Gadis yang berambut hitam pekat, berkulit seputih salju, hidung yang menawan, mata bundar yang mempesona dan bibir yang merah merona itu sedari tadi tidak bisa diam.
Snow White namanya. Sudah berapa hari ini hatinya gelisah semenjak ayahanda raja berniat untuk menikah lagi. Entah mengapa ia merasa tidak nyaman dan merasa sesuatu yang buruk akan terjadi.
Snow White sudah mengatakan kepada ayahandanya bahwa ia tidak membutuhkan teman dan juga tidak kesepian. Di rumah maupun di luar, ia punya banyak teman. Snow White adalah putri yang lembut, baik hati dan kalau bernyanyi merdu sekali sehingga banyak binatang yang senang dekat dengannya.
Sayangnya ayahanda raja tidak mengetahuinya, beliau tetap menganggap putrinya itu adalah putri yang kesepian.
Tanpa mau mendengarkan perkataan sang putri, raja menikah lagi. Ratu itu sangat cantik tapi sayangnya hatinya tidak secantik wajahnya. Iri dan dengki selalu menyelimuti hatinya.
Begitu melihat Snow White yang begitu cantik, Ratu tidak terima, ia lalu masuk ke dalam kamarnya dan menghadap ke sebuah cermin. Raja tidak pernah menyadari bahwa cermin milik ratu itu bisa berbicara.
Ratu kemudian mulai bertanya kepada cermin, "mirror mirror on the wall, siapakah wanita yang paling cantik di seluruh kerajaan ini?".
Mirror lalu menjawab," maaf Yang mulia Ratu, yang paling cantik di kerajaan ini adalah Snow White".
"Apa!", teriak ratu dengan wajah yang tidak senang.
"Mana mungkin gadis ingusan itu bisa mengalahkan kecantikan diriku ini!", ratu berkata dengan nada marah.
"Tapi itulah kenyataannya Yang Mulia", jawab mirror lagi.
"Huh akan aku singkirkan anak ini, tidak ada yang boleh menyaingi kecantikan ku", ratu mengutarakan niatnya untuk menghabisi Snow White.
Tanpa ratu sadari, Seekor tikus mendengarkan perkataan itu, ia lalu berjalan mencari Snow White dan menceritakan apa saja yang baru ia dengar. Snow terdiam, ia tidak menyangka bahwa ratu sejahat itu. Kalau dipikir-pikir, bukanlah salahnya jika dirinya itu terlahir cantik.
Snow White lalu meminta tolong tikus kecil untuk mencari tahu apa rencana ratu selanjutnya.
Tikus kecil dengan senang hati menolongnya, beberapa jam kemudian tikus kecil mengatakan bahwa ratu berniat untuk menyuruh pengawal membawa Snow White ke hutan dan membunuhnya di sana.
Mendengarkan hal itu, Snow White marah, tega sekali hanya gara-gara kecantikannya ratu berniat membunuhnya.
Snow White kemudian menyamar menjadi rakyat biasa dengan menutupi wajah dan seluruh tubuhnya, ia pergi ke pasar khususnya ke toko obat untuk membeli racun yang mematikan. Pemilik toko menanyakan untuk apa racun itu. Snow White lalu mengatakan racun itu untuk tikus yang selalu saja merusak makanan yang tersimpan di gudang.
Setelah memberitahukan Snow White bahwa racun itu sebaiknya dipergunakan sedikit saja, pemilik toko obat lalu membungkusnya untuk diberikan kepada Snow White dan ia pun membayarnya dan berlalu dari toko obat. Di perjalanan pulang ia berpapasan dengan salah seorang pelayan ratu sedang membeli apel, ia juga mendengar pelayan itu berkata bahwa ratu sangat suka makan apel.
Wah kebetulan nih pikir Snow White. Setibanya ia tiba di rumah ia lalu mengambil tiga buah apel di dapur, dibawanya ke kamar, dengan bermodalkan sebuah suntikan yang sebelumnya ia dapatkan dari dokter kerajaan, ia lalu menyuntikan racun tadi kedalam tiga buah apel tersebut.
Ia lalu mengembalikan apel tersebut ke dapur dan kembali ke kamarnya. Ayahanda raja saat itu sedang mengawasi perbatasan kerajaan.
Sesuai prediksinya, ratu memakan apel itu, sudah bisa di tebak apa yang terjadi, Setelah memakan apel itu ratu lalu meninggal dunia. Pemakaman berlangsung tanpa kehadiran raja. Tidak ada yang curiga dengan penyebab meninggalnya ratu. Mereka juga tidak suka dengan ratu yang sombong dan suka bertindak semena-mena dengan pelayannya itu.
Snow White memasuki kamar ratu, ia lalu melihat cermin besar yang menggantung di dinding kamar. Dengan langkah pasti berbekal sebuah pentungan kayu di tangan, Snow White menghancurkan cermin itu, terdengar teriakan dari cermin.
Cermin itu telah membuat iri dan dengki ratu semakin besar, oleh karenanya Snow White menghancurkannya, ia lalu memerintahkan para pelayan membakar cermin itu.
Ketika raja kembali dan mengetahui ratu meninggal, raja berduka, Snow White menghiburnya.
Istana kembali damai seperti semula, Snow White lalu berinisiatif mengenalkan seorang wanita yang berhati baik kepada raja untuk menjadi pengganti ratu yang jahat. Karena ini adalah permintaan dari putri satu-satunya, raja pun menerimanya.
Snow White bahagia, selain ia menemukan seorang ibu yang baik, ia juga menemukan seorang pangeran yang baik hati dan tampan yang jatuh cinta kepadanya. Mereka bertemu di perjalanan saat Snow White pergi menjemput wanita yang saat ini menjadi ibunya.
TAMAT
Happy reading. Maaf kurcacinya sedang cuti, makanya di cerita ini kurcacinya tidak ada. 🎆