Gadis di depan ku ini sungguh indah saat ia tersenyum. Semua beban seakan lepas begitu saja saat melihat nya
Aku tengah menemani gadis bernama Zella ini di cafe. Aku tak tau asal-usul nya, ini adalah hari pertama aku bertemu dengan nya
Saat hari sudah mulai gelap, kutawarkan dia agar ku menemaninya pulang. Namun, tak sesuai harapan dia menolak ku dengan sopan
Aku tersenyum "Mungkin belum waktu nya" Pikir ku. Jika berjodoh kami pasti akan bertemu lagi. Dan benar saja aku selalu bertemu gadis itu
Hari demi hari, aku merasa dekat dengan nya hubungan kami semakin dekat hingga ku rasa tumbuh benih-benih cinta diantara kami
Namun aku tak pernah sekali pun berkunjung kerumah nya. Sedangkan aku selalu mengajak nya main kerumah ku, bahkan keluarga ku sudah akrab dengan nya
Hal-hal ganjal mulai terjadi lagi. Dia sering menolak saat ku ajak jalan malam-malam. Mungkin orang tua nya tidak mengizinkan nya, pikir ku
Aku bertemu dengan nya lagi hari ini. Saat ku sadar dia meninggalkan kalung nya dan pergi, aku mengejar nya, tidak aku mengikuti nya dengan diam saat kulihat tubuhnya perlahan-lahan memudar di jalan sepi yang ia lewati
Hingga hari sudah gelap, tubuhnya menghilang dari dunia. Aku kaget, namun juga menyesal karena tak dapat mengembalikan kalung nya
Aku mengajak nya ke sebuah menara. Kami melihat kota yang ramai dari atas sana
Inilah saat nya. Dengan gugup kutanya tentang yang aku lihat kemaren. Bukan nya menjawab, dia berdiri lalu meninggalkan aku sendirian. Aku menyesal karena menyakan hal itu padanya. Dia pasti kesal
Setelah hari itu, aku tak pernah bertemu dengan nya lagi. Aku mencari nya ke mana-mana hingga aku bertemu dengan nya di tempat yang sama saat dia meninggalkan aku
Dia menunggu matahari terbenam. Dengan perlahan aku mendekati nya dia kaget dengan keberadaan ku, namun tersenyum saat melihat ku
"Maaf atas yang kemaren" Tidak ada respon dari nya. Lalu dia menatap ku "Demi kebaikan kita berdua, tolong tinggalkan aku" Dia pergi sebelum matahari menghilang
Namun ku tahan tangan nya lalu menarik nya berbalik kearah ku. Dia tersenyum menatap ku
"Terimakasih untuk semua nya" Aku memeluk nya dengan erat ia balas pelukan ku. Saat matahari sudah mulai menghilang dia melepaskan pelukan itu lalu pergi meninggalkan aku lagi
Hari demi hari berlalu, lagi-lagi aku tak pernah bertemu dengan nya. Rasa penasaran ku membesar terhadap gadis ini.
Aku bertanya kepada orang-orang tempat aku pertama kali bertemu dengan Zella
"Iya aku mengenal gadis ini, dia tetangga ku" Aku senang saat seorang nenek menjawab sesuai harapan ku
Ku minta nenek itu menceritakan tentang Zella. Nenek itu mengiyakan saja
"Nak Zella itu, anak yang baik. Namun, malang nya, ibu nya meninggal saat melahirkan diri nya, dan ayah nya meninggal karena kecelakaan tahun lalu. Nenek sering melihat nya duduk di taman dekat sini, tapi tak pernah pulang kerumah nya setelah ia lulus kuliah"
"Nak, nenek dengar dia akan pindah ke rumah bibi nya besok" Aku pun kaget. Dengan panik aku menyuruh nenek itu membawa ku ke taman yang dikatakan nenek tadi
Disinilah aku saat ini aura bahagia mengelilingi taman indah itu. Tampak anak kecil bermain ria dengan kawan-kawan nya
Sudah tiga jam aku menunggu namun dia tak kunjung datang. Hingga hari sudah gelap. Aku putus asa
Dengan kecewa aku kembali kerumah. Saat itu lah ibu ku menyapa ku dan memberikan sepucuk surat kepada ku "Dari siapa Ma?" Ku tatap surat itu dengan bingung "Dari Zella" jawab ibu ku dengan lembut
Aku berjalan kekamar ku sembari membuka isi kertas tersebut
"Kepada, Arion. Terimakasih atas semua kenangan terindah yang Rion berikan. Zella tidak pernah menyangka bisa bertemu orang seperti Rion. Awalnya Zella mengira Rion akan meninggalkan Zella setelah mengetahui nya. Namun, Zella salah. Rion malah datang mencari Zella. Maaf Zella salah karena selama ini Zella tidak cerita.
Ayah dan ibu Zella sudah meninggal sebelum Zella mengakhiri sekolah Zella. Namun Zella masih punya bibi meski tidak pernah mengunjungi Zella di kota ini. Bibi selalu mengirim kan uang untuk kuliah. Karena itu lah Zella dapat menyelesaikan kuliah Zella.
Namun, setelah acara reuni yang di adakan di SMA Zella dulu, Zella setiap malam akan menghilang dari dunia ini. Zella tidak punya teman setelah itu. Mereka mengira Zella hantu. Tapi mana ada hantu jalan nya siang iya kan^^? hehe. Bukan karena itu saja, orang yang paling dekat sama Zella akan menghilang seperti Zella setiap setelah senja. Seperti teman Zella, dia juga marah sama Zella, karena Zella, dia jadi begitu.
Maka nya Zella tidak mau Rion juga mengalami hal yang sama. Maaf Rion, kalau Rion baca ini, berarti Zella sudah pergi bersama bibi. Entah bibi akan menerima Zella atau tidak. Sekali lagi terimakasi. I Love You"
Tanpa aku sadari, pipi ku sudah basah karena air mata. Dia benar-benar pergi meninggalkan aku. Aku mengambil kalung Zella yang lupa aku kembali kan dan menatap kalung itu dengan tatapan sayu
Aku tidak akan melupakan nya...
-End-