Aira baru saja masuk kamar dan melempar tasnya diatas ranjang lalu masuk kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tak lama setelah itu aira langsung mengenakan pakaian lalu merebahkan diri diatas kasur.
jam menunjukan keangka 04 10 menit.lewat.
entah mengapa hari ini hatinya terasa sangat lelah
apalagi tubuhnya
" ra ..... rara.....panggil bunda dari depan kamar.
" ya bun masuk ngak dikunci kok" kata aira pelan.
" krek........kok tiduran sudah sore lho ra pamali" kata bunda. mengingatkan.
" rara pengen tiduran sebentar bun, capek rasanya" kata aira. yang biasa dipanggil rara dirumah.
" ngak enak badan nak" kata bunda sambil memeriksa badan aira.
" cuma capek dikit bun" ngak pa pa nanti juga udah baikan" kata aira.
" kalo merasa ngak enak badan beritahu bunda ya" kata bunda yang memandangi aira sebentar lalu ke luar kamar.
" ya bun" kata aira pelan.
Bunda pun berlalu dengan menutup pintu.sedangan
aira memejamkan matanya. untuk mengistirahatkan hati dan pikirannya.
..............................
Pagi ini aira sudah berada dikampus untuk mengikuti makul yang dijadwalkan. dengan cepat
aira masuk kekelasnya sebelum terlambat .karna dosen yang mengajar terkenal killer.
" ra ....pinjam pulpen " bisik dio seraya mencondongkan badannya kearah aira.
" mhem......aira pun mengabil wadah pulpen mengambilnya dan lalu memberikannya pada dio.
" thanks ya, nanti ku kembalikan " kata dio datar.
Entah mengapa perasaan aira slalu resah bila dio mendekatinya.hatinya slalu berdetak lebih cepat dari biasanya.mungkinkah ini pertanda.......
...................
Setelah makul selesai dio mengembalikan pulpen yang ia pinjam ke aira.
" makasih ya tadi pulpenku habis itintanya" jelas dio.
" ya sama sama. tak masalah" jawab aira seraya merapikan bukunya.
" mau kekantin bareng " tawar dio pada aira.
" duluan aja, aq bareng ajeng" kata aira tersenyum
pada dio.
" ok duluan ya" kata dio bangkit dari kursinya dan melangkah pergi.
Sedang aira masih duduk menunggu ajeng yang masih mencatat tulisan dibukunya.
" jeng masih lama" tanya aira. mendekati ajeng.
" nih sudah selesai " jawab ajeng seraya merapikan bukunnya.
" tadi kenapa ngak duluan aja, kan bisa bareng dio" kata ajeng.
" bisa diomelin siska jeng , dekat dekat incarannya" kata aira polos.
" mbeuh.............takut sama siska, lagian dionya yang dekatin lho kenapa ribet." kata ajeng
" aq ogah ribut jeng" kata aira lirih.
" hadeh........hati mana bisa dipaksa, lagian dionya aja cuek tuh sama siska" prontal ajeng.
" tahu ah, yuk kekantin malas ngomongin tuh orang" kata aira datar.
Kedua gadis itupun berlalu menuju kantin.untuk mengisi perut setelah berjam jam dikelas
sesampai dikantin aira memesan soto sedang ajeng memesan bakso kesuksannya.
Tampa sengaja mata dio bertemu dengan aira.
aira langsung menoleh ketempat lain untuk menghidari tatapan itu.aira bukan tak menyukai pria tampan itu. tapi banyaknya rival yang memperebutkan dio membuat aira ambil jalan
mundur dari pada ribet barurusan dengan para wanita nekad.
Dio yang menyadari aira menghidarinya hanya bisa tersenyum tipis. bukan tampa alasan aira menghidar, tapi karna memang tak ingin punya masalah dengan gadis lain. sedangkan sekarang saja siska sudah menempel duduk disebelahnya.
dengan merangkul tangannya yang membuat dio risih dan tak nyaman.
................................
" ra tunggu......." panggil dio yang mengejar aira keparkiran kampus.
" ada apa sih di, ....." kata aira yang sedang memasukan kunci kemotor meticnya.
" kenapa slau menghindari ku, aq salah apa ra" kata dio meminta penjelasan walau ia sudah tahu.
" kurasa kamu sudah tahu di tampa kujelaskan" kata aira santai lalu memundurkan motornya.
" ra jangan pulang dulu aq mau bicara serius" kata dio yang meraih kunci motor aira lalu memasukannya kedalam kantong celana.
" dio..........apa apa sih, aq mau pulang " kata aira sendi.
" kita perlu bicara ra" kata dio menatapnya nanar.
" noting to speak di, ini sdh sore aq capek " kata aira mulai kesal.
Dengan paksa akhirnya dio pun menarik tangan aira secara paksa. mereka berdua meninggaljkan
motor aira diparkiran.menuju mobil dio.
" masuk......." kata dio setengah memaksa.
" apaan sih di, namun aira pun terpaksa masuk kemobil dio.
dio pun segera memutar dan masuk kemobil lalu
menghidupkan mobilnya melaju meninggalkan kampus.
" di ...apaan ini kamu mau menculikku." kata aira
setengah teriak ketika mobil meluncur cepat.
Namun dio hanya diam tampa suara dan fokus pada kemudi mobilnya.
" di......ngapain gebut.....di....kamu kenapa sih" kesal aira tampa ada jawaban dari dio.
Mobilpun berhenti disebuah parkiran apartement mewah...namun cukup remang remang ketika dio tadi memasukinya.karna berada dibawah apartement.
" di....kita dimana, aq mau pulang " ketus aira.
" kita bicara disini atau naik keatas " kata dio yang menatap aira tajam. bak menusuk hati.
" buka kuncinya aq mau turun" kata aira dengan wajah gusar.
" tak akan sebelum kita bicara" kata dio yang duduk tampa bergerak sedikitpun.
" apa yang ingin kami bicarakan di, bicara sekarang aq mau pulang nanti bundaku khawatir " cerocos aira kesal.
Namun mhpt..........mhpt...........
Bibir aira sudah dibukam dio dengan bibirnya.
aira yang dapat serangan mendadak mencoba berontak.namun sia sia. karna dia semakin melumat bibirnya semakin dalam.
huh.....mhpt.....di lepas " kata aira mencoba mendorong tubuh dio.
namun dio tak perduli bahkan makin memperdalam ciumannya dengan menekan leher aira dan memeluknya erat.semakin aira berontak semakin kuat dio memeluknya.
Akhirnya airapun pasrah tampa perlawanan lagi.
membiarkan dio menciumnya dengan puas lalu berhenti dengan sendirinya.
" aq mencintaimu ra, ...sangat mencintaimu" kata dio lirih dengan suara pelan.
" aira yang menangis diam , hanya bisa membiarkan airmata nya mengalir meluncur tampa henti.
" maafkan aq......." kata dio lagi lalu meraih tubuh aira yang gemetar menangis tampa suara dan memeluknya erat.
" hiks....hiks....hiks.....tangis aira pun pecah.
pelukan dio.
Dio hanya bisa mengusap bahunya dengan lembut dan membelai rambut aira.dan membiarkan gadis itu puas menangis.
Sebenarnya aira sangat mencintai dio begiteu juga dengan dio.tapi karna ancaman para pesaingnya membuat aira slalu menghindari dio. dio yang tak terima akan itu. sudah berusaha menjauhi wanita
wanita ular yang slalu mendekatinya.
rasa kecawa dio atas sikap aira menjadikan dio slalu bersikap agresif pada aira. dio tak ingin
kehilangan orang yang sangat dicintainya.
dan untuk beberapa bulan dio sangat tersiksa atas
kenyataan yang dia alami.yaitu fakta dimana sang
pujaan hati menghindarinya didepan mata.
kenyataan aira menghindarinya membuat dio
cukup pusing memikirkannya.bahkan aira sampai memblokir nomornya tampa bisa menghubungi.
gadis yang sangat dicintainya.
" maaf.....maafkan aq " kata aira yang masih terisak
pilu
" aq sudah memaafkan mu ra, sebelum kau meminta maaf.tapi tolong jangan memblokir nomorku " pinta dio tulus.
" tapi.......
" cup .....sebuah ciuman mendarat lembut dibibir aira.
Ada rasa gelayar aneh dihati aira karna dio tak berhenti menciumnya.
" stop di, jangan lakukan lagi" lirih aira pelan menatap manik mata dio.
" kita akan menikah liburan semester minggu depan.aq tak mau kamu menghindariku lagi" kata
dio lemah lembut.
" kenapa' ? " tanya aira membalas pelan.
" aq bisa gila kalo kau tetap bersikap seperti ini.aq
akan menemui ayah dan bundamu ' kata dio tegas
namun pelan.
" tapi di, .....
" tak ada tapi tapian lagi ra, aq akan membawamu
pindah ke amerika setelah semester ini." kata dio
menatap manik mata aira penuh damba.
..........................................
Apa yang dikata dio memang nyata. setelah liburan semester. orangtua dio bersilahturahmi kerumah aira untuk melamarnya.dan seminggu kemudian akad nikah terlaksana dengan hikmat yang hanya dihadiri kerabat terdekat dari kedua belah pihak.
Karna tak ingin perasaannya digantung sang gadis pujaan dio nekad memacari aira dengan gaya halal
sekalian untuk menyakinkan gadis pujaannya itu
bahwa ia sangat serius dengan perasaannya.
Kini aira tak mungkin lagi menghidari sang kekasih halal. karna dio akan berbuat nekat.
menghindari kenyataan tentang dio membuat aira
juga merasa sakit dan lelah pikiran.karna pada
kenyataannya dio tak pernah bisa jauh dari aira.
dan pernikahan diam diam itu pun terlaksana
tampa rintangan berjalan mulus layaknya jalan tol.
" hai ra, kamu ikut kkn kan minggu besok" kata ajeng.
" ya jeng kamu sendiri gimana" kata aira balik bertanya
" iyalah biar cepat selesai " kata ajeng.
" oh ya ku dengan kamu bakal magister di amerika
apa benar" kata ajeng penuh selidik.
" kata siapa" kata aira heran padahal dia tak pernah
cerita soal itu kesiapapun.
" dio......yang bilang katanya kalian berdua akan menetap disana" selidik ajeng menatap aira.
" insyaallah jeng, kalo ngak ada halangan " kata aira pelan.
" ck........yang mulai dekat pedekate ngak ngomong ngomong" ucap ajeng mengoda.
" tahu ah....nanti taceritain kalo kita kkn " kata aira setengah berbisik.
" ok.....ku tunggu ....curhatannya." bisik ajeng membalas.
" trimakasih jeng yuk kekantin " ajak aira
" tuh ngak diajak " goda ajeng menunjuk dio.
" biar aja nanti bareng bram " kata aira tersenyum
" ok yuk.....
Sejak pernikahan itu.aira tak bisa lari dan menghindar lagi dari dio.dan itulah kenyataan yang harus ia hadapi.bahwa cinta yang tulus takkan pernah bisa dihindari walau bersembunyi dilubang semut sekalipun.kini ia hanya bisa melihat kenyataan bahwa sang suami idola para gadis
di kampusnya.
Tamat.