Alkisah disebuah kerajaan Fatamorgana, sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang Raja yang bijaksana bernama Raja Meliodas dan Permaisuri Aura, mereka dikaruniai dua orang pangeran yaitu Pangeran Zen dan juga Pangeran Kiehl, serta seorang putri yang bernama Putri Stephanie.
Pangeran Zen dan Pangeran Kiehl adalah pangeran kebanggaan sang Raja karena ketangkasan dan kegagahannya dalam memimpin pasukan, sedangkan putri Stephanie merupakan kebanggaan Permaisuri karena kelembutan dan juga kepintarannya dalam bergaul. Sebenarnya Raja dan Permaisuri menyayangi semua anak-anaknya.
Putri Stephanie adalah putri penyuka buku, biasanya setelah menyelesaikan pelajaran wajib sebagai seorang putri, ia akan pergi ke perpustakaan kerajaan, dan seringkali menghabiskan waktu di sana. Kadangkala ia bersenda gurau dengan para dayang istana, dan tak jarang pula membuat keributan di dapur dengan cara mengganggu koki yang sedang masak.
Ada saja ulahnya, istana akan kembali normal seperti sediakala apabila sang putri sudah mulai memasuki perpustakaan. Pernah suatu ketika Pangeran Zen dan juga Pangeran Kiehl mengunjungi adiknya di perpustakaan, tapi baru sebentar memasuki ke ruangan itu, mereka sudah langsung di usir keluar oleh Putri Stephanie.
Pada suatu ketika kerajaan mendapatkan berita yang tidak menyenangkan, berdasarkan informasi dari salah seorang mata-mata istana, salah satu kerajaan tetangga akan memperluas kekuasaannya. Salah satu targetnya adalah kerajaan Fatamorgana. Nama kerajaan itu adalah kerajaan Guylos dan Rajanya bernama Raja Losmos. Raja Losmos adalah raja yang serakah, dan kejam, sudah dua kerajaan yang telah dihancurkan dan dikuasainya, kali ini tujuannya adalah kerajaan Fatamorgana.
Mendengar hal itu Raja lalu mempersiapkan pasukannya, begitu juga dengan Pangeran Zen dan juga Pangeran Kiehl. Berita ini juga ternyata sampai di telinga putri Stephanie. Tanpa setahu siapapun ia juga ikut mempersiapkan dirinya menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.
Seminggu sebelum pertempuran terjadi putri Stephanie terlihat sibuk sendiri, entah apa yang akan direncanakan olehnya, terlihat beberapa dayang kepercayaannya hilir mudik sepanjang hari, tentu saja lama-kelamaan hal ini menarik perhatian permaisuri. Permaisuri lalu mendatangi kamar Stephanie, terlihat sang putri sedang asik membaca buku, melihat hal itu permaisuri pergi meninggalkan putri yang tersenyum tipis.
Lima hari kemudian ternyata pasukan kerajaan Guylos telah mengepung di perbatasan, lebih cepat dua hari dari waktu yang seharusnya, Pangeran Zen beserta pasukannya bergerak cepat menuju perbatasan, selama tiga hari pertempuran berlangsung, pasukan Pangeran Zen berkurang setengahnya, sedangkan pasukan lawan hanya seperempatnya saja. Raja kemudian memerintahkan Pangeran Kiehl beserta pasukannya menyusul Pangeran Zen. Kembali pasukan Pangeran Kiehl mengalami kejadian yang sama seperti sebelumnya.
Putri Stephanie mendengar kabar itu lalu menghadap Raja dan permaisuri ia mengkhawatirkan kakak-kakaknya. Lalu dengan memberanikan diri ia mengajukan diri untuk membantu kedua kakaknya. Alangkah terkejutnya Raja dan Ratu mendengar permintaan putri satu-satunya itu. Pada awal mulanya Raja dan Permaisuri tidak mengizinkan Putri Stephanie melakukannya karena Raja pikir Putri Stephanie tidak punya keahlian apapun.
Untuk membuktikan bahwa dirinya mampu, ia lalu menantang salah seorang pengawal Raja yang hebat, Putri menghadapinya dengan sungguh-sungguh, hanya dalam waktu lima menit pengawal itu berhasil ia kalahkan. Raja dan Permaisuri tidak dapat berkata apa-apa, dengan berat hati mereka mengizinkan Putri membawa pasukan yang tersisa. Putri menolaknya, ia mengatakan akan membawa pasukannya sendiri yang terdiri dari ahli pedang dan juga ahli panah.
Ternyata selama ini Putri secara sembunyi-sembunyi sedari kecil telah berlatih diam-diam, ketika melihat kakak-kakaknya berlatih pedang, ia juga mengikutinya dari jauh, begitu juga dengan ilmu bela diri. Putri adalah gadis yang cerdas, dan juga berkemauan kuat, tidak heran ia berhasil menyelesaikan semua pelatihan itu sendirian, mengenai memanah ia secara diam-diam meminta dilatih oleh salah seorang pangeran dari kerajaan lain yang juga ahli memanah.
Setelah ia menguasai ilmu pedang, ilmu bela diri dan juga memanah, ia menciptakan pasukannya sendiri yang terdiri dari sebagian besar dayang dan juga pelayan istana, baginya wanita juga berhak mendapatkan pendidikan perlindungan diri, agar kelak tidak membebani para lelaki.
Dengan berpakaian perang yang sudah ia ciptakan sendiri, Putri beserta pasukannya berangkat menuju perbatasan. Sesampai di sana kedua kakaknya beserta pasukan yang tersisa terkejut, mereka tidak menyangka adiknya yang terlihat anggun dan lemah ternyata mempunyai pasukan sendiri yang terdiri dari kaum wanita seluruhnya. Tanpa banyak cerita, Putri kemudian mengatur pasukan memanahnya, mereka membawa panah yang terdiri dari dua macam, panah pertama untuk menembakkan api dan panah kedua adalah panah yang telah dilumuri oleh racun. Melihat semua itu prajurit yang tersisa menjadi bersemangat, begitu juga dengan kedua pangeran.
Pasukan kerajaan Guylos beserta rajanya kaget bukan main, perkemahan, serta tempat penyimpanan makanan habis dilahap api, banyak prajurit yang langsung mati terkena panah beracun, tanpa disadari walaupun Raja Losmos hanya terserempet anak panah, tubuhnya juga sudah terkena racun. Melihat Raja Losmos terlihat kesakitan, Pangeran Zen memanfaatkan hal tersebut untuk memenggal kepala Raja kejam itu. Kemenangan pun diraih oleh Kerajaan Fatamorgana.
Kerajaan dan sekitarnya kembali tenang dan damai. Di sela-sela waktu santainya Baik Raja dan Permaisuri beserta kedua pangeran menanyakan kepada Putri Stephanie darimana dirinya mendapatkan ide seperti itu. Putri mengatakan bahwa ia terinspirasi dari kisah tentang Ratu Cleopatra yang berasal dari Kerajaan Mesir.
TAMAT
Buku adalah jendela ilmu, jangan remehkan hal ini, disini terbukti bahwa dengan membaca buku yang bermanfaat secara tidak langsung kita telah menambah ilmu dan wawasan baru bagi otak kita. Oleh karena itu budayakan lah membaca buku yang bermanfaat sejak dini. ♥️📚♥️