Pengalaman ini bermla pada saat saya mengijak kelas 5 sd, waktu itu saya dan 3orang teman saya yang bernama Didit, Jaka, dan Sandi ditunjuk olehpihak sekolah sebagai perwakilan dari kelas 5 untuk mengikut perkemahan atau yang sering disebut dengan Jambore Ranting.
Otomatis dong saya dan teman saya harus berlatih setekun mungkin untuk mencapai target sebagai pemenang Jambore Ranting. Waktu perkemahan Jambore Ranting pun tiba, saya dan teman-teman yang lain pun bersiap dan berangkat menuju tempat perkemahan. Sesampainya di BUPER seperti biasanya kami mendirikan tenda dan melakukan berbagai kegiatan. Waktu malam pun datang, disitulah kejadian aneh pun mulai terasa oleh kita, kebetulan teman saya bernama Didit merupakan seorang anak Indigo, dia yanng pertama kali merasakan ada sesuatu yang tidak biasa dan dia pun bercerita kepada saya dan teman-teman yang lain.
Didit : ‘Bro.... Kok perasaan saya gak enak ya, seperti ada sesuatu yang tidak wajar’
Saya : “ Ah,,, mungkin itu perasaan kamu aja kali... Mungkin kamu kecapean gara-gara kegiatan yang cukup padat tadi pagi”.
Waktu itu saya tidak berpikiran macam-macam karena saya belum merasakan sesuatu yang janggal disini. Waktu menunjukan pukul 20.00 wib disaat kita sedang melaksanakan semua kegiatan yang ditetapkan oleh panitia. Setelah selesai kegoatan itu Didit pun bercerita lagi kepada kita tentang apa yang barusan dia lihat.
Didit : ‘Bro,,, plis untuk kali ini percaya sama saya, tadi saya liat disalah setiap pohon ada misskun yang sedang senyum dan ada bola api yang kayaknya dia merasa terganggu dengan keberadaan kita deh
Jaka : “ Halah, kamu mah kebanyakan makan micin, jadi halunya tingkat dewa, mana ada hantu yang berbentuk bola api’
Saya : “ Betul itu,, apalagi masih jam segini mana ada hantu berkeliaran jam 21.00 , lagi pula kan energi kita lebih besar dari mereka otomatis dong mereka kalah’.
Saya dan teman-teman yang lain masih gak percaya malahan si Sandi nantangin makhluk halusnya
Sandi : “Alah mana ada hantu disini,, saya gak takut dengan hantu. Karena hantu gak bisa apa-apa”.
DIDIT : ‘syuutttt,,, kamu jangan bilang seperti itu, nanti da malahan nyerang kamu”.
Sandi ; “Alah,, banyak penjaga yang menjaga saya dari makhluk yang begituan”.
Tidak berapa lama kemudian si Sandi merasakan tidak enak badna, dan merasa seperti ada yangg mencekik. Otomatis dong kita panik, dan bergegas untuk memanggil pak guru yang kebetulan sedang makan di tenda perempuan.
Say : ‘P...a...k.,,, itu tolongin si sandi kata didit dia ketempelan oleh makhluk halus’. Saya berbicara sanbil nafas yang tidak beraturan
Tanpa berlama-lama lagi saya dan pak guru pun bergegas menuju tenda lak-laki dan pak guru pun membacakan surat dan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Dan alhamdulillah sandipun mulai siuman dan sadar. Tetapi setelah kejadian itu, saya dan teman-teman ain tertawa dengan tingkah laku pak guru yang memakai sendal berbeda warna serta pake baju yang kebalik. Dan pak guru pun berpesan agar selalu menjaga perbuatan dan perkataan saat kita sedang erada dikawasan yang baru. Waktu menunjukan pukul 23.00 dan pada saat ini juga gangguan demi gangguan terjadi. Terutama saya dan Didit yan terus menerus dihantui raasa cemas dan bisikan-bisikan dari makhluk ghaib.
Didit : “Njirrrr.... gue kok merasa ada yang aneh dari tempat ini ya,,, gue rasa ada sesosok mr.Gen ang sedang melihat kearah tenda kita...pertanda apakah ini”.
Saya : “Sama broo,, gue juga merasa begitu,,, yang gue herankan kenapa gue peka terhadap makhluk ghaib yo,, apalagi bisa melihat ada sesosok mrs. Kun yang ada di salah satu pohon berkain merah wajah yang berlumuran darah dan bibir yang lebar, padahal waktu sebelumnya gue sama sekali tidak peka terhadap hal yang begituan”.
Jaka : “Heh iya ya,,, gue juga merasakan gak enak badan njirrr,,, wah ini tempat gak beres rupanya’.
Sandi ; “Syutttt, semakin kita takut mereka energi kita akan semakin habis karena mereka menyerap energi itu berusaha untuk menampakkan sosokmereka kepada kita’ Lagi pula kita disini kan masih lama,, dah jangan berpikir macam-macam alangkah baiknya kita tidur saja”.
Mendengar perkataan si sandi saya, didit, dan jaka bukannya lebih tenang malahan kita tambah takut dan cemas, soalnya si sandi berubah dratis yang tadinya pecicilan sekarang kok jadi gini. Wah gak beres nih”.
Didit : “ kok gue melihat ada sesosok kakek-kakek tua dibelakang si sandi,,wah-wah ini sih fix gak beres”.
Saya : “dahlah, daripada kita membahas soal ini terus yang membuat kita merasa lebih takut,,, mending kita pergi tidur saja”.
Jaka : “ benar sekali, lebih baik kita tidur saja”>
Yang saya herankan kok teman-teman yang lain, diem aja kenapa gak biasanya yang heboh dan nyanyi-nyanyi. Kenapa kok jadi mendadak sepi,, tenda lain pun sama pokoknya seperti tidak ada kehidupan disekitar buper ini. Setelah itu, tanpa berpikir lama lagi saya jaka, dan didit langsung berbaring dan berusaha untuk tidur sambil baca doa. Pada saat kita berdoa dan bersholawat tiba-tiba kok ada yang ngikutin kita sedang bersholawat ya. Tanpa berpikir lama, saya pun, bergegas pergi keluar untuk mengecek suara siapa yang ngikutin kita bersholawat dan untuk mengecek keadaan sekitar. Pada saat saya kelUAR, dan melihat keadaan sekitar saya merasa sangat syok dan menggigil ketahutan pada saat itu saya sangat pucat dan tidak bisa berkata-kata. Sebenarnya apa yang terjadi dengan saya? Saya melihat keadaan sekitar sepi dan tidak ada satu tendapun yang tertancap di area sekitar, sama sekai tidak ada apapun disana hanya ada kita berempat dan sebuah hutan lebat yang luas. Saking saa syok saya sampai berteriak dan teman-teman saya pun kaget dan begegas untuk menghampiri saya.
Jaka : “Bro,,,, apa yang terjadi dengan kamu?”.
Saya : “L.....I....H....A...T,, di sekeliling kita apa brooo!”.
Saat Jaka dan Didit melihat keadaan sekitar merka sangat terkejut dan ketakutan, kami pun lansung masuk kedalam tenda.
Jaka : “ Astagfirullah,,, apa yang terjadi dengan kita” Saya : “ Saya juga tidak tahu apa yang telah terjadi dengan kita sampai-sampai kita kayak gini”.
Sandi : “ Gimana ini,,, saya takut banget,, apalagi ada suara ketawa mrs. Kun dan suara gamelan yang mustahil ada seseorang manusia yang memainkan gamelan ditengah hutan kayak gini “.
Pada saat kita semua lagi dirundung ketakutan dan kecemasan, si Didit malah diam aja terus dia menyuruh kita untuk tidur sambil membaca ayat suci Al-Qur’an.
Jaka : “ Dit,,, sebarnya apa yang terjadi dengan kita?”. Didit pun hanya teridam
Saya : “ Jawab dit,,, apa yang terjadi dengan kita?”. Lagi-lagi Didit hanya diam saja
Sandi : “ Jawab dit,,, apa yang terjadi dengan kita”.
Didit : “ Pokoknya kita tidur sekarang,, dan banyakin berdo’a”.
Kita pun langsung bergegas untuk tidur, sekitar kurang lebih 20menit kamipun terbangun. Dan betapa kagetnya kami saat melihat keadaan sekitar dan teman-teman kami yang khawatir dengan keadan kami.
Teman 1 : “ Hey,, kalian sih tidur lama banget dari jam 23.00 baru bangun jam 16.00”.
Teman 2 : ‘ Kebo banget sih kalian,, kita sampai nyanyi-nyanyi,,, ngegelitikin kaki kalian tapi kenapa kalian masih gak bangun-bangun juga”.
Pak Guru : “Kalian mimpi apa sih sampai-sampai kalian tidur 17 jam “.
Saya dan Jaka pun menjawab : “ Lho, kita tidur baru sebentar ko,, tapi tadi kita mengalami kejadian aneh!”.
Didit pun menceritakan semua hal yang telah terjadi pada saya, didit, sandi dan jaka
Didit : “ Waktu kita tertidur,, pikiran dan roh ita terbawa oleh makluk ghaib ke dimensi mereka,, tapi mereka tidak begitu kuat, untuk menunjukan aktivitas mereka kepada kita. Mereka hanya bisa membawa kita ke dimensi mereka saja.”
Saya dan lain pun kaget dan syok mendengarnya
Pak Guru : “ Makanya lain kali pada saat kalian mendatangi sebuah tempat, kalian tidak boleh berbicara sembarangan, dan kalian juga harus menghargai keberadaan mereka”.
Saya, Jaka, dan Sandi un hanya terdiam dan minum air yang telah dibacakan oleh pak guru..