Aku Moonlight Luna,itu adalah Julukan ku yang berarti Cahaya Bulan Luna. Aku mendapatkan masalah dengan Raja Para Dewa yaitu Dewa Matahari. Aku di paksa turun ke Bumi tanpa Alasan yang jelas oleh Dewa Matahari,turun tanpa menggunakan kekuatan sedikitpun,langsung jatuh begitu saja entah di mana Aku akan terjatuh,Hutan,Laut,Danau,Sungai,Desa,Istana,Gunung ataupun yang lainnya.
Karena Aku seorang Dewi,Aku tidak akan mati tetapi Aku akan tetap terluka Harapan terakhirku hanya seseorang yang mau menolongku.
DAN INI ADALAH SEDIKIT KISAH KU GODDESS OF THE MOON.
AKAN DI MULAI SEKARANG
ლ(◕ω◕ლ)
Matahari Bersinar di Khayangan dan itu membuatku terbangun.
"Angel!"Teriakku untuk memanggil Angel,seorang Pelayan Pribadiku yang sudah aku anggap sebagai Adikku sendiri.
tak...tak...tak...
Seperti biasanya dia akan segera berlari untuk menemui ku.
Sepatunya yang berisik itu tidak pernah menggangguku.
Cklek...
"Ada apa Dewi?"Tanya Angel khawatir.
"Tidak apa apa,bisa kau tuntun aku ke Pemandian Air Panas milikku yang ada di Bawah?"Tanyaku kepada Angel, sebenarnya Aku ingin meminta Penjaga kamarku saja karena ia bisa menggendongku karena dia Laki laki.
"Tentu saja Dewi"Jawab Angel dengan senyuman khasnya.
"Terimakasih"Jawabku lalu berusaha berdiri walaupun susah.
"Apa kaki Dewi masih sakit?Kemarin Dewi sudah berjuang Mati Matian demi kejayaan Para Pekerja di Bawah kekuasaan mu dan itu menimbulkan perang antar planet"Tanya Angel panjang lebar.
"Iya ini masih sedikit sakit,tetapi aku bisa berjalan jika ada yang memampang ku dan kaulah orang yabg tepat"Jawabku lalu tersenyum tipis kepada Angel yang sedang berusaha menolongku yang masih berkutat dengan Selimut tebal yang menutupi tubuhku di kasur king size milikku ini.
╰(⸝⸝⸝´꒳`⸝⸝⸝)╯
"Kau yakin bisa?"Tanya ku saat aku sudah duduk di tepi kasur dengan Angel berdiri di sampingku.
"Aku bisa apapun demi Dewi"Jawab Angel lalu menarik tanganku untuk berdiri dan berpegangan di Pundaknya.
Kami Keluar Kamar dengan mudah hingga ada tangga yang menyebabkan Kakiku terlilit Gaun tidur ku yang panjang dan terjatuh menimpa Dewa Matahari yang entah sejak kapan ada di istanaku.
"Akh!..."Keluh Angel saat ia merasa badannya akan terjatuh,untung saja aku masih bisa mendorongnya supaya tidak terjatuh.
Hal itu menyebabkan aku terjatuh menghadap Ke Arah Angel yang ada di atas.
"Dewi!"Teriak Angel Panik.
"Brak!!!"Suara begitu keras terdengar hingga ke penjuru istana yang megah ini,tetapi anehnya tidak ada seorangpun datang ke tempat ini.
"Minggir!"Teriak Seseorang yang sepertinya aku ku tertindih badanku.
Aku langsung berdiri dengan susah payah dan menghadapnya.
Aku sangat terkejut ketika melihat Dewa Matahari terjatuh tergeletak.
"Dewa"Ucapku Khawatir lalu berjongkok dan membantunya duduk.
Plak...!
Tamparan Keras mengenai pipiku yang masih terluka akibat kejadian kemarin yang menyebabkan hampir seluruh badanku terluka.
Mataku membulat saat melihat tatapan mengintimidasi dari Dewa Matahari.
"Maafkan Aku Dewa"Ucapku lalu langsung bersujud di hadapan kakinya yang selonjor.
Sret...
"Akh..."
Rambut abu abuku ia Tarik begitu keras dan tangan satunya mencengkram rahang ku dengan kuat.
Posisiku Seperti ini seperti sedang merangkak dengan mata di penuhi Air berwarna Bening Jernih.
"Dewi!"Teriak Angel lalu mendekat kepadaku dan menepis tangan Dewa Matahari lalu memasukkan ku kedalam pelukan hangatnya.
"Hiks..."Isakkan pun mulai muncul dari mulut mungil berwarna pink milikku.
TIBA TIBA...
Sring...
Jleb...
Dewa Matahari mengeluarkan Pedang Sucinya dan menusuk Angel menggunakan Pedang itu.
"Darah?"Gumam ku saat melihat Tanganku terkena Cairan Hangat dari punggung Angel.
"Angel"Ucapku Lirih lalu melepas pelukanku kepada Angel.
"A-a-apa?"Ucapku terbata bata dengan Air mata yang turun deras membasahi pipiku.
"ANGEL!!!"Teriakku Frustasi hingga tanganku di tari oleh Dewa Matahari.
"Baby"Ucap Dewa Matahari,lalu menarik Liontin kekuatanku yang terpampang jelas di leherku.
"Apa?!"Ucapku dengan sedikit berteriak.
"Kau Dewa yang di kagumi!"Teriakku tiba tiba.
"Apa yang kau katakan sayang?"Tanyanya.
"Sayang?"Tanya ku balik karena terlalu terkejut.
"Lupakan,sekarang Kau akan mendapat hukuman"Ucapnya tiba tiba dengan muka yang sedikit...ngeblush?
Aku berfikir apa Dewa Matahari jatuh Cinta pada ku?.
Tetapi semua pikiran itu hilang begitu saja saat ia mengatakan hukumannya adalah turun ke Bumi tanpa Kekuatan.
"Apa jangan bercanda Dewa"Ucapku dengan mata yang masih mem bola.
"sayangnya aku tidak bercanda Dear"Ucapnya lalu menarik ku keluar istana dan mengeluarkan sayapnya lalu menggendongku ala bridal style.
Terlihat Romantis?
mungkin bagi kalian
hahaha...tidak bagiku
Hingga Kami sampai di lapisan Langit yang terakhir.
"Hiduplah sampai aku datang sendiri untuk menjemputmu Luna"Ucapnya singkat lalu menjatuhkan ku begitu saja.
"Haha...jadi seperti ini rasanya hidup yang pahit ya"Ucapku lirih Sebelum tidak sadarkan diri.
Di jatuhkan ke Bumi tanpa Kekuatan apapun hanya menggunakan Pakaian Perak Tipis dengan Punggung dan Dada yang sedikit terekspos,Kalung dengan Simbol Bulan Sabit dan Matahari sebagai Simbol ku Bahwa aku Dewi Bulan,dan Tiara yang masih melekat di kepalaku,ya Tiara ini tidak akan pernah terlepas oleh apapun dan siapapun kecuali pemiliknya yang melepaskannya.
Byur...
Aku terjatuh di tengah Danau jernih yang sangat indah di lihat oleh mata.
24Hours Aku berada di tengah Danau.
Hingga ada seorang pria Muda mendekatiku menggunakan Rakit kayunya.
"Siapa itu?"Ucapnya lalu langsung bergegas mengambil Rakitnya dan menuju ke Arahku.
"Manusia"Ucapnya Shock.
Ia menarik ku dan merebahkan ku di Rakit tersebut.
"Bangun...Ucapnya sambil menepuk tepuk pipiku.
"Ohok ohok..."Aku terbatuk-batuk karena ada air yang masuk ke dalam tubuhku.
"Syukurlah kau masih hidup"Ucapnya dengan senyuman terpampang jelas di pipinya sambil menghela nafas lega.
"Di mana aku?"Tanyaku lalu duduk dan melihat Danau yang ada di bawahku.
"Di Desa Matahari"Jawabnya sambil mengayuh Dayungnya untuk kembali ke daratan.
"ah...aku jatuh di danau"Gumam ku yang masih terdengar di telinga pemuda yang ada di sebelahku.
"Terjatuh?"Tanyanya sambil memandangku.
"Iya aku terjatuh dari kapal hahaha"Ucapku Asal dan Kaku.
"lupakan"Tambah ku.
"baiklah"Jawabnya singkat.
HENING...
"Siapa Namamu"Ucapku untuk memecah keheningan.
"Xin Snow,Panggil saja Xin"Jelasnya.
"Baiklah,aku Luna Moon"Jawabku.
SUASANA PUN TIDAK LAGI HENING KAMI MENGOBROL KAN BANYAK HAL.
BAHKAN HINGGA KITA SAMPAI KERUMAHNYA.
"Ibu Xin Pulang!"Triaknya dari depan pintu Rumah gubuknya.
"Cklek,Siapa dia Xin?"Tanya Ibu Xin.
"Aku menemukannya di tengah Danau"Jawab Xin Enteng.
"Astaga padahal Aku berharap ia pacarmu Xin"Ucap Ibu Xin lalu memijit Dahinya.
"Aku juga berharap seperti itu"Ucap Xin dengan pipinya yang ngeblush.
"Hahaha"Aku hanya Tertawa sambil mengusak Surai Rambut Xin yang lebih pendek dariku.
"Ia bilang,dia terjatuh dari kapal yang mampir dari negeri lain"Jelas Xin dan hanya di anggukki olehku.
"benarkah?...Baiklah kau boleh masuk anggap saja Rumahmu Sendiri dan panggil aku Mama,aku bosan di panggil ibu,Xin bisa jadi Adikmu siapa namamu?"Ucapnya Panjang Lebar.
"Luna Moon"Jawabku.
"Baiklah Luna,selamat datang di keluarga barumu"Ucap Ibu Xin.
AKU TINGGAL DENGAN KELUARGA KECIL ITU.
HINGGA BERTAHUN TAHUN.
TERKADANG DI SETIAP MALAM AKU DATANG KE DANAU DI MANA AKU TERJATUH.
"Dewa aku mohon segera bawa aku kembali"
Itu Adalah permohonan yang selalu aku katakan setiap Malam yang sekarang ini tidak ada Bulan dan Bintang yang bersinar.
HINGGA DI TAHUN KE 5 AKU DI BUMI SEMUANYA KACAU,SAAT TERJADI PERANG ANTARA NEGERI TEMPATKU TINGGAL DAN NEGERI TETANGGA.
PERANG INI BEGITU BESAR,DAN AKU KEHILANGAN KELUARGAKU LAGI,AKU INGIN MENGORBANKAN NYAWAKU TETAPI ITU PERCUMA.
AKU PANDAI BERTARUNG TETAPI DAYA TAHAN KU LEMAH TANPA KEKUATANKU.
MAMA,XIN DAN SELURUH WARGA DESA TERBUNUH DAN MENYISAKAN AKU SENDIRIAN.
"Cobaan Apalagi ini"Ucapku dengan Air mata yang terus mengalir sambil menatap Desa Matahari yang sudah hancur.
"Apa aku Harus menyerah?"Tanya ku pada diriku Sendiri.
MALAM PUN TIBA.
DAN DI SAAT ITU TANPA DI DUGA DEWA MATAHARI TURUN DARI LANGIT DENGAN PRAJURIT PRAJURITNYA.
MENGHAMPIRIKU YANG DUDUK MERENUNG DI BAWAH POHON DI TEPI DANAU.
"Dewi"Ucap Dewa Matahari dan membuatku mendongakkan kepalaku.
"Dewa Matahari?"Tanyaku yang terkejut.
"Ayo kembali,ini Liontin mu"Ucap Dewa matahari lalu menarik Tanganku dan membantuku berdiri.
"Terimakasih Dewa,tetapi maafkan aku,Aku Rasa pangkat ku sebagai Dewi Bulan akan cukup sampai di sini,Aku akan menyerahkan diriku kepada kematian"Ucapku dan itu membuat Dewa matahari terkejut.
Aku memakai Liontin yang Dewa Matahari berikan kepada ku dan berjalan menuju Danau,tatapi tanganku di tarik oleh Dewa Matahari.
"Apa kau berbohong?"Tanyanya.
"Maaf,aku serius"Jawabku lalu menepis tangan Dewa Matahari yang masih Shock.
Aku Berjalan menyusuri Danau dan berhenti di tengah tengah danau itu.
Karena Aku sudah memakai Liontin kekuatanku maka aku bisa melakukan hal apapun walaupun tidak terlalu besar.
"DEWI!"Teriak Dewa Matahari yang hendak mendekat ke arahku dengan sayapnya yang bersinar dan Indah.
Click...
Aku melepas pengait pada kalung kekuatan dan Simbol ku saat ini.
"KEMATIAN YANG AGUNG"Ucapku sambil mengarahkan Kalungku ke Arah Langit.
"Tunggu Dewi!!!"Teriak Dewa Matahari.
"AKU DEWI BULAN"Tambahku.
"Aku mohon Dewi"Ucap Dewa Matahari yang semakin cepat mengepakkan Sayapnya.
"MOONLIGHT LUNA...AKAN MENGORBANKAN NYAWAKU UNTUK KEHIDUPAN DI SELURUH PENJURU LANGIT"Ucapku dan Kalung kalungku aku Jatuhkan ke Danau dan munculah sebuah Siluet dengan Sabitnya muncul di hadapanku.
"Apa kau yakin Dewi Bulan, Moonlight Luna?"Tanya Siluet itu yang merupakan Kematian.
"Aku Siap,Sebagai gantinya selalu berilah kebahagiaan bagi seluruh Penjuru Langit dan Bumi"Jawab ku.
"Baiklah"Jawab Kematian.
KEMATIAN MENGAYUNKAN SABITNYA KE LEHERKU DAN BADANKU MULAI MELEMAS,PANDANGANKU KABUR,NAFASKU TERHENTI.
HANYA DEWA MATAHARI YANG AKU LIHAT TAK JAUH DI HADAPANKU DENGAN TATAPAN TERKEJUT,TIDAK IA BAHKAN MENANGIS.
"Dewa Matahari,berbahagialah"Ucap ku sebelum Aku benar benar Mati.
CAHAYA YANG BEGITU MENYILAUKAN KELUAR DARI BAWAH DANAU DAN MEMBUAT SELURUH PENJURU PLANET TERKENA DAMPAKNYA DAN MEREKA TAU BAHWA ITU BERARTI ADA DEWA/DEWI YANG TIADA,AKU TERJATUH KE DALAM DANAU TERSEBUT DAN BERUBAH MENJADI BINTANG BINTANG KECIL YANG BERSINAR BEGITU TERANG DI LANGIT SAAT ITU JUGA.
"LUNA!!!"TERIAK DEWA MATAHARI.
TAMAT...
(⊃。•́‿•̀。)⊃
Maafkan Aku atas kualitas ceritanya yang jelek.
INFO:
KENAPA ANGEL BISA MATI DI TANGAN DEWA MATAHARI?
KARENA SEBENARNYA PARA PEKERJA DAN PELAYAN YANG ADA DI ISTANA SEMUA DEWA ADALAH MANUSIA PILIHAN DARI BUMI.
OLEH KARENA ITU DEWA DAN DEWI TIDAK BISA MATI KECUALI MEREKA MENGORBANKAN NYAWANYA SENDIRI KEPADA KEMATIAN.
DAN PEKERJA JUGA PELAYAN TERSEBUT BISA MATI DI TANGAN DEWA DAN DEWI JUGA MANUSIA DLL LAYAKNYA MANUSIA BIASA HANYA SAJA MEREKA BERUBAH MENJADI LEBIH MENAWAN.
MAAF JIKA ADA KESALAHAN KARENA INI ADALAH CERITA TANPA DASAR DAN PERANTARA YANG AKU BUAT SENDIRI WAKTU KEPIKIRAN.
DAN INI TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN DUNIA NYATA.
❕GAK BOLEH COPY CERITA INI❕
MIKIR SENDIRI KALAU MAU BIKIN CERITA( ╹▽╹ )
BAIK TERIMAKASIH
THANKS FOR READING...
(。•̀ᴗ-)✧
BYEBYE🌱