**Menjadi perempuan yg baik,ramah,rendah hati dan tidak manja adalah suatu hal yg jarang dijaman sekarang ini. tapi tidak dengan Najwa Anak kedua dari pengusaha terkaya se-Asia,Ayahnya M.Ikmal Izmi seorang pengusaha sukses dan Ibunya Annisa Zahra Izmi yg juga sama seperti ayahnya dan Kakak lelaki satu-satunya yg ia miliki M.Rayhan Izmi yg juga mengurus salah satu perusahaan ayahnya dan tentunya sangat menyayangi Najwa.Namun hal itu tak pernah membuat Najwa bertingkah manja dengan segala kemewahan yg ia miliki, justru ia sangat mandiri dan juga punya usaha sendiri yg cukup terkenal di bidang perhotelan,butique,restoran dan salon,Najwa berharap akan mendapatkan jodoh yg menerimanya apa adanya dan tidak memandang kelebihannya saja,namun naasnya,takdir berkata lain semua begitu tiba-tiba.**
Najwa Nadhira Izmi seorang gadis yg seluruh pada dirinya seolah dipahat dengan begitu sempurna oleh sang pencipta,hanya saja hingga kini ia masih setia sendiri di usianya yg sudah 22 thn dan belum menemukan tambatan hatinya,meskipun banyak anak dari para pengusaha,rekan bisanis orang tuanya yg menyukai,mendekati dan bersedia mempersuntingnya namun belum ada yg mampu meluluhkanya,ia masih ingin memantapkan hatinya
***
"Hallo, Assalamualaikum dek Lo sekarang dimana?gue udah sampai bandara ni" sapa seseorang dari sebrang telpon
"Iya,waalikumsalam bang, Najwa baru keluar dari pesawat ni tungguin depan bandara aja"saut Najwa
"huff padahal cuma duduk aja di pesawat tapi kok kek capek banget yah,pengen cepet-cepet sampe rumah"gumam Najwa lirih dengan terus berjalan menggeret koper menghampiri abangnya yg sudah menunggu
"Abaaaang,huuuh kanggen banget rasanya pengen peluk,ayok cepat kita pulang Najwa udah rindu sama mama dan papa"sapa Najwa dengan menghambur kepelukan abgnya,yah meskipun Najwa tidak manja namun terkecuali terhadap Abang satu-satunya itu yg terkadang bisa menjadi sahabat tempatnya bercerita banyak hal selain 2 sahabatnya Tiara dan Citra
"yaudah ayok,ihh kok makin cantik aja yah Adek kesayangan Abang ni"canda Rayhan,mencolek dagu Najwa
dua bersaudara itu pun memasuki mobil dan melajukan mobilnya menuju kediaman mereka dengan terus bercerita bagaimana kuliah Najwa selama di Australia dan bercanda melepas kerinduan karena baru jumpa setelah 4 tahun lamanya
yah Najwa baru saja menyelesaikan S2 nya di Australia diumur 22 tahun terbilang cukup muda,karna kecerdasannya semua ia selesaikan dengan cepat dan sudah memiliki usaha sendiri tanpa campur tangan orang tuanya
"Assalamualaikum mama,papa,Najwa is back again" ucap Najwa sedikit memekakkan telinga,tak lupa salam,begitulah Najwa yg ceria dan tomboy jika di rumah namun berbanding terbalik jika diluar,ia akan menjadi gadis anggun dan lembut
"waalaikumsalam,yaampun sayang,kenapa harus teriak sih,sini mama peluk,rindu banget ni"jawab mama menghampiri Najwa dan langsung memeluknya sayang
"mama aja nih yg dipeluk,papa gak"sambung papa menimbali pura-pura sedih
"ehhh cini-cini Naj peluk,gak usah ngambek deh"lanjut Najwa terkekeh melihat tingkah ayahnya
"ck udah deh gak usah pada lebay gitu,mending kita masuk,Naj pasti capek tu,entar lanjut lagi kangen-kangenan nya"timpal Rayhan yg berdecak sebal melihat keluarga yg drama banget,padahal dia juga kadang gitu sih😁
mereka semua masuk, Najwa pun langsung menuju kamar dengan kopernya yg dibantu Rayhan,ia buka kamar yg suasananya masih sama seperti dulu saat ia pergi,namun membuatnya rindu hanya saja sepray yg sudah diganti
***
Esoknya Najwa ingin menemui dua sahabatnya yg bar-barnya gak ketulungan di caffe xxx tempat biasa mereka bertemu dan menghabiskan waktu bercerita banyak hal yg kadang gak faedah
"Najwaaaaaa,yg cantiknya membahana"teriak 2 wanita bersamaan yg pastinya suara itu sangat dikenali Najwa,yah siapa lagi klw bukan sahabatnya yg tak pernah lihat tempat saat Najwa memasuki kafe dan membuat Najwa hanya bisa menggeleng
"yaampun kita tu udah rindu banget mau Naj,lagian ngapa juga loh harus kuliah jauh-jauh sih,kan bisa bareng kita aja disini"seru Tiara
"Iyah bener tu,gimana di Ausi,ketemu sama cogan gak?"timpal Citra
"ihh jawab dong Naj,kok malah diem sih loh gak kangen yah sama kita"sambung Tiara dan Citra sebal
"ck,gimana gue mau jawab coba,orang loh berdua nyerocos terus gak berhenti nanya gitu,gak ada kesempatan buat gue ngomong"jawab Najwa yg sebal dan pasrah dengan tingkah sahabatnya ini,yg terus menodongnya dengan banyak pertanyaan tanpa memeberi Najwa kesempatan bicara
"heee sorry,abisnya kita tu rindu terus pingin tau juga loh disana ngapain aja"seru Tiara menggaruk tengkuknya yg tidak gatal
"iya maaf tau Naj,kita kan mau denger cerita loh pas nggak ada kita berdua"saut Tiara dengan ekspresi dibuat semenyedihkan mungkin agar Najwa memaafkan mereka,heeee
"iya deh gue maafin,but there are a prerequisite!"ucap Najwa tersenyum jail
"ihhhh pake syarat segala,gak ikhlas banget"saut Tiara
"ohhh yaudah kalau gak mau,gue pulang ni"timpal Najwa mencoba berdiri membuat kedua sahabatnya mencekal tangannya agar kembali duduk
"eh eh,iya iya,gitu aja ngambek,baru juga Dateng,yaudah apa syarat nya?"ucap Citra tak ingin Najwa pergi sebelum ia bercerita dan rindu mereka pun belum tersampaikan
"hemmm,gimana kalau makanannya kalian yg traktir terus setelah ini kita ke mall dan kalian yg bayarin"ucap Najwa dengan senyum jailnya yg membuat ekspresi dua sahabatnya menjadi sebal, bagaimana mungkin baru balik dari Australia" sudah semenyebalkan ini Najwa pikir mereka
"yaudah iya,yg penting loh harus cerita semuanya tanpa ada yg terlewatkan"kata Citra
"betul tu,yaudah pesan deh biar kita langsung ngemall,udah lama banget kan kita gak jalan bareng"timpal Tiara semangat
usai makan mereka bertiga langsung menuju mall dengan mobil Najwa sedangkan mobil Citra dan Tiara sudah dijemput supir,Karana hari ini mereka akan menghabiskan waktu bertiga
"kemana dulu ni,toko baju,sepatu apa tas atau nonton aja lebih seru"Tanya Citra sambil nyengir
tuk*
"dasar,nonton aja tu isi otak loh"timbal Tiara menjitak kening Citra
"heumm,kita lihat-lihat sepatu aja dulu kali yah"sambung Najwa pada kedua sahabatnya yg sudah seperti kucingking dan tikus yg tidak pernah akur yg membuat Najwa kadang geleng-geleng kepala
"ok,siap bos"saut Tiara dan Citra bersamaan
fokus memilih sepatu Najwa tidak memperhatikan sekelilingnya dan terus berjalan menuju rak sepatu pria,Najwa ingin melihat mana tau ada yg cocok untuk abangnya,biar sekalian pikirnya
brak*
"ehh maaf mbak saya gak segaja,mbak gapapa kan"ucap seseorang yg belum Najwa lihat wajahnya tapi suaranya seperti tidak asing ditelinga ya
"iya mas gak apa kok,salah saya juga gak lihat jalan tadi"saut Najwa sambil mengembalikan sepatu yg jatuh dari rak dan belanjaan seorang pria yg baru menabraknya dan belum ia lihat wajahnya
"udah mbak gak apa, biar saya aja yg kumpulin belanjaannya"sambung seseorang itu,membantu Najwa mengumpulkan barang belanjaannya
"iya,gapapa kok mas"timpal Najwa yg sudah selesai membereskan spatu yg jatuh dan belanjaan orang itu sambil berusaha berdiri kemudian mendongak dan betepa terkejutnya Najwa melihat sosok lelaki tampan yg tentunya ia kenal,yg berusaha ia lupakan dan menjadi alasannya untuk melanjutkan kuliah di Australia sampai S2
Najwa masih terpaku di tempatnya,dengan kegugupan sekaligus sesak yg kembali menyusup didadanya yg susah payah ia tepis namun seketika kembali menjalar di seluruh sarafnya
"Najwaa,benar ini Najwa kan?"ujar lelaki itu menyadarkan Najwa dari lamunannya
"R-Re-Reza"saut Najwa terbata,masih tidak percaya dengan apa yg dihadapannya,kenapa disaat semua sudah mulai pudar,ia harus dihadapkan situasi seperti ini lagi,mengingat kembali yg menjadi alasannya pergi bukan menjawab pertanyaan lelaki itu
"iya ini aku Reza,kamu kemana aja Naj,aku kerumah katanya kamu udah pergi dan orang tua kamu pun gak ngasih tau kamu pergi kemana"todong Reza dengan pertanyaannya yg justru membuat Najwa ingin menangis tak mampu menjawab alasannya
"ehh iya Za,aku lanjutin kuliah di Australia dan baru nyampek pagi tadi"sambung Najwa berusaha menyembunyikan kegugupannya dan terlihat biasa di hadapan Reza,seolah tidak pernah terjadi apapun
"iyah,kanpa tiba-tiba,kan kata kamu mau lanjutin kuliah disini dan kenpa juga kamu gak kasih tau aku,aku telpon juga nomer kamu gak bisa dihubungi,kenpa Naj,kamu seperti mencoba menghindar dari aku"tanya Reza bertubi-tubi,membuat Najwa bingung harus kasih alasan apa,gak mungkin ia jujur
"maaf Za,emang kemaren aku mau lanjutin kuliah disini tapi aku pikir lagi aku ingin mandiri dan gak terus tergantung sama orang tua,dan kalau kamu hubungi aku gak bisa itu karena hp aku hilang dibandara pas mau berangkat"jawab Najwa gak sepenuhnya berbohong,kecuali soal hp,karna ia sengaja menggantinya agar Reza tidak bisa menghubungi dan mencoba menghapus semua tertang lelaki itu
memang niat awal Najwa kuliah di Australia tapi karna Reza kuliah disini membuat ia juga ingin terus dekat dengan laki-laki itu,tapi setelah ia tau Reza telah dijodohkan bahkan akan segera menikah membuat ia tidak sanggup menghadapinya,apalagi dengan perempuan yg sangat ia kenal yaitu teman SMP nya,rasanya sungguh sakit harus menyaksikan itu semua,dan ia memilih untuk mundur dan pergi jauh,menghapus semua kenangan bersama Reza dan semua yg berkaitan dengan lelaki itu
"Najwaa,udah blom?"seru Tiara dan Citra yg tiba-tiba menghampiri yg tidak memperhatikan pria yg di depan Najwa
"ehhh iya udah ni,yaudah kita pulang yuk,gue udah capek ni mau cepat istirahat"ucap Najwa asal,yg sebenarnya ingin menghindari Reza dan suasana yg mencekam ini tapi malah membuat kedua sahabatnya mengernyitkan nadi bingung,padahalkan ide Najwa mengajak mereka ke mall dan baru juga sebenar mereka disini,belom juga keliling,kenapa tiba-tiba ingin pulang
"eh Reza kan,ah iya ini Reza Rahadian Ramadhan"ucap Citra memperhatikan Reza dengan saksama,karena sedari tadi sepertinya ia kenal dengan seseorang didekat Najwa,lelaki yg pernah dekat dan Najwa cintai namun justru Najwa pergi dan seolah enggan membahasnya yg membuat dua sahabatnya bingung dan juga tidak mau menyinggung karena pikir mereka itu adalah privasi Najwa, kecuali Najwa sendirilah yg akan menceritakan namun hingga saat ini ia tak menceritakan
tapi kenapa sekarang laki-laki ini ada disini dan bersama Najwa,dan justru Najwa ingin menghindar dan tatapan lelaki itu pun sangat serius seperti meminta penjelasan yg rinci dan berharap Najwa menjawabnya,sunggu membingungkan apa yg terjadi diantara Najwa dan Reza menurut mereka,tapi mereka pun tak ingin melangkah terlalu jauh,mungkin Najwa punya alasan nya tersendiri dan belum ingin berbagi
"iya aku Reza,Tiara dan Citra kan?,kalian bareng Najwa yah?"jawab Reza dan kembali bertanya
"he'em kita bareng Najwa,Iyah kita pulang yah soalnya kasihan Najwa baru pulang udah kita ajak jalan"sambung Tiara tau keadaan Najwa yg sepertinya sedang tidak baik-baik saja
"yaudah gue balik ya Za,solnya takut dicariin mama"pamit Najwa dan langsung mangagait dua sahabatnya agar segera mengikutinya,karena ia benar-benar sudah tidak tahan melihat Reza,meskipun sebenarnya dia teramat sangat rindu walau sudah 4 tahun lamanya mencoba menghapus memori bersama Reza,tapi tetap saja sulit
***
malamnya Najwa masih terus mengingat kejadian siang tadi di mall,tambah lagi pertanyaan yg Reza lontarkan ingin rasanya ia sampaikan semua isi hatinya tapi itu gak mungkin,dan sikapnya justru membuat dua sahabat benar-benar dibuat bingung,ia ingin juga menjelaskan pada 2 orang itu,tapi kembali ia urungkan karna ingin menyimpan sendiri rasa sakitnya
flashback*
pagi itu usai UN Najwa bukannya langsung pulang kerumah,ia justru ingin menemui Reza di kantornya,menyampaikan kabar gembira bahwa ia lulus dengan nilai paling tinggi,dan ingin melanjutkan kuliah di kampus yg sama dengan Reza,tapi ia justru malah mendengat kabar menyakitkan
"Reza,pokoknya papi gak mau tau,kamu sudah papi jodohkan dengan Siska Anggraini anak om yoga sahabat papi"ucap ayah Reza tegas
"tapi Pi,Reza kan masih kuliah,Reza juga gak mau di jodohin"jawab Reza tak terima
"papi gak terima penolakan,kecuali kamu gak sayang sama papi dan mendiang mami kamu,karena ini keinginan mami kamu"sambung papi Reza emosi
"Reza sayang sama papi dan mami,tapi kan Reza punya pilihan sendiri,papi kenpa egois gini sih"tentang Reza
"gak ada tapi-tapian, keputusan papi udah mutlak,Minggu depan pernikahan kalian digelar semua sudah papi urus dengan orang tuanya Siska"Tegas papi Reza dan ingin berbalik ingin pergi meninggalkan Reza
Najwa sembunyi dibalik pot bunga besar di depan ruangan Reza,masih gak percaya dengan apa yg ia dengar,dadanya sesak seperti disayat,sungguh perih dan tak terasa butiran bening itu menetes semakin deras menghujani pipinya, buru-buru ia pergi meninggalkan kantor Reza dan berlari berniat langsung pulang,meluapkan rasa sakitnya dikamar
seminggu setelah kejadian Najwa dikantor Reza akhirnya membuat Najwa menghindar dari Reza meskipun komunikasi tetap seperti biasa agar Reza tidak curiga,namun ketika Najwa ke Mall menemani mamanya untuk belanja,ia tak sengaja melihat Reza bersama Siska wanita yg telah dijodohkan dengannya sedang bergandeng tangan dan sangat mesra memang seperti pasangan serasi
Najwa tak tau apa yg mereka lakukan yg jelas sangat mesra dan terlihat Reza seperti sedang mencium Siska,hati Najwa seketika sesak dan air matanya lolos begitu saja,iya langsung berlari pergi dari tempat itu sampai meninggalkan mamanya yg masih berbelanja,iya sudah tidak perduli rasanya semua yg ia lihat cukup jelas dan ia harus sadar untuk mundur tanpa di pinta
Dan usai acara wisudah sekolah Najwa tanpa pikir panjang meminta izin pada orang tuanya untuk melanjutkan kuliah di Australia,meski awalnya mereka tidak mengizinkan dengan alasan mereka tidak ingin jauh dari Najwa dan kampus disini tidak kalah bagusnya,tapi Najwa yg ingin menghapus rasa sakitnya tetap kekeuh dengan keinginannya
Berakhirlah orang tuanya terpaksa melepas anak perempuan mereka pergi jauh dari mereka meski bisa saja mereka menemui Najwa kesana kapanmu,namun tetap saja terkadang mereka khawatir dengan keadaan Najwa,apalagi Najwa punya penyakit leukemia atau sering disebut kanker darah yg membuat Najwa harus bergantung pada obat-obatan,yg baru diketahui mereka ketika tiba-tiba Najwa mimisan dan pingsan di SMA nya, walaupun Najwa selalu berusaha tampak kuat didepan semua orang,tapi tetap saja kekhawatiran mereka sangat besar karena sewaktu penyakit Najwa kumat
selama kuliah di Australia memang Najwa beberapa kali pernah masuk rumah sakit karena penyakitnya namun semua ia sembunyikan dari orang tuanya agar mereka tak khawatir dengan keadaannya dan memaksa ia untuk kembali ke Indonesia,karena ia masih belum bisa memperbaiki hatinya dan perasaannya pada Reza yg masih terus terpatri di pikiran maupun hatinya
Najwa selalu berusaha bertahan hidup demi orang-orang tersayang nya,ia selalu menjaga kesehatannya dengan berolahraga dan meminum obat teratur dan rajin konsultasi pada dokter tanpa sepengetahuan orang tuanya,selalu berusaha menahan rasa sakitnya ketika tiba-tiba leukemia yg ia idap kambuh
***
sudah sebulan setelah kejadian pertemua Najwa dan Reza di mall waktu itu dan semenjak itu mereka sudah tidak pernah bertemu lagi, Reza kadang masih mencoba menghubungi Najwa dan menanyakan pada teman-teman nya,namun memang Najwa masih takut akan bertemu Reza
Dan Najwa pun sudah mulai sibuk dengan rutinitas nya mengurus usahanya dan akhir-akhir ini pula Najwa sering keluar masuk rumah sakit karena penyakitnya kambuh,karna terlalu lelah bekerja dan faktor fikiran, sebenarnya Najwa sadar akan hal itu,tapi mau bagaimana lagi semua bukan kehendaknya,rasa itu mengganggu dengan sendirinya
Rumah sakit menjadi tempat favorit Najwa seperti sekarang dia lagi-lagi masuk rumah sakit Karena kemaren butik ia sempat mimisan dan jatuh pingsan sehingga langsung dilarikan kerumah sakit oleh karyawan nya.
Najwa duduk di kursi taman rumah sakit sendirian memerhatikan seorang gadis kecil yg sangat menggemaskan,yg mungkin usianya sekitaran 16 tahun,tapi masih terlihat imut yg tengah duduk di kursi roda sambil berusaha disuapi oleh ibunya namun gadis kecil itu terus menolak tidak ingin memakannya si ibupun hanya bisa pasrah dan hanya bisa tersenyum sedih memandang anaknya ada rasa takut kehilangan disorot matanya yg sayu seperti sehabis menangis
"Hay manis,makanannya gak dimakan sih"sapa Najwa menghampiri gadis kecil dan ibunya itu
"eummm gak napsu makan kak,makanannya pahit"seru anak itu
"gak boleh gitu loh sayang, Allah udah kasih kita rezeki untuk itu kita harus bersyukur,diluar sana banyak loh yg gak bisa makan,jadi kita sebagai hamba yg baik harus menghargainya,adik mau kan disayang sama Allah terus bisa cepat sembuh dan main bareng sama teman-teman lain"sambung Najwa memujuk
"iya kak,tapi kata dokter Dila umurnya gak lama lagi,tinggal nunggu waktu aja Allah akan ambil Dila dan nanti Dila sendirian jauh dari ibu,ayah dan teman-teman, Allah jahat kak dia gak sayang Dila ,hiks"ucap anak itu sedih yg rupanya namnya Dila,begitu pilu di dengar,seorang anak yg masih sangat muda sudah mengalami sakit yg luar biasa menyiksa sampai Najwa sendiripun rasanya ingin menangis namun ia tahan untuk memberi kekuatan pada gadis kecil itu
"hey gak boleh ngomong gitu, Allah itu baik dan pasti Allah sayang banget sama Dila,karena Dila anak yg kuat makanya Allah buat Dila sakit,karena Allah tau Dila bisa lewatinnya,dan Dila harus bertahan untuk orang-orang yg sayang sama Dila,dan sekarang Dila harus makan yah biar cepat sembuh"seru Najwa masih membujuk dan memeluk Dila membuat gadis kecil itu tenang,dia saja yg sudah dewasa sangat kesakitan dengan penyakitnya apalagi anak sekecil Dila
"iya kak makasih yah,doain Dila,sekarang Dila mau makan tapi kakak suapin yah"ucap Dila sudah mulai sedikit tenang mendengar perkataan Najwa,diusianya yg mungkin baru masuk SMA Dila sungguh polos dan sangat imut dan cantik
"sini Bu biar saya saja yg suapin Dila"ujar Najwa pada ibu Dila dan mengambil alih makanan yg di tangan ibu itu
"makasih nak,sudah mau membujuk Dila"timpal si ibu merasa lega
"gapapa Bu sesama manusia emang harus saling peduli"
"aaaa makan yah cantik"suap Najwa seperti menyuapi anak kecil
"kakak sakit apa kok bisa ada disini terus bajunya sama kek Dila juga"tanya Dila yg pada Najwa karena memakai baju rumah sakit yg sama sepertinya
"cuma sakit biasa kok sayang,nanti sore juga Kk udah boleh pulang"jawab Najwa yg sebenarnya tidak yakin apakah dia sudah diperbolehkan pulang melihat kondisinya yg semakin parah
Najwa terus memandang Dila,seperti sedang berpikir keras,entahlah ia masih bisa berharap lebih tentang hidupnya dan mewujudkan harapannya, Najwa hanya terus berusaha dan berderap pada sang pencipta,karena semua sudah diatur oleh-Nya
****
Sudah 2 hari Najwa keluar dari rumah sakit dan sudah mulai bekerja kembali,padahal orang tuanya sudah melarang,namun Najwa sangat keras kepala,karena Najwa tau sekalipun ia dirumah atau bekerja semua nya akan tetap sama,hidupnya mungkin tidak akan lama lagi,ia hanya menyibukkan dirinya agar lupa dengan sakitnya yang mungkin sewaktu-waktu akan mengambil sisa hidupnya,ia hanya bersyukur atas apa yg Allah beri padanya dan menikmati sisa akhir hidupnya bersama orang-orang tersayang dan bekerja,untuk menghilangkan kesakitan dan kesedihannya
Dan ada yg berbeda dari Najwa,sekarang pakaiannya sudah lebih tertutup dan terlihat sangat anggun,hanya saja ia belum siap untuk memakai niqob,tapi setidaknya ia memang benar-benar ingin menjadi lebih baik,ia sadar hidup ini hanya sementara dan sewaktu-waktu ia bisa saja dipanggil sang pencipta,karena itu selagi masih ada waktu,ia mencoba menjadi wanita Sholehah yg Istiqomah dan mengejar cinta Allah terlebih dulu,karna semua sudah ia miliki dan itu patut ia syukuri,meski harapannya untuk mendapat jodoh dan menikah belum terwujud,tapi setidaknya cinta Allah lah yg paling utama dari segala cinta
***
pagi-pagi sekali Najwa hendak ke supermarket,ia berniat ingin memasak hari ini namun saat turun dari mobil dan ia seperti melihat seseorang yg ia kenali di seberang jalan sana baru keluar dari toko kue dan hendak menuju kearahnya,mungkin juga ia ingin kesupermarket
"Bukannya itu Reza,ngapain dia juga ada disini,padahal aq udah susah payah ngindarin dia,tapi selalu ada aja hal yg buat aq ngeliat dia" batin Najwa
dari arah berlawanan Reza melambaikan tangan dan memanggil nama Najwa,padahal Najwa sudah menyampingkan mukanya agar tidak dilihat oleh Reza,namun sepertinya sudah terlambat, Reza lebih dulu melihatnya,ia ingin menyembarang menghampiri Najwa,Namun dari kejauhan terlihat sebuah mobil yg melaju dengan kecepatan tinggi
"Re_re_reza awasssssssss"teriak Najwa terbata dan khawatir
Tampa pikir panjang Najwa justru berlari kearah Reza dan mendorong Reza hingga terjatuh ke trotoar
brakkkkk,prankkk,zkyittttt
"Najwaaaaaaaaaaaaaaaa"Teriak Reza yg melihat Najwa terpental hebat dan darahnya bersimbah di jalan sekitaran tubuh Najwa yg tergeletak lemah
Reza berlari menghampiri Najwa,memeluknya erat dan menangis lemah disampingnya,ia benar-benar gak percaya dengan apa yg terjadi,orang yg sangat ia sayangi terluka parah tepat didepan matanya,dan itu karena dirinya
"hikkkkks hikkkks Najwa, Najwa bertahan,aq mohon bertahanlah"tanggis Reza begitu pilu
orang-orang berkumpul mengelilingi mereka dan sekitar kejadian,mereka pun sangat terkejut dengan kejadian yg baru saja menimpa Najwa,rasanya semua seperti mimpi
"Najwa bertahanlah,kamu yg kuat"mohon Reza terus menggenggam erat tangan Najwa dan menggendong Najwa dibantu oleh orang di sekitar kejadian ke dalam mobil Reza
di mobil Reza tidak berhenti berdoa pada Allah untuk Najwa dalam hati,tanpa melepas ngenggamannya pada Najwa,ia benar-benar rapuh, bertahun-tahun lamanya menunggu Najwa yg tiba-tiba menghilang,dan saat ia kembali Najwa menghindarinya dan sekarang apa ia harus kehilangan Najwa lagi bahkan bukan untuk sesaat tapi selamanya
"Reza aq sudah tidak kuat lagi,aq minta maaf karena udah menghidarimu,kamu berhak bahagia dan mungkin bukan dengan ku,tapi percayalah aq menyayangimu,dari dulu,saat ini dan selamanya aq benar-benar menyayangimu,namun aq tidak bisa akan terus menemanimu dan ku harap akan hadir seseorang yg menyayangimu dan bisa menjagamu tulus melebihi aq"ucap Najwa lirih dan terbata sambil terus tersenyum pada Reza,ia merasa tenang bisa melihat Reza untuk trakhir kalinya
Dirumah sakit Najwa langsung ditangani oleh dokter terbaik di RS itu,Najwa kritis karena kehilangan banyak darah dan ditambah lagi penyakitnya yg memang sudah stadium akhir,sepertinya Allah punya rencana lain untuknya
"Bagaimana dokter"
"Najwa gimana dok"
"Najwa selamat kan dok"
dokter bingung menjawab pertanyaan keluarga Najwa dan Reza yg sudah berkumpul dan menodongnya banyak pertanyaan saat keluar dari ruang Najwa
"maaf,pasien tidak dapat kami selamatkan,kondisinya sangat lemah dan tidak mampu lagi bertahan,ia kehabisan banyak darah dan ditambah lagi dorongan penyakitnya yg sudah sangat parah,membuatnya tidak mampu lagi untuk bertahan,kami sudah berusaha semampu kami,namun tubuh pasien sudah tidak mampu lagi,namun tadi sebelum pasien menghembuskan nafas terakhirnya,pasien menitipkan surat ini pada saya untuk diberikan pada keluarganya,dan disitu tertulis surat untuk siapa"ucap dokter itu menjelaskan kemudian berlalu
Orang-orang didepan ruangan itu masih tidak percaya dan tidak menyangka dengan apa yg baru mereka dengar,dan seketika mereka menghambur berlari ke tempat Najwa terbaring pucat dan membisu,semuanya menangis pilu dan histeris,apalagi ibu Najwa yg benar-benar gak kuat dan beberapa kali jatuh pingsan melihat anaknya yg terbujur kaku
Reza hanya bisa menagis dalam diam,airmatanya terus mengalir,hatinya seketika beku sesak dan sangat rapih,untuk pertama kalinya ia merasakan sakit yg teramat,ia pandangi surat yg tadi diberikan dokter dan ia seperti ditimpa oleh batu besar
**Tuhan selalu punya rencana dan kejutan yg terkadang serba tiba-tiba,begitu juga dengan jodoh,entah jodoh untuk membawa kepelamin terlebih dulu atau dijemput jodoh kembali ke pangkuan_Nya sang pencipta dan untuk keduanya kita butuh persiapan yg matang,maka jika persiapan itu sudah baik saat semuanya sampai kita sudah benar-benar siap**
~TAMAT~