" buat apa sekolah tinggi kalau ujung ujungnya
balik lagi ke kampung tetap saja jadi tukang Cari
rumput...!"
" rugi dong bapakmu yang sudah mengeluarkan
banyak biaya buat kuliah."
" kalo setahu saya kuliah itu buat cari kerja di
kantor,atau minimal jadi PNS."
Hampir tiap hari perkataan macam itu aku dengar
dari mulut para tetangga yang kebetulan berpapasan denganku saat aku berangkat atau pulang dari mencari rumput untuk pakan sapi peliharaanku.
namaku adalah Bambang Gumilang seorang insinyur peternakan yang berasal dari kampung.bapakku adalah seorang sekretaris desa beliau sudah bekerja didesa selama 15 tahun.
sebenarnya bapakku sudah beberapa kali menawarkan kepada ku untuk bekerja sebagai PNS di kantor kabupaten dengan cara sedikit menyuap, namun aku menolak karena aku pikir uang 30 juta daripada dijadikan uang suap lebih baik aku gunakan sebagai modal usaha agar lebih berkah.
akhirnya ayahku pun setuju Karena aku mengatakan tak mau merusak nama baik bapak yang dikenal dengan kejujurannya.
dengan modal uang 30 juta dari bapak itu aku belikan 4 ekor anak sapi perah dan sisanya aku gunakan untuk membangun kandang ya walau kecil namun muat untuk menampung 4 anak sapi itu.meskipun setiap hari aku harus bersusah payah mencari rumput liar diladang milik orang aku pun tak masalah kan ini gratis pikirku.
memang didesaku para warganya bekerja sebagai petani diladang jadi ladang yang belum ditanami akan tumbuh rumput liar lumayan kan bisa untuk pakan ternak ku itu.
saat ini tekatku sudah bulat tak ingin kerja dikantor karena aku ingin menjadi juragan susu segar yang aku produksi dari hasil ternak ku sendiri.
aku tak peduli apa kata tetangga biarlah mereka meremehkan aku .
dengan keyakinan yang kuat aku akan tetap berjuang keras demi cita - cita ini.
seiring berjalannya waktu keempat anakan sapi itu sudah tumbuh menjadi sapi betina.2 tahun berselang keempatnya sudah menjadi sapi betina produktif yang menghasilkan susu segar.
betapa bahagianya aku ketika usahaku sudah menunjukkan hasil setiap pagi dan siang aku memerah susu dari keempat ekor sapiku itu.bahkan sapi sapiku itu menghasilkan susu segar lumayan banyak sehari saja aku bisa memproduksi sekitar 60 liter susu segar.
karena gengsi yang besar warga didesaku tak menerima dagangan susu dariku,namun aku tak putus asa akupun menjual susu itu didesa tetangga Alhamdulillah atas seijin Allah mereka dengan antusias membeli susu daganganku.
karena susu segar yang aku produksi itu terlalu banyak akhirnya menjadi masalah.
setiap hari masih banyak sisa susu yang tidak terjual hingga susu segar itu menjadi basi.
akhirnya aku browsing di internet agar aku punya solusi untuk mengatasi masalah ini.
dan bravo disana aku menemukan jawabannya.aku menemukan sebuah artikel yang sangat bermanfaat yang didalamnya terdapat berita jika disebuah desa yang jaraknya lumayan jauh dari desaku mayoritas penduduk di sana bekerja sebagai produsen susu segar.
akhirnya dengan tekad yang kuat dan doa dari ibu aku berangkat kesana untuk bertanya segala hal tentang persapian.
disana aku langsung menemui kepala desa dan menceritakan maksud kedatanganku, setelah mendengar apa penjelasan dariku pak kades pun membawa ku kesebuah kandang sapi yang sangat luas dan ada puluhan ekor sapi.ternyata kandang sapi itu adalah milik beliau pribadi.dikandang sapi itu pun aku juga dikenalkan dengan beberapa orang pekerja yang bertugas mengurus peternakan pak kades.
pak kades menceritakan suka dan duka beliau selama menjadi seorang peternak sapi perah.
lalu beliau mengatakan kepada saya jika dalam sehari saya bisa memproduksi sekitar satu ton susu segar maka ada relasi beliau yang akan membeli dan mengangkut setiap hari ketempat ku.
dalam perjalanan pulang aku cara apa yang akan aku lakukan supaya tidak kesulitan dengan penjualan susu segar miliku
aku pun masih bingung karena saat ini susu yang dapat aku produksi hanya sekitar 60 liter per hari jika relasi pak kades akan mengangkut 100 liter berarti masih kurang empat puluh liter lagi,atau aku harus memilih pilihan yang kedua untuk membawa hasil produksi itu kedesa yang tadi aku kunjungi dengan jarak tempuh sekitar 150 KM setiap hari tentu saja akan menyita waktu dan biaya.
sesampainya dirumah aku ceritakan semua kepada bapak dan ibuku agar mendapatkan solusi.
akhirnya bapak memberi ide agar anak anak sapi itu dijual dan dibelikan sapi produktif agar mendapatkan tambahan produksi susu.
ok aku ikuti saran dari bapak, namun ternyata dengan empat ekor anak sapi aku hanya bisa membeli satu ekor sapi produktif kualitas super...
tentu saja untuk mendapatkan 1 ton susu segar masih kurang 20 liter susu segar lagi.
karena masih kurang target maka banyak susu yang terbuang karena basi.
akhirnya aku putuskan untuk membeli 4 ekor sapi produktif lagi dengan menggadaikan sertifikat rumah milik bapak tentu saja itu membuat ibu ku marah besar sampai sampai ibu mendiamkan aku lebih dari dua bulan
mendengar kabar jika aku telah menggadaikan sertifikat rumah membuat para tetangga semakin menghina aku dan menyebutku anak durhaka tak tau terimakasih, otak dengkul dan masih banyak kata kata yang sangat menyakitkan sekali
" dasar anak tak tau terima kasih sudah disekolahkan tinggi malah membuat orang tua malu...!."
" pergi dari sini dan jangan berhubungan lagi dengan putriku karena dia sebentar lagi akan menikah dengan keponakan pak camat yang bekerja sebagai PNS."
" CIHHH, CEPAT PERGI...!!!"
itulah kata kata penolakan dari keluarga kekasih ku.
mereka menolak aku karena meraka mengganggap aku anak tak tau terima kasih
meskipun sedih tapi aku tak ambil pusing dengan penolakan mereka ,toh wanita tak hanya anak mereka saja.masih banyak gadis diluar sana yang tak memandang seseorang dari pekerjaan.
bahkan saking marahnya ibu sampai pulang kerumah kakek dan nenek.aku merasa sangat bersalah pada bapak dan ibuku karena aku hubungan mereka yang awalnya baik baik saja jadi rusak karena aku.aku hampir putus asa dan ingin mengakhiri cita cita ku dan pergi merantau.
namun bapak selalu mendukungku beliau selalu memberi semangat agar aku tak menyerah satu hal yang aku ingat dari bapak
" le.....( panggilan untuk anak laki-laki) apakah kamu lupa kalau kamu ingin naik kelas itu harus ujian dulu. nah jika kamu ingin ada diatas bukankah kamu butuh tangga untuk berpijak...?"
kata bapak menyatakan perumpamaan
aku diam merenungi pertanyaan bapak " jika kita ingin mencapai kesuksesan maka akan banyak rintangan yang harus kita hadapi."
" tepat ...." kata bapak menjeda ucapannya
" jadikanlah semua ini sebagai batu pijakan untuk mu melangkah ke depan dan jangan pernah berhenti." kata bapak lagi memberikan semangat
" tapi ibu ...? " tanyaku sambil berkaca kaca mengingat selama ini ibu tak pernah semarah ini padaku
" ibumu masih marah biarkan ibu menenangkan diri dulu,dia tak akan Setega itu kepada kita..." ucap bapak sambil tersenyum
ya bapak betul aku tak boleh berhenti dan aku harus lebih semangat lagi
akhirnya keputusan untuk membeli 4 ekor sapi lagi aku teruskan
setelah membeli 4 ekor sapi target produksi ton susu segar setiap hari berhasil
satu bulan kemudian aku baru merasakan penghasilan dari usaha ku ini dalam satu bulan pertama aku sudah mendapatkan omset sekitar 20 juta.
tentu saja uang itu aku gunakan untuk membayar cicilan hutang dibank dengan menggadaikan sertifikat rumah.
selebihnya aku persembahkan penghasilan pertama ku untuk ibuku tercinta.
sore ini aku akan menjemput wanita yang sangat aku dan ayahku cintai setelah dua bulan beliau pergi meninggalkan rumah.aku akan bersimpuh memohon maaf pada beliau.
waktu terus berlalu hingga tak terasa sudah satu tahun berlalu.kini cita citaku sudah tercapai aku menjadi peternak sapi yang lumayan sukses jumlah sapi ternak ku bejumlah 45 ekor dengan omset hampir 100 juta perbulan.
hingga lambat laun warga disekitar tempat tinggal ku mengikuti jejak ku tercatat sekitar 60 persen warga didesaku menjadi peternak sapi perah.
itulah suka duka yang aku rasakan saat memulai karirku menjadi peternak sapi perah walau banyak ujian aku mampu membuktikan jika ujian itu akan membawa kita pada kesuksesan.
jangan pernah berhenti berusaha,tetap semangat dan kuatkan tekad untuk maju.....hehehe
sempat ditolak oleh keluarga sang pujaan hati
tak membuat aku kecewa walau pun sampai saat ini di usia 27 tahun aku masih jomblo tak masalah because " JODOH SUDAH ADA YANG MENGATUR BESTIE.......😂😂