.
Seseorang entah itu siapa dia berkata.
"Kamu mulai akan menghilang dan kamu akan segera kembali di dunia nyata dalam 2 hari lagi." Katanya.
"Kamu s-siapa?" Tanya Charlina takut.
"Tenang lah jangan takut ini aku kemarin dewi mimpi." Memperkenalkan dirinya.
"A-apa!?"
"Intinya kamu harus bersiap dulu dan aku pergi dulu." Lalu menghilang suara tersebut.
"Hiks kapan kamu pulang vin?"
Flashback end
*****
Charlina sedang memasak untuk dirinya dan adik Davin siapa lagi kalau bukan Diah. Selesai memasak dan sarapan sudah jadi Charlina menata piring-piring itu ke meja makan. Dan memanggil Diah.
"Diah ayo turun sarapan." Panggil nya. Muncul lah seorang gadis berambut panjang dan gelombang turun tergesa-gesa.
Mereka makan dengan tenang.
"Diah kakak berangkat dulu ya☺️."
"Iya kak☺️."
"Maaf ya kakak enggak bisa mengantar kamu. Tapi nanti Kakak jemput kamu kok😄." Ucapnya dan mencium jidat kepala Diah secara lembut.
Setelahnya Charlina berangkat ke kantor Davin dan membawa kotak bekal untuk Davin. Ya Davin sudah kembali tapi masih sibuk dengan dokumennya.
*****
Charlina main nyelonong masuk kedalam tanpa meminta izin sang pemilik.
"Davin aku datang." Tersenyum senang.
"Eh kelinci kesayanganku oh hai.' Sapanya dengan senyuman senang.
"Ini aku masak untukmu dimakan ya, aku taruh sini ya. Yaudah aku berangkat kerja dulu ya bye☺️👋."
Setelah mengucapkan itu berlalu pergi. Davin menggelengkan kepalanya.
*****
Sore harinya...
Hari ini Davin pulang lebih awal karena kerjaan nya sudah beres. Dia bisa cuti semaunya karena tidak sibuk. Davin sangat senang karena bisa dengan kelinci kesayangannya.
Davin berlalu masuk kedalam rumah dengan perasaan senang. Dan mulai berteriak seperti toa.
"KELINCI, DIAH AKU PULANG." Teriak sejagat raya.
Ceklek
"Aku pulang." Kata charlina baru selesai bekerja. Davin menoleh orang yang ditunggu-tunggu akhirnya sampai. Davin berlari dan memeluk charlina sangat erat membuat charlina kesulitan bernafas.
"Da-Davin lepas a-aku tidak bisa nafas ni." Charlina terus memberontak, Davin tidak peduli dia masih setia memeluk charlina dengan erat.
"Davin." Ucapan charlina terpotong oleh Davin.
"Syuuut biarkan aku memelukmu erat. Aku kangen tau☹️." Potongnya.
"Iya sudah." Pasrah. Charlina hanya diam tidak berkutik.
5 menit kemudian
Davin pun melepas pelukan itu, dan memperhatikan mata indah charlina. Dia tersenyum tipis setipis kertas.
"Kelinci😻." Panggil Davin.
"Iya Davin?"
Davin yang tadi tersenyum malah merengek seperti anak kecil. "Hiii jangan Davin dong panggilnya, Panggil sayang atau my husband atau apalah malah Davin doang☹️." Rengeknya.
Charlina terkekeh geli. "Yasudah aku beri nama kesayangan yaitu...." Charlina menghentikan perkataan nya membuat Davin penasaran.
"Moon❤️." Kata Charlina lembut. Mendengar charlina memanggil Davin dengan lembut apalagi Charlina memanggilnya nama kesayangan membuat dia salah tingkah.
"Ke-kenapa moon?" Tanya Davin yang masih salah tingkah.
"Ya karena pipimu gembul gitu jadinya gemas, jadi aku memberimu nama moon." Jawab Charlina gemas sambil tangannya sibuk menoel-noel pipi Davin.
Davin tersenyum tampan menatap Charlina tengah sibuk menoel-noel pipinya.
*****
Jam menunjukan 21.00 malam, tapi Charlina dan Davin belum tidur. Mereka berdua masih sibuk mengobrol mesra di Teras rumah.
Setelah puas Davin menggombalin Charlina, Charlina menatap Davin dengan serius membuat Davin menatapnya terheran-heran.
"Kenapa kelinci?" Tanya Davin.
"Vin tadi pagi jam 03.00 ada Dewi mimpi menemuiku." Ucapnya sedih.
"A-apa teruskan." Kata Davin terkejut.
Charlina menghela nafas. "Hah waktuku tinggal 2 hari lagi. Dan besok adalah hari terakhirku aku akan kembali di duniaku😢."
Davin menatap Charlina yang sedang menangis, Davin tersenyum bergetar dan meraih wajah Charlina dan menghapus air mata Charlina memeluknya.
"Enggak papa kelinci." Ucap Davin. Memeluknya erat.
"Kok enggak papa hiks?😢." Tanya Charlina dengan air sisa mata berlinang membasahi pipi gembulnya.
Davin melepas pelukan tersebut melihat mata cantik Charlina yang sudah basah akibat tangisannya.
"Karena ini takdir kelinci aku enggak bisa mengubah takdir aku hanya mimpi."
"Tapi jika suatu hari kita bertemu kembali kamu harus berjanji jangan lupakan aku." Ucap Charlina. Dan Mengangkat jari kelingkingnya
Davin tersenyum membalas jari kelingking tangan tersebut. "Iya aku janji."
Yang tadi Charlina sedih kini tersenyum kembali. Davin membalas senyuman lembut. Davin berdiri begitu juga Charlina.
Charlina berjinjit lalu mencium hidung Davin. Sontak membuat Davin terkejut sekaligus senang Davin mencium kelopak mata cantik Charlina satu persatu lalu memeluknya. Cuaca malam sangat dingin tapi sepasang dianggap kekasih tidak peduli hanya kehangatan tubuh mereka.
*****
Esok paginya, hari ini adalah hari dimana Charlina terakhir berada di rumah yang penuh kenangan. Charlina mencari Davin namun tidak ada entah kemana Davin berada. Charlina sudah berteriak memanggil Davin tapi tak kunjung datang.
"Huh dimana Davin?" Ucap Charlina cemberut.
Dret Dret Dret suara telepon berbunyi Charlina segera mengangkat telepon tersebut.
"Halo."
"Kelinci ini aku Davin."
"Davin kamu kemana aku cari di rumah enggak ada?" Ucap Charlina marah.
Davin terkekeh kecil. "Kamu akan tau nanti Oya nanti aku kirim lokasinya kamu nanti kesini ya Dadan cantik."
"Loh kenapa?"
"Sudahlah turuti aku Napa🙂💢."
Charlina memutar kedua bola matanya malas lalu menjawab. "Ish iya iya🙄."
Tut Tut Tut
"Kebiasaan selalu aja dimatikan dulu ucap sampai jumpa kek😑."
Charlina pergi ke kamarnya untuk mandi emang tadi dia mencari Davin belum mandi. Selesai mandi dia memakai dress warna biru muda. Setelahnya Charlina berlalu keluar saat mau naik mobil langkahnya terhenti oleh orang tidak dikenal menurutnya.
"Siapa ya?" Tanya Charlina.
"Saya ada suruhan tuan Davin untuk menjemput anda."
"Oh begitu."
"Silahkan masuk nona." Ucap suruhan Davin dengan membuka pintu mobil.
Bruk Brum Brum
Setelah 25 menit di perjalanan tibalah sebuah restoran yang terkenal mahal. Charlina turun dari mobil dan orang suruhan Davin melesat pergi. Charlina pergi masuk sesekali memasang wajah bingung kenapa Davin mengajakku ke restoran mahal ini?.
"DAVIN KAMU DI MANA?" Teriak Charlina kencang. Charlina terus berjalan pelan hingga akhirnya dia di sebuah ruangan yang begitu gelap.
Seseorang menepuk pundak Charlina dari belakang membuat dia menoleh ke belakang terkejut.
Ctik suara jetikan jari orang itu satu persatu lampu menyala Charlina menatap kagum.
"Wah cantik banget." Menatap lampu warna-warni dan bunga hiasan di sana.
"Gimana suka enggak?"
"Suka banget Vin." Ucap Charlina belum menoleh setelah puas menatap bunga-bungaan hiasan indah dia menatap Davin. Charlina tatap Davin bengong karena ketampanannya.
Davin tersenyum puas melihat Charlina bengong Davin menepuk pipi Charlina pelan.
"Hei jangan bengong aku tau aku emang tampan." Ucap Davin bangga.
Charlina terkekeh geli, Davin mengajukan tangannya ke Charlina balas memegang tangan Davin secara lembut mereka berjalan pelan menuju ke meja makan. Davin menarik salah satu kursi itu lalu mempersilahkan Charlina duduk. Charlina menduduki kursi yang di tarik Davin tadi. Mereka makan bersama sambil berbincang-bincang lumayan lama mereka mengobrol hingga tak sadar sudah siang.
"He siang aja😁."
"Iya•_• yaudah kita ke suatu tempat." Ajaknya.
"Kemana?" Tanya Charlina.
Tanpa membalas pertanyaan Charlina Davin malah langsung menarik tangan Charlina menuju ke sebuah mobil yang menurut mewah. Mobil berjalan.
Brum Brum Brum
*****
Mereka pergi di sebuah mall yang sangat besar mereka berdua masuk lalu ke toko baju wanita emang Charlina terus menolak tapi Davin malah memaksa, Charlina bisa pasrah. Selesai beli mereka ke toko sepatu lagi-lagi Charlina pasrah.
Selesainya, Davin menyuruh Charlina untuk segera memakai baju dan sepatu yang tadi dibeli. Davin menunggu di luar toilet wanita Charlina keluar Davin terpana akan kecantikan wanita di depannya. Lalu mereka berdua keluar dari mall ke garasi naik mobil mewah tersebut. Davin menyuruh Charlina menutup matanya jika dia menyuruhnya Charlina menurutinya.
Brum Brum Brum
Sampailah di sana sangat gelap di tambah lagi malam emang mereka membeli baju sampai menjelang sore hingga kesini sudah menjelang malam. Davin menyuruh Charlina membuka matanya Charlina membuka matanya secara perlahan lalu jetikan jari Davin lampu warna-warni menyala Charlina menatap kagum di situ ada Danau air warna biru, bunga mawar yang begitu indah, di tambah malam dengan penuh bintang berkedip-kedip membuat semakin sangatlah Cantik.
Charlina menatap Davin yang tersenyum. "Suka enggak?" Tanya Davin.
"Suka banget."
Davin berjongkok meraih punggung tangan Charlina, Charlina menatap bingung Davin menghela nafas dan berkata.
"Charlina aku cinta sama kamu sejak dulu aku enggak tau cinta ini mulai tumbuh kapan? mungkin aku bukan pria sempurna tapi aku tulus mencintaimu setulus hatimu jadi maukah kamu jadi pacarku?"
Charlina menatap kedua bola mata Davin bisa di lihat Davin sangat tulus Charlina menyuruh Davin berdiri memegang tangan Davin dan tersenyum.
"Aku mau Vin aku juga sejak dulu aku mencintaimu tapi aku enggak berani mengungkapkan perasaanku terhadapmu aku takut di tolak jadi aku mulai memendam perasaan cintaku padamu tapi..." Ucapan Charlina terpotong oleh Davin.
"Tapi sudah terbalaskan?! Kita saling mencintai Charlina ya kan." Kata Davin menggoda Charlina membuat pipinya memerah.
"Ciee pipimu merona jadi artinya kamu mau Lina?" Tanya Davin memastikan.
"AKU MAU VIN." Teriak Charlina senang.
Sangking senangnya Davin langsung mengangkat Charlina lalu berputar senang mereka tertawa gembira setelah puas Davin menurunkan Charlina meraih dagu Charlina mengecup bibir warna merah muda lembut.
*****
Mereka akhirnya pulang ke rumah mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan Davin mengantar Charlina ke kamarnya. Charlina masuk ke dalam kamarnya sebelum menutup pintunya dia berkata.
"Good night moon❤️."
"Good night too kelinci 😘."
Charlina segera menutup pintunya dia ke kasur empuknya tapi langkahnya terhenti karena seseorang memanggil dirinya.
"Charlina ini aku Dewi mimpi ini saatnya kamu kembali di dunia nyata." Ucap Dewi mimpi tersebut.
"Tapi bisakah aku ingin melihat Davin untuk terakhir kalinya." Ucap Charlina memohon.
Dewi mimpi menyetujui permintaan Charlina, Charlina membuka pintu berlalu ke kamar Davin. Charlina membuka pintu kamar Davin pelan agar tidak membangunkan sang pemuja hatinya. Terdapat lah seorang pria tampan sedang tertidur pulas seperti kucing Charlina menghampiri Davin lalu mengelus rambut Davin pelan nan lembut.
Tanpa sadar Charlina menangis dia sangat tidak rela jika harus berpisah dengan Davin, Charlina sesegera menghapus air matanya dia meletakkan selembar surat di meja Davin. Charlina pergi ke kamarnya lagi dia perlahan tubuhnya menghilang secara perlahan-lahan.
*****
Esok paginya, Davin mencari gadis dicintainya siapa lagi kalau bukan Charlina mulai dari dapur, kamarnya, taman belakang tapi tidak ada Davin berfikir mungkin Charlina kerja. Davin ke kamarnya karena kecapekan saat mau duduk dia teralihkan perhatiannya ke selembar surat di meja belajarnya.
Davin mengambil surat itu membuka surat dan membacanya, selesai semua membaca tanpa sadar sebuah aliran dua aliran sungai deras membasahi pipinya.
"CHARLINA KENAPA KAMU TINGGAL KAN AKU!!?" Teriak Davin.
"Hiks hiks hiks."
Sejak itu Davin berubah yang dulunya sikap baik terhadap orang kini menjadi dingin, kejam, cuek dan menyebalkan.
Tahun berlalu Davin sudah menikah dengan Charlina versi mimpi sesuai permintaan kelincinya. Dulu mereka menikah secara kontrak lama kelamaan mereka berdua tumbuh cinta meski begitu Davin tidak melupakan kelincinya karena dia juga salah satu ikut serta ke kehidupannya dulu.
🐰🐰🌕🌕
Tamat...
"Terkadang mencintai seseorang itu tidak harus memiliki jika benar itu masa depanmu percayalah kamu akan menjadi sosok bahagia di muka bumi."