Aku dan Melanie pertama kali bertemu di kantor ku , saat itu kami meeting bersama . Aku bekerja di sebuah perusahaan kontraktor di kota J .
Melanie sebagai perwakilan dari perusahaan nya yang menjadi vendor di perusahaan ku . Setelah pertemuan itu , hubungan kami semakin dekat hingga setelah enam bulan jalan bareng , aku pun memberanikan diri meminta Melanie untuk menjadi kekasih ku .
Kini , hubungan kami sudah berjalan dua tahun lebih . Dan aku berniat untuk melamar Melanie hari Minggu depan .
Hari yang ku tunggu pun tiba, ku luncurkan mobil ku ke arah rumah Melanie . Aku hanya bilang kalau aku ingin dinner di luar bersama nya , aku mengajak nya ke sebuah restoran . Tanpa sepengetahuan Melanie, sebuah cincin untuk nya pun sudah aku simpan dalam kantong celana ku .
Ting tong ting tong
Ku tekan bel rumah nya Melanie .
Tak lama kemudian pintu di hadapan ku pun terbuka ,
“Ooohh nak Adrian , mari masuk .. Silahkan duduk dulu ya ” ucap bunda nya Melanie sambil mengajak ku masuk , dan mempersilahkan ku duduk .
“Terimakasih tante , Melanie nya ada tan ?” tanya ku sopan .
“Ada , tunggu sebentar ya .. tante panggilkan “ Soraya , bunda nya Melanie pun segera ke kamar anak nya .
Adrian duduk menunggu Melanie di ruang tamu . Rumah Melanie berada di kota D , di komplek yang lumayan elit . Rumah nya bernuansa minimalis . Ruang tamu nya di dominasi warna krem , dengan sofa yang cozy dan kekinian . Setelah menunggu sekitar sepuluh menit , tak lama Melanie pun keluar .
Ia mengenakan gaun hitam sebatas dengkul , dengan bagian atas yang sedikit terbuka , dan sepatu highheels. Menambah keanggunan nya malam ini , sedangkan Adrian mengenakan celana panjang berwarna hitam , semi kemeja berwarna coklat susu kombinasi hitam , sangat cocok dengan tubuh nya yang tinggi tegap , ber kulit bersih .
Adrian terpana melihat kecantikan Melanie malam ini . Tubuh Melanie yang langsing berbalut dress terlihat lekuk nya yang sangat seksi , tinggi semampai , kulit nya putih bersih , wajah nya oval mulus , hidung mancung , mata nya yang sedikit sipit serta rambut hitam sebahu , sungguh kecantikan yang hakiki , batin Adrian . Ketika Melanie berjalan menghampiri Adrian sambil tersenyum , Adrian segera berdiri untuk menyambut nya .
“Sudah siap , tuan putri ?”tanya Adrian sambil tersenyum .
“Sangat siap ..” jawab Melanie , di iringi tawa mereka berdua . Setelah pamit dengan kedua orangtua Melanie , mereka langsung berangkat ke restoran yang sudah di booking oleh Adrian sebelum nya .
Sesampai nya di restoran tersebut , mereka langsung di sambut oleh pelayan yang laki –laki .
“Atas nama Adrian “ ucap Adrian kepada pelayan tersebut .
“Mari pak , bu .. silahkan ikuti saya “ ucap pelayan tersebut dengan sangat ramah dan sopan , di sertai senyum . Mereka menuju ke sebuah ruangan yang agak private , terpisah dari yang lain . Dengan view taman kota .
Setelah mereka duduk di tempat yang di sediakan oleh pelayan tersebut , pelayan itu lalu memberikan buku menu nya .
“Silahkan pak ,bu .. “ lanjut pelayan itu dengan sigap , ia pun sudah memegang buku kecil dan sebuah pulpen yang biasa di gunakan untuk mencatat pesanan para pelanggan restoran .
Adrian memesan steak , salad , dan fruit punch , Sementara Melanie hanya memesan steak dan lime squash . Buku menu nya pun segera mereka kembalikan kepada pelayan nya .
“Baik, di tunggu pesanan nya ya pak, bu ..” ucap pelayan itu dengan senyum , sambil meninggal kan Adrian dan Melanie .
“Gimana Mel, kamu suka suasana di sini ?” tanya Adrian . Ia melihat tangan Melanie yang sedang berada di atas meja . Lalu Adrian pun menggenggam nya . Melanie tampak tersenyum dan membalas genggaman Adrian .
“Suka , suka sekali .. tempat nya tenang , pemandangan nya bagus , terkesan sejuk dan damai .. pinter sekali anda memilih tempat “ jawab Melanie sambil tertawa manja . Adrian pun ikut tertawa .
“ hhemm seperti nya aku bukan hanya pinter memilih tempat dinner , tapi juga pinter memilih calon istri ..” lanjut Adrian sambil mengedipkan sebelah mata nya . Melanie pun di buat tersipu malu , wajah putih nya langsung bersemu merah .
Tak lama kemudian , datang seorang lelaki dengan alat music biola kecil di tangan nya . Ia menghampiri Adrian , dan Adrian pun menggangguk . Memberi kode kepada pemain musik tersebut agar memulai permainan musik nya .
Sebuah lagu mengalun dengan indah , lagu romantis .. Membuat Melanie takjub tak percaya , ia menatap Adrian dengan tatapan lembut .
Adrian pun menggeser kursi nya ke samping Melanie , dan membisikkan kata “ Ini semua untuk mu ..” masih menggenggam tangan Melanie , Melanie pun tertunduk menahan malu . Ia sangat bahagia malam ini di perlakukan seperti seorang ratu oleh Adrian . Lelaki yang sudah membuat hati nya luluh .
Setelah lagu kedua di main kan , pesenan mereka pun datang . Adrian memang sudah memesan tempat berikut dengan pemain musik nya di restoran tersebut . Ia ingin proses lamaran nya berjalan romantis dan sempurna , agar bisa menjadi kenangan indah suatu hari nanti .
Mereka mulai menikmati makan malam romantis nya di iringi music hingga selesai .
Adrian sudah mengajak pihak restoran tersebut untuk membantu nya memuluskan acara lamaran malam ini, dan meminta pihak restoran untuk mendokumentasikan nya , pihak restoran pun setuju , dengan menugaskan seorang karyawan sebagai seksi dokumentasi, menghadirkan pemain musik dan menyiapkan sebuah ruangan pribadi . Biaya untuk menyiapkan semua itu cukup besar, namun Adrian tidak masalah dengan biaya-biaya tersebut . Karena saat ini ia termasuk sukses dengan karir nya .
Enam bulan kemudian , kini Adrian dan Melanie telah sah dan resmi menjadi sepasang suami istri .
Pernikahan mereka berjalan biasa-biasa saja layak nya pernikahan pada umum nya . Semua nya masih indah , di tambah lagi dua tahun kemudian istri Adrian , Melanie hamil anak pertama , seorang anak perempuan . Selang empat tahun kemudian Melanie kembali hamil anak kedua , seorang anak laki-laki . Lengkap sudah kebahagian mereka, hari-hari semakin ceria bersama anak-anak . Namun semua itu ternyata tak berlangsung lama .
Seperti kepala keluarga pada umumnya , aku pun mempercayai pengelolaan anggaran rumah tangga seratus persen ke istri ku . Semua pendapatan ku , ku berikan kepada Melanie . Aku hanya memakai sedikit sebagai biaya operasional kerja .
Saat ini kami tinggal di apartemen yang lokasi nya berada dekat lokasi kantor Melanie . Agar istri ku tidak terlalu lelah di perjalanan , dan masih bisa segera mengurus anak-anak .
Ketika usia anak kedua ku menginjak dua tahun , aku mendapat beasiswa ke luar negeri dari kantor ku selama dua tahun . Setelah melalui diskusi dengan Melanie , akhir nya ia setuju untuk ku tinggalkan. Dan gaji ku akan tetap ku kirimkan ke rekening nya seperti biasa.
Dua hari menjelang keberangkatan ku ke Negara G , Melanie memboyong anak-anak ke rumah orangtuanya . Ini memang sudah kesepakatan kami berdua agar Melanie dan anak-anak berada di tempat yang lebih aman selama aku tidak ada .
Hari keberangkatan ku pun tiba .
Aku pamit kepada kedua mertua ku sekaligus menitipkan istri dan anak-anak , tak lupa aku juga berpamitan kepada kedua buah hati ku dan istri ku .
Kemudian aku berangkat sendiri menggunakan taksi menuju bandara Internasional .
***********************
Hari berganti hari , bulan berganti bulan , sudah dua tahun aku di Negara G , dan kini sedang mempersiapkan untuk kelulusan ku .
Setelah lulus dan menyelesaikan urusan ku di Negara G, aku pun mengatakan ke Melanie bahwa lusa aku sudah kembali ke Negara I , dan bisa berkumpul lagi . Terdengar suara Melanie yang kurang bersemangat , aku berfikir mungkin saat ini ia sedang lelah . Sehingga aku menyudahi pembicaraan dengan nya agar ia bisa segera beristirahat .
Pesawat ku mendarat dengan lancar dan selamat di bandara internasional Negara I , setelah mengambil barang-barangku , aku bergegas untuk mencari taksi , tak sabar rasa nya untuk menemui anak-anak ku .
Sesampai nya di rumah mertua , aku segera memberi oleh-oleh yang telah aku siapkan . Karena aku datang bukan di hari weekend jadi istri ku masih di kantor . Aku menghabiskan waktu bersama anak-anak sambil menunggu istri ku pulang .
Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam , anak-anak pun sudah tidur . Ku lihat bapak mertua ku masih duduk di ruang tv .
Aku pun menghampiri nya “Bapak belum tidur .. mau aku bikin kan teh atau kopi, pak ?” tanya ku sopan .
“Oooh iya belum terlalu ngantuk , ndak usah nak Adrian .. sebentar lagi juga bapak tidur “ jawab pak Rinto , ayah nya Melanie .
Aku pun menggangguk , “mmm pak , apa Melanie selalu pulang malam seperti ini ?”selidik ku
“Iya , kira-kira hampir setahun kamu di sana , Melanie mulai pulang malam .. kasihan anak-anak jadi jarang ketemu ibu nya , karena kalau sabtu minggu pun terkadang Melanie juga pergi .. “ jawab pak Rinto sambil menghela napas .
“Ooohh begitu , ya sudah nanti saya coba bicara dengan Melanie , pak “ ucap Adrian , pak Rinto hanya mengangguk .
“Kalau begitu bapak istirahat ya , kamu saja yang tunggu Melanie pulang “ pinta pak Rinto . Kali ini aku yang mengangguk .
Sekitar jam sebelas malam Melanie pulang , aku belum bicara apa-apa karena aku khawatir ia masih lelah.
Keesokan pagi nya , aku mendampingi anak-anak sarapan dan mengantar nya kesekolah . Sementara Melanie masih di rumah sedang bersiap ke kantor . Karena aku baru datang jadi aku masih boleh ke kantor agak siang .
Jam tujuh pagi aku sudah kembali ke rumah setelah mengantar anak-anak , hari ini aku akan mengantar Melanie dulu sampai kantornya setelah itu baru ke kantor ku.
Di perjalanan aku coba membuka pembicaraan “Mel , kalau jarak dari kantor kamu ke rumah ibu kejauhan , apa mau kembali ke apartemen aja ?” tanya ku
“Boleh , tapi anak-anak tetap di rumah ibu aja biar sekolah nya ga kejauhan “ jawab Melanie
“Boleh, kalau bapak sama ibu ga keberatan .. nanti kita tinggal tambahin aja uang bulanan nya , terus uang bulanan anak-anak juga di titip aj sama ibu ya “ jelasku
“Tenang aja ,kakek nenek nya ga akan keberatan kok .. ya sudah kalau begitu minggu depan aja pindah nya “ ucap Melanie .
“Oke , kamu atur aja .. “ jawab ku
Setelah menikmati macet nya jalanan , akhirnya sampai juga ke kantor nya Melanie . Setelah Melanie turun dari mobil ku , aku pun langsung menuju ke arah kantor ku .
Seminggu kemudian , kami pindah ke apartemen yang dulu . Dan di sini lah mulai terjadi keanehan dari istri ku .
Ternyata kebiasaan Melanie pulang malam tidak berubah , padahal jarak nya sudah lebih dekat . Selalu aku duluan yang sampai di apartemen . Dengan posisi Melanie saat ini di kantor nya bukan lah posisi yang mengharuskan lembur berjam-jam apalagi sampai tengah malam ,dan itu terjadi hampir setiap hari .
Aku hanya berpesan agar hati-hati , karena sangat besar resiko nya untuk wanita menyetir di tengah malam sendirian .
Sudah satu bulan belum ada perubahan dari Melanie meski pun aku sudah berulang-ulang kali berpesan agar tidak pulang malam . Dan setiap kali aku tanya selalu berujung pertengkaran .
Akhir nya aku mengalah , ku diamkan saja . Hingga pada suatu hari , aku melihat pakaian-pakaian kotor yang menumpuk dan juga banyak pakaian yang belum di setrika . Akhir nya aku kerjakan semua nya , karena ku pikir mungkin Melanie kelelahan dan belum ada waktu untuk mengerjakan nya . Karena memang kami tidak menggunakan asisten rumah tangga di apartemen .
Tapi itu selalu berulang , bahkan untuk hari libur pun Melanie bangun nya sangat siang . Sehinga kembali lagi aku yang menyiapkan sarapan, mencuci dan menyetrika . Bahkan aku juga yang beres-beres apartemen . Melanie seperti nya sudah tidak peduli dengan kondisi apartemen mau pun anak-anak nya.
Tiap bulan aku yang selalu mengingatkan transfer uang ke ibu Melanie, dua minggu sekali aku yang memaksa nya untuk menjenguk anak-anak , itu pun setelah perdebatan sengit .
Entah apa yang terjadi pada Melanie , aku harus menyelidiki nya ,pikirku .
Aku coba menghubungi Melanie setelah jam kerja selesai , namun tidak angkat . Begitu pun pesan yang ku kirim , tidak di balas . Ketika sampai di rumah malam hari nya , setiap aku tanya selalu jawab nya lagi sibuk jadi ga sempat membalas telepon atau pesan ku . Sungguh jawaban yang tidak masuk akal , pikir ku .
Kembali aku mengalah , karena sudah lelah juga hampir tiap hari bertengkar dengan istri ku . Aku pun mulai memikirkan cara lain .
Akhir nya ku putuskan untuk langsung ke kantor Melanie selepas kerja , aku sampai di kantor nya sekitar pukul enam sore . Kalau memang ia lembur , harus nya jam segini masih di kantor , pikir ku .
Sampai di sana , “ permisi pak .. Saya mau ketemu Melanie , saya suami nya “ tanya ku sopan kepada sekuriti yang menjaga pintu lobi .
“ Wuah bapak telat jemput nya , bu Melanie sudah pergi , tadi saya lihat keluar nya , tapi kalau mau lebih jelas nya lagi bisa nanya ke resepsionis , kebetulan resepsionis nya belum pulang , pak “jawab satpam tersebut .
“Ooohh gitu , terimakasih informasi nya pak , kalau begitu saya coba pastikan ke resepsionis nya ya pak “ ucap ku .
“ iya iya , silahkan pak “ jawab pak satpam .
Aku pun segera menghampiri resepsionis tersebut , takut keburu pulang .
“Sore bu , maap saya mau nanya .. Apakah Melanie sudah pulang ya, saya suami nya “ tanya ku sopan .
“ohiya sudah pak , bu Melanie biasa nya pulang selalu jam lima atau paling telat jam setengah enam sudah keluar dari kantor “ ucap resepsionis tersebut .
Deg .. bener dugaan ku , ada yang ga beres sama istri ku , batin ku .
“Oohh gitu ya , terimakasih banyak informasi nya ya bu , saya memang tadi tidak kasih info dulu kalau mau mampir ke istri saya , rencana nya mau kasih kejutan eehh telat “ ucap ku beralasan . Resepsionis tersebut hanya tersenyum .
Setelah pamit aku segera meninggal kan kantor Melanie , kembali ke apartemen ku . Di perjalanan, ku coba menghubungi nya tapi tidak di angkat juga .
Kemana ya Melanie ,semoga aja dia udah ada di apartemen , benak ku . Kurang dari satu jam aku sudah sampai di apartemen , dan ternyata kosong .
Tuutt..tuuut.. ttuutt ..
Kucoba menghubungi Melanie kembali , namun tidak di angkat juga .
Baiklah , aku akan menunggu nya pulang , pikir ku . Aku pun mulai bersih-bersih , di kulkas tidak ada stok bahan makanan apa pun , hanya ada telur . Dan di dapur tersimpan mie instan . Akhir nya aku makan malam dengan mie instan .
Aku terbangun tengah malam karena haus , sambil berjalan menuju dapur , aku melirik ke arah
Jam dinding , deegg .. ternyata sudah jam satu dini hari . Dan Melanie masih belum pulang .
Ku duduk di dapur sambil minum air putih hangat , kepala ku sedikit berdenyut .
Aahh sudahlah mungkin dia pulang ke rumah orangtua nya , besok aku coba hubungi mertua ku deh , pikir ku . Dan aku kembali masuk ke kamar untuk melanjutkan tidur .
Pagi menjelang , aku bersiap untuk ke kantor , namun sebelum berangkat aku menghubungi mertua ku dulu ..
Ttuuutt..ttuutt..ttuutt..
tak lama telepon pun di angkat , dan terdengar suara bapak mertua ku. Aku memang sengaja menghubungi bapak mertua ku karena kalau masih pagi, ibu mertua biasa nya sibuk ngurusin anak-anak ku .
“ Wuah bapak telat jemput nya , bu Melanie sudah pergi , tadi saya lihat keluar nya , tapi kalau mau lebih jelas nya lagi bisa nanya ke resepsionis , kebetulan resepsionis nya belum pulang , pak “jawab satpam tersebut .
“Ooohh gitu , terimakasih informasi nya pak , kalau begitu saya coba pastikan ke resepsionis nya ya pak “ ucap ku .
“ iya iya , silahkan pak “ jawab pak satpam .
Aku pun segera menghampiri resepsionis tersebut , takut keburu pulang .
“Sore bu , maap saya mau nanya .. Apakah Melanie sudah pulang ya, saya suami nya “ tanya ku sopan .
“ohiya sudah pak , bu Melanie biasa nya pulang selalu jam lima atau paling telat jam setengah enam sudah keluar dari kantor “ ucap resepsionis tersebut .
Deg .. bener dugaan ku , ada yang ga beres sama istri ku , batin ku .
“Oohh gitu ya , terimakasih banyak informasi nya ya bu , saya memang tadi tidak kasih info dulu kalau mau mampir ke istri saya , rencana nya mau kasih kejutan eehh telat “ ucap ku beralasan . Resepsionis tersebut hanya tersenyum .
Setelah pamit aku segera meninggal kan kantor Melanie , kembali ke apartemen ku . Di perjalanan, ku coba menghubungi nya tapi tidak di angkat juga .
Kemana ya Melanie ,semoga aja dia udah ada di apartemen , benak ku . Kurang dari satu jam aku sudah sampai di apartemen , dan ternyata kosong .
Tuutt..tuuut.. ttuutt ..
Kucoba menghubungi Melanie kembali , namun tidak di angkat juga .
Baiklah , aku akan menunggu nya pulang , pikir ku . Aku pun mulai bersih-bersih , di kulkas tidak ada stok bahan makanan apa pun , hanya ada telur . Dan di dapur tersimpan mie instan . Akhir nya aku makan malam dengan mie instan .
Aahh sudahlah mungkin dia pulang ke rumah orangtua nya , besok aku coba hubungi mertua ku deh , pikir ku . Dan aku kembali masuk ke kamar untuk melanjutkan tidur .
Pagi menjelang , aku bersiap untuk ke kantor , namun sebelum berangkat aku menghubungi mertua ku dulu ..
Ttuuutt..ttuutt..ttuutt.. tak lama telepon pun di angkat , dan terdengar suara bapak mertua ku. Aku memang sengaja menghubungi bapak mertua ku karena kalau masih pagi, ibu mertua biasa nya sibuk ngurusin anak-anak ku .
"Halo .. "ucap suara di seberang
"Halo pak, maaf mengganggu .. Melanie semalam apa menginap di rumah bapak ?" tanyaku dengan hati - hati
"oohh tidak Nak , Melanie tidak kesini .. memangnya ada apa toh ?" tanya mertua ku
"aah tidak apa - apa pak, ya sudah kalau begitu.. saya mau berangkat ke kantor dulu ya pak .. Terimakasih "ucap ku segera memutuskan pembicaraan sebelum mertua ku semakin curiga. Sebenarnya aku sangat terkejut mendengar jawaban mertua ku , kemana ya Melanie , pikir ku.
Belum hilang rasa terkejut ku , aku pun melihat yang lebih mengagetkan lagi ketika Melanie dan Handika cipika cipiki dengan mesra , dan bergandengan tangan masuk ke sebuah lift .
Aku pun segera mengikuti nya , aku masuk ke dalam lift yang sama , dengan memakai masker medis yang biasa di pakai dokter-dokter , aku juga memakai kaca mata hitam , semua nya sudah ku persiapkan dengan matang walaupun mendadak . Aku memakai jaket dan sepatu kets .
Jantung ku berdegup kencang melihat adegan kemesraan mereka , aku berusaha tetap tenang , dengan kamera masih berada di tangan namun posisi nya agak aku sembunyikan agar tidak terlihat oleh mereka.
Ku ikuti mereka terus , hingga akhir nya aku pun tahu mereka masuk ke mana . Lalu aku pun segera kembali ke mobil , sesampai nya di mobil , aku pun coba menghubungi Melanie , namun kembali tidak di angkat. Akhir nya aku pulang ke apartemen , aku pengen lihat apakah istri ku pulang atau menginap di sana bersama lelaki itu , yang ternyata sahabat ku sejak kecil .
Sekitar pukul setengah dua belas malam ,tiba-tiba Melanie pulang ke apartemen ku . Ingin rasa nya aku usir ia saat ini juga , namun aku masih menahan emosi ku . Aku pura-pura tidur . Aku dengar ia ke kamar mandi , mungkin untuk bersih-bersih , setelah itu aku merasakan ia merebahkan tubuh nya di belakang ku .
Aku sengaja mengambil posisi memunggungi nya . Tak lama ku dengar deru nafas nya Melanie yang teratur , menandakan bahwa ia sudah pulas .
Aku pun berbalik , ku pandangi wajah nya yang masih cantik , kenapa kau melakukan ini , Mel .. Batin ku . Sakit hati , perih, dan dada yang sesak yang kurasakan sepanjang malam .
Pagi nya aku mencoba untuk bersikap biasa “Kamu kenapa ga ngabarin kalau ga pulang , Mel ? aku khawatir kamu kenapa-napa , walau bagaimana pun juga kan aku masih suami mu , masih bertanggungjawab atas diri kamu “ ucap ku . Ku lihat ekspresi wajah nya yang seolah tidak peduli , cuek dan dingin .
“Biasa aja , Dri .. Aku bisa jaga diri sendiri , kamu urus aja urusan kamu sendiri “ ucap Melanie sambil berlalu pergi .
Aku tak menyangka akan ucapan Melanie , dan kini ia sudah berangkat ke kantor nya .
Siang berganti sore , sampai maalam tiba , aku pulang ke apartemen pun masih kosong . Belum ada tanda Melanie pulang . Ku tunggu beberapa saat, ada keraguan kalau Melanie pulang .
Setelah yakin bahwa Melanie tidak akan pulang ke apartemen malam ini , akhir nya ku putuskan sekitar jam delapan malam aku menelpon bapak mertua ku , aku ingin mengajaknya mencari Melanie .
Aku mempercepat laju mobil ku , hingga tidak sampai satu jam sudah sampai di rumah mertua ku .
“Malam pak ..” sapa ku
“Malam nak Adri , ayoo nak .. kita cari Melanie sebelum keburu malam “ ucap bapak mertua ku .
“ iya pak “ jawab ku singkat , kami pun bergegas ke mobil ku .
Dalam perjalanan perasaan ku campur aduk ,
“Kamu sudah tahu mau mencari kemana ?” tanya mertua ku
“Iya pak , kita coba aja dulu ke alamat ini ya “ jawab ku singkat , dan semakin mempercepat laju mobil ku .
Hampir jam sebelas malam , kami sampai di apartemen mewah yang Melanie singgahi bersama Handika.
Ada kebingungan dari wajah pak Rinto , mertua ku , namun tak ku hiraukan . Nanti juga bapak akan tahu sendiri , batin ku .
Sesampai nya di halaman parkir , terlihat mobil Melanie dan Handoko masih terparkir . Aku segera mengajak mertua ku ke lantai 7 , di mana Melanie dan Handika berada .
Ku pencet bel nya , dan kusiapkan kamera seperti yang kemarin , namun kali ini ku biarkan saja terlihat .
Tak lama pintu pun terbuka , segera ku dorong dengan kencang hingga terbuka lebar . Lalu menarik pelan mertua ku untuk masuk .
“Ya Tuhan , Melanie ..” ku dengar teriakan pak Rinto .. Ku lihat Handika hanya memakai celana pendek tanpa atasan , sementara Melanie hanya berbalut selimut .
Mereka berdua sama-sama terkejut dengan kedatangan kami . Pak Rinto terduduk di lantai sambil menangis ,ia benar-benar terpukul dengan kelakuan anak nya .
“Kamu ,, ba.. bagaimana ka.. kamu bisa tahu tempat ini , dri “ tanya Melanie terbata .
“Aku ini lelaki , mudah bagi ku menyelidiki kamu Mel “ jawab ku dingin .
“Semua bukti-bukti sudah ada di aku , kalian mau nya gimana ?” tanyaku ga kalah sinis . Ku lihat Handika sudah menggunakan kaos , dan ia pun terduduk di lantai seolah tidak punya tulang untuk menyanggah tubuh nya. Tangan nya menutupi wajah nya.
“Maaf dri , awal nya aku khilaf .. namun lama-lama aku tidak bisa lagi terpisah dari Melanie , meski pun aku tahu kamu sudah kembali kenegara ini “ ucap nya
Sakit sekali rasa nya mendengar kalimat yang keluar dari mulut sahabat ku sendiri. Ingin rasa nya ku pukul sampai babak belur . Namun aku mencoba menahan , aku tidak mau mengotori tanganku sendiri.
"Sungguh keterlaluan kamu ,,Han ... Seperti tidak ada perempuan lain saja. Istri sahabat mu sendiri pun kau sikat. Dasar bajingan ga punya hati nurani" ucapku dengan ber api - api
Handika tidak dapat berkata apa - apa, ia hanya duduk lemas , bersandar ke dinding. Kepala nya tertunduk.
"Kalian berdua tidak lebih dari sampah .. Menodai kesucian rumahtangga , mengkhianati janji yang di saksikan Tuhan , juga menyakiti pasangan yang telah setia memberikan seluruh hidup nya "maki ku
Aku pun beralih menatap ke istri ku yang juga tidak mempunyai hati nurani , tega nya ia mengkhianati kesucian rumahtangga yang telah di bangun dengan dasar cinta dan kasih sayang. Hanya karena napsu , ego dan juga harta .
“Mel , aku talak kamu .. kita cerai , anak-anak ikut aku “ ucap ku . Aku pun merangkul pak Rinto,
“Mari pak , kita pulang “ ajak ku dengan sopan .
Kami pun kembali pulang , pak Rinto masih terisak sepanjang jalan .
“Nak Adrian .. bapak tidak akan menghalangi kamu untuk menceraikan Melanie , tapi bapak mohon jangan halangi kami untuk bertemu cucu-cucu “ucapnya .
Aku menghela nafas , aku belum tahu nanti hasil persidangan , jadi aku belum bisa menjawab permintaan mertua ku . Aku hanya diam .
Pak Rinto yang memahami bagaimana perasaan menantu nya, hanya bisa pasrah . Karena ia juga malu atas perilaku putri nya sendiri .
Satu bulan kemudian ,
Adrian sudah resmi menyandang gelar duda , sementara hak asuh anak-anak di limpahkan ke Melanie mengingat anak-anak masih kecil .
Dan Adrian pun sudah tidak tinggal lagi di apartemen itu , kini ia memulai hidup baru lagi .
Mobil yang ia gunakan saat bersama Melanie pun di jual , di ganti dengan yang lain . Semua yang menyangkut Melanie sudah ia hilangkan dalam hati nya , kecuali anak-anak .
Sampai saat ini pun Melanie masih menjadi istri simpanan Handika , karena Handika sebenar nya juga sudah memiliki anak dan istri .
Adrian pun mengakui Handika lebih kaya dan lebih sukses dari nya . Dia memang berasal dari keluarga kaya , sedangkan Adrian berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja .
Semua yang Adrian peroleh mulai dari single adalah hasil kerja keras nya , hingga ia mendapatkan jabatan di perusahaan yang sekarang .
Hancur nya rumah tangga Adrian yang masih seumur jagung , membuat nya merasa trauma dan hilang kepercayaan terhadap kaum hawa .
Kini Adrian melalui hari – hari nya dengan bekerja dan bekerja .. Ia pun masih menjenguk anak-anak , namun ia akan datang ketika Melanie sedang tidak di rumah .
The End