Dalam sebuah kerajaan hiduplah seorang pangeran bernama Solahuddin. Dia adalah pangeran yg sangat tampan dan pemberani. Dia tidak segan-segan menentang siapapun yg tidak sesuai dg pola fikirnya.
Pada suatu hari pangeran sedang pergi berburu bersama dengan pasukannya. Tibalah mereka disebuah hutan untuk menangkap rusa liar. Namun tiba-tiba terdengar teriakan meminta tolong dari sebuah semak-semak. "Tolong.. tolong.. siapapun yg ada disini tolong saya.." Pangeranpun segera mendekat kearah sumber suara. Rupanya teriakan tersebut berasal dari seorang wanita. Lagi-lagi suara itu terdengar "Tolong.. tolong" pangeranpun kian sibuk mencari kesana kemari, hingga terdengar isakan tangis seorang wanita sambil tak henti meminta tolong "tolong tuan.. ampuni saya.. jangan perkosa saya". Mendengar kata-kata tersebut pangeran semakin panik menyibak ilalang yg tumbuh dg lebatnya. Setelah mencari kesana kemari pangeran melihat ilalang yg bergoyang-goyang. Pangeranpun segera berlari mendekatinya. Terlihat seorang gadis yg mencoba merangkak menjauhi laki-laki berbadan kekar. "Hai siapa kamu? Apa yg kamu lakukan kepada gadis ini" Bentak pangeran yg membuat laki-laki itu kaget. "Siapa aku itu tidak penting. Yg penting sekarang biarkan aku menuntaskan hasratku kepada gadis itu" Jawab laki-laki yg belakangan diketahui bernama Soleh itu. Dengan tidak sabaran kemudian pangeran menarik kerah baju Soleh dari belakang yg membuatnya seketika jatuh ketanah. "Kamu jangan coba-coba melecehkan seorang perempuan. Sekarang ikut aku keistana. Biarlah raja memberimu hukuman yg setimpal." Pangeranpun menyeret tubuh Soleh secara paksa. Kemudian mengajak rombongan berburunya pulang.
Sesampai diistana Soleh diletakkan disebuah ruangan pengadilan. Dan gadis korban pelecehanpun dihadirkan disitu. Setelah menunggu beberapa saat rajapun datang dg tongkat kebesarannya. Kemudian duduk di singgasana.
"Wahai rajaku. Izinkanlah hamba untuk memberi hukuman kepada laki-laki yg telah berani melecehkan wanita itu" ucap pangeran memohon. "Wahai putraku. Sebelum kita pengadilli laki-laki itu. Maka biarkanlah dia melakukan pembelaan atas dirinya" jawab raja dg tegas. "Wahai baginda raja. Hamba tidak berniat untuk memperkosa wanita itu. Justru dia yg telah menggoda hamba dan mengajak hamba kedalam hutan. Tapi setelah mendengar kedatangan rombongan pangeran diapun membalikkan keadaan. Dia berteriak seolah-olah dia korban pemerkosaan." Bela Soleh. Sedangkan wanita itu terus saja menangis. Namun dia tetap mencoba menjelaskan kejadian yg sebenarnya "Ampun tuan. Ucapan laki laki iu tidak benar. Tadi hamba pergi ke hutan hendak mengambil kayu bakar. Namun ketika hamba sibuk mencari ranting-ranting, lelaki itu datang hendak memperkosa hamba. Hambapun berusaha lari namun terjatuh. Tetapi hamba tetap berteriak meminta tolong. Sampai akhirnya datanglah pangeran menolong hamba" jelas gadis itu. Namun Soleh tidak kalah cerdik untuk mencari alasan. Hingga pangeranpun tidak kuasa membendung amarahnya " hai Soleh. Ternyata namamu saja yg soleh tp kelakuanmu tidak. Bahkan kamu tidak segan-segan untuk berbohong untuk menjatuhkan harga diri wanita itu." Kata pangeran dg emosi yg membara. "Wahai rajaku. Hamba sebagai saksi melihat dg mata kepala hamba sendiri bahwa laki-laki itu memang ingin memperkosa gadis itu. Bukan karna gadis itu menggodanya." imbuh pangeran membela. Namun Soleh menyangkal hal tersebut. Begitu pandainya lelaki itu berbohong hingga membuat semua orang percaya. Akhirnya dia dibebaskan.
Sejak kejadian tersebut. Banyak wanita mengalami pelecehan. Pelakunyapun selalu beralasan bahwa sang wanitalah yg selalu menggoda. Hal tersebut membuat pangeran sangat marah. Akhirnya dia mempunyai ide untuk melakukan kontes kecantikan wanita. Dg begitu dia bisa membuktikan bahwa para lelaki itulah yg mata keranjang.
Sebagai seorang pangeran dia ingin membuat perubahan pola fikir rakyatnya yg selalu menyalahkan wanita. Dia ingin wanita juga memiliki hak yg sama dimata hukum.
Berita tentang kontes kecantikanpun terdengar sampai penjuru desa. Hadiahnya yg banyak membuat para gadis antusias untuk mengikutinya. Tidak lupa para lelaki pelaku tindakan asusila yg masih berkeliaranpun diundang untuk memberikan penilaian. Dengan kata lain merekalah jurinya. Namun mereka tidak tahu bahwa itu adalah sebuah jebakan yg akan menjebloskan mereka ke penjara.
Hari yg ditunggupun tiba. Sekarang mereka sudah berada disebuah ruangan untuk melakukan penjurian. Rajapun hadir sebagai penentu kemenangan. Namun tidak seorangpun melihat keberadaan pangeran. Para gadispun bergantian berjalan dan berbaris seperti seorang model. Sampai datanglah giliran gadis terakhir untuk memamerkan busananya. Dari kejauhan terlihat pakaiannya yg sangat mewah namun sangat tertutup. Riasan wajahnya yg cantik serta tatanan rambut yg menawan membuat kecantikannya terlihat sempurna. Para lelaki mata keranjang itu terlihat membelalakkan matanya. Jangkung di leher yg naik turun menunjukkan mereka sedang menelan ludah. Membuat wanita itu tersentum puas.
Babak yg ditunggupun datang. Para peserta mendapatkan penilaian dari juri. Dan yg mendapatkan poin tertinggi akan keluar menjadi pemenang. Mereka kompak menjadikan Sela peserta terakhir itu pemenangnya. Sang rajapun menyetujui hal tersebut. Setelah keputusan keluar, para juri yg tidak lain adalah pelaku tindakan asusila berbondong bondong berdiri untuk memberikan ucapan selamat. Bahkan mereka tidak segan untuk memeluk Sela dan mencium pipinya. Kini tibalah saatnya Sela menyampaikan pidatonya. Dia berdiri dihadapan semua orang. Menarik rambut yg ternyata adalah rambut palsu. Membuat semua mata terbelalak saat menyadari ternyata Sela adalah pangeran Solahudin yg menyamar sebagai wanita. "Terima kasih hamba ucapkan kepada para dewan juri yg telah memilih hamba menjadi pemenang kontes kecantikan ini. Terimakasih juga karena kalian sudah menunjukkan bagaimana sikap kalian yg berani asal peluk dan cium seorang wanita. Dg adanya hal ini sekiranya paduka raja dapat melihat kenyataan. Bahwa sebenarnya bukanlah para gadis desa yg menggoda mereka. Terbukti dg pakaian hamba yg tertutup tanpa memperlihatkan lekuk tubuh saja mereka sudah bersikap kurang ajar didepan umum. Alasan yg selama ini selalu paduka raja dengar itu adalah sebuah kebohongan. Dan gadis desa yg miskin itulah korbannya." Ucap pangeran panjang lebar. "Baiklah putraku. Ayahanda percaya dg semua ucapanmu. Dan untuk semua tindakan mereka yg salah akan mendapatkan hukuman yg setimpal." Tutur sang Raja sambil menunjuk para pelaku tindakan asusila.
Setelah kejadian tersebut para wanita diberikan hak yg sama dimata hukum. Mereka diberi kesempatan untuk melakukan pembelaan dalam sebuah kejadian. Mereka diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat pada saat musyawarah. Dan itu semua membuat pangeran bahagia. Ternyata kepura-puraannya menjadi seorang wanita dan mengikuti lomba kecantikan kerajaan membuat derajat wanita terangkat. Mereka tidak lagi meremehkan wanita & menganggap wanita lemah.