"Huuu.... hari ini sunggu melelahkan sekali", keluh seorang gadis cantik yang sedang duduk dikursi depan rumahnya.
Tiba tiba terbuka pintu rumahnya, "Anna udah pulang ya, maaf lama bukain pintunya" kata Ibu Anna dengan senyuman.
"ohhhh... tidak masalah bu, oya bu kakak sama adek dah pulang belum?" tanya Anna.
"udah, mereka lagi didalam nunggu kamu pulang, dah yuk masuk" ajak Ibu Anna.
"Kakak Rian, dek siska, maaf ya Anna lama pulang, soalnya tadi lagi piket gantiin teman yang sakit. kata Anna.
"udah nggak apa apa kok, udah yuk makan kita udah lapar nih" jawab Kak Rian.
Didalam ruang makan hanya sendok dan garpu yang terdengar saling beradu. Itu adalah hal biasa bagi mereka, karena Ayah mereka selalu mengatakan bahwa ketika makan tidak boleh berbicara.
Setelah selesai makan Anna pergi kekamarnya, ia duduk diatas kursi belajarnya sambil membuka tasnya. "Hmmm... guman Anna.
"Dimana ya tadi kutaruh kertas itu" guman Anna kembali.
"Ohhhh... ini dia, akhirnya kutemukan juga" guman Anna yang tampak senang melihat kertas yang ia cari.
Anna duduk diam sambil memandangi kertas yang ia dapatkan saat akan kembali pulang kerumah. Ia sangat penasaran dengan isi kertas itu, dikarenakan warna yang menarik, ya warna kertas itu bewarna merah. Tetapi merah itu seperti darah, itu mengapa Anna begitu tertarik dengan kertas itu.
Tiba tiba
"Kak Anna boleh aku masuk?" tanya adiknya siska,
Yang membuyarankan lamun Anna.
"ehhh... siska masuklah nih" jawab Anna.
"Kakak lagi ngapain? Apa kakak sibuk? kau nggak sibuk bantu siska ngerjain pr siska kak?" tanya siska dengan antusias.
"Mmm... kakak nggak sibuk kok, yaudah ayo kita kekamarmu kita kerjain pr mu" ajak Anna
Mereka pun pergi menuju kamar Siska.
~~~~~¤¤~~~~~
Malam pun tiba, Anna yang didalam kamar masih asik memandangi kertas bewarna merah itu.
Jauh didalam lubuk hati Anna iya sangat penasaran ingin membuka kertas bewarna merah itu, tetapi iya selalu menepis rasa penasaran itu.
Kemudian karena lelah memandangi kertas itu, Anna mulai mengantuk, iya pergi ketempat tidurnya.
~~~~~Jam 00:00(Tengah Malam)~~~~~
Tiba tiba matilah lampu disekeliling kompleks Anna tinggal, hanya bulan yang menerangi kompleks tersebut. Namun ada yang aneh, sebuah bayangan hitam asik berterbangan.
Lebih anehnya bayangan tersebut berhenti dirumah Anna, bayangan itu terbang menuju kamar Anna.
"Owh... gadis yang cantik"Tapi sayang sekali dia harus kehilangan orang yang dia sayangai" guman bayangan hitam itu.
Bayangan hitam itu terus mengeliling ranjang tidur Anna. Tapi entah apa yang membuat Anna terbangun, Anna perlahan lahan membuka matanya. Ia begitu kaget melihat sebuah bayangan yang mengeliling tempat tidurnya.
Bayangan tersebut mengetahui bahwa Anna telah terbangun, bayangan tersebut datang mendekat dan mencekik leher milik Anna.
"Ahh.. ah.. ah.. leee... pa... skaann a....kuuu.."kata Anna terbata bata karena cekikkan bayangan hitam itu.
"Hahhhh?!!... lepaskan ya?? tapi aku tidak ingin melepaskanmu! jawab bayangan hitam dengan suara yang sangat menyeramkan.
"Appp...aa m..auu.. muu.... seee... bennn..arrnya?? tanya Anna kembali
"Mauku semua nyawa keluargamu!?" jawab bayangan hitam tersebut.
Anna yang berusaha memberontak dengan segala upaya kekuatannya akhirnya berhasil terlepas.
Ia berteriak untuk membangunkan ibu, kakak dan adiknya.
"Ibu, kakak, adik tolong akuuuu....!!"teriak Anna sekuat tenaga.
Ibu, kakak dan adiknya yang mendengar segera naik keatas untuk melihat apa yang terjadi pada Anna.
"Tolong Anna bu, kak" teriak Anna kembali
Sebuah tangan menyentuh kepala Anna, saking takutnya ia berteriak kembali. "Waaaaaa.....!!" teriak Anna.
"Anna tenanglah, apa yang terjadi nak? tanya ibu Anna sambil memeluk
"Ibu tadi ada bayangan hitam yang mencekik Anna bu" tangis Anna pecah.
"Dek tidak ada bayangan hitam yang kau katakan" kata Kakaknya Rian.
"Tadi ada disitu kak! dia mencekikku kak!" jawab Anna sambil menangis.
"Udah udah, lebih baik kau tidur sama ibu ajh ya An!" ibu Anna berkata untuk menenangkan Anna yang menangis.
~~~~~Malam Pun Berlalu~~~~~
"Kak Anna bangun udah pagi nih" panggil adiknya.
Tetapi tidak ada jawaban yang terdengar. Adiknya pun kembali membangunkan namun tidak ada jawaban. Karena khawatir ia memanggil ibunya untuk membanguni Anna.
"Anna bangun yuk, dah pagi nih" Panggil ibunya sambil membuka selimut ditubuh Anna.
Betapa terkejutnya melihat wajah Anna yang mereh padam, ibunya pun memegang dahi Anna ia merasakan betapa panas tubuh Anna.
Ibunya pun pergi keluar dan meminta Siska menemani Anna kakaknya.
"Sis, temani kakakmu dulu ya, ibu mau membuat air hangat untuk kakakmu, dia lagi demam" Suruh ibunya.
Siska menganggu, tanda mengerti maksud dari ibunya.
~~~~~Malam Harinya~~~~~
Anna yang kembali bugar ikut serta dalam makan malam.
"Anna udah baikkan?" tanya kakaknya Rian.
"Udah kak" jawab Anna dengan mantap.
mereka pun makan dengan tenang dan damai
~~~Dikamar Anna~~~
"Aku harus membaca isi dari Kertas merah itu" guman Anna.
Ia membuka kertas merah dengan hati hati, betapa terkejutnya ia melihat isi surat itu.
Isi Surat: "KAU HARUS MATI"
Ia terdiam menatap surat tersebut, entah apa salah yang telah dilakukan Anna hingga ia harus menemukan surat tersebut dari laci meja belajat sekolahnya. Ya itu surat berasal dari dalam laci meja belajarnya.
Ia masih diam memandangi surat itu dengan penuh pertanyaan. Tidak terasa 3 jam telah berlalu, Anna yang masih memandangi isi kertas merah itu dengan tidak percaya.
~~~~~00:00 (Tengah Malam)~~~~~
Anna masih tetap memandangi kertas itu, mungkin dia telah dihipnotis oleh isi kertas merah itu.
Tiba tiba lampu mati hidup yang menambah keseraman dan juga kengerian didalam kamarnya Anna. Anehnya Anna tidak merespon apa yang baru tarjadi, ia tampak tidak peduli dengan keaadan sekitarnya. Ia masih setia memandangi isi surat kertas merah tersebut.
Bayangan hitam tampak kembali kekamar Anna. Disaat itu Anna mulai tersadar, ia melihat sekelilingnya dengan remang remang akibat mati lampu.
"Hai Anna aku kembali lagi, hahahahaha..." tawa yang begitu menyeramkan membuat Anna ngeri mendengar suara tersebut. Ia memberanikan diri untuk bertanya.
"Apa mau mu sebenarnya? kenapa kau datang kesini kembali?" Tanya Anna dengan nada ketakutan.
"Hahhahahaha..... memang aku salah datang kembali? Aku ingin nyawa keluargamu!! Ibu, Kakak, dan juga adikmu!!! Hahhahahahah...."kata bayangan hitam tersebut.
kengerian semakin terasa, suasana mencekam yang membuat Anna keringat dingin.
"Appp...a sa...lllahh... i..buuu.. ka...kkak kuu.. dan juga aaa..dikku? Kennn...apaa.. kauuu... mauu mem...bu..bu..nuh mereka?" Tanya Anna dengan terbata bata.
"Hahhahah itu karena Ayahmu berani mengkhianatiku! Hahahahhah... Dia dulu berkata bahwa dia tidak pernah mencintai ibumu... Dia berkata kalau misalnya dia Ayahmu berani berkhianat maka aku bisa mengambilnya istri dan anaknya..!!!! Jawab bayangan hitam itu dengan marah...
"Ta...pii aku tidak tau tentang itu!! seru Anna
"Sudahlah aku hanya mengingikan nyawa kalian saja" Jawab bayangan hitam itu
"jangan bunuh mereka, bunuh saja aku, biar aku yang menerima hukuman yang akan kau beri, tapi berjanjilah kau akan tidak membunuh mereka" kata Anna dengan menangis.
"Kalau itu kau mau akan kukabulkan, aku tidak akn menyentuh meraka"Jawab bayangan hitam dengan tersenyum.
Dalam semalam nyawa Anna melayang demi menyelamatkan Ibu, Kakak, dan juga adiknya.
~~Keesok hariannya~~
"kenapa Anna belum bangun ya" tanya ibu pada Kakak dan adiknya Anna.
"Sudahlah ayo kita lihat dia keatas" jawab kakaknya Anna.
Saat membuka pintu betapa terkejut dan syoknya mereka melihat Anna sudah tidak bernyawa dengan tubuh yang tercabik cabik.
Mereka yang melihat berteriak histeris, Kakak Anna yang melihat sebuah surat lalu membacakannya dengan suara serak
Isi surat: Maaf semua aku pergi
Surat yang sangat singkat saja yang tertinggal, tidak jauh dari tersebuta kakaknya melihat surat berkertas merah.
Isi surat: Aku sudah puas
tertanda: Vika
Mereka terdiam melihat apa yang terjadi disekelilinganya.
END~~~~