Keesokan harinya, Chen Fan tersadar dari pingsannya.
"Ukh, aku jatuh terpeleset dan pingsan.."
Chen Fan merasakan tubuhnya sakit, leher dan bahunya sakit akibat salah posisi saat pingsan di lantai.
"Ukh! badanku rasanya tidak enak..!"
Chen Fan bangun dan melirik jam dinding dan itu menunjukkan jam 10 pagi, Chen Fan langsung membeku tertegun!
"Aku bangun telat! sekolah sudah dimulai dari jam 8, apakah ini dihitung bolos? tapi aku tak pernah bolos sekolah sebelumnya.."
Chen Fan mengusap keningnya kebingungan, ia ingin menelepon sekolah memberitahukan keadaannya, ia ingin ijin sekolah tapi ia bingung karena tak punya HP.
Chen Fan menghela nafas panjang, "Huh... sepertinya aku lebih baik bolos saja."
Chen Fan mengambil air minum lalu melepas celana dan kaosnya, ia bertelanjang masuk ke dalam kamar mandi. Yah, tidak ada orang di rumahnya hanya ia sendiri, jadi tidak masalah bertelanjang di rumahnya sendiri.
Saat air shower menghujani tubuhnya, ia samar-samar merasa ada yang berbicara padanya saat ia pingsan, tapi memikirkannya rasanya tidak mungkin jika ada yang berbicara padanya saat ia pingsan karena ia sendirian di rumahnya.
"Lupakan! mungkin itu hanya perasaanku saja."
__________
Setelah mandi dan memakai pakaiannya, Chen Fan keluar dari rumahnya, ia bermaksud mencari sayuran liar di pinggiran sungai tak jauh dari perbatasan kota Tang.
Ia tak memiliki uang untuk membeli lauk pauk, jadi ia memutuskan untuk mencari makanan nabati di pinggiran kota.
Rumah Chen Fan ada di pinggiran kota, tapi untuk keluar dari kota, ia butuh 1 jam untuknya hanya untuk berjalan kaki keluar dari kota Tang.
Selama perjalanan ia melihat orang lain yang berlalu lalang dengan kendaraan mobil pribadi, motor pribadi, ataupun kendaraan umum yang bisa ia bayar dengan ongkos murah hanya dengan 3 Yuan. Tapi ia memilih berjalan kaki untuk menghemat uang.
Ia melihat keluarga tiga orang dimana seorang anak kecil diapit oleh kedua orang tuanya berjalan sambil sambil tangan si anak kecil dipegang oleh kedua orang tuanya.
Melihat sekeliling lagi, banyak orang yang berjalan berpasangan, jarang yang sendirian seperti dirinya.
Chen Fan iri dengan kelengkapan keluarga lain, ia hanya hidup sendirian saat kedua orang tuanya meninggal, dan lalu terus sendirian.
Chen Fan akhirnya sampai di gerbang kota, ia keluar dan berjalan menuju sungai di pinggiran kota.
Setelah mencari selama 20 menit, ia menemukan kangkung liar yang tumbuh di pinggiran sungai, sulur kangkung memanjang di sepanjang pinggiran sungai yang bertanah basah, panjangnya sekitar 3 meter, Chen Fan sangat senang.
"Kangkung ini cukup untuk jadi lauk pauk selama 2 hari."
Chen Fan memotong Kangkung liar, ia tidak mencabut sebagian batang dan membiarkan akarnya tetap utuh dan tetap tertanam di tanah, ia berharap kangkung akan bisa dipanen lagi bulan depan saat ia kembali.
Chen Fan terus mencari, ia menemukan beberapa bahan makanan seperti jamur tiram, pucuk bambu muda yang bisa ia buat sebagai sayur, bayam liar, dan buah salak liar.
Chen Fan memetik salak dengan hati-hati karena takut terkena duri yang terdapat di pohon salak. setelah memetiknya dan memasukannya ke tasnya, ia mengusap keringat di keningnya.
"Panenku tidak buruk hari ini," kata Chen Fan.
Karena ia sedang tidak sekolah, ia memutuskan untuk mencari bahan makanan sebanyak-banyaknya, ia pun terus berjalan menyusuri sungai dan tahu-tahu ia sudah ada di pinggiran Hutan Tang.
Hutan Tang adalah hutan dengan vegetasi yang hidup, banyak monster berkeliaran di dalamnya, bahkan di pinggiran hutan, terkadang bisa menemui monster ganas.
Tiba-tiba Chen Fan mendengar suara teriakan lemah dari suara burung.
Chen Fan melihat ke atas pohon dan menemukan sarang burung. Setelah memperhatikan dengan .s.e.k.s.ama, ia menyadari teriakan burung ini sangat kecil dan lemah, dan ada beberapa anak burung di sarang itu.
"Sepertinya anak-anak burung itu sedang sangat kelaparan hingga kondisinya sangat lemah, dimana orang tua mereka?!"
Chen Fan memutuskan untuk menunggu hingga kedua orang tua si burung datang, ia menunggu dan menunggu dengan sabar, hingga akhirnya matahari hampir terbenam tapi induk burung tidak juga datang. Ini berarti bahwa kedua orang tua si burung telah mati di luar sana.
Chen Fan naik ke pohon dan melihat bahwa kelima anak burung tampak lemah, ada perasaan hangat di hati Chen Fan.
"Induk kalian sepertinya sudah mati di luar sana, kondisi kalian sangat lemah pasti sudah berhari-hari tidak makan apapun."
"Aku akan membawa kalian ke rumahku, meskipun aku miskin, aku pasti akan merawat kalian dengan baik, jika kalian menolak mengikutiku maka kalian akan mati kelaparan di sini, setidaknya kalian tidak akan mati jika kalian mengikutiku."
Keempat anak burung memandang Chen Fan dengan tatapan lemah dan pasrah, mereka mengerti apa yang dikatakan Chen Fan karena mereka bukan bayi burung biasa, mereka adalah bayi monster burung yang bisa mengerti ucapan manusia.
"Apakah kalian setuju menjadi monster beast kontrakku dan mengikutiku?" tanya Chen Fan.
Keempat anak burung mengangguk lemah, tidak ada pilihan lain, lebih baik mengikuti pemuda di depannya daripada mati kelaparan karena orang tua mereka sudah 3 hari tidak datang.
Chen Fan tersenyum melihat tidak ada penolakan dari keempat bayi burung, kini ia tidak perlu menabung uang untuk membeli beast jinak di pasaran yang tidak akan pernah sanggup ia beli.
Sekolahnya mewajibkan siswa kelas dua untuk mengontrak beast sebelum berakhirnya semester pertama, jika tidak bisa mengontrak beast, maka akan dikeluarkan dari sekolah.
Chen Fan memandang kelima anak burung, Ia tidak tahu bayi burung apa ini, ia mencoba mengingat gambar monster burung yang ada di buku pelajaran analisis monster yang ia pelajari di sekolah, tapi ia masih tak bisa mengetahui spesies kelima bayi burung di depannya.
Tiba-tiba suara terdengar jelas di pikirannya.
"Setiap Host ingin mengetahui spesies monster, maka Host hanya perlu memikirkannya dan kumpulan data monster yang hanya bisa dilihat oleh Host akan muncul di depan mata."
Chen Fan kaget mendengar suara di pikirannya, ini tidak mungkin halusinasi karena terlalu jelas, Chen Fan lalu bertanya dalam pikirannya.
"Siapa kamu?!"
Sebuah suara menjawab pertanyaan, suara itu hanya bisa didengar oleh Chen Fan sendiri.
"Aku adalah Super Beast Tamer System."
"Super Beast Tamer System?"
"Ya, aku adalah sistem yang terikat padamu karena Anda adalah Host yang terpilih."
"Tugasku adalah membantu Anda menjadi Beast Tamer terkuat di dunia."
"Apakah mungkin menjadi yang terkuat di dunia? aku hanya orang miskin yang tak punya apa-apa."
"Dengan Super Beast Tamer System, segalanya adalah mungkin. aku akan memandumu mulai dari sekarang, Host."