"Dia sangat cantik dengan rambut putih itu." Bima menatap gadis yang akan di kawinkannya itu.
Ya, Bima seorang laki-laki playboy kelas berat dengan rekor 2 kali menikah dan 27 kali menjalin hubungan tanpa status dengan perempuan.
Usia Bima tidak muda lagi, dia berumur 45 tahun, pengusaha sukses dengan sepuluh hotel di berbagai kota besar bahkan ada beberapa di luar negeri.
Dulu, Bima menikah di usia muda, 18 tahun sementara mantan istrinya Lastri berusia 16 tahun.
Dia menikahi gadis itu saat masih duduk di bangku SMA kelas 2 sementara dia baru lulus sekolah karena Lastri hamil.
Orang tua Bima adalah orang miskin sementara Lastri anak juragan kost. Mereka hidup jatuh bangun, bahkan Lastri pernah membuat kue basah dan di jajakan ke para penyewa kost demi membeli susu untuk anak mereka.
Orangtua Lastri mewariskan semua rumah kostnya kepada Lastri sebagai anak tunggal. Dari sana lah Bima dan Lastri membangun jaringan penginapan wisma dan menjadi hotel-hotel besar setelah belasan tahun.
Tetapi lelaki di puncak sukses dan ketika mereka merasa berlebihan kadang menjadi lupa diri. Bima saat menjadi pengusaha yang baru menanjak kariernya, bermain perempuan bahkan sekarang menjadi sugar daddy untuk beberapa gadis muda.
Bima menceraikan Lastri saat ulang tahun pernikahan mereka yang ke 15 tahun, karena Lastri tidak mau Bima menikahi Widya, kekasih gelapnya.
Kejadian itu sudah 10 tahun yang lewat memang, sekarangpun Widya lari dengan mantan pacarnya membawa harta dalam bentuk uang tunai dan perhiasan dan aset-aset Bima yang bernilai miliaran rupiah.
Bima cepat move on, dia bergonta-ganti perempuan layaknya berganti baju.
"Aku dulu pernah berfikir untuk memiliki kekasih dengan rambut putih seputih salju seperti dalam anime dan hari ini aku akan menikahi gadis seperti impianku."
Berawal dari sebuah aplikasi kencan, dia dan gadis berambut putih maha cantik itu berkenalan, namanya Sania.
Dia telah berkomunikasi dan bertukar cerita lewat chat, hampir 3 bulan ini. Dan ketika Bima mengajaknya bertemu, gadis ini memberi syarat, dia bersedia copy darat dengan syarat setelah pertemuan pertama itu dia meminta Bima mengambil keputusan, menikahinya atau jangan pernah menemuinya lagi.
Seminggu yang lalu mereka bertemu di sebuah cafe hotel bintang lima, dan Bima terpikat luar biasa dengan kecantikan Sania. Tubuhnya sempurna, wajahnya cantik tak bercela, kulitnya seputih pualam, rambutnya putih seperti salju. Sania benar-benar sesempurna karakter anime bahkan nyaris unreal.
Dia tidak berbicara, hanya memberi kode dan menulis sesuatu di kertas, dengan alasan dia tak ingin berbicara langsung dengan orang secara langsung jika bukan seseorang yang berstatus suami baginya, itu adalah janjinya.
Bima sangat penasaran. Dia tak bisa tidur setelah bertemu Sania. Sempat dia merayu dan berusaha membawa Sania ke kamar hotel. Dengan skill playboy flamboyantnya dia bisa mengajak Sania ke dalam kamar, tetapi bukan dirinya yang berhasil memperdaya Sania, malah gadis itu yang membuatnya mabuk kepayang.
Sania memperlihatkan sebagian pemandangan indah dari tubuhnya tetapi sama sekali tak mau di t!duri oleh Bima.
"Kalau kamu menginginkannya, menikah saja denganku" Tulis Sania di sebuah kertas tissue.
Dan tanpa banyak bicara, Bima mengatur pernikahannya dengan Sania. Dia di buat tergila-gila oleh Sania.
Pernikahan mewah di ballroom hotel mewah, di rencanakan oleh EO termumpuni dengan bayaran 5 kali lipat dari seharusnya demi pernikahan yang hanya disiapkan dalam satu minggu itu.
Dan setelah membuka tudung pengantinnya, Bima resmi menikahi Sania sebagai istrinya. Pengusaha dalam jajaran terkaya itu menghadiahi sebuah surat kosong dimana Sania bisa menulis apapun di situ sebagai mahar pernikahan mereka.
***
Sania berjalan menuju ranjang pengantin, dia menanggalkan satu persatu pakaian yang melekat di tubuhnya, dan sesaat kemudian dia merayap di atas tubuh Bima yang melongo melihat bagaimana pronya Sania membuat jiwa kelelakiannya bergairah.
Dia menyodorkan kertas di tangannya, sebuah perjanjian pranikah bermeterai.
Sebuah ciuman buas mengawali, setelahnya dia memberi isyarat Bima menandatanginya. Sebuah pen di serahkannya.
Bima yang sudah ngos-ngosan dengan tak sabar menandatanganinya.
Dia hampir gila menciumi aroma tubuh Sania.
Senyum gadis itu mengembang, lalu dia menggeluti tubuh Bima seperti seekor ular yang licin.
"Sayang..." Sebelum Bima memasukkan pusaka ke tempat tujuan, Sania tiba-tiba bersuara.
"Apakah kamu tak penasaran dengan suara istrimu?" Bima terpana, seolah dia baru saja mendengar suara yang sangat di kenalnya.
"Aku penasaran apakah kamu pernah merindukan istri tuamu yang jelek itu." Bima melotot. Sekarang dia ingat siapa yang empunya suara yang terkurung dalam tubuh Sania.
"Las...lastri?"
Suara tawa gadis itu begitu khas, suara mantan istrinya. Bima yang telanj@ng menarik tubuhnya hampir pingsan.
"Ya, aku lastri, mantan istrimu yang kini jadi istrimu, tak sia-sia aku melakukan operasi plastik hampir 12 kali demi wajah dan tubuh sempurna ini. Seperti anime yang kamu impikan, bahkan rambutku ini, ku cangkok supaya seperti impianmu."
Bima hampir terjatuh dari atas ranjang, dia shock bukan alang kepalang.
Sania turun dari atas ranjang, tanpa sehelai benangpun, meletakkan kertas yang di tanda tangani Bima tadi.
"Di mahar kemarin aku menuliskan, kamu memberikan 50 persen asetmu untuk menikahiku dan di perjanjian malam ini, aku menuliskan, jika kamu berani menceraikanku atau berselingkuh dariku maka kamu harus mengembalikan semua rumah kost yang kini menjadi hotel-hotel bintang lima itu kepadaku. Sekaligus sisa asetmu hingga hanya bersisa lima persen. Bukankah itu adil?"
Sania atau Lastri itu tertawa keras, menatap Bima yang pucat pasi.
"Tenang saja aku mempunyai daftar semua harta kita di awal pernikahan kita yang pertama."
Lastri menjelma menjadi pengantin berambut putih hanya untuk membalaskan dendamnya pada mantan suaminya.
Dendam seorang istri ternyata lebih mengerikan dari yang seorang laki-laki ketahui, dia bersedia melakukan apapun untuk membuat orang yang menyakitinya kehilangan segalanya.
Tamat