menikah, adalah hal yang paling didambakan bagi setiap wanita di dunia. mendapatkan suami yang mencintaimu sepenuh hati merupakan anugerah terindah yang pernah ada.
namun tak semua pernikahan berakhir indah terkadang karena sebuah perjanjian maupun kesalahan pernikahan bisa menjadi sebuah neraka yang menyedihkan.
namaku Adira Maheswari istri dari Robby Maheswari seorang pengusaha terkenal di kota L. memiliki suami kaya,tampan dan mapan seperti mas Robby menurut semua wanita pasti adalah keberuntungan yang besar namun berbeda denganku bagi ku pernikahan ini hanyalah sebuah penjara kesedihan tak berujung.
selama 2 tahun pernikahan kami mas Robby tak pernah sekalipun lembut kepada ku dia sangat kasar dan sering menghinaku walaupun dia tidak pernah memukul ku tapi setiap perkataan yang dia katakan bagaikan belati yang menusuk relung hatiku.
di hadapan kedua orang tua kami, kami bersikap layaknya pasangan harmonis namun itu berubah saat kami sudah di rumah.
selama ini aku selalu sabar menghadapi mas robby, aku tau dia mencintai kekasihnya yang berasal dari keluarga sederhana. dia gadis yang baik lemah lembut. dan aku hanya lah seorang wanita yang ingin merasakan sebuah kasih sayang dari suamiku.
aku selalu menyimpan kesedihanku sendiri saja. bahkan sekarnag hidupku sudah di prediksi tak akan lama lagi. aku masih berharap kasih sayang dari orang yang tak pernah mencintai ku.
pagi hari ini adalah jadwal check up ku. aku bergegas pergi ke rumah sakit tempat aku biasa berobat setelah mas Robby pergi ke kantor.
"selamat pagi dokter"sapa ku pada dokter Mira teman, sekaligus dokter spesialis kanker
"pagi juga Dira. tumben datengnya telat"ucap dokter Mira
"iya. suamiku udah kerja jadi aku langsung kesini"jawab Dira
"ya udah sekarang kita langsung kemo aja ya"ujar dokter Mira
aku pun mengangguk. sungguh rasanya menjalani kemo itu tidak enak badan ku sangat lemas. tapi apalah daya ku yang akan mati ini. hanya ini yang bisa aku lakukan untuk bertahan hidup.
setelah selesai kemo. aku langsung berpamitan untuk pulang.
sesampainya aku dirumah aku lihat mobil mas Robby sudah ada di depan rumah. saat aku masuk aku lihat mas Robby sedang duduk bersama kekasihnya itu.
ya, kekasihnya sudah tau tentang rumah tangga kami. dia juga sering datang ke rumah ku untuk bertemu mas Robby.
sakit?jelas. wanita mana yang tak sedih saat melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain.
walaupun begitu aku tetap tegar aku tak boleh menunjukkan sisi lemahku kepada mereka.
aku berjalan melewati mereka Yang sedang asik mengobrol.
"dari mana saja kamu?"tanya mas robby sedikit marah
"tadi aku ke tempatnya temen aku mas"jawab ku
"bagus, suami gak ada dirumah kmu asik keluyuran di luar sana"ucap mas Robby sarkas
"maaf mas aku lupa minta izin"jawab ku menunduk
"dasar kamu istri gak tau di untung. udah aku kasih temapt tinggal seenaknya aja. mendingan sekarang kamu pergi dari rumah ini"mas Robby menyeret Dira keluar dari rumah
"mas..ampun..mas...jangan usir Dira dari sini mas"tangis Dira pecah memohon di bawah kaki Robby
denagn kassar Robby menendang tangan Dira."pergi kau!!!!!"
mas Robby menutup pintu denagn keras meninggalkan Dira yang menangis di bawah hujan.
Dira bangkit dan segera pergi keluar rumah itu. 2 tahun dia bertahan memperjuangkan seorang diri rumah tangganya namun apa yang dia dapatkan. hinaan yang sangat menyakitkan.
Dira berjalan menelusuri jalanan Yang sepi. sampai dia merasakan pusing yang melanda kepalanya. dia jatuh pingsan di jalan. beruntung ada beberapa ornag lewat dan segera menelpon ambulans.
di rumah sakit Dira segera mendapat perawatan dokter Mira yang mendapat kabar kalau salah satu pasiennya datang dengan keadaan menyedihkan segera menghampirinya.
di periksa ya Dira dengan hati hati. dia sudah tau kalau dira sudah pasrah dengan penyakit kanker otak stadium akhir yang dideritanya perlahan lahan akan mengikis hidupnya itu.
dokter Mira menangis meratapi nasib tragis temannya itu. betapa kuatnya Dira menghadapi kenyataan pahit selama ini.
Dira membuka mata nya dan dilihat dokter Mira menangis sambil menggenggam tangannya. Dira tersenyum ke arah dokter Mira mengatakan bahwa dia baik baik saja.
berminggu Minggu di jalani Dira dengan santai dia sudah menajdi pasien tetap kanker di rumah sakit itu. sekarnag rambutnya sudah mulai habis karena efek kemo yang dia jalani.
tubuhnya semakin lemah dan wajahnya nampak pucat.
mas Robby yang 2 minggu lalu sudah menikah dengan kekasihnya itu. dan sekarang dia nampak bahagia bersama kekasihnya itu..
mas Robby sudah memberitahukan kepada kedua ornag tuannya perihal masalah rumah tangganya itu dan mendapatkan amukan dari kedua keluarga terlebih lagi keluarga Dira yang tak terima.
mama Robby meminta Robby untuk mencari Dira sampai ketemu bagaimana pun keadaannya. Robby mau tak mau menuruti permintaan mamanya itu.
suatu hari Dira mendengar ada korban kecelakaan beruntun. dia sangat penasaran dengan korban. saat dia hendak melihat para korban sebuah brangkar melewatinya dan dilihatnya mas Robby dengan keadaan bersimbah darah.
Dira yang melihat itu kaget dan segera menghampiri ruangan tempat Robby di bawa namun keluarga mas Robby datang dan di urungkan niat nya itu.
dia melihat mamanya Robby menangis histeris sampai pingsan dan istri barunya Robby yang sedang menunggu didepan pintu UGD.
saat suster keluar mereka bertanya padanya bagiamana keadaan Robby tapi suster itu hanya melewati nya tanpa mengatakan apa pun.
tak terasa hampir 2 jam Robby di ruang UGD. saat dokter keluar dia memberitahu bahwa Robby membutuhkan donor jantung. karena jantungnya mengalami kerusakan saat kecelakaan itu.
mereka semua segera menghubungi rumah sakit, rekan maupun teman mereka untuk mencari donor jantung.
namun tidak ada satupun yg berhasil mendapatkan donor jantung untuk Robby.
tapi disaat-saat terakhir dokter mengatakan kalau ada satu orang yang bersedia mendonorkan jantungnya untuk Robby. mereka bernapas lega.
2 jam operasi Robby di lakukan namun dokte rbelum juga keluar mereka menunggu dengan cemas. mama,papa dan istri Robby berdoa terus untuk kesembuhan Robby.
tepat satu jam kemudian dokter keluar dan mengatakan bahwa operasi berhasil. mereka bersyukur. mama robbys egera menanyakan kepada dokter tentang pendonor itu pada dokter.
namun dokter itu tak menjawab dan hanya memberikan sebuah kertas. dan pergi meninggalkan mereka. mereka langsung membuka surat itu dan mama Robby langsung menangis tersedu sedu tak percaya juga papa Robby yang turut sedih. sementara' istri baru Robby tak menyangka apa yang telah dia baca.
2 minggu kemudian kondisi Robby sudah membaik. dia sudah bisa beraktivitas dengan baik walau masih berada di rumah sakit. disana dia ditemani wanita yang dicintainya dan kedua ornag tuannya.
"ma, Robby mau tau siapa yang donorin jantung buat Robby"ucap Robby membuat mereka terdiam
hanya ada kebisuan disana. Robby heran apa ada yang salah dengan mereka.
."kenapa kalian semua malah diam aja?"tanya Robby
belum sempat menjawab pintu ruang rawat Robby di buka paksa olehs eorang dokter wanita. yaitu dokter Mira. dia menggenggam kerah baju Robby sambut menangis
"jadi kamu pria brangsek itu?"tanya dokte Mira emosi
robby segera melepaskan genggaman dokter itu dan menatapnya. "hei..apa maksud mu memperlakukan ku seperti ini hah?"
"dasar pria bajingan. tak tau diuntung kau yang sudah membuat Dira ku pergi dan Tak akan pernah kembali"ucap Mira menangis
"apa hubungannya dengan wanita sialan itu hah"sarkas Robby
emosi mira semakin meledak mendengar perkataan Robby namun beruntung suami dokter Mira datang dan melerai Mira.
"maafkan perilaku istri saya"ucap suami Mira
"lain kali jangan biarkan dokter gila seperti dia berkeliaran disini"ejek Robby
"dasar tak tau sopan santun kau. beruntung kau bisa selamat karena jantung dari dira"teriak Mira
dan Robby hanya diam kaget mendengar perkataan Mira. dia menatap istri dan kedua orang tuanya bergantian meminta penjelasan.
mama robby segera memberikan surat yang di berikan dokter yang mengoperasi dirinya waktu itu.
Robby segera membuka surat itu dan air matanya mengalir tak kuasa menghadapi kenyataan.
dira, wanita yang ia sakiti memberikan jantungnya kepadanya. tak kuasa dia juga membaca dimana dia mengetahui bahwa Dira sudah lama mengidap penyakit kangker otak stadium akhir.
Robby menangis di pelukan istri nya tak tau bahwa selama ini dia telah menyiksa malaikat penyelamat hidupnya itu.
2 bulan kemudian Robby sudah keluar dari rumah sakit. dia berkunjung ke makam Dira dan memberikannya Bunga matahari kesukaannya. dan tak rupa dia meminta maaf serta berdoa supaya Dira tenang diatas sana.