Pagi itu pada tanggal 10 November 2015, Jeon Jungkook tengah berjalan-jalan di taman sekitar rumah sakit.
Namja itu menikmati suasana pagi seperti biasanya, kursi roda yang selalu ia gunakan untuk menopang tubuhnya yang lemah selalu ia kendalikan setiap saat.
Jeon Jungkook menderita penyakit kanker yang sangat ganas, saat ini dia sudah mengidap kanker stadium tiga.
Harapan Jungkook semakin pupus saat dokter mengatakan bahwa hidupnya hanya bisa bertahan selama satu setengah tahun. Air mata namja itu perlahan menetes saat ia mengingat-ingat perkataan dokter spesialisnya.
"Tuhan, mungkinkah aku bisa hidup lebih lama lagi?" Ujar Jungkook sembari menatap langit biru yang nampak cerah.
Saat Jungkook merasa rapuh, ia merasakan ada yang menjalankan kursi rodanya. Jungkook terkejut, dia mencoba melihat siapa yang melakukan hal tersebut.
"Noe?" ujar Jungkook kaget ketika melihat Noe, temannya itu kini tengah membawanya jalan-jalan menelusuri taman rumah sakit.
"Nee, ini aku Jeon-ah" Noe terus menjalankan kursi roda Jungkook hingga mereka tiba di samping sebuah kebun bunga.
"Noe? Kenapa kamu membawaku kemari?" tanya Jungkook heran.
"Aku ingin membawamu menikmati keindahan taman rumah sakit ini," ujar Noe.
"Untuk apa Noe? Aku sudah tahu seluruhnya tentang isi taman ini," ujar Jungkook, namun tetap saja Noe tidak mengubrisnya. Noe memetik beberapa bunga lalu menyerahnya pada Jungkook, kemudian dia membawa Jungkook menuju kolam ikan yang ada di taman tersebut.
"Jeon, coba kamu perhatikan ikan-ikan Koi itu." Noe menunjuk ikan-ikan Koi yang sedang berenang dengan tenang.
"Ada apa! kenapa dengan ikan-ikan itu dan apa hubungannya denganku?!" tanya Jungkook, terdengar nada suara Jungkook mulai meninggi.
"Gwenchana, aku tidak akan marah dengan sikapmu hari ini. Tapi aku akan marah jika kamu tidak bisa mengubah sikapmu sejak saat ini. Jeon-ah, bukankah kita berada di tempat ini sudah sangat lama, dan kamu masih ingatkan kapan pertama kali kita bertemu?" tanya Noe, Jungkook mengernyitkan raut wajahnya.
"Ya aku ingat, aku bertemu denganmu pada tahun lalu. Tepatnya pada tanggal 13-11-2014. Lalu apa hubungannya semua itu?" Jungkook kembali tenang.
"Ah... syukurlah kamu masih mengingatnya, aku bisa bernafas lega sekarang. Sekarang sebaiknya kamu harus mengubah sikap putus asa dan rapuhmu itu, karna aku tidak mungkin bisa terus-terusan mengunjungimu di tempat ini. Aku ingin kita menghabiskan waktu bersama di luar sana, karna menurutku rumah sakit sangat membosankan." Noe sibuk berbicara, sementara Jeon masih tidak mengerti dengan maksud Noe tadi.
"Yak Noe-ya! Kenapa kamu mengalihkan pertanyaanku? Bukankah aku bertanya padamu kenapa kamu membawaku untuk melihat ikan Koi ini?" Jungkook menggenggam erat pergelangan tangan Noe, ia menatap lekat manik hitam gadis itu.
Noe tersenyum, senyumannya sungguh anggun dan juga lepas.
"Tidak apa-apa, Jeon-ah," ujarnya sembari tersenyum dan meneteskan air mata. Jungkook terkejut, dia tidak mengerti kenapa Noe menangis.
Dengan cepat dia melepas genggamannya, ia takut Noe kesakitan karena genggaman pada tangannya terlalu keras.
"Noe-ya mianhe," ujar Jungkook lemah.
"Aniyo, aniyo Jeon-ah," Noe menggelengkan kepalanya, ia berlutut di hadapan Jungkook lalu menggenggam erat tangan namja tersebut. Jeon membalas gengaman tangan Noe, mereka saling menatap.
"Noe-ya, gwenchana" Jungkook mengusap air mata yang membasahi pipi mulus Noe.
"Nde, gwenchana" Noe tersenyum.
"Jeon-ah, aku sudah meletakkan 2 ekor ikan Koi di dalam kolam ini, aku memberikan nama ikan itu Jeon dan juga Noe, hehe. Aku ingin kamu selalu tegar Jeon-ah, meskipun aku tahu tidak mudah untuk tegar dalam menghadapi masalah sebesar ini. Tapi demi orang-orang yang menyayangi dan mencintaimu, kamu harus tetap kuat, percayalah bahwa suatu hari nanti kamu pasti akan pulih seperti sedia kala," ujar Noe.
Jungkook terdiam tanpa mengucapkan sepatah kata, mata namja itu mulai berkaca-kaca.
"Jangan menangis Jeon-ah, aku tidak ingin melihat air matamu terjatuh. Jeon-ah, aku menyayangimu." Noe melepas genggaman tangannya, ia menghamburkan dirinya dalam pelukan Jungkook. Mereka saling memeluk, perlahan air mata keduanya mulai menetes.
"Gomawo, gomawo Noe-ya. Aku berjanji padamu aku akan berjuang," ujar Jungkook.
"Hm, fighting my friend." Noe mengeratkan pelukannya pada Jungkook.
Suasana haru mulai meliputi sekitar tempat itu, dimana keduanya saling menguatkan.
(Author Pov)
Pada tanggal 13-11-2014.
Jeon Jungkook dan Noe Hanayori bertemu di rumah sakit "Huan" rumah sakit tersebut khusus untuk para penderita kanker dan penyakit-penyakit mematikan/langka lainnya.
Mereka bertemu di taman rumah sakit, saat itu adalah kali pertama Jungkook masuk ke rumah sakit tersebut.
Saat itu Noe mengatakan pada Jungkook bahwa dia hanyalah seorang pengunjung yang merawat saudaranya di rumah sakit tersebut, namun kenyataan yang sebenarnya adalah Noe merupakan pasien yang ada di rumah sakit itu, dia sama seperti Jungkook.
Penyakit kelainan Jantung serta Kanker yang menyerang dirinya membuat Noe harus mendekap dalam rumah sakit tersebut selama 2 tahun, sedangkan Jungkook tidak harus menginap lama di rumah sakit karna dia masih menderita kanker stadium satu. Namun seiring bergantinya waktu rupanya Jungkook terpaksa harus mendekap di rumah sakit itu pula karna kankernya merambah dengan cepat, ia terpaksa harus menjalani perawatan lebih.
Jungkook berkenalan dengan Noe dan saling berteman setelah mereka sering bertemu di taman rumah sakit, keduanya sama-sama memberikan semangat meskipun Jungkook tidak tahu bahwa Noe juga merupakan Pasien.
Selama ini Noe lah yang memberikan semangat dan juga hiburan untuk Jungkook saat Jungkook sedang down dan putus asa. Noe selalu memikirkan cara untuk membuat Jungkook bertahan hingga dia bisa terselamatkan.
(Author Pov End)
1 Bulan berlalu.
"Dokter Kim, apa dokter melihat Noe? Akhir-akhir ini aku tidak melihatnya di rumah sakit ini. Apa saudara Noe sudah sembuh dari sakitnya?" Tanya Jungkook pada dokter spesialisnya.
"Noe-ya, temanmu itu?" tanya dokter Kim.
"Nde, apakah Dokter tahu tentang dia?"
"Jeon-ah, gadis itu benar-benar kuat. Aku rasa dia sangat menyanyangimu, dia selalu meluangkan waktunya untukmu padahal dia sendiri sakit," ujar dokter Kim.
"Mwo! Sakit? Noe sakit apa Dok?" Jungkook tampak terkejut.
"Dia menderita 2 penyakit sekaligus Jeon, kanker otak dan kelainan jantung. Aku sangat salut pada gadis itu karna dia bisa kuat meski mempunyai penyakit yang sangat mematikan, tapi kekuatannya harus tumbang untuk saat ini Jeon. Dia saat ini berada di ruang UGD karna keadaannya sangat buruk, dia harus berjuang dengan alat-alat medis yang melekat di tubuhnya," jelas Dokter Kim panjang lebar, Jungkook membolakan matanya saat mengetahui kebenarannya tentang Noe.
"Jadi selama ini dia menutupi penderitaannya dariku, kenapa dia melakukan hal ini padaku. Dia menyuruhku untuk kuat sementara dia sendiri sedang rapuh, aku bahkan pernah membanding-bandingkan dirinya denganku. Aku mengatakan padanya bahwa dia tidak mungkin sanggup jika dia menjadi diriku, padahal dia menderita penyakit yang jauh lebih mematikan dari pada aku." Jungkook meneteskan air matanya, ia mengingat semua kenangan bersama dengan Noe, saat Noe membawanya jalan-jalan di taman dan saat Noe memberikan bunga padanya.
"Sabarlah Jeon-ah." Dokter Kim mengusap pundak Jungkook.
"Dokter Kim, bisakan dokter mengantarkan aku ke ruang Noe di rawat?" Pinta Jungkook.
"Nde." Dokter Kim membantu Jungkook turun dari ranjangnya, ia mengunakan kursi rodanya menuju ruang Noe di rawat dengan bantuan dokter Kim.
Sesampainya di ruang rawat Noe, Jungkook mulai meneteskan air matanya saat melihat keadaan sahabatnya itu.
"Noe-ya, buka matamu Noe-ya, aku sekarang datang untuk menemuimu. Kenapa kamu berbohong padaku Noe-ya, kenapa kamu tidak jujur padaku," ujar Jungkook sambil menggengam erat tangan Noe.
Keluarga Noe menangis melihat Jungkook begitu perhatian pada Noe, mereka memang sudah tahu bahwa Noe mulai bisa bertahan setelah mengenal Jungkook.
"Ayo bicaralah Noe-ya, kita akan pergi ke kolam ikan di taman. Kita akan melihat ikan Koi kita disana, kita juga akan memetik bunga Noe-ya. Ayo, bangunlah aku mohon, hiks," Jungkook semakin histeris saat tidak ada reaksi sama sekali dari Noe, bahkan detak jantung Noe di monitor semakin melemah. Tiba-tiba saja Noe kejang-kejang, dan detak jantungnya mulai tidak beraturan, Jungkook sangat terkejut melihat keadaan Noe.
"Noe-ya.!! Noe-ya! Dokter tolong bantu Noe-ya, selamatkan dia dok. Noe-ya, bertahanlah." Jungkook mengecup punggung tangan Noe.
"Jeon-ah kemarilah, biarkan dokter membantunya." Kakak Noe membantu Jungkook mundur agar dokter bisa memeriksa keadaan Noe, Jungkook terpaksa melepas genggaman tangannya. Tangisnya semakin histeris, ia memeluk tubuh Otaro kakak Noe.
"Tenanglah Jeon-ah, tenang." Otaro menenangkan Jungkook.
Dokter menyuruh semua orang keluar dari ruangan Noe di rawat, mereka semua menunggu di ruang tunggu.
- Setengah jam berlalu.
Dokter Kim keluar dari ruangan UGD. Wajah dokter Kim terlihat gelisah, semua keluarga berhamburan mendekati dokter Kim.
"Dokter bagaimana keadaan adikku?" Tanya Otaro.
"Mianhe, aku tidak bisa menyelamatkannya."
"Aa..!! Tidak! NOE-YAA..!!" Teriak ibu Noe, seluruh keluarga Noe menangisi kepergian Noe.
Jungkook tertegun, ia tidak percaya sahabatnya itu sudah tiada.
Suster membawa mayat Noe keluar, semua keluarganya memeluk tubuh pucat Noe. Mereka menangisi kepergian gadis cantik berdarah campuran Jepang-Korea tersebut.
Jungkook mendekati ranjang Noe, ia mengenggam tangan Noe.
"Noe-ya selamat tinggal, mian... mianhe," ujar Jungkook lemah.
Jungkook berdiri dengan sekuat tenaganya, ia mencoba mencium kening Noe untuk yang terakhir kalinya.
"Saranghae," bisiknya pelan sembari mencium kening Noe.
((Skip))
Dua hari setelah kepergian Noe, Jungkook masih tetap tinggal di rumah sakit "Huan" dia terdiam sambil menatap pemandangan dari jendelanya yang transparan.
"Jeon-ah," ujar Otaro.
"Senpai?" Jungkook heran atas kehadiran Otara di ruangannya.
"Bagaimana keadaanmu?"
"Aku baik-baik saja Senpai, maaf karna aku sudah membuat Noe pergi."
"Aniyo, ini bukan salahmu Jeon-ah. Ini sudah menjadi takdir adikku."
"Senpai." Jungkook meneteskan air matanya.
"Gwenchana. Ini, sebelum Noe pergi saat dia masih sehat dia menitipkan surat ini untukmu. Dia bilang aku harus memberikannya padamu saat dia sudah pergi," ujar Otaro sambil menyerahkan suratnya pada Jungkook.
Jungkook menerima surat tersebut, begitu Jungkook menerima suratnya Otaro berpamitan untuk pergi.
Mata Jungkook mulai berkaca-kaca saat suratnya dibuka, ia mulai membaca surat tersebut.
Dear Jeon-ah.
"Jeon-ah mianhe, mianhe karna aku merahasiakan penyakitku padamu, sebenarnya aku tidak ingin menyembunyikan hal itu. Tapi aku terlalu takut untuk bercerita padamu Jeon-ah, aku tahu rasanya sangat sakit saat melakukan perawatan untuk menyembuhkan penyakit ini. Tapi aku yakin Jeon-ah, jika kita berkeinginan untuk sembuh dan Tuhan masih mengijinkan kita sembuh pasti kita akan sembuh. Aku harap kamu tidak berputus asa Jeon-ah. Tetaplah berjuang melawan penyakitmu, berjuanglah demi orang-orang yang menyayangimu dan demi ketenanganku pula. Aku sudah tidak bisa menemanimu lagi, tapi percayalah bahwa kamu selalu di hatiku Jeon-ah.
Aku harap kamu tetap semangat untuk melakukan pengobatan hingga kamu sehat kembali Jeon-ah, bertahanlah dan terus bertahan. Aku menitipkan Noe padamu, tolong jaga dia jangan biarkan Noe si ikan Koiku kelaparan mengerti. Jeon-ah aku menyayangimu, goodbye."
Noe Hanayori.
Jungkook mengusap air matanya, ia terharu membaca isi surat terakhir sahabatnya.
Dia melipat kembali surat tersebut lalu meletakkannya di dalam sakunya, Jungkook keluar dari kamar rawatnya menuju taman rumah sakit menggunakan kursi rodanya.
Sesampainya di taman rumah sakit Jungkook mengambil beberapa tangkai bunga, kemudian dia menuju kolam ikan Koi. Jungkook memberikan makan pada ikan-ikan Koi tersebut.
"Noe-ya, gwenchana, aku akan menjaga Noe untukmu."
Jungkook menatap langit yang cerah, ia memejamkan matanya sembari menghirup udara segar di taman.
Dalam benak Jungkook terbayang wajah Noe, wajah cantik Noe saat tersenyum polos sembari berkata.
"Jeon-ah, gwenchana."
Jungkook membuka matanya, namun dia masih menengadahkan wajahnya menatap langit cerah.
Jeon tersenyum kemudian dia menyerukan nama Noe.
"Gwenchana Noe-ya, saranghae."
Senyuman tulus terpatri di bibir indah Jungkook.
Jungkook melakukan pengobatan hingga sebuah mukjizat terjadi padanya, Jungkook di nyatakan sembuh dari kankernya setelah melakukan pengobatan selama hampir 2 tahun di rumah sakit "Huan" Kenangan tentang Noe selalu tersimpan dalam hidup Jungkook, Jungkook membawa ikan Koi Noe dan Jeon ke rumahnya dan merawat ikan tersebut hingga ikan tersebut bertelur dan mempunya enam ekor bayi ikan Koi kecil.
Jungkook tersenyum senang melihat ikan Koinya mempunyai bayi kecil.
"Noe-ya, gomawo nee" 😊
The End.
Terima kasih buat yang udah baca, maaf kalau ada Typo soalnya anti cek ulang.
Kasih masukan ya biar authot makin semangat buat menulis Ff selanjutnya.😊
Sampai jumpa di next ff oneshoot lainnya.😉