Aku...narapidana 0348 terpidana mati akibat ku langgar hukum yang berat.
Aku ....0348 penghuni sebuah " Lembaga Pemasyarakatan milik Negara.
yang menunggu " panggilan " eksekusi mati.
Sebagai penebus dosa yang telah ku lakukan.
Di dunia nyawa ku sudah tergadai dan tertakar diujung pistol,semua adalah ganjaran yang layak untuk ku.
Detik demi detik ku lewati dalam kepasrahan .
Takut ? tentu saja ,siapa yang tidak takut jika melihat maut terpampang di depan mata.
0348 !!
Itulah nama yang harus ku sandang,pengganti jati diri ku yang sudah hilang.
Waktu berlalu,dalam penantian ku berusaha meminta keringanan hukuman.
Setiap bulan Agustus aku selalu berharap mendapat grasi ataupun amnesti dari Bapak Presiden.
Tapi semua upaya ku gagal dan selalu di tolak.
Pupus sudah harapan dan semua tinggal angan.
Ku isi keseharianku dengan doa dan doa memohon ampunan yang Maha Kuasa,atas semua tindakan bodohku.
Tuhan,jika waktu bisa kuputar.
jika aku bisa memilih
jika aku tak menuruti emosi sesaat
aku pasti tidak akan terjerumus dalam lembah nista ini.
Bergelimang dosa ,hingga mengantarku hidup dalam jeruji besi.
Bui mengekang kebebasan ku yang dulu.
Tuhan maafkan aku.
Aku hanya sekedar menjalani takdir yang telah ENGKAU tuliskan di garis hidup ku.
Setiap ingat peristiwa itu ,hanya air mata yang mewakili perasaanku.
***
NIA !! suara panggilan emak dari arah dapur sore itu.
Ya mak,sahutku seraya menghampirinya ,mamak ku terlihat sibuk menata aneka masakan di piring piring cantik.
Ini nduk,cepat kamu taruh di meja ,sebentar lagi keluarga Indra akan datang.
Tanpa banyak kata dan tanya segera ku bawa bermacam masakan mamak ,ke meja makan .
Keluargaku ,sore ini akan kedatangan keluarga mas Indra yang sedianya akan meminang ku .
Bergegas aku mandi dan berdandan semanis mungkin.
Kutatap wajahku dipantulan cermin usang,ku ulas kan senyum menawan disana .
Menjelang Maghrib rombongan keluarga mas Indra tiba.
Setelah ber basa basi kami sepakat untuk menerima lamaran mereka.
melangsungkan akad nikah dan mengadakan resepsi.
Aku dan mas Indra ,sebenar nya tidak saling mengenal tapi entah kenapa kami berdua menerima keinginan orangtua untuk menikah.
Meski kami dijodohkan,aku percaya bisa mencintai dan menyayangi mas Indra.
begitupun harapan ku terhadap mas Indra.
Resepsi tiba,sungguh meriah dan mewah sekali untuk ukuran kemampuan penduduk di desa ku.
Hari - hari berlalu ,layaknya pengantin baru kami mereguk manis madu sepuas hati.
Kebahagiaan ,kenyamanan dan cinta kasih kurasa kan begitu dalam dan indah.
Hingga suatu saat ketentraman bahtera rumah tanggaku porak poranda.
Ting ....suara pesan di ponsel suami ku ,kuraih dan kubuka chat dari seorang perempuan.
📩 Mas Indra ...
📤 Iya Sayank
📩 Kapan kamu memenuhi janjimu,menceraikan istrimu ,mas?
📤 Sabar rin,mas sedang berusaha mencari hari dan waktu yang tepat.
📩 yang tepat ...yang tepat itu kapan Mas?
aku sudah tidak bisa lagi menyembunyikan perutku yang sudah mulai kelihatan buncit .
📤 Iya Rin,kamu sabar jangan mendesakku terus menerus tambah pusing aku
percayalah aku akan segera ceraikan Nia.
Deg ,...jantungku terasa mau melayang.
sontak mataku gelap dan .....
Tangisku lirih kupegang dadaku yang terasa sakit
Ya TUHAN, apa semua ini??
kenapa bisa terjadi?? orang yang paling ku sayangi menikam jantungku dengan belati berkarat.
Tapi aku tidak mau kehilangan suamiku
Aku tidak mau menjadi janda
TUHAN tolong aku,ratap ku pilu.
Ingin rasanya ku banting ponsel itu,tapi tiba- tiba hatiku membisikkan .
Jangan ...
Lebih baik kau habisi saja Rini.
lekas temukan cara supaya kau bisa bertemu Rini
dan membunuhnya.
dengan begitu kau tidak akan kehilangan suami mu.
Jangan biarkan perempuan hina itu bahagia .
semua bisikan itu merasuki pikiranku dan hati ku bergolak ..
Amarah ku memuncak sampai ke ubun - ubun.
Dihadapan mas Indra aku berpura pura tidak pernah terjadi apa- apa.
Ku pendam rapi rasa dendam kesumat ku.
**
Ku raih ponsel itu dan ku hubungi Rini.
📤Rini ,sayang...bisa tidak nanti sore kita ketemuan?
📩 Iya mas ,aku juga sudah kangen nih ,si dedek juga pengen di tengok ayah nya.
📤 Bisa saja kamu yank,ok nanti di jemput adikku ya,Santi.
📩 Ichh ..kenapa gak mas sendiri sih
📤 Aku sedang mencari peralatan kantor gak lama kog ,ok
📩 iya mas. ...lopeyu 😘
Kututup percakapan yang menjijikan ini.
Waktu yang kami sepakati sudah tiba
kujemput Rini dan kami berboncengan ,sepanjang jalan kami tidak banyak bicara.
Tiba di sebuah kebun kosong dan sepi ku hentikan motor.
Loh kog berhenti disini sih dek?
Ini mba sepertinya ada yang tidak beres nih sama motor nya.
Mba Rini turun dulu gih ,biar aku periksa ,sahutku.
Rini pun turun dan berdiri dipinggir jalan sambil main ponsel.
Entah Setan mana tiba- tiba menguasai pikiran dan akal sehat ku
Ku jalan kan semua rencana yang sudah ku susun.
Kubuka jok motor ,ku ambil kunci inggris ku pukul kan ke arah kepala Rini..
Ku hantam kan bertubi tubi dan membabi buta hingga tubuh Rini terkulai tak berdaya.
Masih ku belum puas ku tusuk kan sebilah pisau ke tubuh nya.
Kulihat Rini sudah tak bernapas lagi
tanganku berlumuran darah.
Aku puas telah mencabut nyawanya.
****
Aku linglung
Aku takut
Menyesal
Bersalah
semua bercampur aduk ...
Ku langkahkan kaki ku ,tanpa kusadari aku sudah berada di kantor polisi ..
Ya aku menyerahkan diri.
Ku akui semua perbuatan ku..
Dan ...akhirnya disini lah aku terdampar .
Setelah beragam rekontruksi dan menjalani sidang ..
Palu hakim terketuk dan menjatuhkan amar hukum nya.
Memeriksa ,Menimbang dan Memutuskan
bahwa terdakwa Nia setiawati binti paijo
di nyatakan bersalah dan dengan sengaja merencana kan pembunuhan terhadap saudari Rini
maka dengan ini diputus kan terdakwa di hukum "MATI" ..
Aku 0348
penghuni sel no 105 menunggu algojo yang akan mengeksekusi ku .
Peluru yang selalu membuatku was was.
Satu pinta ku TUHAN...ampuni semua dosa ku.
HITAM perjalanan hidup ku
Pahit ,akhir dari sebuah kecemburuan
Amarah ,emosi sesaat yang buta dan membara
melunpuhkan akal sehat dan nurani .
0348 ..
DOR DOR DOORR ...
..
KUtatap regu tembak untuk terakhir kali nya
Kuberi senyum dan sebuah pemaafan kepada mereka .....
BRUGH .....
JKT,17/5/22.