Seorang Pemuda seumuran anak SMU berjalan di jalanan gang yang mulai serasa gelap, ia membawa tas gendong dengan warna pudar di punggungnya, ada beberapa tambalan di tasnya yang merupakan bekas jahitan. Pakaian seragam SMU pemuda itu juga tampak lusuh karena telah dicuci banyak berulang kali dan ada banyak tambalan jahitan di pakaiannya. Singkatnya, ia terlihat miskin..
Pemuda itu memiliki kulit putih bersih, rambut hitam yang berkilau, tinggi rata-rata, dan bola mata berwarna coklat kebiruan yang membuatnya seperti peranakan campuran antara lokal dan luar negeri, ia terlihat agak tampan, tapi dia terlihat kurus seperti orang yang kekurangan makanan, ia juga terlihat lemah dan rapuh.
Pemuda itu bernama Chen Fan, umurnya 16 tahun, ia seorang yatim piatu tanpa uang sama sekali.
100 tahun yang lalu, gerbang spasial muncul di berbagai tempat di belahan bumi, monster-monster dalam berbagai bentuk keluar dari retakan spasial dan menghancurkan banyak kota, seolah Dewa sedang menghukum manusia, tak lama setelah munculnya retakan spasial, aura bumi tiba-tiba meningkat menjadikan berbagai hewan dan tumbuhan berevolusi menjadi monster beast kuat yang mengancam manusia.
Banyak kota-kota bahkan negara yang hancur dan akhirnya hanya menjadi sejarah. Manusia diambang kepunahan, tapi di saat itulah muncul para Beast Tamer (Penjinak Binatang Buas), mereka menjinakkan Beast dan bertarung bersama menyelamatkan manusia dari kepunahan.
Seiring berlalunya waktu, Monster-monster liar yang berevolusi semakin kuat karena mengalami evolusi berulang kali, menyebabkan kaum manusia berada dalam kepunahan lagi, pada saat itu muncullah profesional Beast Evolusioner yang kemudiaan disebut Master Evolusi, mereka membantu Beast terkontrak para Beast Tamer untuk berevolusi menjadi kuat, dengan dukungan para Master Evolusi, akhirnya manusia sekali lagi selamat dari kepunahan.
Chen Fan berjalan menyusuri gang yang gelap dan remang, perutnya perih karena menahan lapar, keringat bercucuran dari dahinya, ia berjalan kaki selama 1 jam lebih setiap hari dari rumah kotak (rumahnya kecil dan hanya terdiri dari satu ruangan kamar) ke sekolah, dan dari sekolah ke rumah kotak, itu menghabiskan waktu 2 jam untuk berjalan kaki pulang pergi dari rumah kotak ke sekolah dan sebaliknya.
6 tahun lalu, orang tuanya terbunuh dalam bencana serangan masal beast liar yang mencoba masuk ke kota.
6 tahun lalu, beast liar bermigrasi secara masal dan dalam rutenya melewati kota Tang tempat Chen Fan dan Orang tuanya tinggal. Jika beast liar dibiarkan masuk, maka kota akan hancur dan penduduk kota di dalamnya akan mati menjadi makanan para beast liar.
Sebagai Beast Tamer, sudah kewajibannya untuk turut serta melindungi kota dari ancaman beast liar yang hendak memasuki kota. Orang tua Chen Fan dan para beast tamer lainnya berkumpul di benteng kota berperang dan menghalau monster beast liar agar tidak memasuki kota yang akhirnya menjadi bencana kemanusiaan.
Pada akhirnya lebih dari 200.000 Beast Tamer terluka dari ringan hingga parah, dan 10.000 beast tamer kota Tang mati termasuk Orang tua Chen Fan.
Orang tua Chen Fan hanyalah Beast Tamer level rendah sehingga ia hanya menerima sedikit kompensasi dari pemerintah Negara Huaxia atas kematian Orang tuanya.
Chen Fan sangat sedih dengan kematian Orang tuanya, ia saat itu hanya berumur 10 tahun tanpa ada kerabat lain yang merawatnya. Sebagai anak yatim-piatu tanpa Keluarga lain, ia menerima tunjangan kecil setiap bulannya yang hanya cukup untuk ia makan dengan berhemat setiap harinya. Ia juga dibebaskan dari biaya pendidikan sekolah sampai ia lulus SMU oleh pemerintah, tapi ia harus membeli keperluan sekolah seperti buku dan tas dan yang lainnya dengan uang sakunya sendiri.
Chen Fan hanya menerima 100 Yuan setiap bulannya yang merupakan tunjangan biaya hidupnya. (100 Yuan = 200.000 IDR, kurs Yuan ke Rupiah, kurs bisa berubah-ubah) dengan hanya tunjangan 100 Yuan yang ia miliki setiap bulannya, ia harus hidup dengan sangat berhemat, ia tak pernah naik bis ke sekolah meskipun harus berjalan kaki 1 jam, ia tak pernah membeli makanan di luar, selalu memasak sendiri dengan makanan ala kadarnya.
100 Yuan benar-benar sedikit, ia menghabiskan 50 Yuan untuk biaya air dan listrik setiap bulannya yang hanya menyisakan ia sekitar 50 Yuan, ia menghabiskan 30 Yuan membeli beras, dan sisanya 20 Yuan digunakan sesekali untuk membeli bumbu rempah sederhana dan sesekali membeli lauk pauk mentah yang murah, ia sering tak memiliki uang, singkatnya ia adalah leluhur dari orang miskin (terlalu sangat miskin).
Tak ada tempat untuk mengadu rasa sedihnya, tak ada yang bersimpati dengan hidupnya yang berat, tak ada orang yang ingin berteman dengannya karena ia sangat miskin, ia diejek dan ia sendirian dan kesepian merasa seolah kematian adalah hal yang baik untuknya.
Terlepas dari perjuangan hidupnya yang serasa susah, ia menjalani hidupnya dengan semangat, berusaha tetap tegar dan bersabar, berharap suatu hari nanti hidupnya akan berubah menjadi lebih baik. Sungguh! Chen Fan hanya berharap hidupnya sedikit lebih baik layaknya orang-orang pada umumnya dan ia akan puas!
Chen Fan masuk ke rumah kotaknya yang berbentuk apartemen studio dengan satu ruangan, itu hanya berukuran 6×8 M², sangat kecil dan hanya ada satu ruangan, dalam satu ruangan itu terdapat kasur kecil, kamar mandi sempit, dan dapur kecil, semuanya menjadi satu, tak ada ruang tamu samasekali dan hanya ada satu lampu di ruangan itu.
Apartemen kotak ini kecil dan udaranya lembab karena kurangnya matahari, jika tidak sering dibersihkan maka jamur akan tumbuh di temboknya, rumah kotaknya hanya sedikit lebih baik daripada penjara khusus anak-anak.
Chen Fan membuka pintu dan masuk ke rumah kotaknya, ia mandi lalu memasak beras, ia tidak makan apapun dari pagi, ia hanya makan sehari sekali karena ia memiliki keuangan yang ketat, hari ini ia hanya akan memakan nasi tanpa lauk pauk karena ia tidak memiliki uang.
"Huh..! hidup.." Chen Fan mengeluh.
Chen Fan makan nasi yang baru saja dimasaknya, ia sudah terbiasa hanya makan nasi, ia tak mengeluh karena hanya bisa makan nasi hari ini, yang ia takuti adalah ia tak bisa makan apapun untuk hari esok.
Selepas makan, Chen Fan mencuci piring lalu belajar sebentar, ada hadiah untuk siswa berprestasi, hadiah itu berupa uang sehingga ia berusaha untuk tetap menjadi yang pertama di kelasnya, ia bisa menggunakan uang prestasi dari sekolahnya untuk membantu biaya hidupnya yang serba kekurangan.
Saat ngantuk, Chen Fan mematikan lampu lalu lalu melangkah menuju kasurnya untuk tidur.
Bukk!!
Chen Fan terjatuh, kepalanya membentur lantai dan ia pingsan.
Dalam pingsannya ia merasa sesuatu mencoba berkomunikasi dengannya.
[Selamat! Anda terpilih sebagai host dan mendapatkan Sistem Super Beast Tamer!]