Perkenalkan,namaku Zahra Anni'mah. Umurku 16 tahun dan sekarang aku duduk di bangku SMA. Hidupku yang semula berwarna langsung berubah menjadi hitam putih sejak aku SMA. Rangkaian kejadian tidak mengenakkan terus mendatangiku silih berganti. Semua berawal ketika aku memiliki teman yang bernama Ana Sari. Ikuti kisahku disini.
Senin pagi setiap sekolah pasti akan mengadakan yang namanya upacara bendera. Seperti SMA BANGSA yang juga mengadakan upacara bendera di pagi hari yang cerah dengan kelas 12 IPA yang menjadi petugas upacara. Tepat pukul 7 pagi upacara sudah di mulai dan di hadiri seluruh warga sekolah. Apacara hari ini berlangsung khidmat tanpa adanya murid yang melanggar aturan.
"Ra" panggil ana
"Ya?" beo zahra
"Kantin yuk!" ajak ana
"Yok" jawab zahra
Kemudian kita berdua pergi ke kantin membeli minuman dingin dan snak. Saat akan membayar zahra tidak sengaja bersenggolan dengan anak laki laki yang diketahui anak ips bernama Fino.
"Maaf maaf" ucap zahra sambil meminta maaf
"Tidak apa apa" jawab fino sambil tersenyum
"Terimakasih. Permisi" ucap zahra sambil tersenyum dan pergi dari kantin
"Darimana ra?" tanya ana
"Bayar ini" jawab zahra sambil mengangkat minumannya
"Kamu udah beli?" tanya zahra
"Udah. Ke kelas?" tanya ana
"Iya" jawab zahra
Mereka berdua langsung kembali ke kelas mengingat sebentar lagi jam pertama akan di mulai. Zahra dan Ana ini sangat terkenal di kelas karena kelengketan mereka yang seperti lem dan sering membuat anak lain iri akan kedekatan mereka.
"Tadi aku lihat kamu lagi ngobrol sama cowok,siapa?" tanya ana
"Nggak ngobrol sih cuma tadi aku nggak sengaja nyenggol waktu mau bayar. Kalo nggak salah namanya Fino Ahmad anak IPS" jawab zahra
"Ooo" jawab ana
Kringgggg
Bel tanda istirahat telah berbunyi, para murid berhamburan keluar kelas menuju kantin. Hari ini zahra dan ana tidak pergi ke kantin melainkan pergi ke perpustakaan.
"Buku yang dibutuhin apaan sih?" tanya ana
"Tentang sel makhluk hidup sama sistem percernaan makanan" jawab zahra
"Okee"
"Ini kan?" tanya ana sambil menyerahkan buku biologi yang lumayan tebal
"Iya. Bisa di pinjem nggak sih?" tanya zahra
"Kayaknya bisa. Tanya ke penjaganya aja" ucap ana
Ternyata penjaga perpustakaan mengijinkan mereka meminjam buku tersebut tapi hanya boleh di pinjam maksimal 2 hari mengingat buku tersebut sangat di butuhkan di perpustakaan.
"Ngerjain tugasnya gimana?" tanya zahra
"Gimana kalo kamu yang nyari terus aku yang nulis?" tawar ana
"Boleh juga. Berarti buku ini aku yang bawa?" tanya zahra
"Iyalah masa yang bawa pak satpam" canda ana
"Ra aku pulang dulu ya udah di jemput nih" ucap ana
"Oke hati hati" jawab zahra
Setelah melaksanakan piketnya zahra pergi ke gerbang sambil menenteng buku tebal dan kertas tugas yang diberikan guru matematika. Di pertengahan jalan zahra tidak fokus pada jalan yang menyebabkan dia menabrak orang di depannya.
"Aduhh maaf maaf" ucap zahra panik
"Gak papa" jawab orang yang ditabraknya
"Loh? Kamu yang tadi kan?" tanya zahra
"Iya. Makanya kalo jalan tuh hati hati" ucap fino
"Hehehe iya" ucap zahra
"Mau kemana?" tanya fino
"Ke ruang guru" jawab zahra
"Mau dibantu?" tawar fino
"Nggak usah. Aku bisa sendiri kok" tolak zahra halus
"Gak papa. Sini tak bawain" ucap fino mengambil alih tumpukan kertas dari tangan zahra
"Maaf ya udah ngerepotin" ucap zahra
"Nggak papa kali santai aja" ucap fino
"Makasih ya udah nganterin" ucap zahra
"Sama sama. Oh ya namaku fino, kamu?" tanya fino
"Zahra. Salam kenal" jawab zahra
"Mau ke parkiran? Barengan aja yok" ajak fino
"Yok" jawab fino
Sejak hari itu fino dan zahra menjadi dekat. Ana juga sudah tahu jika sahabatnya ini sedang dekat dengan fino yang notabenenya jajaran most wanted di sekolah.
Hanya saja zahra tidak mengetahui jika sahabatnya sedang merencanakan sesuatu yang mungkin akan menyakiti hatinya.
"Cieee yang jadian sama fino" sindir ana
"Apa sih na aku nggak pacaran sama fino" elak zahra
"Ngaku aja deh. Mukamu aja udah merah" ejek ana sambil tertawa
"Naa" rengek zahra
"Hahaha" dan hanya dibalas ana dengan tawa
"Lagian mana mau fino sama aku" ucap zahra
"Kenapa nggak mau? Kamu kan cantik,pinter,baik pasti cowok cowok banyak yang suka sama kamu" ucap ana
"Nggak percaya" jawab zahra
"Dasar ya" ucap ana kesal
Saat mereka berdua tengah mengobrol datanglah Lian menghampiri bangku zahra dan ana.
"Ra!" panggil lian
"Apa yan?" tanya zahra
"Di cariin fino tuh" ucap lian
"Hah?"
"Malah bengong sana samperin" ucap ana
"Oke"
"Lo nggak papa na?" tanya lian ketika melihat raut wajah ana yang menahan marah
"Kenapa sih para cowok ngeliatnya cuma zahra kenapa bukan gue?" tanya ana
"Ada kok yang suka sama lo, tuh zaky suka banget sama lo" ucap lian
"Zaky mah anak kelas lah zahra? Dia dapet most wanted. Nggak adil" kesal ana
"Terus lo maunya gimana?" tanya lian
"Ngehancurin zahra" ucap ana sambil mengeluarkan seringaiannya yang selama ini tidak pernah di keluarkannya kecuali dengan teman geng nya
Tanpa zahra ketahui ternyata ana bukanlah anak rumahan tapi gadis berandalan yang sering keluar malam dan mengikuti balapan. Lian adalah salah satu teman gengnya ana.
"Gila ya lo" ucap lian
"Bodo amat yang penting fino jadi milik gue" ucap ana dan lian hanya bisa berdoa dalam hati supaya kehidupan zahra baik baik saja
Namun sepertinya doa lian tidak di kabulkan oleh Tuhan. Sebab sejak hari itu sikap ana berubah 180° pada zahra dan hal itu mengundang tanda tanya dalam benak anak anak kelas. Tak cukup sampai disana ana juga sering menyindir zahra dengan kata kata yang menyakitkan. Sedangkan zahra yang tidak mengetahui apa masalahnya hanya bisa diam dan menerima perlakuan mantan sahabatnya tanpa perlawanan.
"Kasian ya zahra sekarang udah nggak dianggep temen sama ana" bisik anak kelas yang bernama april
"Iya padahal selama ini zahra selalu baik sama dia eh ana malah bales pake bullyan. Nggak ngotak banget ana nya" jawab temannya yang bernama gita
"Salah zahra apa sampek ana benci banget sama zahra? Apa karena zahra anaknya nggak gaul? Atau karena zahra anaknya pendiem?" tanya zahra pada dirinya sendiri
Tanpa diketahuinya ada anak laki laki yang mengawasinya sedari zahra keluar dari kelas. Dia adalah Alriz, anak paling dingin di seantero sekolah.
"Bukan lo yang salah tapi mantan sahabat lo yang mulai" jawab alriz tanpa suara
Alriz sendiri tidak tahu mengapa sekarang dia begitu peduli dengan zahra yang selalu menunjukkan raut murungnya di sekolah dan akan berubah pura pura baik baik saja saat orang terdekatnya berada disampingnya. Alriz merasakan sakit pada hatinya ketika melihat zahra yang pura pura kuat padahal dia sangat rapuh.
Alriz bertekad untuk melindungi zahra segenap tenaganya dari mantan sahabat zahra.
Belum selesai cobaan datang padanya, sekarang fino orang yang sedang menjalin hubungan dekat dengannya atau yang kita sebut pdkt memutuskan meninggalkan zahra tanpa alasan yang jelas. Jika mereka tidak sengaja papasan fino akan melemparkan tatapan tajam padanya dan hanya di balas zahra dengan senyuman pedih. Tak cukup disana ternyata fino dan ana menjalin hubungan kekasih dan membuat geger satu sekolah. Padahal fino dan zahra terkenal akan kedekatan mereka namun kenapa fino malah jadian dengan ana yang notabenenya sahabat zahra. Penghuni sekolah berasumsi jika ana adalah dalang dari rusaknya hubungan antara fino dan zahra.
Sedangkan zahra hanya bisa mengikhlaskan semua yang terjadi dan terus maju untuk meraih mimpinya sebagai seorang perawat.
"Ngapain disini?" suara seseorang memecah lamuan zahra
"Lagi duduk" jawab zahra
"Lagi ada masalah?" ternyata orang yang baru datang adalah alriz laki laki paling dingin
"Kok tau?" tanya zahra polos
"Padahal gue cuma asal nebak" jawab alriz
"Hebat. Berarti kamu tuh peramal" ucap zahra
"Ada ada aja lo" jawab fino
"Masalah tentang mantan sahabat lo itu?" tanya alriz
"Aku nggak tau kenapa tiba tiba ana benci sama aku padahal aku nggak ngelakuin sesuatu sama dia" ucap zahra
"Dia bukan benci sama lo tapi dia benci sama hubungan lo sama fino" jawab alriz
"Hah? Gimana gimana?" tanya zahra
"Sahabat lo tuh suka sama fino makanya sifatnya ke elo berubah drastis. Paham?" tanya alriz
"Enggak" jawab zahra polos
"Hadehh kalo lo bukan cewek udah gue jedotin pala lo ke tembok" ucap alriz
"Ihhh serem" ucap zahra
"Pokoknya lo harus bangkit dari keterpurukan. Lo harus bangkit dan lebih maju dari mantan sahabat lo itu" ucap alriz memberikan semangat
"Oke. Makasih Al" ucap zahra
"Lo tau nama gue?" tanya al kaget
"Tau lah kan kita sekelas masa aku gak kenal teman sendiri" jawab zahra
"Temen? Perasaan kita nggak deket deh" ucap al
"Iya sih. Tapi kan sekarang kita deket, bener nggak?" tanya zahra
"Iya sih" jawab al
Sejak hari dimana zahra mulai dekat dengan alriz sekarang mereka berdua sering terlihat bersama baik di sekolah maupun di luar sekolah. Bahkan sifat alriz yang dingin mulai mencair dengan hadirnya zahra dalam kehidupannya dengan membawa sifat konyol dan lucunya yang selalu membuat Al tertawa geli.
Penghuni sekolah banyak yang menjadi fans mereka dan ingin al dan zahra menjadi sepasang kekasih. Bahkan teman sekelasnya juga menginginkan hal yang sama.
Tentang hubungan ana dan fino telah berakhir sejak seminggu yang lalu ketika fino menghampiri zahra yang sedang berjalan dengan Al di taman kota.
Ceritanya begini...
Sabtu malam minggu atau biasanya kita sebut malam minggu adalah hari dimana banyak orang yang berjalan jalan dengan pasangannya ke tempat ramai. Seperti Al yang hari ini berencana mengajak zahra jalan jalan ke pasar malam. Pasangan ALRA atau Al zahRA menghabiskan waktu dengan bersenang senang menikmati wahana di pasar malam. Setelah dari pasar malam mereka singgah sebentar di taman. Ternyata disana ada fino yang sibuk melamun.
"Kamu ngapain disini sendirian no?" tanya zahra
"Ehh ra" ucap fino
"Aku mau minta maaf sama kamu" ucap fino
"Minta maaf kenapa?" tanya zahra
"Minta maaf karena aku udah ngejauhin kamu padahal aku suka sama kamu" ucap fino
"Mata lo buta ya? Sampek nggak ngeliat gue di samping rara" ucap alriz kesal
"Al udah" ucap zahra menenangkan
"Sykur deh kalo lo udah punya orang yang ngelindungin lo sepenuh hati. Gue pacaran sama ana juga terpaksa ra" ucap fino
"Terpaksa?" beo ALRA
"Iya. Niat gue macarin dia tuh buat balas dendam sama dia yang udah buat hubungan gue sama mantan gue hancur" ucap fino
"Maksud kamu ana dulu ngehancurin hubungan kamu sama mantan kamu?" tanya zahra
"Iya" jawab fino
"Astaga aku nggak nyangka kalo anak sejahat ini" ucap zahra sambil menutup mulutnya
"Luarnya baik belum tentu dalamnya baik juga ra" ucap al
"Gue minta maaf banget sama lo ra dan makasih udah nemenin gue selama ini" ucap fino
"Iya sama sama" jawab zahra
Setelah itu fino pamit meninggalkan ALRA berdua di taman.
"Orang baik pasti dapet balasan baik dan orang jahat akan mendapat balasan yang jahat pula" batin zahra
Akhirnya zahra tahu makna sabar dan ikhlas yang di jalaninya. Buktinya setelah lepas dari fino dia mendapatkan laki laki yang tulus mencintainya dan menerimanya apa adanya.
Zahra sangat bersyukur pada Tuhan dan berjanji menjadi orang baik hingga akhir hayatnya.
Berita tentang putusnya hubungan fino dan ana menyebar luas di penjuru sekolah. Bahkan mereka tahu betapa buruknya seorang Ana Sari ini yang mungkin derajatnya berada di bawah sampah. Sejak saat itu fino memutuskan sekolah di luar negeri, sedangkan ana di paksa orang tuanya untuk home schooling dan di larang keluar rumah sama sekali.
Sekarang hanya tersisa pasangan ALRA yang hidup bahagia dengan orang orang tersayang.
"Aku mencintaimu Al" ucap zahra sambil menyenderkan kepala pada bahu sang kekasih dan melihat sunset di temani deburan ombak halus
"Dan aku lebih mencintaimu ra" jawab Al sambil mencium kening wanita tercintanya
Bersabarlah ketika ujian mendatangimu karena di balik kesedihan ada kebahagiaan yang menantimu disana. Berjuanglah dan raihlah kebahagiaan itu.
Tamat.