Saat media online menjadi kebutuhan utama semua kalangan. Maka sebuah tulisan mampu merubah segala sesuatu. Jadilah pengguna internet yang bijak dan pintar. Jadi sebagai pengguna medsos kita harus pintar dan mencari berita bukan hanya mengandalkan satu sumber. Semoga setelah membaca ini kalian lebih terbuka lagi tentang dunia internet.
Mudahnya orang orang mengunggah suatu berita, konten, atau pun foto mampu menciptakan pandangan berbeda beda, ada yang baik, buruk, atau menanggapinya netral. Tapi bila suatu konten atau berita di buat viral, maka bisa di pastikan yang menang adalah sebuah pandangan yang banyak di yakini oleh netizen. Kita mulai dari sebuah cerita yang sederhana antara Andi dan Melly.
Seorang penerima jasa penambahan followers dan memviralkan sebuah konten menjadi buruan para pelempar isu. Entah benar atau tidak semua nya sulit untuk di bedakan.
Andi adalah pelaku utama dalam cerita ini, di sini ada Melly, seorang reporter muda yang semakin hari semakin faham kehebatan sebuah konten. Andi adalah orang berpengalaman dalam dunia ini, bahkan tidak sedikit konten receh nya di banjiri oleh komen dan like yang sangat banyak. Konten yang populer pun akan muncul di headline sebuah aplikasi, dan orang orang gampang mengaskesnya. Namun Melly tidak menyadari hal ini, Melly beranggapan konten terbaik lah yang mampu mendapat kan rating terbaik. Tapi nyatanya tidak semudah itu.
Salah satu kejadian yang membuat mereka kenal adalah konten Andi yang selalu viral di medsos. Semua konten nya padahal tidak penting, bisa di katakan receh. Melly penasaran , sekian lama mengirim pesan pribadi, akhirnya Andi membalas, akhirnya mereka bertemu di suatu tempat.
Di tempat ini mereka bertukar fikiran. Hingga Melly tau apa yang sebenarnya Andi lakukan hingga mendapatkan berjuta juta Followers. Melly setuju, karena hal ini mampu menjadikan konten beritanya menjadi salah satu top di medsos.
Waktu semakin berlalu, Melly di percaya untuk pindah devisi dari media online menjadi tv nasional, dimana tv nasional lebih terpercaya dan bisa di pertanggungjawab kan hasil nya. Saat itu Melly meliput seorang pengusaha yang sangat amat terkenal. Pengusaha itu tertimpa masalah terkait tenaga kerja yang di perlakukan tidak adil. Namun Melly menunda nya terlebih dahulu, karena Melly memberikan kesempatan pada senior nya. Namun lama lama berita itu tidak muncul juga, malah seakan akan hilang, sepertinya keadilan yang di permainkan oleh oknum media. Pekerja pun yang berteriak lama lama bungkam. Di tunggu dan di tunggu akhirnya berita ini pun tersiar, namun bukan ketidak adilan yang di angkat, media mengangkat tentang keberhasilan perusahaan ini di kancah nasional dan internasional. Rumor ketidak adilan yang di tulis oleh salah satu pegawai di medsosnya pun tiba tiba hilang. Melly di sini diam diam mencari tau apa yang terjadi. Ternyata perusahaan membayar oknum wartawan untuk tidak memunculkan berita itu, disini melibatkan kepala redaksi dan wartawan senior. Mereka mendapatkan imbalan besar. Media menutupi kebusukan perusahaan itu dengan memberitakan kebaikan perusahaan itu. Pegawai yang curhat di medsos pun di pinta bungkam dan di ancam. Di sini Melly mencoba menulis kembali tentang berita ketidak adilan itu, setelah beres di liput melly tidak bisa apa apa ketika kepala redaksi menganggap karya nya tidak layak di publikasikan. Melly semakin geram, dan akhirnya menemui Andi.
Andi dan Melly berencana bekerjasama, memviralkan berita ini. Akun Fake Andi memulai nya, jejak elektronik tidak mudah di hilangkan, akhirnya Andi mendapat copy an curhatan pekerja yang di perlakukan secara tidak adil. Wawancara yang sempat di buat oleh Melly pun menjadi konten berikutnya. Andi melempar isu perusahaan tersebut menyalah gunakan kekuasaan, dan tidak menuruti aturan dinas ketenaga kerjaan. Komen komen awal di buat oleh akun fake milik Andi, yang berjumlah ratusan akun. Setelah beberapa jam di ikuti oleh para pekerja yang bekerja di perusahaan itu. Perusahaan pun saat ini geram, dan panik. Tidak lebih dari 24 jam saja konten itu pun viral. Saat salah satu oknum perusahaan menganggap itu hoax, Andi bersama akun fake nya pun menghujani komentar itu hingga komentar itu lenyap di hapus oleh pengunggah. Setelah viral Melly mengaupload wawancaranya dengan salah satu karyawan perusahaan itu, dengan wajah blur dan suara di samarkan. Akun fake Andi pun memviralkan semuanya. Tidak lama akun akun terverifikasi muncul, seperti artis, dan akun akun asli lain nya. Dalam kasus ini akun terverifikasi membagikan konten ke dinas tenagakerja untuk di review. Dari sini lah semua terkuak. Media internet memang sangat cepat beredar. Dinas tenaga kerja pun menanggapi konten itu, dan berjanji akan meluruskan semua nya.
Sudah seperti itu akhirnya media televisi pun banyak yang meliput perusahaan nakal itu. Melly pun memberikan berkas nya kepada kepala direksi, kepala direksi pun tidak mau ambil resiko, karena owner dari stasiun televisi pun menanyakan mengapa tidak muat berita yang sedang viral itu. Akhirnya kepala redaksi pun menyiarkan berita itu. Sampai saat ini banyak yang mendukung. Perusahaan pun mengakui kesalahan nya, dan berjanji akan memberikan hak hak pegawai dengan mengikuti aturan pemerintah.
Para pembaca sampai sini mengerti kan? dasyat nya sebuah konten yang viral itu tidak semua nya murni. Ada yang di buat, atau pun ada yang benar benar menyentuh para pembaca.
Ini cerpen ringkasan dari novel loh, naca yu novel nya, bisa di cari "Media Mampu Mengubah Masa Depan Sebuah Bangsa", Itu lawan nya baru sebuah perusahaan guys, Di novel mungkin akan lebih kompleks. Andi dan Melly akan menghadapi berbagai kasus loh... Yu ikutin Novel nya...