Oek.. oek.. terdengar tangisan bayi dari dalam istana membuat warga tersenyum bahagia. Kebahagiaan itu juga yg dirasakan oleh raja dan permaisuri. Pasalnya setelah menjalani rumah tangga selama 8 tahun mereka baru mempunyai seorang anak. Anak itu seolah menjadi jawaban atas doa mereka yg selalu dipanjatkan setiap waktu. "Terima kasih adinda.. Engkau telah bertaruh nyawa untuk melahirkan putriku" ucap sang raja setelah memberikan kecupan pada sang permaisuri. "Sama-sama kanda. Maafkan aku, aku tak bisa memberimu anak laki-laki seperti yg engkau idamkan" jawab permaisuri dg lelehan air mata. "Tidak apa-apa dinda. Kehadirannya dalam kehidupan kita sudah memberikan kebahagian yg sangat besar. Aku akan memberikan nama putri kita Layland yang artinya pelindung. Karena aku ingin putri kita tumbuh menjadi pribadi yg tangguh yg mampu melindungi kita semua." Kata raja. "Layland? nama yg indah. Dinda setuju dg nama itu." Jawab permaisuri dg senyum sg selalu mengembang sempurna.
Jauh didalam lubuk hati raja sebenarnya ada sebuah kekecewaan. Dia menginginkan anak laki-laki agar bisa ia bimbing menjadi penerus tahtanya. Namun pada kenyataannya bayi perempuanlah yg mereka dapatkan. Walaupun demikian, raja tetap menaruh harapan besar kepada putrinya itu. Dia bertekat untuk mendidik anaknya sebagai pribadi yg kuat fisik & mentalnya. Sehingga pada suatu hari nanti dia akan tumbuh menjadi seorang ratu yg bijaksana dan mengayomi rakyatnya.
Sejak kecil sang raja selalu mengajarkan kedisiplinan kepada putri Layland. Mulai bangun pagi, olah raga, mandi, sarapan hingga belajar. Raja tak segan-segan memberikan hukuman jika sang putri bermalas-malasan. Hal itulah yg membuat permaisuri berselisih dg sg raja. "Wahai kakanda. Janganlah engkau mendidik putri kita terlalu keras. Kasihan dia. Sebagai putri satu-satunya kerajaan ini seharusnya dia mendapatkan fasilitas & pelayanan yg mewah. Tapi apa yg kanda lakukan. Justru kanda menyuruh dia melakukan segalanya sendiri. Mulai dari membereskan tempat tidur, mengambil makanan, dsb. Apa masih kurang banyak pelayan diistana ini? Dan yg sangat dinda tidak suka, kenapa dia dipaksa belajar bela diri? Dia itu wanita bukan laki-laki" tutur sang ratu emosi. "Dinda, ilmu bela diri itu penting. Bukan hanya untuk laki-laki tetapi jg untuk perempuan. Apa dinda ingin jika suatu saat nanti terjadi peperangan dia jadi tawanan musuh tanpa bisa melakukan apapun? Perempuan juga butuh beladiri itu melindungi dirinya dari marabahaya. Disamping itu beladiri juga menambah kesehatan fisik." Jawab raja memberi pengertian.
Tentangan demi tentangan selalu ratu lakukan untuk membela putri Layland agar tidak dipaksa latihan bela diri. Namun usahanya itu sia sia. Karena semakin ratu menentang justru sg raja semakin keras.
Maktu demi waktu berjalan. Putri Layland telah menguasai berbagai jurus beladiri. Tibalah pada suatu pagi ketika putri Layland sedang berlatih dg pelatih yg disaksikan langsung oleh sang raja, seorang prajurit datang dg nafas yg terengah-engah "Maaf tuanku ada berita mendesak yg perlu hamba sampaikan" kata prajurit sampil membungkukkan badannya. "Berita apakah yg membuatmu panik begitu?" Tanya raja "ampun tuan, ada prajurit dari kerajaan lain yg menyerang didaerah perbatasan."
"Kalau begitu siapkan pasukan untuk melawan" Perintah raja. Mendengar perintah tersebut membuat putri Layland antusias untuk mencoba kemampuan beladirinya. "Ayahanda, biarkanlah aku ikut bersama prajurit untuk melawan musuh" pinta putri Layland. "Baiklah.. ini adalah perang pertamamu. Maka persiapkanlah dirimu. Ayahanda akan mendukungmu."
"Terimakasih ayahanda. Ananda akan mempersiapkan peralatan dan bersiap untuk berangkat."
"Jangan lupa memintalah restu pada ibumu. Doa akan mengantarkanmu pada sebuah kemenangan." Perintah raja.
Setelah persiapan untuk melakukan perang selesai. Putri Layland segera menemui ratu untuk meminta restu. "Ibunda.. biarkanlah ananda ikut melindungi daerah kekuasaan kita. Ananda tidak ingin para rakyat semakin menderita dg keadaan ini." Pinta putri Layland. "Baiklah nak.. jagalah dirimu.. pulanglah membawa kemenangan." Jawab sang ratu. Putri Layland kemudian mencium tangan ratu dan segera menunggangi kuda untuk berperang. Sebenarnya ratu sangat berat hati melepas putri Layland. Namun melihat semangat putrinya yg membara, membuatnya luluh.
Sesampai dibukit dekat daerah perbatasan, putri Layland menghentikan kudanya. Membuat para prajurit bertanya-tanya. Pasalnya ini adalah kali pertama putri Layland terjun langsung untuk berperang. "Wahai putri, hal apakah yg membuat putri menghentikan langkah?" Tanya salah satu prajurit. "Wahai para prajurit sebelum kita menyerang mereka, hendaklah kita mengatur strategi terlebih dahulu. Agar pasukan kita tidak semakin berkurang. Mula-mula sebagian prajurit kita maju untuk memberitahu mereka agar mengecoh pertahanan lawan dg berpura-pura mundur. Sedangkan prajurit yg tersisa kita bagi jadi beberapa kelompok yg nantinya akan mengepung mereka dari segala arah. Kita biarkan mereka masuk kedalam wilayah kekuasaan kita dulu. Setelah terperangkap kita akan menyerang mereka secara bersamaan" jelas putri Layland panjang lebar. "Baik putri" jawab mereka kompak.
Beberapa pasukan putri Layland maju untuk menyerang para musuh sekaligus memberikan kode kepada yg lain agar mundur. Sedangkan pasukan yg lain telah siap pada posisi masing-masing.
Pertumpahan darah tidak terelakkan lagi. Mereka saling menyerang menggunakan pedang. Kemudian pasukan putri Layland melarikan diri sesuai rencana. Para musuh yg mengira sudah menang membiarkan mereka pergi begitu saja. Mereka tidak tau jika pasukan putri Layland itu bergabung dg yg lain untuk mengepung mereka. Para musuh mulai berjalan mengambil harta rampasan perang. Dan disaat itulah pasukan putri Layland dg kompak menyerang musuh. Jumlah pasukan putri Layland memang lebih sedikit dari pasukan musuh. Namun karena musuh tidak siap, mereka dapat ditahlukkan dg mudah.
Kemenangan pasukan putri Layland disambut suka cita oleh seluruh penduduk, terlebih raja dan ratu. Mereka sadar bahwa gender tak dapat menghalangi niat seseorang untuk melindungi orang lain. Terbukti putri Layland mampu menjadi panglima perang dan membuat mereka meraih kemenangan.