Hai semuanya 🤗
Perkenalkan saya Star 😇
Semoga Kaka semuanya suka ya dengan Cerpen Star ini... 😊
Tanggal pembuatan : 16 - 05 - 2022
Dahulu kala, ada seorang gadis cantik yang sangat suka dengan bunga. Ia selalu saja menyempatkan diri untuk pergi ke sebuah taman tersembunyi yang ada disebuah hutan.
Teman itu sangatlah indah, ada berbagai macam bunga yang berbeda warna dan pastinya sangat harum.
Dari kejauhan terdengar suara gelak tawa seorang gadis yang sedang asyik berlari kesana kemari dengan puluhan kupu - kupu.
"Kalian... Berhentilah mengejarku," pintanya sambil terus tertawa.
"Kami masih ingin bermain denganmu tuan putri," ucap para kupu - kupu serentak.
"Kenapa tiba - tiba saja kalian memanggilku tuan putri?" tanyanya merasa heran.
"Tidak apa - apa kok," jawab salah satu dari mereka.
"Hmm... Pasti ada sesuatu nih!" tebaknya sambil menunjuk kearah kupu - kupu.
"Beneran Kucita! tidak ada apa - apa kok," elak mereka.
"Aku tidak percaya! lebih baik aku pulang sajalah," ambeknya lalu berniat untuk pergi dari hadapan kupu - kupu itu.
"Tunggu!" ucap kupu - kupu yang ukurannya paling besar.
Kupu - kupu itu mulai terbang kehadapan gadis itu. Lalu tubuhnya bersinar dan jadi seorang pria yang sangat tampan.
"Si si siapa kamu?" tanyanya gelagapan.
"Maaf langsung berubah secara tiba - tiba tanpa menjelaskan terlebih dahulu," ucapnya tulus.
"Tidak masalah! sekarang tolong jelaskan secara detail," pintanya.
"Baik," jawabnya singkat, padat dan jelas.
"Pertama - tama perkenalkan! aku adalah pangeran kupu - kupu sekaligus pemimpin ditaman yang indah ini," jelasnya.
"Lalu?" tanyanya masih belum tertarik.
"Kau tau? aku sudah lama menyukaimu, mungkin untuk sekarang aku sudah mencintaimu." ungkapnya.
"Hahaha! bagaimana mungkin? pasti para kupu - kupu ini ada yang lebih cantik dariku, masak iya kamu hanya memilih gadis biasa seperti ku." ucapnya tak percaya lalu berniat melanjutkan kembali langkah kakinya yang sempat tertunda.
Gadis itu sangat terkejut saat pengeran memeluk pinggangnya erat sambil berkata "Kucita! sebenarnya sejak dulu kau sudah ditakdirkan menjadi peri kupu - kupu sekaligus calon Ratu yang Rajanya akan dipimpin oleh aku sendiri. Tapi Raja lebah yang tamak tidak pernah setuju sama sekali karna dengan munculnya putri kupu - kupu keadilan akan dengan mudah ditegakkan," ucapnya mencoba menjelaskan.
"Omong kosong apa ini! lepaskan aku! aku tidak ingin menerima cintamu," tolaknya sambil meronta - ronta untuk dilepaskan.
Sang pangeran hanya menuruti keinginannya. Ia sebenarnya merasa sakit hati saat ditolak. Tapi mau bagaimana lagi, ia tidak bisa memaksa seseorang untuk menyukainya secara paksa meskipun ia sudah tau jika pangeran kupu - kupu hanya ditakdirkan dengan putri kupu - kupu.
Tiba - tiba sebuah jaring berwarna Oren yang lengket jatuh dari langit! ternyata itu milik pasukan lebah yang ingin menangkap calon peri kupu - kupu yaitu Kucita.
"Jaring apa ini? lepaskan aku!" rintihnya sambil terus berusaha untuk keluar dari jeratan tersebut.
"Jangan memberontak peri kupu - kupu! akhirnya setelah sekian lama, kami berhasil juga menemukan keberadaanmu yang sudah dimasukkan kedalam tubuh seorang gadis." ucap mereka lalu terbang ke perbatasan antara taman bunga Kurcia ke taman bunga Labdia.
"Bertahanlah Kucita! aku pasti akan menyelamatkan mu!" ucap sang pengeran, tapi sayang sebuah tombak yang terbuat dari madu beracun meleset tepat kearah jantungnya.
Para kupu - kupu yang panik langsung berubah menjadi manusia dan membawa pangeran kedalam Kerajaan.
Lucika yang melihat sang pengeran jatuh terduduk dengan tubuh yang bersimbah darah langsung terbakar api amarah.
Dan amarahnya semakin memuncak saat ia sudah dihadapkan ke hadapan Raja lebah yang sangat kejam.
"Kau! ada urusan apa kau menangkapku dan membunuh kekasihku," tanya Lucika yang tanpa pikir panjang mulai mengakui pangeran.
"Hahaha! kekasih? jangan harap kamu masih bisa bersama dengannya ya," ucapnya sambil tertawa mengejek.
"Bisa saja! Pemimpin yang sudah tua seperti mu sangat mudah untuk kubasmi," entah keberanian dari mana hingga ia berani melontarkan kata - kata tersebut.
Tiba - tiba tubuh Kucita bercahaya diawali dari ujung kaki hingga puncak kepalanya. Ia kini menggunakan baju dan sebuah sayap kupu - kupu warna pelangi yang berkelap kelip dengan sangat indah.
"Kau! ternyata benar dugaanku! awalnya aku berniat mengujiku terlebih dahulu! tapi setelah melihat semua bukti yang ada di hadapanku, kurasa itu tidak perlu lagi." ucapnya sambil memijat dagunya.
"Kamu! tidak usah banyak bicara," ucapnya.
"Kaca mata madu goib," ucapnya lalu sebuah kaca mata yang hanya dapat dilihat olehnya telah terpasang.
"Cari titik masalah kenapa Raja lebah ingin membunuhku," ucapnya lalu semua data berjalan seperti tulisan yang ada di komputer.
"Oh! ternyata itu rupanya," ucapnya sambil tersenyum miring.
"Kalian kenapa pada diam saja! cepat bunuh dia sekarang juga," perintah sang Raja dan para pengawalnya langsung melaksanakan perintahnya.
Kucika yang sudah menjadi peri kupu - kupu dengan kekuatan yang besar tanpa menunggu waktu lama dapat menumbangkan seluruh para pengawal yang berniat membunuhnya.
"Apa? bagaimana mungkin?" heran sang Raja lalu tanpa ba bi bu Kucita yang sudah berdiri dihadapannya langsung mengeluarkan tenaga dalamnya hingga membuat sang Raja yang kalah tenaga dalam dengannya mati setelah mencoba melakukan perlawanan.
Akhirnya Putri kupu - kupu pun menang, ternyata alasan sang Raja tak suka dengan kehadirannya karena tidak dapat lagi mengusai madu di taman yang sejak dulu lebih banyak dikuasai olehnya.
Kini Raja kaum lebah dipimpin oleh raja yang lebih layak dan ditunjuk langsung oleh kucika.
Kucika hanya bisa memandang lemah tubuh calon pendampingannya yang terbaring lemah diatas kasur, sedangkan para kupu - kupu hanya mampu menangis karna tak ada satu pun tabib Istana yang berhasil menawarkan racun yang ada ditubuh sang pengeran.
"Maafkan aku pangeran! karna sempat tak percaya dengan apa yang kamu katakan. Tapi ketahuilah, jika aku sekarang sudah sangat mencintaimu." ucapnya dengan linangan air mata lalu mencium bibir sang pengeran lembut.
Tiba - tiba saja mata pangeran terbuka lebar, luka yang ada ditubuhnya jadi menghilang begitu saja usai dicium oleh sang putri.
Saat Lucika ingin melepaskan ciumannya pangeran malah menahannya dengan kedua tangannya hingga tubuhnya masih pada posisi yang sedikit menunduk.
"Aku sangat berharap ini nyata," ucapnya.
Kucita pun berusaha agar terlepas dari tahanan tangan pangeran dikepalanya hingga akhirnya ia pun bisa berkata "ini nyata pengeran, aku mencintaimu." ucapnya tanpa basa basi.
Pengeran sangat senang lalu bangkit dari pembaringannya.
"Kau serius?" tanyanya dan sang putri hanya mengangguk.
Saking bahagianya dengan anggukan sang putri pangeran jadi memeluknya dengan erat hingga ia sampai sulit untuk bernafas.
Semua yang melihat adegan mereka hanya tersenyum dan bertepuk tangan karna turut merasakan apa yang mereka rasakan yaitu kebahagiaan.
Pada hari itu juga mereka melangsungkan acara pernikahan dan hidup bahagia selamanya.
Pangeran sempat meminta maaf karna tak bisa menolongnya, dan Kucika sama sekali tidak mempermasalahkannya karna ini memang sudah menjadi tugasnya sebagai satu - satunya peri kupu - kupu yang dapat memberikan kedamaian.
Akhirnya taman bunga Kurcia bisa memiliki luas wilayah yang sudah dibagi sama rata secara adil seperti semula oleh pemimpin baru Labdia.
🍃 The and 🍃