‘Melihatmu tersenyum dari kejauhan, akan membuatku tersenyum juga. Seperti itulah rasa yang kumiliki. Namun jika memang rasa ini dapat membebanimu, aku tak bisa memaksakannya juga.’
©By: SweetChinnamon
Darren POV
Ini kali pertama aku melihatnya, namun dia telah berhasil membuatku terus menatapnya. Tingkahnya, diamnya, dinginnya, cueknya, bahkan sikap angkuhnya. Namun dibalik itu semua aku dapat merasakan sorot kehangatan dari tatapan matanya. Aku tak tahu mengapa. Menurutku dia, dia sangat cantik. Dia bukan berasal dari sini, dia berasal dari California. Mungkin karena itu dia tak memiliki teman.
Well, tidak sepenuhnya tidak memiliki teman, saat itu aku pernah melihatnya sedang duduk di bangku taman dekat gerbang sekolah. Kupikir dia tidak langsung ke kelas karna tidak tahu harus berbuat apa di dalam kelas, yahh, mengingat kesendiriannya. Namun, semakin lama aku penasaran, apakah dia tidak bosan menunggu bel seperti itu? Suatu hari kuputuskan untuk melihatnya. Tentu saja dari kejauhan. Ternyata, dia sedang menunggu seseorang. Tak kusangka bahwa yang ditunggunya adalah Santy dan Daisy, teman lamaku.
Kebetulan saat itu Santy sedang berulang tahun, aku mendekat ke arah mereka, beralibi untuk mengucapkan selamat. Voila, akhirnya aku diperkenalkan kepadanya. Dan mulai saat itu sepertinya dia mulai menyadari kehadiranku di kelas kami.
Sebenarnya, kami berada di kelas yang sama, namun berbeda dengan Santy dan Daisy. Diam-diam aku sering memperhatikannya di kelas. Dia selalu sendirian di kelas, lalu aku meminta Cyntia gadis blasteran korea-belanda di depanku untuk menemaninya. Well, dengan sedikit adegan paksa-memaksa, akhirnya Cyntia mau mengabulkan permintaanku.
“hey, Cyntia! Kenapa kau duduk dengan Charles? Kau ada rasa dengannya?” ucapku menjalankan aksiku
“apa? Tentu saja tidak!” jawabnya cepat
“lalu kenapa kau duduk dengan laki-laki? Lihat, siswi lain lebih memilih duduk dengan sesama jenis” ucapku memanas-manasinya
“lalu kenapa?! Aku tak tahu lagi akan duduk dengan siapa kalau bukan dengannya” jawabnya ketus
“kau kan bisa duduk dengan Sunny” jawabku
“anak baru pendiam itu? Astaga, bisa mati beku aku berada di dekat perempuan dingin sepertinya” jawab Cyntia
“kau kan belum kenal dengannya, siapa tahu dia sebenarnya tidak seperti itu?” sangkalku
“astaga! Kenapa kau memaksa sekali?” tanyanya
‘Aku pun tak tahu, kenapa aku sampai melakukan sejauh ini untuknya, aku hanya merasa dia ingin berbaur, namun tak tahu caranya.’ Batinku menjawab
“memangnya kau mau jika kau menjadi anak baru dan kau didiamkan oleh seluruh teman-temanmu?” balasku
“lalu, kenapa tidak kau saja?!”bantah Cyntia
“tentu saja tidak bisa, aku kan laki-laki, nanti yang ada di pikiran mereka bisa salah” elakku
“sudahlah, Cyntia, kau temani saja dia, benar kata Darren” ucap Charles
©By: SweetChinnamon
Well, actually i was get shocked because i didn’t think, they’ll be close each other so fastly. Diam-diam aku tersenyum melihatnya tersenyum. Aku baru menyadari bahwa senyumnya sangat menawan, memiliki ciri khas tersendiri yang mau tak mau membuat orang yang melihatnya ikut tersenyum. Aku tak tahu apa yang bisa membuat mereka akrab, tapi sepertinya tadi aku mendengar mereka menyebutkan super junior, sebenarnya aku sudah sering mendengarnya. Yang kutahu itu adalah nama boyband yang sering dibicarakan teman-teman perempuanku. Tak kusangka ternyata dia juga menyukainya.
Semenjak dirinya dekat dengan Cyntia, aku pun mulai akrab dengannya. Saat itu aku, Sunny, Cyntia, dan temanku yang lain hendak pergi mengerjakan tugas ke suatu tempat, sebenarnya aku ingin bersamanya, sayangnya, temanku, Charles, dia tidak berani bersama Lashon, dia bilang jika Lashon mengemudi, dia akan kebut-kebutan, dan menyarankan agar jangan dirinya yang bersama Lashon. Dan saat itu Cyntia juga menolak bersama Lashon, pilihan satu-satunya adalah Sunny yang bersama Lashon. Awalnya aku berharap bahwa dia juga akan menolak, tapi harapanku pupus karena dia mengalah dan berkata terserah. Oh baiklah, aku mulai membenci kata-kata itu. Sebenarnya aku sempat menakut-nakutinya agar dia menolak, namun dia tetap ingin mengalah.
“bagaimana cara kita ke sana besok?” tanya Charles
“hmm, aku, Lashon, dan Kenzo kan bisa mengendarai sepeda motor. Jadi mungkin lebih baik Charles bersama Lashon, Cyntia bersama Kenzo, Sunny bersamaku” jawabku
“ah, benar, tapi, aku tak mau bersama Lashon, karna dia pasti akan kebut-kebutan” ujar Charles cepat
“aku terserah saja” ujar Lashon
“aku terserah saja sih” ucap Cyntia
“ya sudah, bagaimana kalau Charles bersama Kenzo, Sunny bersamaku, dan Cyntia bersama Lashon?” saranku
“mendengar ucapan Charles, aku juga tak mau bersama Lashon, dia tak bisa mengemudi dengan baik” ucap Cyntia
‘astaga, yang benar saja!’ batinku menjerit
“aku terserah kalian saja, mungkin lebih aku bisa bersama Lashon? Yang penting tugas kita bisa selesai” ucap Sunny
“ya’! Charles, tidakkah kau kasihan pada seorang perempuan? Seharusnya kau bisa mengalah” ucapku
“sudahlah, aku tak apa” ucap Sunny. Hey, bukan itu yang kuinginkan. Tapi,, ya sudahlah.
Akhirnya, kami pergi ke tempat itu sesuai dengan rencana. Memang benar, Lashon berkendara dengan kecepatan tinggi, namun anehnya walaupun begitu, sepertinya Sunny tak terlihat ketakutan, walaupun aku sempat beberapa kali mendengarnya protes.
©By: SweetChinnamon
Hari demi hari kulewati, namun tak ada perubahan, dia masih tak menyadari perasaanku. Perasaan? Hmm, yeah, entah bagaimana, rasa ini tumbuh dalam hatiku, rasa bahagia tiap bersamanya, degupan saat melihat senyumnya, sedih saat melihat air matanya, bingung saat melihat wajah masamnya, bimbang saat melihatnya bersama yang lain, sungguh rasa yang menyiksa hari-hariku, namun mengisi relung jiwaku yang kosong. Aku sudah tak tahu harus bagaimana, merelakannya, atau memperjuangkannya.
“dia tak akan mengerti, tidak, sampai kau mengungkapkan perasaanmu padanya, Darren” ucap temanku, Alex
“tapi aku tak mungkin mengungkapkannya, jika dia tak merasakan hal yang sama padaku. Dia selalu menganggapku bercanda. Saat aku menanyakan perasaannya, dia berkata, aku membuatnya bahagia namun, aku sama seperti yang lain, itu seperti kau memberikan coklat kepadaku namun mengambilnya kembali. Aku tak tahu harus bagaimana lagi” jawabku
“Darren, mungkin ini sudah saatnya kau melupakannya. Well, itu jika kau benar-benar menyerah padanya. Jika tidak, yakinkan dia” saran Alex
“yakinkan bagaimana?”
“katakan padanya”
“aku belum siap”
“yahh, itu terserah padamu”
©By: SweetChinnamon
Author POV
Darren hanya dapat terdiam mendengar nasehat dari temannya itu. Hari berganti hari, Darren tak kunjung mengambil keputusan, dia membiarkan semua berjalan apa adanya. Lama kelamaan dia lebih mengenal sosok Sunny, seorang gadis yang ceria, suka mengeluh, sok kuat, terkadang menyenangkan, terkadang membingungkan, untuk yang satu ini bukankah memang sifat semua perempuan? Dan dia terkadang berpikiran dewasa namun juga kekanak-kanakan, sejauh Darren mengamati Sunny dia tidak melihat teman-temannya sebagai sesosok ‘laki-laki’. Darren rasa, Sunny tidak memiliki ketertarikan untuk menjalin suatu hubungan ‘untuk saat ini’. Jadi akhirnya Darren lebih memilih untuk mundur secara perlahan.
-FIN-