Kelin siswi SMP yang berpenampilan biasa saja, cukup perhatian, pemalu dan tidak banyak bicara kecuali dengan teman teman terdekatnya.
Di pagi hari masih terlihat gelap ibu Kelin sudah memasak untuk bekal kerja, sementara Kelin baru bangun tidur untuk bergegas mandi, setelah mandi ia membangunkan adiknya untuk mandi serta bersiap siap pergi sekolah. ayah Kelin yang sudah bangun terlihat sedang menikmati kopi buatan istrinya.
"Kelin ini hari pertama kamu masuk sekolah kan?" ucap ayah
"Iya yah" sahut Kelin " Aa sudah tidak sabar mau ke sekolah" ujar Kelin sambil tersenyum
"Ya sudah jangan lupa sarapan dulu biar nanti sampai di sekolah semangat, Yean juga cepat mandinya setelah itu sarapan" ucap ibu
Setelah selesai sarapan Kelin dan Yean adik nya bersiap siap untuk berangkat sekolah, Mereka berjalan kaki bersama teman sebayanya setelah sampai di perumahan tempat pemberhentian bus Kelin, Yean dan teman temannya naik untuk mencari tempat duduk di dalam bus, setelah setengah jam perjalanan sampailah di sekolah SD tempat Yean bersekolah. Yean turun di ikutan beberapa temannya. Bus kembali jalan tak berapa lama sampai lah di SMP tempat Kelin sekolah, Semua penumpang turun bergegas menuju kelas masing masing. Kelin menoleh kanan kiri terlihat mencari seseorang tak lama nampak sebuah bus berhenti dan munculah Tian, Elin dan Win teman dekat Kelin
"Hy. Hy ada apa nona? apakah kamu mencari pangeran kodok mu? canda Tian
"Ih kamu ni apaan si malu di liatin orang tau" gerutu Kelin
"Haha, sudah sudah ayo ke kelas" ucap Win dan Elin serentak
Mereka menuju kelas yang sudah di tentukan Kelin, Elin dan Tian mendapati kelas 7A sementara Win 7B sendiri tanpa teman temanya. Bel berbunyi pertanda kelas akan di mulai karna ini awal pertemuan jadi hanya perkenalan sampai jam pulang. Mereka kembali bertemu di gerbang sekolah. Tian, Win dan Elin memutuskan naik mobil yang sama dengan Kelin agar bisa bergosip.
"Ha! jadi kamu gak tau cowok SMA yang ganteng itu? tanya Tian
" Gak tu, emang penting ya? ucap Kelin
"Ya ampun Kelin, dia sering satu bus lo sama kamu, masa gak tau" ucap Elin
"Iyaa, padahal banyak bicarakan itu cowok" sahut Win pula.
"Eh gak taulah, sudahlah nanti ada yang dengar" ucap Kelin sedikit kesal
Bus melaju menuju sekolah SMA setelah sampai bus berhenti menunggu murid - murid SMA pulang, tak berapa lama bel berbunyi pertanda sekolah berakhir murid - murid terlihat berhamburan keluar gerbang menuju rumah masing masing, ada yang memakai sepeda, jalan kaki serta kendaraan umum. Kelin merasa kesal karena bus tak berjalan padahal ia yakin tak ada murid yang di tunggu lagi.
"Huh lama banget si, mana lapar lagi" ucap Kelin pelan
"Udah kan? tanya sopir bus, "Belum pak Lee masih di dalam kelas. " Ah Lee ini masih saja terlambat" ucap sopir sambil duduk. Tak lama muncul Lee cowok populer di kalangan pelajar SMP dan SMA "Hehe maaf pak lama" ucap Lee sambil senyum. Lee cowok populer yang bertubuh tegap, tinggi, putih, ramah, perhatian seorang pemain bola voli banyak ciwi ciwi yang mengangumi nya. "Iyaa ni Lee lama banget, biasa banyak fansnya. Dapat kalo lagi dia tu" ucap Iki teman dekat Lee.
"Kelin itu tu cowok yang aku bilang" ucap Tian terlihat senyum - senyum menoleh ke arah Lee. " Ah sudahlah, bikin kesal aja".."Eh kok gitu Lin? tanya Tian sedikit penasaran " Lama banget nunggu doang, aku tu lapar tau" ucap Kelin memasang muka marah. Lee berjalan masuk bus mencari kursi kosong. " Ah akhirnya pulang juga " ucap Lee senyum. " Iyaa ya tadi capek banget hari ini" sahut Iki duduk di sebelah Lee.
Hari berikutnya tiba, Lee dan Kelin sering satu bus berangkat sekolah atau pun pulang sekolah. Seperti biasa bus menunggu sedikit lebih lama di karenkan Lee belum juga naik bus. " Ah sial..! ucap Kelin terlihat marah. " Kenapa Lin? tanya Win dan Elin. " Tu si tuan muda lama banget" ucap Kelin sembari mengikat tali sepatunya. Tuan muda julukan yang di berikan pada Kelin untuk Lee di karena Lee yang suka lama naik bus. " Berasa nunggu apa gitu ya!" terlihat Kelin beberapa kali menoleh ke depan. Tak lama Lee datang dengan Iki yang terlihat ngos - ngosan karena berlari. Lee naik bus di susul Iki.
" Enak ya tuan muda di tungguin terus" ucap Kelin sambil memainkan handphone nya. " Maaf dik tadi ada latihan voli buat turnamen" ucap Lee sembari duduk " Iyaa gak ngerti banget si" sahut Weli cewek SMA yang suka Lee. " Kelin menoleh menatap Lee dengan dingin. Semua dalam bus menganggung seolah meniyakan perkataan Kelin. Setelah kejadian itu Kelin terlihat engen untuk datang melihat turnamen antar SMA yang di adakan di sekolah Lee. karena ajakan Tian, Win dan Elin lah Kelin berangkat menuju turnamen.
" Dimana? tanya Kelin menelfon Tian. " Di dalam barisan kedua, " ucap Tian menjawab telfon. " Hm udah sampai aja?" ucap Kelin terlihat cemberut. "Hehe maaf tadi kami berangkat duluan " ucap Win " Iyaa " sahut Elin dan Tian.
Selama acara berlangsung terdengar sorak sorakan orang - orang memberi semangat pada tim jagoan masing - masing. Kelin melihat ke arah lapangan dengan serius menatap salah satu pemain dengan cemas. " Em semoga kamu menang " batin Kelin. " Kenapa Lin? kok cemas gitu si? ucap Elin di iyakan Tian dan Win. " Ah gak papa " sahut Kelin gugup.
" Ayo semangat Lee" teriak Win bersemangat. " Yo yo ayo Lee semangat" sahut Tian. " Udah diam berisik" ucap Elin terlihat santai.
Pertandingan berakhir dengan skor 6-9 di menangkan sekolah Lee. " Nah pasti kamu haus " ucap Weli sembari memberikan botol minum dan handuk kecil. " Terima kasih " ucap Lee sambil mengelap keringat yang bercucuran. " Aku mana? " tanya Iki dengan tatapan penuh harap " Ambil aja sendiri " ucap Weli ketus. " Aa selalu aja gitu Weli ni" sahut Iki berjalan mengambil botol minum. " Hy kak Lee, selamat ya atas kemenangan nya" ucap Win sembari menjabat tangan Lee " Eh iya, terima kasih dik" sahut Lee senyum di ikuti Tian dan Elin menjabat tangan Lee kemudian Iki.
" Ngapain kamu di sini" ucap Weli ketus dan terlihat sinis " Ha aku? tanya Kelin dengan gugup " Ya iyalah siapa lagi " sahut Weli.
Lee berjalan menghampiri Kelin dan tersenyum. " Eh datang juga akhirnya" ucap Lee senang " Em iyaa" sahut Kelin pelan. " Sini ucap Lee sembari meraih tangan Kelin. " Eh " ucap Kelin " Buat aku kan? " tanya Lee " Gak kok" sahut Kelin pelan melihat Lee. "Eh kok? ".. " udah aku minum jadi buat aku" terlihat Lee berbisik di telinga Kelin.
" Apa - apaan sih kamu" ucap Weli sembari mendorong Kelin. Ah. " Kamu kenapa si? " ucap Tian marah " Ajarin tu teman kamu" sahut Weli. Terlihat Lee menahan tubuh Kelin agar tidak jatuh.
" Kamu gak papa" ucap Lee " Iyaa gak papa kok" sahut Kelin, karena kesal melihat Lee perhatian pada Kelin Weli pun pergi dengan muka marah dan tatapan sinisnya.
"Kamu gak papa Lin? tanya Elin dan Win terlihat cemas " Gak papa kok santai aja" sahut Kelin senyum. " Iyaa gak papa kan ada aku" sahut Lee tertawa. " Eh bukanya kamu gak suka ya sama Lee " tanya Tian. " Eh aku bukan gitu" sahut Kelin gugup
Iki berjalan menghampiri Lee. " Iyaa bukanya dia paling gak suka sama kamu" ucap Iki yakin. Lee hanya terlihat tersenyum menoleh ke arah Kelin dengan pandangan tanya.
"Em itu, bukan gitu" ucap Kelin " Sebenarnya aku.. "Dia pacar aku" ucap Lee sembari memeluk Kelin. Semua pandangan tertuju pada Kelin dan Lee yang terlihat jelas. " Eh apa - apaan ini?" Tanya Win dengan penasaran " Iya kok gak pernah bilang " sahut Tian " Iyaa ya gak pernah cerita" sahut Elin
" Sebenarnya udah satu Minggu yang lalu kami jadian" ucap Lee senyum. ".. "Hm iya maaf yaa aku gak cerita ke kalian" ucap Kelin.
" Haa! teriak Win kurang percaya. "Hus diam berisik tau" ucap Iki sembari memberi isyarat untuk diam.
"Jadi kalian teman masa kecil gitu?" tanya Elin. " Iyaa" jawab Kelin. " Ah sebenarnya udah pernah cerita sih kamu, tapi gak nyangka aja gitu kalau itu Lee " ucap Tian
" Jadi teman masa kecil berubah jadi cinta gitu ya" ucap Win menggoda Kelin. mendengar itu Lee hanya tertawa kecil sambil mengelus rambut Kelin.
" Jadi kamu gak cerita" tanya Lee lembut. Kelin diam sambil menatap Lee dengan rasa bersalah. " Udah gak papa" ucap Lee pelan. " Makasih udah datang, kamu cantik " ucap Lee berbisik mendengar itu Kelin menutup muka karena tersipu malu.
Lee sebenarnya teman masa kecil Kelin di desa, karena Ayah Lee di pindahkan ke kota. Lee dan Kelin sering bermain bersama dan kedua orang tua mereka sangat dekat. Karena itu Kelin merasa kelilangan harus berpisah dengan Lee. Sebelum mereka berpisah mereka telah membuat janji untuk saling menunggu satu sama lain agar kelak di kemudian hari mereka menikah seperti kedua orang tua mereka masing masing.
"Kamu masih cantik, sama seperti dulu" ucap Lee lembut dan terlihat tersenyum. " Aku senang kita bersama lagi" ucap Kelin pelan "Aku sempat takut kita gak bakal ketemu lagi" ucap Kelin menunduk.
"Jangan sedih, sekarang aku disini, di samping kamu" ucap Lee sembari memeluk Kelin dengan lembut.
Mereka berjalan menuju bus untuk pulang dan mendengar cerita - cerita masa kecil mereka kembali