Nama ku Tiara syifatul ulya. aku baru saya pindah sekolah dan hari ini hari pertamaku masuk sekolah. karna ayahku barus pindah tugas dikota ini. jadilah kami sekeluargga mengikuti ayah yang slalu berpindah tugas karna beliau seorang tentara.
yaitu abdi negara.
Sekarang disinilah aku berada.disebuah sekolah negri favorit dikota ini yang menurut berita sangat susah untuk bisa masuk kesekolah ini.karna bukan hanya pintar tapi juga ketat dengan persaingan prestasi dari anak anak orang kaya.
" Assalamualaikum semuanya.....dan hai buat agana lain. kenalkan nama saxa Tiara syifatul ulya.
saya pindahan dari kota zz karna harus mengikuti
orang tua saya.hobby saya membaca dan traveling" kata ku memperkenalkan diri pagi itu. didalam kelas.
Perkenalan singkat itu menjadi perhatian setiap mata yang memandangku.entah itu suka ataupun tidak.namun bagiku itu lumrah karna aku pindahan anak baru jadi harus beradabtasi menyesuaikan
dengan lingkungan sekolah.
" hai aku lita senang berkenalan slamat datang ,semoga betah disini" sapa lita teman baruku.
" hai aku pipit" senang kenal denganmu" kata pipit
tersenyum ramah.
" trimakasih sudah mau menjadi temanku " kataku seraya tersenyum ramah
" ayo ikut kekantin" kata pipit padaku.
" iya kami mau ikut ngak nanti sekalian kita kenalkan lingkungan sekolah" kata lita yang tersenyum ramah.
" baiklah aku akan ikut kalian" kataku seraya berdiri dari kursi saat jam bell istirahat.
Kami bertigapun langsung kekantin sekolah yang terlihat ramai. kami bertiga mengambil meja kosong yang terletak dipojok kantin.lalu kami bertiga duduk disana seraya menunggu pesanan.
" hai ....kenalan dong " sama seorang pria yang datang tiba tiba menghampiri meja kami bertiga.
"anak baru ya kenalkan namaku Rio " katanya seraya mengulurkan tangannya padaku.
" panggil saja Tiara" kataku yang mau tak mau menyambut tangannya .daripada nanti ada yang mengatakan aku sombong.
" wah ....nama yang cantik katanya" seraya ikut bergabung dengan kami bertiga.untung masih ada satu kursi lagi yang tersisa
" makasih pujiannya, biasa saja kok" kataku datar.
Lita dan pipit hanya diam saja melihat interaksi aku dan rio. mereka berdua hanya tersenyum tampa komentar apapun.
":wah kamu rendah hati ya, mau ngak jadi pacarku " kata rio yang membuat terjkejut juga pipit dan lita
yang ikut mendengarnya.
":hah......kamu serius, jangan aneh deh,aku murid baru disini" kataku yang tak rnak hati karna beberapa mata menatapku dengan pandangan aneh.
" iyalah....kamu pikir aku bercanda.aku serius kok" kata rio tersenyum.
deg ..................
Entah mengapa ada gelayar aneh dihatiku yang menghangat. ada seorang pria tampan dan narsis
juga baru kukenal pertama masuk sekolah membuat cukup terkejut.tapi aku senang karna
belum ada sebelumnya yang menembakku
langsung tampa basa basi.
" bagaimana....." kata rio menunggu jawabanku.
" apa harus hari ini " kataku heran penuh tanda tanya masa aku tidak diberi kesempatan berpikit.
" yap .....harus sekarang" karna aku tak sabar menunggu besok" kata rio datar.
" bagaimana, kalo kamu dia aku rasa jawabannya iya" kata rio lagi.
" tapi ......aku......belum lagi selesai menjawab
" oke....kita resmi pacaran " kata rio bangkit tampa menunggu jawabanku.
" dah semuanya......hari ini aku traktir kalian " kata rio seraya berlalu menuju kasir dan membayar semua pesanan kami bertiga.ketka makanan
sudah diantar riio pun berlalu..
" omg ....... mimpi apa aku semalam" kata pipit
seraya mengelengkan kepala.
" kamu hebat ra, primadona sekollah kita nembak kamu dihari kamu masuk sekolah " kata lita yang sempat kaget atas apa yang dilakukan rio.
" iya ra, gila aja tuh si rio eah .......kamu bakal banyak musuh di ra, karna rio adalah salah datu primadona sekolah kita setelah bian dan lody." kata
pipit terus terang
" hah ...... masa iya....sih" kata ku heran.
" iya dtapi mulai sekarang kami tetap temanmu kok
ra, kata lita.menyakinkan.
" iya ra,santai aja." kata pipit yang mulai menguyah baksonya.
kami bertiga pun asyik makan dengan lahap. apalagi hasil traktiran dari rio. sedang dari beberapa meja dekat kami kasak kusuk berbisik.
namun kami bertiga tetap asyik makan tampa perduli
....................................
hubunganku dengan rio jadi sorotan banyak siswa
apalagi aku siswa naru disekolah ini.
" cih........ anak baru songong.baru masuk sudah tebar pesona" kata evi rivalku yang menurut pipit
dan lita sering mengejar rio tapi cintanya ditolak.
ketika kami bertiga melewati evi dan gengnya.
" ngak usah digubris" kata pipit berbisik padaku.
" yuk ketaman aja " kata lita yang juga cuek
Aku pun diam tampa menjawab .mengikuti pipit dan lita membawaku.
ketika sudah ditaman kami bertiga pun duduk sambil ngobrol tentang pelajaran biologi.
" oh ini toh murid baru songong yang jadi pacar rio" kata seorang siswi yang berwajah judes menatapku
tajam.
" iya tuh blagu anat, baru masuk sudah dapat rio aja" kata siswa satunya disebelah siswi judes tadi.
" heh.....la ngak usah nyolot ya disini, bilang aja iri" kata lita balas menatap ketiga gadis yang tak jauh fari kami sedang yang satunya diam daja tampa bicara. apapun.
" oh kamu kacungnya ya ta sama pipit" kata siswi itu menatap kami tajam.
" ck . ...kami berteman bukan kacung" kata pipit
terdengar tegas.
" iya mungkin kamu yang kacungnya rena la," kata lita menimpali pipit.
" sialan kalian " umpat lala marah.
"heh. ...mulai emosi doa pit " kata lita pada pipit.
" ha ha...ha .....akhir pipit dan lita tertawa.begitupun
aq yang ikut tertawa kecil sehingga tiga gadis tadi pergi meninggalkan kami bertiga.
....................................
Sudah sebulan aku disekolah baru, banyak rivalku yang slalu mengejekku tanda tak senang tetapi aku
cuek tampa ambil hati dari pada pusing.
Sedang rio sangat romantis dan baik hati juga perhatian .maka sebab itulah membuat banyak orang yang tak suka padaku.namun aku masa bodoh xang penting tidak mengangguku.
" lagi apa say " kata rio siang itu ketika aku dan pipit juga lita ditaman.
" oh....cuma baca baca buku" jswabku datar.
" wah kok rajin amat say " kata rio lagi
" kok sendiri " tanyaku heran biasanya rio bersama bian dan lody.
" mereka lagi asyik dengan pacarnya" kata rio sumringah lalu duduk disampingku.
" o......" kataku pelan .
" kok cuma o......." kata rio
" trus apa" kataku bingung.
"yah gimana kalo nanti malam ku ajak nonton" kata rio.
" hah ....nonton aps" kataku balik bertanya.
" film baru lah kkn di desa penari" kata rio.
" wah ikutan dong" kata pipit merengek.
" iya kita berdua bpleh ikut kan." kata lita.
" boleh .....boleh.....asal tak menganggu saja" kata rio senang.
" asyik........, makasih rio" kata pipit dan lita barengan.
..................................
jadilah kami berempat nonton malam minggu di
bioskop di mall di pusat kota. kami berempat mendapat tiket dari jam 7 malam.
Aq cukup senang dengan rio walau tak mengenalnya belum lama. begitu juga dengan lita dan pipit sahabat baruku.mereka membuat nyaman dalam berteman selama menjadi siswa
disekolyh baru.
Dua bulan tak terasa berjalan.aku dan rio semakin akrab.bahkan dia sering datang kerumah. dan akupun mengenalkan rio pada ayah dan bunda.
sebagai teman juga lita dan pipit yang sering bateng kerumah ku untuk belajar bersama.
.....................................
Suatu hari tampa sengaja aq mendengar obrolan
didalam toilet ketika aku sedang kekamar kecil.
" bagaimana sudah berhasil" kata siara bariton.
" sudah sesuai rencana. bro,. tinggal menunggu eaktu yang tepat saja" jawab sebuah suara yang sangat aq kenal
" bagus yang penting kau aman.karna aku tak bisa menolongmu" kata suara bariton
" santai bro. kita lihat saja. apa dia mampu mengalahkan gadisku dan mencelakainya" kata suara yang kukenal.
" ok ....tapi tetap hati hati dia sangat licik " kata suara bariton itu.
" ok....lho juga hati hati " kata suara yang kukenal dengan lirih.
Suara pintupun terbuka, aku mengitip dari balik pintuk.dan kulihat lody berjalan menjauh. setelah itu
" astaga .....aku langsung menutup mulutku sendiri
melihat rio keluar barusan dari toilet.
Aku diam mematung tampa suara. dengan penug tanda tanya tentang apa yang kudengar barusan.
" apa mereka punya musuh. siapa .....? dan kenapa
mereka berkata begitu" gumanku pelan seraya membuka pintu dan berjalan keluar menjauh dari
toilet umum.
...................................
Suatu hari aku pulang sendiri karna pipit dan lita kebih dulu.sedang ajku harus keperpustakaan
dulu untuk meminjam buku untuk menambah bahan tugas mata pelajaran biologi.
Hei...........blam..........
hup.......hup ....aku terkejut dan menghindari sebuah serangan dadakan yang hampir menghantam wajah ku.
" oh ....boleh juga rupanya punya nyali kamu" kata selly murid terkaya dan cukup berpengaruh disekolah kami. karna dia adalah anak seorang anggota dewan dan ayahnya danatur sekolah.
" hei apa maksudnya " kataku tenang walau tadi
sempat terkejut.
" heh....... jangan pura pura....ya kamu yang mendekati rio ku kan " katanya lantang.
" rio......... lalu masalah buat lho" kataku cuek karna aku tak takut gertakan siapapun.
" cih.......blass.........tangan selly ingin menamparku
namun aku menghidar dengan cepat
Aku yang sudah mahir ilmu beladiri dari kecil tak mungkin diam begitu saja . apalagi ayahku seorang jendral. di jajaran militer.walau aku anak perempuan namun ayah cukup membekaliku untuk berjaga jaga. kalau dalam bahaya.
" sialan rupanya kau .............
" kenapa heran, atau terkejut " kataku balas menatap selly tajam.
" kau pikir sudah hebat bisa menyaingiku." kata selly dengan angkuhmya.
" oh ya...... kenapa kau takut bila aku jadi pesaingmu" kataku terkekeh membuat selly semakin geram.
" cih........ jangan sekali kali berharap rio ku jadi milikmu. dia milikku dan kacung ku " kata selly
sombong.
" astagfirullah alazim" kataku lalu mengeleng
dan kini aq tahu maksud obrolan lody dan rio
waktu itu..
" apa kau merasa hebat bisa menjadikan rio kacungmu" kataku menantang selly.
" kau ....... dia menyerangku dengan cepat namun aku bisa menghidarinya dengan gesit dan lincah.
dia tidak tahu bahwa aku sudah memegang sabuk hitam.dan selly belum apa apa buatku yang sudah 4 kali ikut turnamen nasional.
" shit ........." umpat selly geram lalu menjauhiku
" kenapa........ masih ingin mencoba " kataku tenang
dengan gaya elegan.
" awas kau ........suatu saat tinggu saja pembalasanku ." kata selly lalu pergi meninggalkanku seorang diri di lorong sekolah yang sepi ketika pulang sekolah.
...............................
Sejak saat itu aku semakin akrab dengan rio.bahkan rio sering bersikap romantis padaku apalagi di depan selly.
Alasan rio melakukan pendekatan denganku karna slama ini rio slalu jadi pesuruh bagi selly. walau ada gosip mereka pacaran. tapi rio membatah karna terpaksa. karna tak ingin ada orang yang disakiti selly yang rada spicopat.
rio bercerita tahu banyak tentang kepindahanku
karna rio pernah melihat ku bertanding di laga tingkat nasional ilmu bela diri remaja. rio sendiri
seorang atlet beladiri. namun karna dia takut dengan selly makanya dia tak pernah mendekati gadis manapun sebab selly pernah menghajar sepupu tio ketika jalan berdua yang dianggap
selly pacar nya rio.
Dan dari itu rio mendekatiku dengan cara minta tolong tampa sengaja.agar selly menjauh dari rio.
entah apapun alasannya rio hanya ingin teman teman wanitanya aman.dari gadis posesif seperti selly.
Aku yang mengertipun tak menyalahkan rio agar
aku menghadapi selly yang cukup ditakuti oleh
para siswa disekolah kami termasuk pipit dan lita
sahabatku kini.yang juga cukup ngeri menghadapi
selly yang sadis dan temperamen.itu.
Sejak saat itu. selly tak pernah brani lagi mengangguku. dia harus berpikir dua kali untuk menghadapiku. dan dari sejak itu aku cukup terkenal didekati para primadona sekolah. karna
aku juga akrab dengan bian dan lody. bintang sekolah kami dan ketua osis.
ketiga cowo ganteng itu banyak disukai siswa disekolah kami apalagi adik kelas xang mengelu
gelukan mereka bertiga ketika tanding basket.
dan aku cukup senang dan bangga bisa jadi pacar rio dengan wajah pas pasan.
Tapi rio pun juga senang karna dia terbebas dari selly.yang slama ini mengendalikan dirinya bagai kacung atau pesuruh berkedok pacar.
kini kami tetap pacaran sehat untuk mengapai cita cita bersama selayaknya teman baik. tak macam macam dan sebatas anak muda yang masih belia
sewajarnya dimasa masa sma.
Tamat..