Di rumah kost-an, di sebuah kamar seorang pemuda sedang duduk sambil mendengarkan irama rintikan hujan di atap dan di tanah, sayangnya suara mesin bermotor menghancurkan irama itu, membuat pemuda itu kesal, dia bernama Randi.
Randi merupakan seorang pemuda yang kurang beruntung atau istilah pendeknya sial, dia ditipu temannya, dikhianati pacarnya bahkan dipecat tanpa alasan dari pekerjaannya, itu membuatnya cukup jengkel, tapi dia hanya bisa percaya bahwa kelak tuhan akan membantunya.
Randi tidur karena memang sudah gelap, dia berbaring di kasur kapuk yang diletakkan dilantai, yang berada di ruang kamar tidur yang disamakan dengan ruangan bersantai, walau hanya berisi buku novel fantasi timur.
Dia memejamkan matanya, dengan berharap hari esok lebih baik daripada hari sebelumnya, dan dia mulai tertidur bersama dengan kesadaran yang perlahan menghilang.
"KEBERUNTUNGAN MENYEBABKAN KESERAKAHAN."
Randi mendengar suara di tengah-tengah ruangan gelap gulita, kelam dan membawa aura negatif.
"APA KAU BISA MEMPERTANGGUNGJAWABKAN KEBERUNTUNGAN?"
Randi bingung, dia lalu menjawab: "Tentu! aku bukan orang-orang munafik seperti orang-orang lain."
"BENARKAH? KUTUNGGU SAJA."
Randi laly terbangun dengan keringat dingin, dia keluar kamar dan melihat ke jam dinding yang menunjukkan pukul 03:45, dia mengalami mimpi buruk.
Karena sudah terlanjur terbangun, dia lalu memutuskan untuk berkeliling komplek, untuk berolahraga setidaknya.
Dia pulang pukul 05:00 dan langsung terlelap tidur karena kelelahan, tubuhnya yang basah karena keringat ditutupi baju tipis yang juga basah, dan Randi kembali tertidur.
Saat terbangun dia pergi ke kamar mandi untuk mandi dan sikat gigi, lalu pergi ke warung didekat sana untuk membeli Nasi goreng bungkusan.
Setelah makan dia pergi ke tempat pembuangan sampah, untuk mengumpulkan besi, karena tempat pembuangan sampah daerah sini memperbolehkan warganya memulung di tempat pembuangan untuk meningkatkan ekonomi kerajinan dan mengurangi sampah.
Sampah yang biasanya dipungut Randi adalah berbahan besi dan kaca yang berbentuk bagus, serta mungkin beberapa benda yang masih layak pakai.
Selesai semua benda yang kira-kira sudah diperlukan, dia mengeluarkan semuanya dan memilah-milah sampah mana yang akan dipreteli dan mana yang akan langsung dijual.
Yang berbahan kaca disimpan, dan yang besi telah dibagi 3, untuk besi tua, yang kira-kira masih layak pakai, dan yang terakhir yang bisa langsung dijual.
Tapi sebuah benda menarik perhatian Randi, benda berbentuk kubus hitam legam yang memantulkan cahaya memberikan kesan elegan pada kubus itu, walau sedikit tertutup tanah.
Karena tak yakin benda kubus itu tahan air, Randi membersihkannya dengan kain lap ditambah sedikit air, dan di simpan.
Selesai mengurus besi, untuk sementara dia mulai membersihkan kaca, semua berjalan lancar sampai vas bunga terakhir hancur terjatuh karena tangan Randi licin, itu memberikan sedikit luka di jarinya tapi tak berbahaya, untung saja sudah dicuci, sehingga takkan menyebabkan infeksi.
Dengan jari yang masih berdarah, Randi mengambil kubus dan melihat kubus mulai berubah, kubus itu tiba-tiba melayang dan menampakkan tulisan dengan warna biru.
"Darah terserap, mengenali pengguna."
"Ah! tak mungkinkan dia seberuntung karakter-karakter Fantasi timur?!"
"Sistem Keberuntungan, menambah keberuntungan pemilik melebihi 100%, hanya berlangsung selama 30 detik perhari."
Melihat itu Randi tersenyum, tuhan akhirnya memberinya, walau benda itu mencurigakan tapi patut dicoba.
Dia berlari ke lapak penjual dan mengantri, lalu dia bergumam: "Aktifkan!"
Lalu Kubus berubah menjadi kotak legam dengan angka biru yang menghitung terus lama 30 detik.
Lalu semua orang tiba-tiba mempersilahkan Randi lebih dulu, dan bahkan Randi mendapatkan harga lebih, dia lalu melaju pergi ke rumahnya.
Saat waktu di kubus hitam habis kepala Randi menjadi sangat pusing, mual dan bahkan sangat sakit, tapi dia menahannya sampai ke rumah, setelah menutup dan mengunci pintu, Randi terjatuh dan terlelap.
Dalam ruangan gelap gulita, Randi mendengar suara lagi: "APA KAU PUAS?"
"Tentu!"
"DAN APA KAU TAU BAHWA KAU BISA MEREBUT KEBERUNTUNGAN ORANG LAIN?"
Mendengar kata merebut keberuntungan, Randi menelan ludah, dia sangat kaget bahwa dia bisa menyengsarakan orang lain.
"Aku takkan mencobanya, mungkin sekali untuk mencoba."
"Memegangnya saat memegang kubus akan mengambil satu poin dengan syarat harus selama 5 detik, rata-rata manusia memiliki 10 poin, jika ingin mengambil seluruhnya sekaligus sang target harus memegang kubus hitam selama 10 detik."
Setelah terbangun Randi mendatangi orang yang sering mengganggunya, lagipula seorang penggangu pantas diganggu.
Randi mendatanginya dengan memegang kubus, lalu dia pura-pura menabrak si pengganggu.
"Heh Randi, kau mau kupukul?! ah? kubus apa itu."
Lalu kubus itu diambil dan dimain-mainkan sementara Randi berpura-pura pergi menjauh.
"7... 8... 9... 10...."
Lalu Randi kembali dan melihat seseorang berlari dari gang tadi, Randi lalu berlari kembali, mengambil kubusnya dan berteriak.
Saat semuanya datang dan ambulans dipanggil, telah terlambat untuk menyelamatkan orang itu.
"Aktifkan."
Kubus hitam menorehkan 35 detik karena berhasil merebut 10 poin keberuntungan.
Lalu orang-orang memberikan Randi uang, "Sebagai pereda syok, ya."
Lalu Randi bergegas kembali, anehnya dia tak pingsan kali ini, tapi dia menjadi sangat kelelahan, saat sampai Randi bersandar di dinding, mengumpulkan semua uang yang sudah dia dapat.
Jantungnya berdetak kencang, rasanya sangat menyenangkan menjadi beruntung.
"Kurang, seharusnya mengambil 1 poin mereka tak apakan?"
Randi yang sudah fit keluar membeli makanan yang lebih "Mewah", dia membeli Ayam krispi yang mahal yang biasanya dia hanya angan-angan untuk memakannya.
Randi lalu dapat ide, dia akan memberikan orang uang senilai Rp.15.000,00 jika ingin disentuh 5 detik, itu merupakan keuntungan besar.
Randi lalu mendatangi tunawisma, diatas mereka kubus hitam yang entah bagaimana terlihat transparan memberitahu poin keberuntungan mereka.
"7... 8... 5... 23?!"
Randi lalu mengubah idenya menjadi memegang batu selama 10 detik, lagipula keberuntungan orang itu sangat tinggi.
"Ehem pak, saya akan membayar Rp.100.000,00 untuk memegang kubus ini selama 10 detik, dan yang lain juga bisa dapat Rp.15.000,00 dengan membiarkan saya menyentuh kalian, tapi kalian harus berbaris."
Setelah selesai Randi membayar mereka dan pergi, dengan senyum senang, "Aku membeli keberuntungan mereka, bukan salahku kan?"
Randi melihat kubus hitam bertuliskan 2 digit angka, 84.
"Konversikan ke waktu penambahan keberuntungan."
"Menambahkan waktu keberuntungan: 42 detik, total waktu: 77 detik/ 1 menit 17 detik."
"Lumayan...."
Kali ini Randi ingin mencoba keberuntungan, jika dia melompat dari tebing dengan peningkatan keberuntungan, maka apakah dia akan selamat.
Randi berdiri di samping tebing, menarik nafas yang dalam saat angin berhembus kencang.
"Aktifkan." Lalu meloncat bebas ke jurang.
Randi merasakan Adrenalin namun juga tenang, dia tahu pasti akan selama tapi entah separah apa kerusakannya, dan saat dia hampir sampai dia jatuh diatas kasur dan terpantul ke depan dengan kecepatan tinggi, saat sudah berhenti Randi muntah, itu sangat membuat kepala pusing.
Dengan sempoyongan Randi mencoba menaiki gunung, tapi waktu peningkat keberuntungannya sudah habis, dia hanya bisa menunggu besok dengan tidur disana.
Dia tidur lalu dia mendapatkan kesadaran di ruang gelap lagi.
"Ada apa kali ini."
"WAH KAU SUDAH MULAI SOMBONG, YA."
"Bisa lebih cepat?"
"Cih, makhluk rendahan."
"Cepat...."
"LAMA PENINGKATAN KEBERUNTUNGANMU AKAN DIKURANGI 1 DETIK SETIAP 1 bulan, JADI JANGAN SAMPAI HABIS."
Lalu Randi terbangun di sebuah ranjang dan setelah mengamati sekitar dia sadar ini merupakan kamar rumah sakit.
"Sialan, suara itu memberatkan urusanku saja."
"Baiklah, aku akan mengikuti lotre, membeli keberuntungan orang lain, dipangkas tiap minggu, ah itu benar."
Dokter datang dan Randi telah dipersilahkan pergi, Randi menyadari dia telah disuntik, dari tangannya yang mempunyai bekas jarum, darahnya diambil sebagai penelitian kenapa dia tak mati.
"Kau... aku bisa melaporkan ini tau."
Randi menunjukkan bekas jarum di lengannya, menyebabkan dokter itu pucat, sepertinya dia dokter baru.
"Bawa aku!"
Dokter itu lalu memberikan baju biasa dan membawa Randi ke kepala rumah sakit, tapi sebelumnya dia pergi ke toko elektronik untuk membeli ponsel baru karena ponselnya rusak, walau itu hanya alasan.
"Kompensasi, pak kepala rumah sakit."
"Aku bisa membunuhmu."
"Aku tidak takut, karena aku yakin aku akan bebas, dan jika aku bebas aku bisa menuntutmu lebih banyak kau tau?"
"Apa kau tau siapa aku?"
"Tidak tau, tak peduli, dan tak ingin tau."
Urat dahinya mulai mengencang, terlihat dia sangat marah.
"Aku Bayu Gatra, anak pejabat"
"Ahh... masih mengandalkan orang tua."
"KAU!"
"Berikan kompensasi dan aku akan melupakannya, tapi jika kau mencoba untuk mencelakakanku, jangan harap aku akan diam."
"BAIKLAH! Ini!."
Pak Bayu lalu memberikan sebuah koper dan saat dibuka Randi melihat uang dolar yang banyak.
"Berapa?"
"$100.000, jangan harap lebih."
"Baiklah, terima kasih."
Lalu Randi pergi dari rumah sakit, dia pergi ke bank untuk menukar uangnya dan menjadi senilai Rp.1.472.010.000 dan langsung dia masukkan ke rekening, menyisakan Rp.10.000.000 untuknya.
Dia pergi ke toko baju dan membeli baju mewah, dia lalu pergi ke tempat penjual properti.
Dengan cepat sebulan berlalu, bulan penuh kebahagiaan, Rumah mewah, makanan lezat, pembantu cantik yang menyegarkan mata, dan pemandangan yang sangat indah diluar, karena tempat rumah ini berada di daerah gunung, lebih tepatnya Villa, rumahnya ada dipusat kota.
"Baiklah, setahuku hari ini akan berkurang."
Randi tak peduli, "Hanya berkurang satu," selalu yang dia pikirkan.
Randi mengambil uang sejumlah Rp.1.000.000.000 untuk mendapatkan poin keberuntungan.
Setelah dari Bank, Randi duduk di restoran untuk makan, sambil berpikir.
'Daerah Pinggiran dan Pusat kota sudah dibagikan, tapi... bayarannya terlalu kecil, mungkin akan kutingkatkan bayarannya?'
Randi pergi ke daerah pinggiran, dia menyewa aula dan menghabiskan Rp.100.000.000 Sebagi dekorasi super mewah, Cleaning service profesional, hiburan, makanan mewah, dan lainnya, walau ingin menangis tapi ini menyebabkan kemungkinan besar orang kaya akan menyentuh kubus ini.
Kubus diletakkan di sebuah podium kecil dengan bantal bagus sebagai lapisan, jalan menuju podium dibatasi penghalang-penghalang, dengan di jalan menuju podium terdapat tanda bertuliskan: "Sentuh 10 detik dan akan diberi Rp.500.000."
Dengan cepat tempat ini dipenuhi orang-orang miskin, tapi Randi agak kasihan dengan orang-orang miskin sehingga dia memberikan pilihan lain.
"Saya akan memeriksa anda selama 5 detik dan akan diberikan Rp.250.000."
Randi tak takut orang menipu, dia punya bodyguard yang akan memastikan apa dia punya 'Tiket' yang diberikan Randi, tiket berwarna kuning keemasan memberikan Rp.250.000 dan yang biru langit memberikan Rp.500.000.
Hal yang aneh adalah beberapa orang miskin akan langsung tewas setelah menyentuh kubus, apa mungkin ada batasan minimal poin keberuntungan?
Randi tak terlalu peduli, dan tak berasa 7 hari sudah berlalu, Rp.900.000.000 habis dibagikan, dengan penambahan kira-kira 4.821 Poin keberuntungan ditambah 189 poin lama, poin keberuntungan Randi telah mencapai total 5.000 Poin yang berarti 2.500 detik atau kira-kira 47 menit.
"Targetku adalah 24 jam, atau secara fisika 23 jam 56 menit 6 detik...?, bayangkan selalu beruntung 24 jam penuh!"
Randi yang menghabiskan sangat banyak uang terpaksa menghemat uangnya terlebih dahulu, jadi dia membeli Lotre, setelah mengaktifkan peningkat keberuntungan, membeli 4 tiket lotre, lalu tinggal dengan tenang di villa selama 14 hari, atau 2 minggu untuk menunggu pengumuman pemenang undian.
Tentu saja Randi berhasil menang, kedua Grand Prize dan 2 hadiah lainnya, setelah dibawa pulang dan ditukar, Randi yang kelelahan kembali dan tidur.
"HEY MANUSIA."
"Apa menarik?"
"INFORMASI TERKAIT MANIFESTATION OF FORTUNE."
"Manifestasi... Kubus hitam maksudnya?"
"YA."
"Baiklah, telingaku mendengarkan."
"KAU HARUS MEMBAYAR."
"Ck, baiklah, berapa?"
"17 MENIT, MANUSIA."
"Oke-oke, baiklah, ambil saja 17 menit!"
Randi lalu terbangun dan dengan sakit kepala dia perlahan menerima informasi.
Manusia Rata-rata memiliki poin keberuntungan minimal 10 hingga maksimal 30, untuk orang yang lebih beruntung akan lebih banyak, jika dibawah 10 maka artinya mereka sial, dibawah 5 artinya berbahaya, dan 0 poin artinya mati.
Cara mendapatkan keberuntungan ada 3, Usaha, Karma baik, dan Manifestation of Fortune, tidak pasti setiap karma baik, usaha akan memberikan Poin keberuntungan.
"Ternyata nama kubus ini Manifestation of Fortune, kusebut Kubus hitam saja, terlalu repot."
Karena telah mendapatkan uang lumayan banyak, dia kembali ke bank, mengambil Rp.1.000.000.000 lagi dan pergi ke daerah lain dikota.
3 bulan kemudian, semua warga di negaranya telah dia ambil keberuntungannya, mencapai waktu 15 jam, namun sekarang waktu akan berkurang seperempat setiap penggunaan dan 1 menit setiap 8 jam, itu membuatnya semakin butuh dan butuh.
Kali ini Randi memiliki banyak perusahaan, tak perlu menggunakan peningkat keberuntungan terlay sering, dia pergi naik pesawat pribadi ke negara China, sebagai negara dengan tingkat populasi yang sangat banyak.
Sementara 10 bulan itu pula, dia menemukan beberapa hal terkait kubus hitam ini, yaitu Manifestasi keberuntungan merupakan benda yang dibuat leluhur manusia untuk menyelamatkan umat manusia dari kepunahan dahulu, hanya saja karena sifat alami manusia yaitu serakah, Kubus hitam disembunyikan dan akhirnya dilupakan.
Randi lalu menaiki pesawat dan sampai di negeri China, jika peribahasa berkata: Carilah ilmu sampai ke negeri China, maka motivasi Randi adalah: Carilah Poin keberuntungan hingga ke negeri China dan sepenjuru dunia.
Sampai di China dia mulai melakukan hal yang sama, mengambil keberuntungan orang lain atau lebih tepatnya membeli.
Saat dia berada di negerinya, tingkat kemiskinan menurun drastis, tapi tingkat kecelakaan juga meningkat, itu karena uang yang diberi Randi, dan keberuntungan yang dibeli, dan dia akan melakukan hal yang sama di negara Adidaya ini.
Hebatnya, untuk membeli hampir semua keberuntungan milik orang China hanya memakan 7 bulan, karena dia menyewa transportasi keliling dan sangat cocok di negara kontinental seperti China.
Dan itu juga karena di China yang merupakan negara besar nilai konversi mata uang Indonesia masih rendah, Randi mulai berpikir untuk membuat sebuah wilayah sendiri, dimana jika ingin kesana darimanapun akan dia bayarkan dan orang harus menyentuh batu hitam selama 10 detik 10 kali, Randi tak terlalu peduli dengan kehidupan mereka lagi.
Ini semua karena sebuah kejadian, Dimana saat dia melihat waktu penggandaan hanya 10 detik, Randi panik, jika waktu kurang dari 1 detik, dia akan mati, dan sejak saat itu dia tak peduli dengan kenyamanan orang lain, dia hanya harus memastikan kehidupannya.
Dia sampai di titik dimana dia sangat sering membagikan uang, mendapatkan uang, tapi pengeluaran dan pendapatan sangat tak sebanding, untuk dua poin terakhir yang dimaksud adalah poin keberuntungan, ini sudah sampai di titik dimana setiap 1 jam akan menghabiskan 30 detik, dan itu membuat poin keberuntungannya menurun drastis, di saat orang mulai mengagungkan dirinya, dialah yang menderita, saat dia sudah sekarat, dia teringat sesuatu dari suara.
"KAU BISA MELEPASKAN KUTUK-BERKAH INI, HANYA UCAPKAN: MANIFESTATION OF FORTUNE UNACTIVE."
Mengingat itu Randi merenung, dia sudah hidup 2 tahun bersama kemampuan, tapi hidupnya malah semakin memburuk, dia menyesal.
"Manifestation of Fortune, Unactive!"
Lalu Benda hitam itu jatuh di tangan Randi, Randi yang masih memiliki uang memakainya untuk pulang ke negerinya, dan menikah serta hidup bahagia untuk akhir hidupnya.
Dia menyegel Kubus hitam di sebuah Brankas super rahasia, dan namun di ujung hayatnya, dia ingin anaknya menguburnya.
Saat dia mati dia masih tertinggal di dunia, bertemu dengan 12 orang lain, yang katanya merupakan pengguna Kubus hitam yang termakan keserakahan.
Mereka mengikuti anak Randi yang ingin menguburkan kubus itu, dan saat itu mereka ber-13 kehilangan kesadaran, hanya untuk terbangun lagi dientah kapan teknologi sangat maju, dan menyamai teknologi kubus hitam.
"Pengguna baru."
Hal ini tak pernah berakhir, hingga saat kubus hitam itu akan hancur bersama jiwa tak tenang mereka.