Hari ini putri lian terpaksa menuruti kemauan ayahandanya untuk ikut kontes kecantikan yang diadakan oleh kerajaan nusantara raya.
walau hatinya menolak mau tidak mau putri liam
terpaksa melakukannya.
" putri kenapa melamun " tegus dayang diah pada putri lian yang sedang melamun.
" diah aq sedang bingung bagaimana menolak permintaan ayahanda" kata putri lian sambil mondar mandir berpikir keras untuk menghindari
acara itu.
" tuan putri bagaimana kalo kita minta bantuan seseorang yang bisa mengantikan tuan putri" kata
dayang diah memberi saran.
" hah......iya diah, kau sangat cerdas bagaimana
kalo kita meminta seseorang untuk mengantikanku. dan aq tahu siap dia" kata putri lian tersenyum tipis.
" siapa tuan putri " kata dayang diah mulai ikut bingung.
" pangeran liam .....bagaimnana menurutmu" kata putri lian tersenyum .
" astaga ....putri tapi tidak pangeran liam juga. kan putri bisa menyuruh putri liana untuk mengantikan tuan putri" kata dayang diah seraya menepuk jidadnya.bagaimana bisa pangeran liam yang ditunjuk.
" he ....he.....he...... kau tahu diah, kalo putri liana itu jelas pasti ikut kontes itu. dan aq tak bisa bertemu
pangeran arjaya.namun bila pangeran liam ikut kontes maka tak ada orang yang mengawasiku" kata putri lian senang.
" ya ampun putri itu sangat mustahil, bagaimana
bisa kita membujuk pangeran liam." kata dayang diah pusing dengan kemauan tuan putrinya itu.
" aq sudah memikirkan caranya diah" kata putri lian tersenyum penuh arti.
..................................
" hai adikku yang tampan gimana kabarmu " sapa putri lian pada pangeran liam adik tersayang itu.
" baik....kakanda yang cantik ,tumben mampir kesini ada apakah kakanda kesini" kata pangeran liam yang sangat heran karna biasanya sang kaka jarang mau berkunjung kekediamannya.
kecuali ada urusan penting.
" ya ampun adikku yang sangat tampan apa adiknda tidak senang kakanda berkunjung" jawab putri lian sambil mencebikkan bibirnya cemberut
pura pura sedih.
" yah......kakanda maaf ...bukan maksudku begitu ." kata pangeran liam yang tak enak hati melihat sang tuan putri cemberut.
" baiklah......jangan bersedih apa yang bisa kubantu
biar kakanda yang cantik ini tersenyum " kata pangeran liam membujuknya putri lian.
" benarkah......kau mau membantuku" kata putri liam yang masih membuat wajah sendunya agar pangeran liam mengasihaninya.
" iya kakanda kata kan lah" kata pangeran liam.
" atau aq harus menemui pangeran arjaya diam diam lagi " kata pangeran liam yang memang tahu
putri lian menjalin hubungan dengan pangeran arjaya diam diam tampa sepengetahuan sang ayahandanya.
" tapi kau harus berjanji dulu padaku " kata putri lian tertunduk sedih .
" janji .....aq tak akan mengingkarinya." kata pangeran liam yang mengulurkan kelikingnya untuk berjanji pada sang kaka. karna memang kewajibanya untuk menjaga sang putri selama sang kaka tertuanya bertugas kekerajaan lain.
" baiklah .......karna kau berjanji" kata putri lian sambil tersenyum manis.
" besok temui kakanda di kamar kakanda jam 9
pagi dikamar ya" kata putri lian.
" baiklah kakanda " kata pangeran liam mengiyakan
......................................
Sesuai janjinya dengan sang kaka pangeran liam
pagi ini bergegas menuju kediaman sang tuan putri.
Putri berlian adalah satu satunya putri sang raja
Arutman di wilayah nusantara raya. putri lian
sangat cantik dan disukai rakyatnya dan juga para pangeran pangeran tetangga kerajaan. namun putri
lian tak ingin cepat cepat menikah. raja arutman berharap mendapat kan pangeran yang layak untuk
sang putri tersayang karna sang ibunda sudah lama tiada setelah melahirkan sang pangeran liam.
Pangeran liam diasuh seorang pelayan setia sang ratu tapi diawasi oleh putri lian yang sangat menyayangi sang adik. sehingga apapun permintaan sang putri slalu dituruti sang adik karna putri lian bagai kan ibu yang slalu menjaganya setelah meninggalnya sang ibunda tercinta.
Raja arutman mempunyai 3 orang anak yaitu pangeran ragabumi sang putra mahkota.yang berumur 25 tahun putri berlian biru berumur 20 tahun dan pangeran liam anuraga sang bungsu
yang berumur 16 tahun.yang sangat dekat dengan
sang putri sehingga sang raja menugaskan pangeran liam untuk slalu mengawasi sang putri
tersayang. karna sang raja ingin mencarikan jodoh
terbaik untuk sang putri. namun putri lian sudah
mempunyai belahan hati pilihannya sendiri tampa sepengetahuan sang ayah.
.............................
" tuan putri.........." kata dayang diah menghampiri putri lian yang sedang duduk di depan kaca rias.
" iya diah ....ada apa" kata putri lian
" pangeran liam sedang didepan pintu meminta untuk masuk" kata dayang diah seraya menunduk hormat.
" suruh masuk dan tolong panggilkan dayang galuh dan galih untuk segera kemari" titah putri lian.
" baik tuan putri segera saya sampaikan " kata dayang diah seraya berlalu. meninggal kan tuan putrinya itu.
" kakanda............" sapa pangeran liam ketika sudah memasuki kamar sang putri
" hai......adikku sayang kemarilah duduk disini" kata
putri lian.
" baiklah kakanda" kata pangeran liam patuh lalu duduk di kursi yang disiapkan.
Tak lama setelah itu datang lah beberapa dayang
istana yang bertugas untuk mendandani sang putri.
" apakah tuan putri sudah siap berdandan " tanya dayang galuh yang slalu bertugas merias sang putri.
" mhem........hari ini kalian bertugas mendandani
adikku " kata putri lian.
" hah ....... apa apaan ini ka, bagaimana bisa.......
" kata pangeran liam yang kaget akan perkataan sang kaka.
" bukankah adiknda sudah berjanji kemaren ingin
membantuku" ucap putri lian mengingatkan
"ta....ta ....tapi.... bukan untuk dirias putri" kata pangeran liam pucat karna takut. bagaimana bisa seorang pria didandani seperti wanita pikirnya.
" tapi adik sudah berjanji kan. hari ini kau harus menolongku untuk ikut kontes kecantikan diistana
" kata putri lian.
" astaga.......tapi tuan putri itu tak mungkin, saya seorang pria" kata pangeran liam tercekat kaget.
" tapi wajah mu sangat cantik adik, dan kita sangat mirip jadi tak kan ada orang yang tahu adik yang mengantikanku kecuali para dayang ini.tapi mereka harus tutup mulut.kalau tidak mereka akan kuhukum." kata putri lian.
" ya tuhan........ampuni hambamu ini......" ucap pangeran liam duduk lemas karna terpaksa harus mau melakukannya karna terlanjur berjanji.
" mhem.........ayo galuh ,galih ....lakukankan sekarang" titah putri lian.
" baik tuan putri" kata kedua dayang itu dengan sigap mendandani sang pangeran. walau dengan
perasaan takut.
" diah ambilkan rambut palsu dan gaun yang sudah
kita siapkan tadi malam" titah putri lian.
" baik putri" kata dayang diah yang kemudian menyiapkan gaun cantiik untuk sang pengeran.
...............................
Jadilah hari ini pangeran liam yang berlenggak lenggok ikut pementasan lomba kecantikan. walau dengan hati dongkol tapi tetap mau tak mau dia lakukan demi sang putri.
Dayang diah dan galuh serta galih tak bisa menawan tawa ketika pangeran liam bergoyang
menari diatas pentas. walau tawa mereka tertahan
tipis tapi tetap membuat pangeran liam sangat kesal.
" awas kau kakanda akan kubalas suatu hari nanti" umpat pangeran liam kesal.
" hi....hi....hi....tawa putri lian menahan tawanya sambil menutup mulut.diantara para penonton.
" putri bukankah waktunya tuan putri pergi" kata dayang diah berbisik pelan ketelinga putri lian.
" ya......kau benar diah, aq akan pergi sekarang" kata putri liam tersenyum.
" dan jangan lupa awasi pangeran liam untukku" bisik putri lian.
" baik tuan putri. dan berhati hatilah." kata dayang diah yang khawatir pada sang putri yang akan keluar istana tampa pengawalan.
" jangan khawatir kan aq, kalian pasti akan dimarahi pangeran liam. jadi beri alasan yang tepat
buat mengalihkannya selama aq pergi" kata putri lian.
" baik putri kami akan melaksanakannya " kata dayang diah
" trimakasih diah. aq akan pergi" kata putri lian.
" hati hati tuan putri " kata dayang diah.
" ya....." kata putri lian yang lalu pergi fari keramaian istina menuju keluar istana untuk bertemu sang kekasih idaman.
...................................
Sedangkan seorang pria tampan sedang duduk dipingiran sungai sambil melempar batu kecil
dengan gelisah menunggu seseorang.
Pria yang tak lain pangeran arjaya dari istana tetangga itu slalu berjanji setiap akhir pekan untuk
menunggu gadis impiannya dipinggir sungai.
Hampir sekian lama menunggu dengan sabar
akhirnya terlihat lah sosok yang ditunggu.
" putri........aq pikir kau tak akan datang " kata
pangeran arjaya yang berjalan menghampiri sang putri
" mhem......maaf terlambat pasti pangeran sudah lama menungguku" kata putri lian.
" iya aq pikir kau takbkan menemui ku." kata pangeran arjaya seraya meraih tangan putri lian dan membawanya duduk di bawah pohon yang rindang.
" kau tahu ..... aq harus membuat pangeran liam
kesal dulu baru menemuimu" kata putri lian.
" hah....bagaimana bisa putri melakukanya" kata pangeran arjaya.
" dia yang mengantikanku untuk ikut kontes kecantikan hari ini." kata putri lian tersenyum.
" ha .....ha....ha......" pangeran arjaya pun tergelak
keras mendengar penuturan sang putri
" he....he....he.... dan aq tidak bisa membayangkan bagaimana cantiknya dia hari ini, dan besok pasti
dia akan memberi pelajaran padami ." kata putri lian.
jleb..........seketika tawa pangeran arjaya terhenti.
dan diam dengan penuh tanda tanya.
' apa yang akan terjadi......" kata pangeran arjaya bingung.
" hari ini kita bisa lebih lama bertemu.dan pangeran liam tahu itu.jadi berhati hati lah bila bertemu dengannya" kata putri lian tersenyum penuh arti.
pangeran arjaya pun kemana arah pembicaraan
sang putri.karna pangeran liam tahu tentang hubungan mereka. dan tak heran bila nanti dia menjadi sasaran pangeran liam karna ulah sang pujaan hati. tapi pangeran arjaya sudah siap dengan segala resikonya. termasuk amukkan sang calon adik iparnya itu.
" baiklah ........aq takkan bisa menghindarinya
karna ulah mu putri, tapi tak masalah asal kan
kita slalu bisa bertemu " kata pangeran arjaya
tenang.
" kau yakin pangeran...." kata putri lian lembut.
" yah.......apapun akan kuhadapi sampai suatu
saat kita bisa mendapat restu ayahandaku dan
ayahanda putri" kata pangeran arjaya mengenggam
erat tangan putri lian dengan senyuman.
Keduanya bercanda riang dan sangat bahagia dengan pertemuan hari ini yang cukup lama.
sampai matahari terbenam akhirnya pangeran arjaya mengantar sang putri ke perbatasan desa.
kedua berjanji untuk bertemu lagi di lain hari.
Putri lian tersenyum bahagia ketika sudah memasuki kamarnya.dia langsung membersihkan diri dan tersenyum bahagia mengingat pertemuannya dengan pria pujuannya. sampai
akhirnya tertidur nyenyak dan bermimpi indah.
Tamat.