Hari ini hari yang paling menegangkan untuk seluruh penghuni istana. karna perang besar akan terjadi antar dua kerajaan yang berselisih sejak lama. prajurit yang sedang bersiap dengan perbekalan untuk perang semua sibuk.
sedang di aula kerajaan sang raja tampak berpikir keras karna kurangnya orang yang akan memimpin
perperangan apalagi diwilayah perbatasan barat.
" ayah biar hamba yang memimpin perang diperbatasan barat " tutut pengeran liam.
" tidak kau kau perbatasan timur. biar ayah yang disana" titah sang raja.
" tapi ayahanda harus slalu ada diistana .bagaimanapun istana tak boleh kosong " kata putra mahkota..
" iya ayahanda kami akan menyuruh penggawa adiyaksa yang memimpin disana. jadi ayahanda bisa tenang." kata pangeran liam.
" baiklah.....ayahanda berharap kalian baik baik saja. berjanjilah pada ayah kalian akan kembali
dengan selamat" kata sang raja dengan raut eajah tegang.
" kami berjanji ayah " kata keduanya kompak.
Lalu kedua pangeran itupun berlalu keluar dari aula
dan menuju dimana para prajurit sudah siap berangkat untuk berperang.
" penggawa adiyaksa......" teriak pangeran mahkota.
" hamba yang mulia." kata penggawa adiyaksa.
yang langsung mendekati pangeran mahkota.
" aq ingin kau memimpin pasukan di perbatasan barat.karna panglima banar akan ikut denganku." kata pangeran mahkota.
" tapi pasukan hamba hanya sedikit pangeran .apa memungkinkan " kata penggawa adiyaksa cemas padahal dia sendiri belum yakin bisa karna tadinya
pasukanya akan bergabung dengan pangeran liam.
pengeran mahkota membuang nafas kasarnya
dan menyugar rambutnya.
" huh...........tapi bila tak ada pasukan disana pasti perbatasan barat akan diterobos musuh " kata pengeran mahkota.
pangeran liam pun ikut khawatir .memang benar mereka sangat panik dengan perang dadakan yang
cukup menegangkan ini.
" aq........yang akan memimpinnya " kata sebuah suara yang mengejutkan semua orang disana termasuk putra mahkota dan pengeran liam.
" putri........
" kaka........
" itu tidak mungkin, ayahanda pasti tak akan mengizinkanya bila beliau tahu" kata putra mahkota kaget.
" benar kaka, kaka harus tetap berada diistana." sela pangeran liam.
" itu tak kan terjadi. kalau kalian tak mengatakan apapun pada ayahanda.aq hanya ingin membantu
para prajurit kita.dan aq juga sudah menyiapkan pasukanku" kata putri lian.
Dan benar saja ada banyak prajurit yang tiba tiba datang .begitu saja ,karna memang putri lian meminta bantuan dari pangeran arjaya untuk menolong pihak kerajaan untuk berperang ketika mendengar berita tantangan dari pihak musuh.
' tapi adik . ...kakanda tak bisa mengizinkanya
bila tahu beliau pasti marah besar padaku" kata putra mahkota.
" aq berjanji akan pulang dengan selamat kakak" ucap putri lian pada putra mahkota.
Mata putra mahkota memandang nanar pada sang adik walau dia tahu sang putri cerdas dan pintar dan juga sudah berlatih ilmu beladiri tapi tetap
ada rasa khawatir pada adik perempuan satu satunya itu
Begitu juga dengan pengeran liam yang menujukkan wajah sendunya mengingat saudari
wanitanya itu sangat dekat padanya. dan pastilah rasa tak khawatir itu sangat menyakitkan apalagi
bila nanti terjadi apa apa di medan perang
" adiknda tak setuju putri, tolong urungkan niat kakanda" ucap pangeran liam penuh permohonan.
" iya adik bagaimanapun kakanda dan ingin
terjadi apapun denganmu.biar kami yang akan berperang.
" penggawa adikyaksa .....bagaimana ini" kata putra mahkota.
" hamba.... tidak tahu yang mulia, tapi sepertinya kita membutuhkan pasukan bantuan yang dibawa
tuan putri." kata penggawa adiyaksa.
putra mahkota dan pangeran liam pun berpikir sejenak untuk mencari cara terbaik.
" aq tetap akan ikut berperang" kekeh putri lian tak ingin dibantah.
" dan aq tak akan mengizinkan penggawa adikyaksa membawa pasukkanku. kecuali aq yang memimpin" kata putri lian lagi dengan tegas.
Semuanya terdiam namun pada akhirnya
" pangeran begini saja , bagaimana kalau panggawa adikyaksa bersama yang mulia, dan saya yang akan melindungi tuan putri di oerbatasan, karna tuan putri tak ingin dibantah" kata panglima banar pada putra mahkota.
" menurutku itu ide yang bagus kakanda" kata pangeran liam menyetujui usul panglima banar.
putra mahkota pun akhirnya setuju. karna paling tidak panglima banar otang kepercayaan yang sangat tangguh dan ia percaya pasti adikknya
akan baik baik saja dibawah pengawasan panglima banar yang sudah berpengelaman dalam perang
Dan akhirnya semuanya sepakat membiarkan putri lian untuk memimpin pasukan di perbatasan barat
yang dikawal panglima banar.
..................................
hiat......tring......tring........
bunyi pedang yang saling menyerang antar musuh terdengar berdesing hebat ditengah pertempuran dua musuh.
panglima banar tak jauh dari putri lian.karna sambil menghunus pedang ia juga mengawasi gerak gerik
sang putri dengan jaminan keselamatan yang ia janjikan pada putra mahkota.
Matanya yang tak lepas dari putri lian sesekali tak
percaya melihat putri lian yang begitu lincah menghidari serangan musuh.
tring .....tring ......tring ....hiat........
gerakan putri lian yang begitu gesit dan cepat membuat para musuh cukup kewalahan. mereka tak percaya ada seorang wanita lawan yang cukup
tinggi ilmu kanuragannya. mengingat jarang ada wanita yang ikut berperang. namun gerakannya yang sudah terlatih membuat musuh cukup kelabakan.
Putri lian sudah sering berlatih diistana bersama sang ayah juga kakak dan sang adik.namun ini pertama kalinya ia ikut berperang untuk membuktikkan bahwa dirinya bukan putri yang lemah. dan berpangku tangan saja diistana.
putri lian juga pintar dan cerdas karna itu lah ia ingin membuktikan pada dunia dan setiap negara kerajaan bahwa tidak semua wanita itu lemah.
ia harus kuat dan trampil untuk menjaga diri
dan juga musuh yang datang untuk menghambisii
putri putri raja raja terdahulu yang tak mempunyai
ilmu beladiri.yang hanya dijadikan selir dan budak nafsu dari negara yang menang berperang
sret.....sret...... pedang putri lian berhasil menusuk
perut para musuhnya
" ah sialan.......umpat pemimpin musuh
" siapa perempuan itu.awas saja kalau aq bisa mengalahkannya dan menang dia akan menjadi budakku....ha...ha ..ha... " kata pria itu.
namun belum lagi dia bergerak
jleb...........pedang tajam putri lian sudah menancap diulu hatinya.
akh ...............akh.........musuhpun mundur terjerabab ketanah.
" hei .....kau pikir aq akan membiarkan kau berpikiran kotor padaku. jangan harap" kata putri lian lalu kembali menyerang yang lain.
......................................
hampir setengah hari pertarungan sengit itu berlangsung. akhirnya pihak putri lian berhasil matahkan serangan musuh. dan membuat para musuh yang masih hidup kocar kacir... lari setelah melihat sang pemimpin mati ditangan putri lian.
panglima banar yang terluka.namun tak terlalu parah segera ditolonh oleh putri lian. dengan
sigap putri lian ikut membantu para pasukannya yang terluka di medan pertempuran dan mengobatinya.
panglima banar cukup takjub dan terkejut melihat
kepawaian putri lian yang tak pernah diketahuinya.
ia kagum dengan sang putri tampa ada sedikitpun luka menyetuh kulit putihnya itu.
" panglima diam lah" kata putri lian ketika memberi ramuan dan membalut luka sayatan panjang dilengan panglima banar.
" iya tuan putri" katanya namun matanya tak lepas menatap kagum pada sang putri yang lebih muda
darinya 8 tahun itu.
" ini akan terasa perih namun tak lama. mudahan
lukanya cepat kering" tutur putri lian yang membungkus dengan rapi tangan sang panglima.
panglima banar terdiam tak bisa berkata kata.
hembusan nafas dan bau wangi sang putri tercium
jelas di hidungnya.
" trimakasih tuan putri." kata panglima banar.
" sama sama. beristirahatlah sembelum kembali keistana" kata putri lian lalu berdiri dan membantu
para perawat lain untuk mengobati prajurit yang terluka.
Kekaguman para pasukan yang selamat pada sang putri yang ikut dalam berperang membuat semangat mereka ingin cepat pulang dan merayakan kemenangan yang mereka dapat.
karna mereka tak pernah menyangka tuan putri mereka cukup tangguh dimedan pertempuran.
padahal ini pertama kalinya sang tuan putri ikut berperang dan menunjukan kemampuan bertarung nya di tengah pertempuran.
................................
Di sisi lain raja arutman menangis ketika mendengar tentang sang putri yang ikut berperang dan lebih lebih memimpin pasukan diperbatasan barat. kabar itu ia terima dari kedua putranya yang sudah lebih dulu sampai. sedang pasukan perbatasan barat masih dalam perjalanan menuju
pulang keistana.
" ayahanda maaf kami . tidak memberitahukan ayahanda bahwa adinda putri ikut berperang" kata
putra mahkota bersimpuh dihadapan sang raja.
raja arutman tak bisa berkata apapun selain meneteskan airmata mengingat sang putri kesayangan itu sangat mirip dengan mediang sang
ratu tercinta.
" apa dia selamat" kata raja arutman lirih.
" seorang teleksadi kita datang mengatankan adinda putri selamat ayah" kata putra mahkota
yang mengusap pundak sang raja. yang sangat mengkhawatirkan sang adik kesayangan.
" bagaimana bisa dia melakukannya" lirih raja.
" ayah. hamba percaya tuan putri sangatlah hebat
buktinya dia kini pulang dalam keadaan selamat" timpal pangeran liam tersenyum.
" suruh panglima banar untuk membawa nya kemari setelah tiba diistana" titah sang raja seraya menghapus airmatanya.
..................................
Setibanya diistana putri berlian disambut riuh oleh para pembesar dan petinggi istana yang ingin melihat putri kerajjan mereka yang cukup mengejutkan seluruh istana tentang keikutsetaanya dalam perperangan.
" tuan putri ....... memasuki istana" teriak seorang
prajurit pendamping.....memberi jtanda atas kedatangan sang tuan putri
Putri lian tersenyum manis melangkah melewati semua orang untuk menemui sang raja yang sudah tak sabar bertemu dengannya.
" ayahanda .....teriaknya ketika sang ayah berdiri seraya tersenyum menyambutnya dengan mengulurkan kedua tangan dan memeluknya erat
ketika sudah dihadapannya.
" kau baik baik saja putriku" kata sang raja itu penuh rasa haru.
" aq baik baik saja ayahanda.ini berkat didikan ayahanda" kata putri lian tersenyum dalam pelukan
sang ayah.
pelukan dan ciuman bertubi tubi dirasakan sang putri dari sang raja, bagaimana pun putri lian tahu
bahwa sang ayah sangat menyanyanginya.
" ayah sangat bahagia dan bersyukur, bahwa ayah mempunyai putri yang hebat dan kuat menghadapi
musuh" tutur sang raja bangga.
" itu karna doa ayah dan kasih sayang ayahanda" kata putri lian tersenyum bahagia dipelikan sang ayah.
" apa kami dianggap patung" kata pangeram liam
yang merasa dari tadi hanya melihat drama sang kaka dan sang ayah.
" adik......kakanda..... " kata putri lian yang akhirnya melepas pelukan sang ayah lalu beralih kepada dua pangeran tampan saudaranya itu.
Ketiganya pun perpelukan mesra disaksikan seluruh petinggi istana dan prajurit yang merasa haru melihat kebahagian sang putri.
Dan setelah pertemuan siang itu.pada malam harinya. istana mengadaan kan perjamuan atas kemenangan mereka juga ada pesta rakyat yang digelar untuk berbagi kebahagiaan.
Disisi lain putri lian duduk berdua di sebuah taman bersama pangeran arjaya. menikmati malam indah mereka diantara pesta yang meriah.
Tamat.