Namaku Rena, aku adalah gadis tercantik, terkaya, dan terpopuler disekolah ku. Selain itu aku seorang yang dianggap kejam dan sombong oleh semua murid disekolah ku ini, tak ada satu pun murid yang berani melawan dan mendekati ku termasuk guru sekali pun tak ada yang berani.
Tapi tidak dengan cowo culun yang setiap hari berusaha mendekati ku. Padahal cowo culun itu sudah sering sekali dibully, disiksa dan dipermalukan oleh ku dan geng ku, tapi tetap saja tidak kapok - kapok malah tambah mendekati ku. Setiap hari dia selalu memberi ku makanan dan minuman kesukaan ku, tapi aku selalu membuang makan dan minuman itu depan mukanya bukannya marah atau sedih dia malah tersenyum ketika melihat aku membuang semua pemberiannya.
"Lo tuh kenapa sih setiap hari kasih gw makan dan minuman ini ke gw? Dan lo juga udah tau kalo gw bakalan buang semua pemberian dari lo kan?! JADI lO CUPU STOP KASIH BARANG, MAKAN, MINUM DAN APAPUN ITU KE GW!!" Ucap ku teriak cukup kencang sehingga para murid mendengar dan langgsung mengerumini ku dan si cowo culun itu.
"Karena aku suka sama kamu Rena" ucap cowo culun dengan wajah polos.
"Lo udah sering bilang kaya gitu ke gw dan lo pasti udah tau kan jawaban gw apa hah?" Ku menjambak rambut cowo culun hingga wajahnya mendongak keatas, dan sepertinya dia kesakitan ketika ku menjambak rambutnya tapi dia menahan rasa sakitnya.
"Lo cupu gk cocok sama Rena yang cantiknya luar biasa, dan Rena tuh udah punya Farhan yang ganteng, kece, dan keren gk kaya lo udah CUPU CULUN pula" ucap Mawar salah satu teman satu geng ku.
"Farhan itu cowo yang gk benar Rena, aku mohon kamu menjauhinya" mohon cowo culun sambil bersujud dikaki ku.
"Apaan sih lo, emang lo tuh siapa gw? suruh gw ngejauhin farhan, enyah sana lo dari hadapan gw!" Ku mendang cowo culun itu hingga jatuh tersungkur dilantai.
Tiba - tiba datang seseorang yang sudah tak asing lagi bagi ku.
"Rena lo itu kenapa sih jahat banget sama orang lain?! Emang momy dan dady ngajarin kita berbuat jahat ke orang lain? Gk kan" ucap Reni kembaran ku yang sangat berbeda jauh sifat dan perilakunya dari ku bak langit dan bumi.
"Cih, jangan sok ngebelain deh lo. Kalo lo suka sama nih cowo cupu, sana pacarin aja kalian sangat serasi kalau jadi pasangan. Cowonya CUPU dan cewenya anak mami iuhh" ku tersenyum miring kepada kedua orang itu dan teman ku tertawa atas perkataan ku tadi.
"Udah yuk guys kita ke kantin, Farhan udah nungguin gw disana" ku menyuruh teman ku untuk pergi meninggalkan mereka berdua.
"Oiya nih minuman dari lo, gw gk sudi minum minuman dari lo CUPU" aku menumpahkan minuman itu ke kepala cowo culun dan disambut gelak tawa oleh teman - teman ku, Setelah itu aku berjalan ke kantin.
Tidak tau kenapa perasaan ku sangat kacau sejak melakukan itu semua ke si cowo culun itu, biasanya aku akan merasa senang sehabis membully cowo itu. Tapi kali beda perasaan ku kasian melihat dia ku perlakukan seperti tadi.
Ketika aku sedang mengobrol dengan pacar dan teman - teman ku dikantin, tiba - tiba Reni menghampiri ku dengan tergesa - gesa.
"Rena ayo cepat kita segera pulang, aku sudah meminta izin kepada guru tadi untuk kita pulang duluan hari ini" ucap Reni dengan nafas terengah - engah sambil menarik tangan ku.
"Ada apa sih emang? Kenapa lo minta izin pulang duluan?" Aku terheran dengan Reni yang wajahnya terlihat sedih.
"Nanti lo juga bakalan tau pas sampai rumah" jawab Reni dengan nada sedih.
"Lo bilang dulu ada apa? Dan kenapa lo nangis?" Aku makin terheran karena melihat Reni menangis, aku pun ikut menangis melihatnya menangis.
"Dady na huhuhu" Reni menangis tambah kencang.
"Dady kenapa ni? Dady gk kenapa - napa kan?jawab gw ni" ku tambah menangis sambil mengguncangkan tubuh Reni.
"Dady.. dady sudah meninggal na, dady meninggal karena serangan jantung ketika dady mendengar perusahaannya bangkrut" Reni memberi tahu ku dengan tersedu - sedu.
"Bohong, lo pasti bohongkan ni. Gk mungkin dady meninggal kemarin dady masih nemanin gw dan momy belanja di mall" aku tambah menangis, setelah mendengar perkataan Reni aku langgsung lari ke rumah meninggalkan Reni yang masih duduk sambil menangis didepan gerbang sekolah.
Aku sangat tidak percaya dengan perkataan yang Reni ucapakan tadi, pasalnya pagi sebelum berangkat sekolah aku masih melihat ayahku tersenyum dan mencium keningku. Dan tadi Reni bilang kalau ayah ku sudah tidak ada. Sepanjang jalan menuju rumah, aku berlari sambil menangis mengingat kenangan bersama ayahku sedari aku kecil hingga sekarang aku sudah menginjak usia 18 tahun.
Setibanya rumah ku, aku melihat bendera kuning didepan rumah ku dan ku mendengar suara lantunan warga yang sedang membaca surat yasin. Ketika ku masuk kedalam rumah aku melihat ibu ku menangis disamping orang yang sedang berbaring dengan ditutupi oleh kain. Aku berjalan kearah ibu ku, ibu ku langgsung memeluku dengan erat sambil menangis.
"Mom siapa orang ditutupi kain ini?" ku menangis dipelukan ibu ku.
"Itu dady mu Rena sayang" jawab ibu ku sambil menangis.
"Gk gk mungkin mom" aku tak percaya, lalu aku membuka pelan kain yang menutupinya.
Alangkah terkejutnya aku ketika melihat orang dibalik kain itu adalah benar ayahku. Ayah yang sering menuruti permintaan ku, ayah yang sering membuat ku tersenyum ketika ku tengah bersedih, ayah yang mengajaku bermain, ayah yang sering menjadi kuda - kudaan ku ketika ku masih kecil, ayah yang selalu mencium kening ku setiap pagi. Sekarang sudah meninggalkan ku selama - lamanya, ku langgsung memeluk tubuh ayahku yang telah dingin dan mencium wajah ayah ku yang sudah putih pucat. Aku sungguh tak menyangka kalau ayah ku akan meninggalkan ku secepat ini, rasanya baru saja aku dilahirkan dan melihat ayah ku yang tersenyum. Tapi sekarang aku sudah akan bisa melihat senyum ayah ku lagi untuk selamanya.
2 hari kemudian
Semua murid disekolah ku sudah tau tentang kematian ayah ku dan kebangkrutan perusahaan ayahku, ketika aku masuk ke kelas ku semua murid membicarakan ku dengan berbisik. Aku menghampiri teman ku yang sedang berkumpul dipojokan kelas.
"Hai guys, kalian lagi ngapain nih kok gw gk diajak sih?" ucapku dengan muka cemberut.
"Ngapain kita ngajak lo na hah?" ucap salsa salah satu teman ku.
"Kalian kok gitu sih, gw kan teman kalian" aku terheran dengan sikap teman - teman ku yang sekarang berubah menjadi dingin terhadap ku.
"Hah teman? Lo tuh sekarang bukan teman kita lagi tau gk!" ucap Mawar teman ku dari SD dan sudah ku anggap saudaraku sendiri.
"Kenapa" tanya ku.
"Lo masih nanya kenapa? Ya karena lo tuh sekarang udah gk selevel sama kita, SEKARANG LO TUH CUMA ANAK MISKIN SAMA SEPERTI MURID YANG LAIN!" Teman ku berbicara dengan nada tinggi membuat semua murid dikelas ku mendengar perkataan yang mereka ucapi terhadap ku tadi.
Aku langgsung lari keluar kelas ku dengan mata menangis, aku berlari menuju kelas pacar ku Farhan. Aku berharap dia bisa memberiku ketenangan dan memberi pelajaran kepada teman - teman ku yang telah menghianati ku. Sesampainya di kelas Farhan, aku malah mendapati dia sedang bermesraan dengan rival terberat ku disekolah ini. Aku yang melihat hal itu, langgsung jalan menuju Farhan namparnya dan cewe yang ada disampingnya itu.
"Lo itu kenapa sih na? Kenapa lo nampar gw?" Farhan membentak ku dan hampir ingin memukul ku balik tapi tangannya di tahan oleh cowo culun yang setiap hari ku bully.
"Lo bilang kenapa? Gw ini pacar lo tapi lo malah bermesraan sama laura" ucapku sambil menangis.
"Eh lo sama gw tuh udah putus ya, jadi lo jangan deketin gw lagi" ucapan Farhan membuat ku tersentak.
"Sejak kapan kita putus Farhan?" Tanya ku.
"SEJAK AYAH LO BANGKRUT DAN MATI" Farhan mengucap dengan nada tinggi.
Aku kaget mendengar perkataan Farhan, aku pun langgsung lari dari kelasnya menuju taman belakang sekolahku. Sepanjang koridor sekolah banyak murid yang membicarakan dan menyidirku, tapi aku tak peduli aku terus berlari menuju taman sekolah.
Sesampainya ditaman sekolah aku duduk dibangku taman, aku menangis dengan kencang disana. Aku sekarang baru tahu kenapa teman - teman ku dan Farhan mendekati ku, itu semua karena uangku mereka hanya ingin mengicar uangku saja. Aku selama ini diperalat oleh mereka semua agar aku membelanjakan dan mentraktir mereka setiap hari.
"Kenapa? Kenapa semua ini terjadi pada ku? Apa ini semua karma buat ku yang selalu merendahkan, dan membully orang lain? Ya Allah maaf kan aku yang selalu berbuat dosa" ku sangat menyesali perbuatan ku selama ini terhadap orang lain.
Ditengah ku menangis merenungkan perbuatan ku selama ini, muncul tangan seseorang yang memberikan ku sapu tangan. Aku yang tertunduk langgsung melihat keatas untuk mengetahui siapa yang memberikan ku sapu tangan. Ternyata cowo culun itu yang memberikannya.
"Nih hapus lah air mata mu itu" cowo itu menunjuk kearah mata ku yang masih menangis. Aku pun mengambil sapu tangannya dan mengahapus air mata ku dengan sapu tangannya.
"Makanan dan minuman kesukaan mu, kata Reni kamu belum makan dari kemarin, jadi makan lah ini" dia memberiku kotak makanan berisikan makanan kesukaan ku, tetapi aku tidak mengambilnya aku hanya melihatnya.
Sejak ayah ku meninggal, nafsu makan ku jadi hilang. Jadi aku tak makan sejak dari kemarin. Aku hanya memakan nasi dua suap saja itu pun dipaksa oleh ibu ku dan Reni. Tapi kali ini perut ku terasa lapar sekali, aku ingin mengambil dan memakan makanan yang ia beri, tapi aku sangat malu jika aku mengambilnya. Aku teringat ketika ku menolak dan membuang makanan dan minuman yang selalu dia berika kepada ku.
"Sudah ambil saja, nih habisi ya makanannya pasti kau sangat laparkan" dia menaruh makanan dan minumannya di kedua tangan ku sambil tersenyum manis kepada ku. Aku pun menerimanya dan langgsung ku memakan makanannya dengan lahap.
"Kenapa lo masih baik sama gw? Padahal gw udah jahat banget sama lo" tanya ku terheran karena Zaman sekarang orang kalau dijahatin akan membalasnya dengan kejahatan juga.
"Karena orang tua ku selalu memberi pesan kepada ku kalau tidak boleh membalas ke jahatan dengan kejahatan. Dan agama kita juga bilang kalau kejahatan harus dibalas dengan kebaikan bukan?" ucap santainya membuat hatiku tersentuh.
"Tapi kenapa lo tetap suka sama gw yang setiap hari ngebully, nyiksa dan mempermalukan lo depan banyak orang? Apa lo gk sakit hati gw kaya gitu ke lo setiap hari?" tanya ku sambil memakan makanannya.
"Aku juga gk tau kenapa. Tapi semakin kamu berbuat seperti itu ke aku, semakin aku ingin terus mendekati mu dan ingin membuatmu berubah Rena" dia tersenyum kearah aku.
"Maafin gw yang selalu jahat sama lo setiap hari" aku meminta maaf sambil bersujud dikakinya dengan air mata yang tiba - tiba membasahi pipi ku.
"Ren bangun ren, jangan bersujud gitu. Aku sudah memaafkan mu kok sedari dulu, jadi sekarang berdiri ya" dia membantuku berdiri.
"Makasih ya cupu udah mau maafin gw, eh maksud gw Rehan. Maafin gw selalu manggil lo cowo cupu, padahal lo punya nama yang bagus" ucap ku merasa bersalah.
"Tidak apa - apa kok, aku malah senang kamu memanggil ku si cupu. Walaupun aku cupu tapi aku ngangenin kan" dia mengucapkan dengan percaya diri, yang membuat ku tertawa mendengarnya.
"Nah gitu dong tertawa lagi, itu baru Rena yang ku kenal" dia tersenyum senang dihadapan ku.
Ya Allah terima kasih kau telah menyadarkan ku dan masih memberikan seorang yang benar - benar tulus dan baik kepada ku. Ini adalah kisah terkelam dan terbahagia sepanjang hidup ku, saat aku masih duduk dibangku SMA.
Kini aku sudah hidup bahagia dan tenang bersama keluarga kecil ku. Aku sekarang sudah memiliki 2 anak yang cantik seperti diri ku dan tampan seperti ayah nya, mereka juga anak - anak yang tak kalah pintar dalam ilmu dunia dan akhirat seperti ayah nya. Apa kalian tau ? Ayah dari anak - anak ku adalah cowo yang dulu sering ku panggil CUPU dan sering ku bully sewaktu SMA.
Sejak hari itu aku dan dia berteman baik. Kami sering belajar, bermain, makan, dan keperpustakaan bareng sampai kuliah pun kita bareng juga. Selama kita berteman aku mengubah penampilannya yang Culun dan Cupu itu menjadi cowo yang keren dan kece, ternyata di sangat terlihat tampan sekali setelah ku mengubah penampilannya. Saat wisuda tiba dia melamarku didepan semua mahasiswa, dosen dan dekan tempat kuliah ku dan dirinya berkuliah. Aku pun menerima lamarannya, tak mungkin aku menolak cowo sebaik dirinya. Setahun kemudian dia mempersunting ku untuk sebagai teman seumur hidupnya. Tak berapa lama kami dikaruniakan 2 pasang buah hati sekaligus, itu membuat kami sangat bersyukur dan bahagia sekali.
Jika kalian menanyakan bagaimana nasib mantan pacar dan teman - teman ku yang telah menghianati ku? Aku akan menjawab aku tidak tahu sekarang mereka bagaimana. Terakhir aku mendapatkan berita dari grup chat SMA ku, kalau Farhan dan Laura tertangkap polisi, karena mereka terciduk menggunakan dan mengedarkan Narkoba dikalangan anak SMA. Sedangkan salah satu teman ku Mawar, dia menjadi gila karena orang tuanya terlilit hutang yang sangat besar dengan bank. Aku hanya berharap mereka tidak kenapa - napa diluar sana, dan semoga mereka bisa merubah diri mereka menjadi orang yang baik.
Sekian cerita hidup ku yang penuh dengan lika - liku kehidupan, semoga kalian bisa mengambil pelajaran dari kisah ku ini.
Terima kasih sudah mau membaca cerpen ku ini. Mohon maaf jika ada salah dalm perkataan dan penulisannya. Mohon dukunganya 😊