apa aku salah mencintai dia, tapi seakan takdir membawa aku kepadanya...
aku tau rasa ini salah gak seharusnya rasa cinta ini muncul tapi seiring berjalannya waktu rasa cinta ini semakin tumbuh untuk memiliki....
awalnya kita emang sebatas saudara tapi setelah kita tinggal satu atap rasa itu tiba tiba muncul dia yg selalu ada disaat aku rapuh, disaat aku butuh bahu untuk bersandar....
1 tahun 2 tahun dan tahun tahun selanjutnya kita jalanin bersama dan sampai dia bilang kalimat itu "ce kamu mau gak jadi pacar saya..?? "
"apasih gak jelas" kataku sambil maen hp
"aku serius, aku pengen kamu jadi pacar saya karena saya suka sama kamu" aku kaget dan aku berfikir sambil memandangi wajahnya aku menerka nerka dia sadar gak dengan berkata seperti itu..
hari besoknya seperti biasa seakan gak ada masalah antara kita berdua kuanggap itu hanya candaan..
sore hari setelah dia pulang kerja kebiasaan aku menunggu dia didepan pintu ku anggap itu biasa tapi dia berbeda... "udah pulang?? "tanya ku
"udah dunk" jawabnya sambil mengusap kepalaku.. malamnya biasa kami ngobrol diruang tamu bercanda ria tanya keseharian masing masing, "gimana jawabannya" " jawaban apa..??" tanya ku bingung, tiba tiba dia begeser kearah ku "gimana mau gak kamu jadi pacar saya" "saya gak ada rasa sama situ, karena kita saudara kalo emang situ bisa bikin saya jatuh cinta sama situ" ku lihat mukanya dia merasa senang dengan jawaban ku mungkin dia berfikir masih ada kesempatan untuknya "ok... saya yakin bisa buat situ jatuh cinta sama saya.. deall" sambil bersalaman
sebulan, dua bulan, dan sampai setahun kita menjalani hubungan bakstreet ini, tanpa aku sadari aku mulai jatuh cinta dengannya karena dia selalu membuat aku merasa nyaman didekatnya... kami berdua nekat dengan hubungan kami hanya kami berdua yg tau status kami keluarga tidak ada yg tahu, bertahun tahun kami menjalani dengan bahagia, nyaman, senang bagai orang yg lagi kasmaran.. tapi ditahun tahun selanjutnya aku baru mulai menyadari kalo dia ingin mengakhiri hubungan ini, tepatnya saat dia pindah kerja...
aku tau dia Deket dengan temen wanita karena dia selalu cerita setiap harinya,.. dalam hati ku penasaran tapi aku juga gak mau dibilang posesif tapi aku tetap memberanikan diri untuk mengecek hpnya dan boommm bagai bom yg meledek hati aku hancur sehancur hancurnya, ternyata dugaan ku selama ini benar adanya kalo dia maen dibelakang ku...
aku tidak kuat aku masuk kamar mengurung diri sampai aku kehabisan airmata... aku berfikir dalam hati "kenapa harus sekarang setelah apa yg udah kita lalui selama ini, aku udah terlanjur cinta kenapa..." tapi percuma hanya aku yg bisa merasakannya..
pagi menjelang aku berharap rasa ini seperti biasa tapi setelah melihatnya aku penasaran ingin bertanya aku gak tahan kalo harus memendam rasa menyakitkan ini.. aku berusaha untuk memberanikan diri bertanya padanya, sore itu dia sehabis pulang kerja biasa aku selalu menunggunya setelah santai kami ngobrol seperti biasa, "siapa Hesti" "...."kulihat mukanya seperti gugup seperti orang yg ketahuan selingkuh "siapa Hestiii ??" dia menjawab dengan santainya tanpa memperdulikan perasaan aku "dia temen kerja, emanng kenapa".." harus.. temen kerja chatan kaya gitu, telponan tiap malem sembunyi sembunyi dari aku, kamu anggap aku ini apa..??!" tangis ku mulai pecah' seakan aku tak dianggap olehnya setelah apa yg udah kita jalanin semuanya disitu air mata ku mengalir tiada henti kulihat dia hanya bisa diam tanpa sepatah pun keluar dari mulutnya "kamu mau aku gimana, apa kurangnya aku, kasih tau aku salah aku dimana.." "aku mau kita udah sampai disini, kan kamu tau gimana keluarga kamu kita gak bakal direstuin" kata dia sambil melihatku "ini udah kita bahas, kan kamu yg bilang sendiri ke aku kita bakal ngadepin sama sama, tapi kenapa sekarang kamu yg gak yakin alami yg mundur..."
"kamu tau kan kita saudara, pasti gak direstuin mau gimna pun caranya"
aku berdiri dari duduk ku dan masuk kekamar, aku nangis sejadi jadinya sampai aku tertidur...
sudah sebulan aku mengabaikan perasaan ini tapi tetap saja susah buat ngelupain apa lagi kita satu atap tiap hari ketemu, dari hari ke hari dia semakin Deket dengan Hesti hampir tiap malam dia kerumah perempuan itu, awalnya aku abaikan tapi tetap aku ingin tau dia pulang jam berapa, tanpa aku sadari aku setiap malam aku menunggunya karena aku gak bisa tiudr kalo dia belum pulang, dan pada hari yg bikin ku putus asa saat dia cerita tentang cewe itu ke mbak ku "yu menurut yu ev dia cewe gimana, karena dia bilang gak mau pacaran maunya langsung nikah" kata Alamsyah..
degg hatiku seakan mati mendengarnya, harapan aku sia sia aku menyakinkan diri aku"aku yakin jodoh gak kemana takdir udah ada yg ngatur"dalam hatiku..
setiap hari ku lalui sunyi, gak ada lagi yg bisa ku pertahankan hidup ini seakan mati bersama hatiku tapi mau hu gimana hidup masih jalan terus gak mungkin kita berdiam pada satu arah roda berputar... aku belum ikhlas karena semakin jauh aku semakin mencintainya
sejauh-jauhnya kita menjauh kalo emang udah takdirnya kamu sama aku kita bakal dipersatukan, dan aku juga yakin kalo kamulah(MPFA)takdir ku jodoh aku aku selalu berdoa akan kuselipkan namamu di penghujung doaku...
ya Allah engkau maha mendengar, maha melihat, maha mengetahui segala apa yg dilakukan oleh umatnya aku berserah diri kepadamu karena hanya engkaulah yg maha sempurna...
Allah tidak akan menguji kesabaran hambanya diluar kemampuan hambanya itu sendiri, karena Allah sayang kepadaku...