Pagi itu Oca bangun seperti biasa, membuka mata,, menarik nafas panjang,, menghembuskan nya dan kembali menutup mata.
Setiap pagi bahkan harinya selalu sama.
Tidak ada yang istimewa di dalam fikirannya.
Dia pun berjalan ke arah kamar mandi dengan langkah seperti orang yang punya banyak sekali cobaan hidup.setelah itu dia ke dapur. memasak telur ceplok dan mengambil nasi sisa kemaren lalu memakannya.
Tidak ada siapa-siapa di kosnya
Selalu sepi dan tenang.
Tapi dia suka itu
Memang itu yang di inginkan..mungkin..
Dia tidak pernah tau pasti apa yang sebenarnya dia inginkan.yang dia tau hanyalah,, sendiri itu tenang.
Sampai ibu nya menelfon dan mengabarkan kalau dia harus kembali
Kembali ke rumah yang begitu berisik dan gaduh menurut nya
Tapi dia tidak pernah melawan ibunya
Dan yeahh akhirnya dia pulang...
Itu tidak begitu sulit bagi nya karna banyak hal di rumah yang bisa membuatnya ketawa ,,atau setidaknya tersenyum kembali.
Ada begitu banyak hal yang jujur sangat di rindukan nya .mulai dari aroma masakan ibu nya di pagi hari ,,suara teriakan dari adiknya yang selalu membangunkannya ..dan ocehan garing ayah nya yang selalu membuat orang rumah bahagia.
tapi dia harus meninggalkan itu semua dan pergi jauh dari mereka untuk membuktikan kalau perempuan itu bisa mandiri.
meskipun di dalam hatinya itu sangat berat tapi dia yakin kalau dia bisa.
selama memutuskan untuk merantau dia slalu berbohong pada keluarganya bahkan pada dirinya sendiri,,dia slalu meyakinkan keluarganya kalau dia sangat senang disini,, meskipun sebenarnya ini semua sangat berat.tapi dia tetap tegar karna dia sangat menyukai rasa senang yang muncul saat mengirim kan uang hasil jerih payahnya pada keluarganya..hal itu lah yang slalu membuatnya bertahan hidup sendiri.
Dan inilah "Oca", seorang gadis yang slalu tidak bisa jujur dengan dirinya sendiri, dan slalu berfikir kalau kebahagiaan orang lain dan keluarganya itu sangat penting..akankah dia bahagia dengan begini?
Kisah pun dimulai...
Bersambung