Setelah sekian lama perjuanganku. Akhirnya, aku bisa pergi ke Korea. Sudah sangat lama aku mengimpi-impikan Negara Kimci ini.
Yang sudah kurencanakan dua tahun sebelumnya. Usahahku untuk ke Korea tidaklah mudah, aku harus menyisikan sebagian besar uang gajiku setiap bulannya, dan harus berhemat. Aku juga harus mengikuti les bahasa Korea selama dua tahun lebih dan saat ini bahasa Koreaku sedikit lancar.
Aku tidak percaya bahwa akhirnya aku bisa liburan ke Korea.
Namaku Zidah, aku seorang Mahasiswi dan juga seorang Pegawai di Perusahaan Pemerintah.
Hari ini jadwal keberangkatanku ke Korea dengan penerbangan Pukul 23.25 tengah malam, dan diperkirakan lepas landas Pukul 08.30 pagi.
✈️✈️✈️
Setelah penerbangan yang cukup lama, akhirnya, aku sampai di Seoul, Korea Selatan. Aku langsung menuju ke tempat penginapanku, karena aku akan berada cukup lama di Seoul, jadi aku putuskan untuk menyewa apartemen untuk satu bulan.
Karena tubuhku sedikit merasa lelah jadi aku putuskan untuk tidur sebentar.
Tanpa terasa ternyata aku tidur cukup lama. Saat ini waktu sudah menunjukan Pukul 18.30 waktu Korea bagian Selatan.
Kriuk... kriuk... kriuk...
Perutku mulai berbunyi. Aku merasa sangat lapar dan kuputuskan untuk pergi ke Itaewon Class.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit, akhirnya aku turun dari bus dan berjalan kaki, karena ingin menikmati suasana Kota Seoul di malam hari.
Sesaat setelahnya, tiba-tiba datang seorang laki-laki yang berlarian menuju ke arahku dengan mengenakan pakaian hitam, memakai topi dan masker. Ia langsung memeluku secara tiba-tiba. Sontak membuatku merasa kaget dan meronta-ronta.
"Tolong aku untuk sekali ini saja, bisakah kau membalas pelukanku, karena aku sedang dikejar-kejar oleh orang-orang di sana, berpura-puralah menjadi kekasihku sebentar saja" ucapnya, dengan nafas yang teregah-engah, sembari memelukku dengan eratnya.
"Tidak mau lepaskan aku," teriakku, sambil berusaha melepaskan pelukannya.
"Kumohon, tolonglah aku, saat ini aku sangat lelah," dengan suara yang terdegar sangat lembut dan sedikit pasra.
"Baiklah, apa yang harus aku lakukan sekarang," tanyaku, Karena merasa kasihan.
"Balaslah pelukanku." ucapnya.
Tiba-tiba datang segerombolan anak sekolah, yang sedang berlari menuju ke arah kami berdua sembari mencari ke sana kemari.
"Ya, lihat kenapa mereka berpelukan di sini, dasar tidak tahu malu," katanya, dari salah satu anak sekolah itu.
Setelah sekian lama, akhirnya anak-anak sekolah itu pergi meninggalkan kami berdua. Perlahan laki-laki itu pun melepaskan pelukannya dariku.
"Terima kasih, karena sudah menolongku." ucapnya. Dengan pandagan tajam menatap ke arahku.
" Tidak apa-apa, kenapa mereka mengejarmu?" tanyaku dengan rasa penasaran yang menyelimuti.
"Karena aku adalah BTS, Kim Taehyung." ujarnya, sambil membuka masker.
Iya memang benar dia adalah Kim Taehyung BTS.
"Ah." jawabku dengan sangat santai sambil memandangi wajahnya.
Kriuukk.. kriuukk.. kriuukk ..
Bunyi dari perutku yang saat ini terasa sangat lapar.
"Apa kau lapar," tanyanya.
"Iya, aku sangat lapar, tapi kau malah menghalangi jalanku." jawabku, dengan sedikit kesal walaupun aku tau dia seorang Kim Teahyung.
"Ahh, maaf, ayo pergi makan bersamaku aku akan mentraktirmu, karena kau sudah menolongku." dengan senyun manis di bibirnya.
"Ahh, sungguh, benarkah kau akan mentraktirku? "
"Tentu saja, " lanjut jawabnya.
"Les't go." jawabku dengan senyum lebar, langsung melangkahkan kaki dengan cepat.
"Kapan lagi makan gratis, sama Artis pula," ucapku dalam hati, sambil senyum-senyum sendiri.
Kami terus berjalan, dengan cepatnya menuju ke Itaewon Class.
"Kenapa orang-orang tadi bisa mengejarmu?" tanyaku dengan rasa penasaran yang sangat mendalam.
"Aku membuka maskerku aku pikir mereka tidak akan mengenaliku," jawabnya, dengan memandang ke arah mataku.
"Ahhh" lanjut jawabku.
"Kenapa kau terlihat biasa saja saat mengetahui siapa aku? kenapa kau tidak berteriak-teriak seperti mereka lalu mengajakku berfofoto bersama?" tanyanya dengan sedikit merasa penasaran .
"Haruskah aku melakukanya, haruskah aku berteriak-teriak seperti orang gila? bahkan aku hanya mengambil fotoku saja dua tahun sekali," ujarku, dengan suara yang santai dengan memandanginya.
Kim Taehyung pun tersenyum manis sembari memandang ke arahku. Tanpa kami sadari kami terus berjalan bersama, makan bersama, saling bertanya satu sama lain, sembari menikmati suasana Kota Seoul yang indah.
Tidak terasa waktu sudah menunjukan Pukul 12.30 malam dan kami putuskan untuk pulang kerumah. Tiba-tiba Kim Taehyung pun menawarkan diri, untuk mengantarkanku pulang, tanpa basa basi sedikit pun, aku langsung mengiyakan tawaran darinya. Ya kali ditolak ya kan sayang mubazir.
"Terima kasih, sudah mengantarku." Ucapku, lalu memutar badan ke arahnya, dengan senyuman terbaik yang belum pernah aku lakukan.
"Maukah besok kamu pergi denganku? aku akan mengajakmu berkeliling Kota Seoul." ucap Kim Taehyung dengan rasa penasarannya.
"Hmm, baiklah", jawabku, sembari tersenyum ke arahnya.
"Sunggu, baiklah, aku akan menjemputmu besok siang." lanjutnya dengan senyuman lebarnya yang memperlihatkan gigi-giginya yang cantik.
--------------------🕢🕢🕢🕢------------------
Waktu pun berlalu begitu cepat tidak terasa hari ini adalah hari keduaku berada di Kota Seoul, di musim semi yang segera beranjak ke musim gugur, Suasana mulai terasa sedikit dingin, bunga-bunga mulai berguguran, Ingin rasanya aku menetap di Negara ini.
Dan waktu mulai beranjak siang, aku pun sudah siap, untuk bertualang mengelilingi Kota Seoul hari ini.
Tingtong.. Tingtong.. Tingtong..
Bel berbunyi entah siapa yang datang. Aku mulai melangkahkan kakiku. Lalu, membuka pintu apartemenku secara perlahan.
Terlihat dari balik pintu wajah yang sangat tampan kulit yang terlihat putih bersih dengan senyuman manis yang terukir di bibirnya.
Tidak kusangka dia benar-benar serius dengan ucapannya semalam.
"Kau sudah, datang," tanyaku kepada Kim Taehyung.
"Iya, entah kenapa aku ingin cepat-cepat datang menemuimu." dengan senyum manisnya yang lebar.
"Berhenti bicara omong kosong, masuklah, aku akan membuatkanmu sesuatu."
"Baiklah jika kau memaksa, Aku akan masuk dan makan bersamamu." jawab Kim Taehyung.
Tidak pernah kusangka orang yang selama ini hanya bisa kulihat dari layar handphone, kini benar-benar nyata berdiri di hadapanku.
Sembari membuatkan Kim Taehyung makanan, diam-diam kami saling curi-curi pandang. Ketika aku melihatnya, Kim Taehyung langsung memalingkan pandagannya ke arah lain, dengan terlihat kaget dan malu-malu aku pun begitu suasan mulai terasa canggung.
"Cah, selesai silakan dinikmati." seraya aku meletakan makanan, di atas meja kecil yang lebarnya hanya sekitar 30cm. Dengan wajah yang berhadap-hadapan secara langsung, suasana pun semakin merasa tegang.
Tanpa aku sadar, tiba-tiba tanganku secara refleks, menghapus saus yang ada di bibirnya, sembari tersenyum ke arahnya.
Suasana menjadi hening. Kami terdiam sejenak, aku langsung menurunkan tanganku.
Tapi tiba-tiba.
Sontak seketika dia langsung mencium bibirku. Dengan bibirnya yang terasa lembut dan hangat. Jantung ku berdetak kencang, wajah ku langsung berubah menjadi merah. Lalu, perlahanku pejamkan mataku. Kami berciuman cukup lama, hahaha njirrr.
Setelah melepaskan bibirnya dari bibirku, Suasana menjadi tengang, kami langsung beranjak dari tempat duduk, dan berlarian ke sana kemarin.
Aku langsung berlari ke arah dapur dengan cepatnya, sambil berpura-pura mencuci piring.
Taehyung berlarian ke depan kaca jendela, dengan pura-pura menggelap kaca.
Suasana pun semakin tidak karuan, saat Kim Taehyung berjalan menuju dapur, dan aku berjalan menuju kaca jendela, ketika kami saling melihat satu sama lain, kami langsung memutarkan badan dan langsung berlarian kembali.
Beberapa menit kemudian, suasana mulai membaik, kami mulai memberanikan diri untuk saling mendekat, dengan suasana yang terlihat malu-malu.
"Berkencanlah dengan ku!." Sontak ucap kami secara bersamaan. Kami langsung tersipu malu. Tidakku sangka ternyata dia pun mengucapkan hal itu.
Akhirnya kami putuskan untuk mulai berkencan, menghabiskan waktu bersama mengelilingi Kota Seoul dan memasang gembok cinta.
Karena Kim Taehyung dan aku tidak bisa minum kopi, jadi kami tidak bisa terlihat keren seperti pasangan lain yang sembari duduk di cafe, sambil meminum kopi hangat.
Kami hanya minum banana uyu (susu pisang) dan coklat hangat. Duduk berdampingan, sembari dengan kaki yang rapat, lalu minum secara bersamaan, dengan mata yang memandang ke sana ke mari seperti anak kecil.
Hari ini jadwal berkencan kami yang kedua Kim Taehyung menjemputku. Lalu, kami pergi berkencan, dengan bergandengan tangan menelusuri jalan di Kota Seoul, sembari menikmati bunga-bunga yang mulai berguguran.
Suasan mulai terasa sejuk kami terus bergandegan tangan sepanjang hari dengan canda dan tawa. Hati seakan-akan terasa berbunga-bunga.
Waktu terus berjalan, hari-hari terus kami lalui bersama, setelah Kim Taehyung selesai latihan dia akan langsung menemuiku untuk berkencan.
Tidak teras satu pekan lagi masa liburanku habis, dan harus pulang ke Negara asalku.
Aku mulai merasa sedih karena harus pulang ke Negaraku, dan harus menjalankan hubungan jarak jauh dengan Kim Taehyung.
"Oppa, aku akan sangat merindukanmu nanti" dengan wajah yang terlihat sangat sedih, sembari meletakan kepalaku di bahu Kim Taehyung.
"Aku pun akan sangat merindukanmu nanti." sambil merangkul bahuku dan mencium keningku.
Kami terus memandangi awan malam, dan menikmati suasana sejuk di malam hari, dengan suasana hati yang sedikit merasa sedih karena harus LDR. Anjjiirrr hhaha.
Tiba saatnya aku harus pulang ke Negaraku.
Hari ini hari di mana aku harus pulang ke Negaraku, tetapi entah kenapa Kim Taehyung belum juga datang, padahal pesawatku akan terbang, beberapa menit lagi, tapi dia tak kunjung datang, aku terus menunggunya dengan rasa khawatir.
Tetapi tiba-tiba dari kejauhan, Kim Taehyung berlari dengan cepatnya menuju ke arahku, dia langsung memeluku dengan sangat erat. Lalu, menutupi kepalahnya degan jacket, dia langsung mencium bibirku. Setelah berciuman sedikit lama.
Aku harus segera pergi, karena pesawatku sebentar lagi akan berangkat, aku merasa sangat sedih air mataku terus mengalir, tanganku terus melambai ke arah Kim Taehyung, dia pun terlihat sangat sedih.
Sesampai di Negaraku, kami selalu berhubungan lewat, watshapp, kami selalu melakukan video call, setiap hari ketika dia selesai latihan.
Tetapi akhir-akhir ini, kami berdua sibuk dengan perkerjaan kami masing-masing. Aku sibuk belajar, agar bisa mendapatkan beasiswa kulia s2 di Korea, dia sibuk dengan konsernya, yang membuat kami jarang berbicara lewat video call, tetapi hubungan kami baik-baik saja.
Dua tahun berlalu, akhirnya aku pindah ke Korea, karena telah berhasil mendapatkan beasiswa S2 di Korea. Aku pun merasa sangat senang karena akhirnya aku bisa tinggal di Korea.
Aku mulai berjalan dengan langkahku yang kecil.
Dan terlihat dari kejauhan Kim Taehyung merentangkan tangannya ke arahku sembari tersenyum bahagia. Sontak aku langsung berlarian menuju ke arahnya dan langsung memeluknya dengan erat.
the end
Selamat menghalu😘😘