"Kringggg"bel sekolah berbunyi
Terlihat seorang siswa bernama Takashi Sedang melamun dan bingung seolah-olah sedang memikirkan sesuatu
"Maaf membuat mu menunggu"ucap teman karib Takashi
Tapi Takashi tetap diam
Kanae teman perempuan Takashi kesal lalu merangkul nya kuat-kuat lalu berkata"ayo kita ke karaoke"
Karena merasa sakit membuat lamunan nya buyar dan berkata"sakit kanae,sakit"
Lalu teman-teman lainya bertanya"mengapa kau cemberut seperti itu?"
"Diam kau"jawab Takashi
Dan berkata lagi"Ayo pergi"
Dalam perjalanan mereka membicarakan masalah mengenai formulir bimbingan belajar musim panas yang harus mereka ikuti sebelum masuk perguruan tinggi
Lalu mereka berhenti sebentar untuk melihat latihan bisbol tim sekolah mereka
Kembali Takashi melamun dan bingung
Ketika melihat latihan bisbol tersebut
Takashi merasa ada sesuatu yang mengingatkannya
Setelah selesai ke karaoke
Mereka pun pulang
Di rumah Takashi sedang mengisi formulir nya dia merasa kebingungan lalu memutuskan untuk tidur saja.
Saat melihat DVD sewaannya dia tak jadi tidur lalu bergegas menggunakan sepeda
Saat jalan menanjak dan belokan tajam tak sengaja Takashi menyerempet seseorang akibat terlalu cepat mengendarai sepeda nya.lalu jatuh.
"Maaf telah menabrakmu,apa kamu tidak apa-apa?"sambil bangun dari sepedanya
Wanita itu lalu berbalik lalu terdiam melihat Takashi matanya berkaca-kaca seakan ingin menangis.
Takashi yang sedari tadi melihat kalung wanita itu terjatuh lalu mengambilnya dan wanita itu langsung dengan cepat merampas kalung nya dan langsung lari meninggalkan Takashi.
Tingkah wanita itu membuat Takashi penasaran.
Keesokan harinya semua murid telah dikelas
"Besok liburan musim panas terakhir kalian akan segera dimulai, berjuang lah terus sampai akhir"
"Baik pak"jawab semua murid
"Kringgggggg"Bel pulang sekolah pun berdering
Takashi yang keluar dari kelas pun tak sengaja melihat wanita yang ia tabrak semalam
"Hei"ucap Takashi sambil berlari menghampiri wanita tersebut
Sesampainya Takashi berkata"ternyata kamu sekolah disini juga,aku tidak menyadari nya" sambil tersenyum
Wanita itu hanya terdiam dan kaget
Dia merasa tak percaya bahwa Takashi masih mengenalinya.
"Nama mu siapa?"tanya Takashi
Tiba-tiba wanita itu menarik Takashi kesebuah tempat latihan bisbol
Takashi hanya heran dengan tingkah laku wanita itu lalu kembali bertanya"nama kamu siapa?"sambil mengerutkan alisnya
Wanita itu lalu melemparkannya tongkat bisbol nya karena kesal dengan pertanyaan Takashi
Lalu berkata"aku haus aku mau membeli jus dulu"lalu pergi meninggalkan Takashi
Takashi merasa kebingungan dia merasa bahwa wanita itu tak familiar baginya
Liburan musim panas pun dimulai
Walau begitu sebagai siswa kelas 3 SMA beberapa siswa mengisi liburan nya dengan mengikuti bimbingan belajar sesuai dengan jurusan yang mereka pilih di perkuliahan.
Kelas bimble di mulai,Takashi dan temannya merasa sedikit gugup untuk mengikuti ujian tri out
Sepulang bimble teman Takashi pulang duluan
Saat Takashi berbalik dia tak percaya wanita itu datang menemuinya
"Kau wanita yang kemarin kan"ucap Takashi
Wanita itu hanya tersenyum dia bahagia karena Takashi masih mengingat nya.
"Ayo kita pergi ke sebuah tempat"ucap wanita tersebut.
Takashi hanya diam dan mengikuti nya
Melihat tempat tersebut dia pun berkata"tempat ini sangat indah"sambil melihat-lihat tempat tersebut.
wanita itu bertanya"apakah kau masih mengingat tempat ini?"
"Aku tidak tahu tempat ini"jawab Takashi
"Hei,namamu siapa?"jawab takashi
Sambil bernada memohon wanita itu pun berkata"kamu tidak akan melupakan namaku kan?,janji"
"Ya tentu saja"jawab Takashi
"Oribe azusa"jawab wanita itu sambil tersenyum
"Oribe azusa?azusa nama yang bagus"ucapnya
Azusa yang mendengar nya pun tersenyum lalu tertawa
Dimalam harinya Takashi mengajak azusa makan di restoran okonomiyakitanamia
"Tunggu disini"ucap Takashi
Azusa hanya mengangguk sambil tersenyum ia memperhatikan Takashi yang masuk ke restoran tersebut
Saat keluar Takashi tak melihat azusa lagi,azusa pulang tanpa berpamitan
"Ada apa dengan mu azusa"bisik Takashi
Keesokan harinya saat Takashi pulang dari bimblenya
Dia melihat kanae sedang menunggu nya di parkiran sepeda
"Kanae,ada apa?"tanya Takashi sambil berjalan menuju kanae
"Ayo pergi ke kafe"jawab kanae sambil gugup
"Baiklah"ucap Takashi
Sesampainya di sana mereka pun memesan minuman
Kanae pun makin merasa gugup
Dia ingin mengungkapkan perasaan nya kepada Takashi
Untuk mengurangi rasa gugupnya kanae pergi ke kamar mandi sebentar
Tiba-tiba saja azusa datang lalu duduk di hadapan Takashi
"Apakah kau masih mengingatku"tanya azusa ragu
"Oribe azusa"
Azusa pun tersenyum karena Takashi masih mengingat nya
"Maaf soal kemarin,karena pergi tanpa pamit"ucap azusa
Apa kita...masih bisa berteman?tanya auza
"Tidak"ucap Takashi
Hal itu Takashi katakan karena dia tak mengingat azusa,dia hanya mengingat nama "azusa"
Mendengar hal tersebut azusa pun sedih
Saat ia melihat kanae sudah keluar dari kamar mandi dia pun pergi meninggalkan Takashi
Saat kanae sudah siap mengungkapkan perasaannya
Kanae yang gugup terus berusaha mengungkap nya
Sedangkan Takashi yang gelisah dengan kepergian azusa pun terpaksa berbohong lalu berkata berkata"maaf kanae aku harus pulang.aku baru ingat hari ini ada urusannya"
Kanae yang kecewa pun hanya tersenyum sambil berkata"baiklah Takashi"
Takashi yang sudah keluar dari kafe pun berlari dan terus mengejar kepergiani azusa
Saat melihat azusa dia pun berkata"tunggu sebentar"sambil berlari menuju azusa
Azusa yang mendengar suara Takashi pun berbalik lalu berhenti.
"Azusa,maaf"ucap Takashi sambil ngos-ngosan
Azusa hanya tersenyum lalu berkata"ayo kita jalan-jalan"
"Bolehkah aku meminta nomor telepon mu?"pinta takashi
"Aku tak punya"jawab azusa
"Apa?"Takashi merasa tak percaya dengan ucapan azusa
Rupanya azusa membawa Takashi ketempat dimana Takashi pernah menabraknya dahulu.
Tapi Takashi tak mengingat nya
Azusa hanya tersenyum dengan perasaan sedih karena Takashi tak mengingat nya.
Malam pun tiba
"Karena sudah larut aku akan mengantarmu sampai dekat rumah"ucap Takashi
"Tidak usah"jawab azusa
"Apakah kita akan bertemu lagi,aku tak bisa menghubungi mu,kamu tak punya handphone"jawab Takashi sedih
"Percayalah pada keajaiban,kalau kita tidak pernah bertemu lagi berarti takdir kita cukup hanya sampai disitu"ucap azusa sambil tersenyum
"Kamu itu benar-benar aneh ya,baiklah aku mengerti"ucap Takashi
Azusa pun tertawa lalu mencium pipi Takashi
Dengan malu dan bahagia azusa pun pergi meninggalkan
Takashi yang baru saja dicium merasa malu,membuat jantung nya deg-degan
Lalu berteriak"besok lusa jam 10 pagi ada pesta barbeque di perkemahan Takizawa"
Azusa pun membalasnya"hei itu curang"sambil tertawa
Azusa pun pulang sambil berlari dan terus mengingat perkataan Takashi yang membuat nya bahagia
Saat tiba didepan rumah raut wajah azusa mendadak murung dan sedih
"Aku pulang"ucap azusa
"Selamat datang"jawab sang ayah yang samar-samar mengenali azusa
Azusa langsung berlari kekamar dengan wajah murung nya
Hari barbeque pun tiba
Tampak Takashi yang termenung seolah sedang memikirkan sesuatu yang dia terlupakan.saat Takashi dan teman-temannya sedang berkumpul azusa datang dan menghampiri acara tersebut
Azusa datang dengan janjinya kepada Takashi saat itu.
Orang-orang disana heran dengan kehadiran azusa karena tak ada satupun yang mengenalinya
"Oribe azusa?"ucap Takashi ragu.
"Belum lama ini kami mulai berteman"ucap Takashi memperkenalkan azusa kepada teman-temannya
"Dia kelas 3, satu sekolah sama kita, namanya Oribe azusa-san"ucapnya lagi
Teman-temannya hanya diam dan heran ditambah lagi saat azusa berkata sekelas dengan mereka.
"Tidak mungkin"ucap kanae heran
Mereka pun tertawa dengan ucapan azusa
"Semua perempuan yang ada di sini kelas 3D,tapi kami sama sekali tidak mengenalimu"ucap kanae lagi
Azusa yang kecewa pun lari pergi meninggalkan tempat itu
"Azusa"teriak Takashi sambil mengejar nya
"Sebentar"ucapnya kepada teman-temannya
Takashi terus mengejar azusa,
Azusa yang sudah kesal pun tak mau berhenti
Karena hal tersebut Takashi yang berlari pun bertanya"azusa mengapa kamu datang?"
"Karena kamu yang mengundang ku !,dan aku ingin bertemu lagi dengan mu!"jawab azusa membentak
Takashi yang tidak mengerti pun berkata"tolong jelaskan padaku"
"Setelah aku menjelaskan nya apakah kamu akan percaya?"tanya azusa
"Aku akan percaya padamu"jawab Takashi
"Semenjak semester akhir kelas 2 SMA secara tiba-tiba saja tidak ada seorang pun yang mengenali siapa diriku,keluarga dan temanku"ucap azusa
"Hal seperti itu tidak mungkin terjadi"jawab Takashi keheranan
"Aku tak percaya,karena sampai sekarang aku masih mengenalimu"ucapnya lagi
"Itu karena kamu sangat spesial"jawabnya
"Tidak mungkin ada orang yang percaya pada cerita seperti itu"ucapnya
"Aku tidak mempercayai itu"sambil pergi meninggalkan azusa
Keesokan harinya diruang bimble
"Maaf soal kemarin, tentang azusa"ucap Takashi Kepada temannya
"Azusa?azusa siapa?"tanya nya
Takashi yang mendengar nya pun heran dan bingung mengapa temannya tidak mengingat wanita yang datang semalam datang ke acara tersebut.
Sepulang bimble takashi kemudian bergegas ke sekolah nya
Dia kesana untuk membuktikan perkataan azusa yang mengatakan kalau dia berada dikelas 3D
Dia memeriksa tabel meja nama-nama murid dikelas itu dan benar saja dia menemukan nama azusa disana,tak hanya itu dia juga memeriksa laci azusa dan menemukan sebuah buku yang dibelakang nya bertuliskan nama Oribe azusa
"Sedang apa disini"ucap wali kelas nya yang tiba-tiba muncul
"Sensei, apakah dikelas ini ada yang bernama Oribe azusa?"tanya takashi
"Oribe?kalau di sekolah kita seperti nya tidak ada?"jawab gurunya
Takashi pun berjalan ke arah gurunya sambil memberikan buku azusa
"Oribe azusa?"ucap gurunya membaca nama yang tercantum di belakang buku tersebut
"Kenapa bisa lupa?"tanya Takashi
"Dia benar-benar ada,azusa benar-benar ada"ucap Takashi sambil mengambil buku itu kembali dan pergi untuk mencari azusa
Hingga dimalam hari akhirnya dia menemukan azusa
"Azusa,azusa"ucap Takashi mengayuh sepeda nya ke arah azusa yang sedang termenung di pinggir jembatan
"Maaf soal kemarin"ucap Takashi
"Kalau memang hal seperti itu benar-benar ada, apa penyebab nya?,kenapa cuma kamu yang mengalami hal seperti itu?"tanya Takashi
"Kita tidak bisa menentukan alasan manusia lahir dan meninggal ini sudah menjadi takdir, seiring berjalannya waktu kamu akan lupa"jawab azusa
"Karena itu,kenapa hanya aku?,aku tidak tahu penyebabnya!teriak azusa frustasi
"Aku tidak akan melupakan Oribe azusa! selamanya!teriak Takashi dan langsung memeluk azusa dengan erat
Azusa yang mendengar nya pun bahagia dia bahagia bahwa Takashi akan berusaha mengingat nya
Keesokan harinya dikelas bimble Takashi menuliskan nama Oribe azusa disetiap halaman bukunya.takashi melakukan itu agar tidak melupakan azusa.
Sedangkan azusa bekerja menjadi relawan selama musim panas disebuah panti jompo
"Namaku Oribe,aku relawan disini,Oribe azusa"ucap azusa memperkenalkan diri kepada salah satu nenek disitu
Setelah pulang nya dari sana Takashi yang baru pulang dari kelas bimble mengajak azusa kerental DVD mencari film kesukaan mereka lalu pergi ketempat yang sering mereka jumpai lalu bermain gelembung disana.saat itu Takashi menyadari dia tidak ingin melupakan momen bersama azusa,dia kemudian mereka semua aktivitas bersama azusa
"Azusa tanggal berapa kamu lahir?"tanya Takashi sambil merekam azusa
"Ulang tahunku tanggal 1 September"jawab azusa sambil bergaya di depan Takashi
Tak sengaja mereka memakai seragam sekolah untuk menciptakan momen yang berbeda
Takashi yang sedang mereka azusa pun berbisik"mengapa gadis secantik dirimu dilupakan oleh semua orang?"
Saat mereka sedang diatap sekolah
"Kalau kamu melepaskannya,aku akan selingkuh"ancam azusa sambil menempelkan hansaplast bermotif bunga di tangan takakshi
Dihari berikutnya Takashi mendatangi panti jompo tempat azusa bekerja
"Hei mengapa kamu disini?"tanya azusa tidak percaya
"Aku sedang menunggu mu,aku ingin membawamu ke rumah makan malam bersama,kapan kamu akan pulang?"tanya Takashi
"Sebentar lagi aku akan selesai"jawab azusa tersenyum lalu meninggalkan Takashi.
Takashi yang sedang menunggu azusa tersenyum melihat azusa yang sangat senang melayani lansia yang sudah pikun
Sesampainya mereka dirumah Takashi tampak suasa keharmonisan kekeluargaan yang azusa rasakan.
Setelah makan azusa dan kakaknya Takashi bermain kembang api bersama
"Takashi tolong bawa ember berisi air"ucap kakak Takashi menyuruh adikknya
"Kenapa harus aku?"jawab Takashi kesal kepada kakaknya
"Ambil saja sana!"paksa kakaknya
"Azusa jika kamu pacaran dengan Takashi aku pasti akan sangat senang"ucap kakak Takashi tertawa
Azusa yang mendengar hal itu hanya terdiam.
Saat Takashi datang sambil membawa embernya dia melihat foto azusa sedang makan bersama keluarganya namun tak ada satupun yang mengingat azusa.
Saat perjalanan pulang Takashi berjanji"azusa aku akan berjanji untuk membuat keluargaku mengingat mu,kalau sampai mereka lupa dengan mu,aku pasti akan menghajar mereka"ucapnya sambil tertawa
Azusa hanya mengangguk sambil tertawa
"Azusa sebentar lagi hari ulang tahun mu,kan?"ucap Takashi
"Kamu masiih ingat?"jawab azusa terperangah
"Sepulang sekolah ayo kita jalan-jalan"ucap Takashi.
"Benarkah"jawab azusa tak percaya lalu memeluk Takashi dengan erat.
"Jangan sampai lupa,ya"ucap azusa dengan nada khawatir.
"Aku tidak akan lupa"jawab Takashi sambil tersenyum.
Beberapa saat kemudian Takashi menarik tangan azusa lalu mencium bibirnya.
Saat sampai dirumah Takashi membuka kulkas lalu menemukan sekotak kue disana.
"Ada kue di kulkas,dari mana kue ini?"ucap Takashi sambil menunjukkan sekotak kue tersebut.
"Aku juga tidak tahu"jawab kakaknya
Dikamarnya Takashi menikmati kue itu sambil memeriksa hp, betapa terkejutnya dia ternyata kue itu pemberian dari azusa yang mereka beli bersama di toko.
Takashi menyadari kalau dia telah melupakan azusa.dia berusaha untuk tidak tidur agar tidak melupakan azusa.
Dengan keadaan mengantuk Takashi melanjutkan kembali kelas bimblenya.
Dan mendadak kebingungan melihat setiap halaman bukunya bertuliskan nama Oribe azusa.dan juga dikejutkan dengan bunyi alarm yang mengingat kan kalau jam 6 nanti dia ada janji dengan seorang wanita yang bernama azusa didepan stasiun.sore harinya Takashi pergi menuju stasiun, Takashi telah melupakan wajah azusa.sehingga dia mencari wanita itu menggunakan dokumentasi video yang ada di hpnya.
"Azusa,maaf sudah lama"ucapnya sembari berjalan menuju wanita yang mirip didalam dokumentasi tersebut.
"Tidak apa-apa,ayo ketempat biasanya"jawaban sambil menarik tangan Takashi.
"Oke"jawab Takashi sambil mengikuti langkah azusa.
"Minggu depan benaran tidak apa-apa?"tanya azusa kepada Takashi.
"Dimana"jawab Takashi
Raut wajah azusa berubah dia menyadari kalau Takashi sudah melupakan janjinya.
Di keesokan harinya di panti jompo azusa sedang menemani seorang nenek membuat lipatan" dari kertas origami
"Ini untuk mu"ucap nenek tersebut sembari memberikan lipatan kertas
"Ikan emas"jawab azusa
"Ini juga, untuk pasangan mu"ucap nenet sambil memberikan satu lagi lipatan kertas tersebut.
Azusa pun hanya tersenyum lalu menerimanya.
Saat azusa pulang ada seorang relawan yang melihat azusa seperti orang asing.
"Apakah kamu relawan disini?"tanya relawan itu kepada azusa
Azusa hanya mengangguk
Saat dia melangkah keluar dia bertemu dengan kakek iwai"iwai-san selamat siang"ucap nya sambil tersenyum
Kakek iwai yang tak ingat siapa azusa hanya diam keheranan lalu pergi.
Azusa yang diperlukan seperti itu hanya bisa menunduk sedih lalu pergi.
"Takashi bisa bicara sebentar?"ucap kanae berdiri didepan kelas bimble Takashi.
"bisa"ucap Takashi singkat.
Takashi yang sudah ada janji dengan azusa bertemu di stasiun pun tak jadi.
"Takashi...aku…"ucap kanae gugup
"Ya ada apa kanae?"tanya Takashi penasaran
Dengan mengumpulkan keberanian kanae berusaha menyatakan perasaannya"aku menyukai mu Takashi"ucap kanae sambil memejamkan mata dan memegang erat-erat tas nya karena gugup
"Maaf kanae,tapi aku tidak menyukai mu"ucap Takashi memandangi kanae
"Sepertinya memang ada seseorang yang kamu suka,ya?,siapa dia?"tanya kanae kecewa
"Diaa…,diaa…,aku tak mengingatkan namanya"ucap Takashi sambil terus mengingat siapa org yg dia suka.
Azusa yang sudah lama menunggu Takashi di stasiun memutuskan untuk mendatangi rumahnya.dengan tujuan memberikan lipatan ikan mas tersebut.
"Hei,kamu siapa"ucap kakak Takashi yang sedang mengayuh sepedanya ke arah azusa
"Aku azusa teman Takashi"jawab azusa kecewa karna kakaknya Takashi telah melupakannya
"Mari masuk azusa"ucap kakak Takashi mengayuh sepedanya kedepan rumah.
"Kamu tunggu dikamar Takashi saja,aku mau mandi dulu, setelah itu aku lama mencoba menghubungi nya"ucap kakak nya Takashi sambil berlalu pergi.
"Baiklah"ucap azusa
Ketika azusa memasuki kamar Takashi betapa terkejutnya dia menemukan banyak foto dan kertas memo yang tertempel di kamar Takashi,azusa menangis terharu melihat Takashi yang berjuang untuk tetap mengingat nya.tapi karna dia tidak ingin menyakiti hati Takashi yg terus berusaha mengingat dirinya namun tetap saja lupa azusa memutuskan untuk melepaskan pengingat yang ada di dinding tersebut.
"Aku pulang"ucap Takashi sambil melepaskan sepatunya
Sedangkan azusa telah pulang dari tadi.
Dan terlihat dinding kamar Takashi sudah bersih dari foto dan memo mengenai azusa.
"Kenapa ada hansaplast di tanganku"ucap Takashi sambil membuangnya karena sudah rusak dan tidak melekat.
Keesokan harinya dirumah azusa,dia tampak kebingungan karena tidak mengetahui mereka akan segera pindah rumah,hal itu terjadi karena ayahnya yang sedang terlilit hutang.
Saat dipanti jompo azusa mendatangi kakek iwai.
"Ini hari terakhir ku menjadi relawan disini "ucap azusa berkaca-kaca
"Aku harap kau bahagia dengan lingkungan barumu nanti,aku ingin menceritakan sesuatu untuk mu"ucap kakek iwai sambil bersandar di sofa
"Ada apa iwai-sen"tanya azusa
"Tiba-tiba istri ku harus dirawat,hasil pemeriksaan nya menunjukkan ingatannya semakin memburuk, tentu saja aku sudah siap dengan itu semua,tapi...waktu akan terus tersisa, seandainya hilang ingatan pun,tidak akan bisa merampas waktu yang telah kami lewati berdua"ucap kakek iwai
Mendengar kata-kata kakek iwai,azusa menyadari satu hal.
Liburan musim panas telah berakhir, Takashi kembali ke sekolah seperti biasa.
"Takashi tolong kirimkan foto-foto album kenangan kelas waktu SMA dulu,kau yang menyimpan nya bukan?"
Takashi hanya mengangguk
Kembali dia melamun kebingungan saat melihat permainan bisbol disana seakan-akan ada hal yang mengingat kan nya.
Saat dirumah Takashi yang hendak mengirim kan file foto tersebut tak sengaja melihat folder bernamakan azusa,dia melihat video dokumentasi tentang seorang wanita cantik bernama Oribe azusa.
"Azusa?"ucap Takashi seakan-akan mengingat suatu hal
Divideo itu memberi tahukan kalah Takashi sudah berpacaran dengan azusa sejak kelas dua SMA.didalam video tersebut Takashi juga melihat banyak momen kegiatan azusa bersama Takashi.dia juga menemukan folder bernama ulang tahun azusa tanggal 1 September,isi video itu adalah Takashi yang memberikan kado berupa kalung kepada azusa,kalung itulah yang Pernah azusa rampas dari tangan Takashi saat Takashi menabrak azusa watu itu.azusa sengaja memakai kalung itu berharap Takashi dapat mengingat nya.dan sebuah janji akan pergi ketempat itu lagi di tahun depan,secara perlahan Takashi mulai mengingat hal tersebut,dan tiba-tiba saja alarm hp nya berbunyi,mengingatkan kalau hari itu adalah hari ulang tahun azusa.
Takashi langsung bergegas ketempat tersebut.
Sedangkan azusa telah tiba disana
"Aku... merasa senang bisa mengenalmu Takashi"ucap azusa berkaca-kaca.
"Azusa,azusa,azusa"ucap Takashi terus-menerus agar tidak melupakan azusa sambil mengayuh kencang sepeda nya
Saat Takashi sampai dia sudah tak menemukan azusa lagi
Sedangkan azusa dia memandangi Takashi dari jauh sambil menagis sejadi-jadinya lalu pergi meninggalkan Takashi.
Sedangkan Takashi terus menunggu azusa sampai malam tiba
"Azusa,azusa,azusa"ucap Takashi terus menerus sambil duduk tertunduk
Setelah malam semakin larut azusa pun datang menghampiri nya
"Takashi"ucap azusa sengaja untuk melihat apakah Takashi masih mengingat nya
"Ya,kamu siapa?"ucap Takashi keheranan
Azusa yang mendengar hal itu hanya bisa diam lalu berpura-pura menjadi orang lain.
"Takashi,azusa meminta ku datang kesini,dia memintaku kesini untuk menyampaikan pesan padamu,dia bilang dia tidak bisa datang kesini"ucap azusa
"Aku ingin bertemu dengan nya"ucap Takashi menangis dan menyesal telah melupakan azusa.
"Tolonglah"ucap Takashi lirih
Azusa hanya bisa menahan kesedihannya
"Dia bilang dia berterima kasih,dan sangat bersyukur telah mengenal Takashi,aku pergi dulu"ucap azusa sambil menahan air mata.
Frustasi, terdiam,dan sedih Takashi kemudian duduk dengan keadaan tidak berdaya hp nya tiba-tiba saja terjatuh dari kantong celananya.
Saat mengambilnya, ternyata di belakang hp itu terdapat foto dirinya bersama dengan wanita yang bernama azusa, dengan terkejut Takashi menyadari,kalau wanita yang barusan dia temui adalah azusa,Takashi pun langsung pergi dan bergegas mencari nya
"Azusa"ucap Takashi berteriak sambil berlari
"Azusa maafkan aku"ucap Takashi berteriak lagi
Takashi terus berlari sambil berteriak memanggil nama azusa, Takashi terus berteriak dan menangis memohon azusa kembali dan dia tidak bisa lagi menemukan nya
-TAMAT-
Berjanjilah kau tidak akan pernah
melupakan ku