Dia datang, lalu pergi, datang lagi, pergi lagi, hingga pada titik terakhir ia datang dan pergi tanpa kembali lagi.
Beberapa tahun yang lalu, Kami berkenalan melalui media sosial, hampir setiap hari, setiap menit, kami selalu saling mengabari. Saat itu aku masih duduk di bangku SMA kelas 1, sedangkan dia sudah kuliah semester 3. Saat itu kami memang belum pernah bertemu, tetapi setiap hari kami selalu merasakan getaran cinta yang sama, ntah bagaimana awalnya aku tak mengerti, dia datang memberiku cinta yang bahkan belum pernah sekalipun aku merasakannya.
Rasanya… Cinta itu seperti nyata adanya.Ia memberi perhatian, pengertian, cinta yang sangat tulus. Sayangnya, waktu itu karena kami belum pernah berjumpa aku sempat takut, ya sama-sama kita ketahui banyaknya penipuan yang sering terjadi di media sosial.
Aku sempat memblokirnya karena aku mengikuti saran temanku saat itu. Minggu pertama. semuanya berjalan dengan lancar, tapi setelah minggu kedua, ntah kenapa aku merindukan gangguannya yang selalu menghubungiku.
Akhirnya aku mencoba untuk membuka blokiran dengan harapan supaya dia menghubungi ku lagi. Dan ternyata harapan itu nyata adanya. Dia menghubungi ku dan dia sempat berkata "Apa kau takut padaku?" Ntah kenapa setelah membaca pesannya hatiku begitu senang.
Lalu aku bilang " Ada dimana aku harus berfikir lebih dalam dulu. "
Dia mengatakan "Ooh… Yaa aku paham, tapi percayalah aku bukan orang jahat-jahat. Aku hanya ingin mengenalmu tanpa ada maksud apa-apa. "
"Maaf jika membuat mu tersinggung. " Aku mencoba untuk mengakui kesalahanku karena sudah berfikiran yang nggak-nggak tentangnya.
"Tidak apa-apa. Mari kita buka lembaran baru lagi. Apa kau mau?" Pintanya yang membuatku tak bisa menjawab tidak. Sejujurnya itulah yang aku inginkan. Benar… Kami baru berkenalan 2 minggu sebelumnya, tetapi rasa ini emang benar-benar berbeda dengan rasa yang sebelum-belumnya.
Hampir tiap saat kami saling berkirim pesan, saling melempar gurauan yang meskipun saat itu hanya bisa dilakukan dengan cara mengetik. Saling menyukai tapi kami saat itu tidak ada hubungan apa-apa selain berteman.
Dia selalu mengungkapkan perasaannya padaku, tapi berkali-kali juga aku menolaknya.
"Do you want to be my girlfrend?"
"Sorry I won't… Aku tak ingin berpacaran, jika kau benar-benar serius denganku, datanglah kerumah dan jumpai orang tua ku. "
"Baik. Bersabarlah… Setelah aku selesaikan kuliah ku dan mendapatkan pekerjaan, aku akan datang membawa kedua orang tua ku untuk melamarmu. tunggu lah. "
"Alahhh bohong aja hahaha… Yang ada malah sebulan kemudian udah dapat pasangan. " Jawabku karena tidak yakin dengan perkataanya.
" Aku bukan tipe orang yang gampang jatuh cinta. Jika tidak percaya, kita buktikan saja. " Jawabnya meyakinkanku.
Ia ibaratkan seperti senja bagiku, meskipun senja datang tanpa diinginkan, tetapi ia selalu menjanjikan keindahan.
Setelah tiga bulan lamanya kami saling bertukar pesan, tiba-tiba kami lost kontak. Dan disaat itu aku tidak tau kenapa dia tiba-tiba pergi tanpa memberiku alasan yang pasti. Dan aku mencoba untuk membiasakan diri kembali untuk tidak selalu berharap ia menghubungiku, fokus dengan sekolah meskipun sebenarnya aku menginginkan dia kembali.
Setahun kemudian, Tiba-tiba dia datang lagi dan menghubungiku.
Dia mengatakan "Aku tau jika aku katakan pacaran, kau bakalan menolaknya. Will you marry me?"
Wanita mana yang tidak kaget, setelah setahun lamanya ia pergi, lalu ia kembali dan mengatakan pernikahan? Aku benar-benar tak tau harus jawab apa saat itu, tetapi aku hanya mengatakan.
"Kau harus sukses terlebih dahulu, Kau harus bisa selesain S1 mu dan mendapatkan kerja yang bagus lalu kau harus membahagiakan kedua orang tuamu, karena aku tidak mau kau membagi kasih sayangmu kepada orang tuamu hanya karena aku yang menjumpai mu ketika kau sudah dewasa seperti ini. Jika kau sudah memberikan kebahagiaan dengan mereka, barulah datang dan ayo kita menikah. "
"Jika itu mau mu… Baiklah, setelah lulus s1 aku akan melanjutkan s2 terlebih dahulu dan setelah itu aku akan bekerja keras untuk membahagiakan orang tua ku lalu aku akan mendatangimu dan mari kita menikah. "
Rasanya begitu bercampur aduk, antara senang, sedih, bingung, bahagia. Lelaki yang belum pernah sekalipun ku jumpai itu sudah berani membawaku kejenjang yang lebih serius. Setelah hari itu, hubungan kami baik kembali, Karena kami tidak bisa berjumpa karena jarak, akhirnya kami memutuskan untuk melakukan video call dan saat itu jugalah pertama kali bagi ku untuk melihatnya.
Ia begitu tampan, putih, tinggi serta ramah. Wanita mana yang tidak akan tertarik dengan lelaki yang seperti itu. Setiap hari dia akan selalu bertanya bagaimana hariku?
"Apa cerita hari ini?" Ia selalu bertanya seperti itu, dan aku akan selalu bercerita panjang lebar dengannya. Setelah aku selesai bercerita dia akan selalu memberitahuku apa yang dia lakukan hari itu tanpa harus aku bertanya terlebih dahulu.
Aku juga pernah bilang "Aku ingin punya baju couple. " Trus dia jawab gini " Iya… Sabar yaa, untuk sekarang aku bukan tidak bisa membelikannya, tapi aku tau kau tidak akan suka jika aku membelikanmu dengan duit orang tua ku. Jadi, sabar ya… Setelah aku bekerja nanti, jangankan baju, apapun yang kau mau akan ku belikan. " Responnya yang membuatku hampir melayang-layang hahaha.
Sayangnya, itu hanya bertahan beberapa bulan saja. Kali ini akulah yang pergi darinya, karena saa itu orang tua ku sudah merencanakan perjodohan dengan salah satu tetangga ku. Alasanku meninggalkannya karena aku tidak ingin membuatnya terluka.
"Kenapa kau menjauh dariku? apa salahku? " Tanyanya sedih.
"Kau tidak salah apa-apa. Jika perasaan mu terhadapku belum terlalu dalam, bisakah kau melepaskanku?"
"Kenapa kau mengatakan begitu? Aku tidak akan melepaskanmu, aku disini sedang berjuang untuk mewujudkan semuanya, jadi tolong… Jangan pernah mengatakan itu lagi. " Responnya yang membuatku rasanya tak ingin lebih lanjut lagi mengatakan yang sebenarnya, tapi jika aku tidak mengatakannya, bukan hanya dia yang akan kecewa, tetapi aku juga akan merasakan sangat terpukul.
"Aku akan di jodohkan… Jadi, jangan terlalu berharap lebih dariku. "
"Aku akan berjuang… Apa kau tau cinta yang sebenarnya itu seperti apa? Cinta yang sesungguhnya itu adalah cinta yang benar-benar ingin berjuang untuk mendapatkan yang ia cintai."
"Aku mohonnn… Pergilahhh. " Pinta ku padanya agar dia takkan terluka.
"Baik….Untuk saat ini aku akan pergi, tapi disaat waktu yang pas aku akan kembali lagi. "
Semenjak hari itu, kami benar-benar lost kontak. Aku mencoba untuk tidak mengharapkan dia kembali. Hingga pada tahun berikutnya, saat kelulusan sekolah tiba. Ternyata selama setahun juga ia selalu memantau ku. Setelah resmi benar-benar dinyatakan lulus. Dia menghubungiku.
Lucunya dia menghubungiku hanya dengan mengirimkan tanda titik doang, membuatku keheranan.
"??"
"Apa ini dengan orang yang sama?" Jawabnya
"Tentu saja… Sampai kapanpun aku tidak akan berubah. "
"Selamat ya atas kelulusannya."
"Iya terimakasih… "
"Kau terlihat begitu cantik di foto ini." Katanya sambil mengirimkan foto wisuda sekolah ku.
"Apa kau menghubungiku ini sengaja? "
"Tentu saja.… Aku sekarang sudah memiliki pekerjaan. "
"Wahhh… Apa kau sudah banyak duit? bisalah aku porotin hhahaha. "Canda ku padanya.
"Bisa di aturrrr… " Jawabnya.
"Dimana kau bekerja?"
"Aku sekarang berada di kota xxx… Dan sekarang aku akan kembali. "
"Jangan bilang kau menghubungiku karena kau akan balik?"
"Hahaha… Tentu saja."
Aku benar-benar tidak pernah menyangka bahwa ia akan seserius itu dengan ku. Semanjak saat itu kami berhubungan lagi, bahkan kali ini lebih serius dari yang sebelumnya. Menelvon suka lupa waktu, bahkan betah banget gitu nelvonnya.
Semenjak tamat sekolah, aku sering sakit-sakitan, dan dia selalu bilang padaku "Ayo semangat… Jangan lupa makan obatnya… " Dia adalah orang yang paling panikan kalau aku sudah mengatakan "Aku sakit. "
Perilakunya tetap sama seperti dulu, dia akan selalu bertanya bagaimana dengan hari ku, setelah itu dia akan menceritakan hari-harinya tanpa aku bertanya. Sangkin seriusnya ia dengan ku, dia bilang setelah dia balik dia akan kerumah berjumpa dengan orang tua ku, setelah itu dia akan membawaku berjumpa dengan orang tuanya.
Dia juga pernah bilang dia akan pindah mencari pekerjaan yang dekat-dekat saja. Lalu aku terus mencoba menahannya agar tetap betah kerja disana,lalu dia bilang " Jika aku bertahan disini, beberapa bulan lagi aku akan di pindahkan kekota yang lebih jauh… Aku nggak mau kita jauh-jauh lagi."
Tak lama setelah itu, akupun memutuskan untuk kuliah, dan dia yang disana berusaha keras untuk bisa kembali kesini lagi.
Hingga suatu saat. Seminggu lamanya ia tak ada menghubungiku.
"Apa sudah ada wanita yang baru disana?" Protes ku karena ia tak pernah menghubungiku.
"Maaf aku lagi sibuk… "
"Sesibuk itukah sampai lupa denganku"
"Inikan juga demi masa depan kita sayang… Jangan pernah bilang seperti itu lagi ya… Karena di hidupku hanya ada dua wanita saja. yang pertama ibuku, dan yang ke dua adalah kau. " Jawabnya membuatku tersentuh.
"Please dont leave me more babe.… Whithout you i am feel empty . " Katanya yang membuat ku benar-benar mellow banget, sumpah demi apa aku nangis sambil bilang " Yeahh… I will never to leave you… Because i love you. Everything, every night, i am missing you."
"Will you marry me? Aku Tak ingin kau jauh lagi dan aku ingin memiliki mu seutuhnya. "
"Yeahhh… but, two years more. "
"l will waiting. "
Semenjak saat itu, aku menutup hati buat siapapun lagi karena dia.
Tetapi… Untuk terakhir kalinya dan akan selamanya ia pergi. Saat itu kita bertengkar hebat, sehingga membuatnya sirna begitu saja. Karena aku yang terlalu egois yang menyuruhnya pergi dari kehidupanku dan dengan sabarnya ia mengatakan
"Jika itu yang membuat mu bahagia, baiklah aku akan pergi… Semoga kau bahagia dengan orang yang bisa membuat mu bahagia."
Aku merasa bersalah dan mencoba untuk menghubunginya lagi, tapi kali ini ia merespon yang sangat berbeda sehingga membuat ku akhirnya benar-benar menjauh darinya. Tapi,setelah itu dia yang sering menghubungi ku lagi dan tak pernah ku hiraukan hingga akhirnya dia pun benar-benar pergi dan takkan pernah kembali.
Sakit, kecewa, rindu. Semua rasa menjadi satu. Hampir setiap malam aku memimpikan tentangnya, bahkan hingga saat ini aku masih menutup hati untuk siapapun. Karena ketika aku mencoba untuk membuka hati, ntah kenapa aku tiba-tiba teringat kata-katanya yang mengatakan " without me he feel empty" sehingga membuatku untuk tetap menunggunya hingga hari ini meskipun tak ada kabar apapun darinya. Bahkan hingga hari ini aku masih sering memimpikan tentangnya.
"Aku selalu menunggunya, disaat aku lelah menunggunya, aku akan selalu mengingat kata-kata tulusnya, ntah kenapa seketika lelah ku menunggu sirna begitu saja."
Hingga saat ini, ntah kenapa aku masih sangat yakin bahwa dia akan kembali. Jika dia kembali aku akan mengatakan.
"Please… i am so sorry. Dont go more and dont leave me more. I miss you so much." Andd "Aku sakit. Saat ini aku telah tervonis kanker… Bisa kah kau memberikan perhatianmu yang dulu lagi? Aku benar-benar sangat merindukannya. "
Dan saat ini, aku seakan-akan pasrah menerima perjodohan yang pernah dibicarakan oleh orang tua ku. Aku hanya berharap dia datang tepat sebelum perjodohan itu nyata adanya.
Selain pasrah dengan perjodohan, aku juga pasrah dengan sakit yang saat ini aku derita.
TAMAT.
*Terimakasih sudah mau membaca ceritaku. Apa kalian juga memiliki kisah yang sama seperti ku?* Semoga kita semua diberikan jodoh yang benar-benar baik (baik dimata manusia ataupun dimata tuhan), seseorang yang bisa menerima segala kekurangan kita, seseorang yang bisa memberikan sebuah kebahagiaan sehingga kita lupa dengan adanya orang lain.
"Takdir jodoh hanya tuhan yang tahu. Sebaik-baiknya rencana yang kita buat, rencana tuhan adalah yang paling terbaik. Kita harus menerima takdir yang tuhan berikan. "