Hai! nama ku santi, aku sekarang menduduki bangku kelas 10 sekolah menengah pertama atau yang biasa disebut SMA.
Aku Gemuk,hitam,dan jelek. aku sering di ejek oleh orang orang, dan bahkan sering di bully. suatu hari saat aku baru masuk SMA, aku duduk dengan teman masa kecilku yang bernama miya. bagiku dia adalah orang satu satu nya yang mau berteman denganku disekolah.
Saat jam pelajaran olahraga, aku dihukum karna aku tidak bisa berlari karena nafas ku terengah engah.
"santi! kamu itu makanya jangan gemuk gemuk! kan jadi ga bisa mengikuti pelajaran bapak!" bentak guru olahraga.
Dan aku di hukum oleh pak guru dan hukumannya adalah di suruh berlari lapangan 2x putaran.
miya yang melihat hal itu hanya bisa diam, karna itu perintah guru, dan dia tidak bisa membela santi.
selesai jam pelajaran olahraga. mereka semua berganti baju dan menuju kelas.
"heh! santi kau jelek sekali bahkan hitam dan gemuk! oh iya satu lagi! dan juga wajah mu penuh jerawat dan membekas! bwhaahhahahaha" ucap salah satu mahasiswi meledek santi.
Melihat itu miya membentak semua murid hingga mereka diam. santi merasa terpojoki Karna hal itu. dan mulai hari itu juga ia menghindar dari semua murid karena malu dan juga takut akan diledeki lagi.
dan setelah pelajaran selesai dan pulang, santi langsung mengunci diri dalam kamar, sambil merenungi nasibnya yang seperti ini.
kedua orang tuanya merasa ada yang aneh dengan anaknya, karna tidak seperti biasanya. santi setiap pulang sekolah selalu bercanda dan tertawa dengan ayahnya tapi kali ini beda.
Tok! tok! tok! "santi... kamu kenapa nak? " tanya ibu sinta. ibunya sudah berulang kali memanggil nya untuk makan bersama, tapi tidak ada balasan, dan juga pintu kamarnya terkunci.
ibu yang khawatir pun memanggil ayah santi untuk membantu membuka pintu. "nak... kamu kenapa? baik baik aja kan? " ucap ayah santi sembari mengetuk pintu.
"aku tidak apa apa ayah, aku hanya banyak tugas" ucap Santi. orang tuanya hanya membalas dengan kata Owh, karna tidak tau ada apa dengan putri nya tersebut.
dan orang tua nya baru sadar bahwa ada yang aneh dengan putri bungsu nya tersebut. sudah seminggu santi selalu mengunci dalam kamar setelah pulang sekolah.
dan juga dengan miya, dia merasa sudah dijauhi oleh santi. ia sempat bertanya "santi! tunggu! mengapa kau menjauhi ku? apakah aku ada salah padamu? kalau aku ada salah maafkan aku? " ucap miya.
"hm kamu tidak salah kok!" ucap santi dan langsung pergi meninggalkan miya sendiri.
"maafkan aku miya, kamu tidak patut berteman dengan aku yang jelek, hitam, gendut, dan bahkan saat ini berat badan ku semakin bertambah menjadi 78kg. miya kamu cantik, tubuhmu atletis, maaf aku menjauhkan mu" batin santi.
"ada apa dengannya? aku harus cari tau! " ucap miya.
karena penasaran ada apa dengan sahabat nya tersebut, akhirnya saat pulang sekolah miya memutuskan untuk pergi mengunjungi rumah santi.
sesampainya di rumah santi, miya melihat kedua orang tua santi sedang berada di halaman rumah.
" Assalamualaikum om tante!" ucap Miya sambil bersalaman dengan kedua orang tua santi.
"eh ada nak miya, ada apa kemari? " tanya ibu santi.
"hahah itu tante saya mau bertanya soal santi" ucap miya.
"pasti kamu mau bertanya soal tingkah laku dia belakangan hari ini! benarkan? " ucap ayah santi.
"iya om! sebenarnya ada apa ya om? " tanya miya
"om juga tidak tau apa yang terjadi dengan anak itu. dari seminggu yang lalu dia jarang makan dan berbicara dengan kami, om juga tidak tau kenapa, ap kamu tau? " tanya ayah santi.
" itu om, sebenarnya santi sering diledeki oleh teman teman, miya selalu membela dan ingin bilang sama om tante dan dewan sekolah, tapi santi melarang hal itu, dan hal itu suruh ia rahasiakan" ucap miya panjang lebar.
"diledeki maksudnya?" tanya ibu santi.
"santi itu sering dikatai jelek, hitam, gemuk oleh teman teman sekolah, dia merasa terpojoki karna hal itu sepertinya om tante" ucap miya.
"tapi om tante. mohon jangan beri tahu pihak dewan sekolah mengenai hal ini, karna miya sudah berjanji akan merahasiakannya!" ucap miya memohon.
"baiklah terima kasih sudah memberi tahu tante dan om" ucap ibu santi.
"oh iya tan! santi ada didalam kan? " tanya miya.
"iya dia ada di dalam, dan yang seperti dibahasa tadi" ucap ibu santi.
"kalau gitu miya masuk dulu ya om tan! " ucap miya dan mulai beranjak meninggalkan kedua orang tua santi.
sesampainya didepan kamar pintu santi, miya mengetuk pintu tok! tok! tok! "san! ini aku, bolehkan masuk? " ucap miya.
"hm boleh, masuk aja ga di kunci kok" balas santi.
setelah masuk miya pun duduk disamping sahabat nya tersebut, dan mengelus punggung santi dengan lembut.
"santi...aku tau kamu sedih dan merasa terpojoki, Tapi bukan berarti kamu harus seperti ini" ucap miya lembut.
" aku ga tau harus berbuat apa miya" ucap santi.
" kamu harusnya bangkit dan merubah dirimu!" ucap miya menyemangati.
" aku harus gimana? aku tidak tau caranya? " tanya santi.
"caranya kamu tidak usah menghindar dari teman teman dan lawan mereka dengan cara mendengarkan kata ejekan mereka menjadi motivasi penyemangat bagi kamu untuk merubah dirimu" ucap miya.
"hmm begitu"
"dan satu lagi, kamu minta izin kepada orang tua mu untuk mengikuti kelas aerobic, zumba, yoga, dan gym ,aku kan setiap hari seperti itu, Bagaiamana kamu mau ikut kan? " tanya miya.
setelah berfikir sejenak dan menenangkan pikiranya akhirnya santi setuju untuk merubah dirinya, menjadi bukan dirinya yang sekarang.
setelah berbincang bincang miya pun berpamitan pulang, karena hari sudah mau senja.
"ayah... ibu... " ucap santi.
melihat putrinya sudah mau berbicara kedua orang tuanya pun senang. " ada apa nak? " jawab ayah.
"aku ingin meminta izin untuk merubah diriku, dan mengikuti kelas senam dan gym bersama miya, bolehkan? " tanya santi.
"boleh nak, kalau itu membuat mu bahagia dan senang" ucap ibu. dan ayah jua menyetujui hal itu.
"terima kasih ayah ibu" ucap santi sambil memeluk kedua orang tuanya.
saat itu juga santi memulai hidup nya yang baru dan berbeda. sekarang ia menghiraukan perekataan teman teman tentang dirinya, dan mulai mengikuti diet, kelas senam dan gym bersama miya.
setiap minggunya berat badan santi mulai menurun. melihat hal itu santi senang dan miya juga senang melihat sahabatnya itu bahagia.
dan miya memberikan beberapa kosmetik untuk dipakaikan pada wajah santi. dari mulai penghilang jerawat, sampai palembab wajah.
santi menolak memakai skincare, karna ia ingin kulitnya sawo matang saja ,tidak ingin putih. dan memakai handbody bengkuang untuk menutrisi kulit.
setelah beberapa bulan, hasilnya mulai terlihat berat badan santi menurun drastis yang tadinya 78kg menjadi 55kg. bagi ia itu adalah hal yang fantastis. ternyata usahanya selama ini tidak sia sia.
tubuhnya mulai terlihat atletis, tapi masih ada sebagian orang yang mengejek warna kulitnya hitam.
ia tidak masalah dengan hal itu.
bagi dia kulit hitam bukan berarti jelek. semua wanita terlahir cantik, tapi ada sisi kekurangan dan kelebihannya masing masing.
jadi berusaha lah jika ingin menggapai sesuatu.
Karena rasa sakit dan perjuangan yang kita lalui demi sesuatu pasti akan memuaskan hasilnya, walaupun dijalani dengan perlahan lahan. ingat hal ini jika kalian sedang melakukan sesuatu " usaha tidak akan mengkhianati hasil" . dan juga stop bullying.
okay terima kasih semuanya telah menikmati cerpen ini ^.^
maaf jika ada typo hheheh
see you