Jam weker diatas meja berdering,itu tandanya aku harus segera bangun dan berangkat ke sekolah.
Saat kata sekolah melintas dipikiranku,aku terperanjat bangun.
"Sekolah?ya ampun bukankah ini hari pertamaku masuk di sekolahku yang baru ".Gumamku.
"Arrghhh,,,kenapa juga sih aku harus pindah,padahal sudah enak disekolah yang lama,mana temen-temen semua baik lagi ".Aku masih bermonolog.
Tak mau datang terlambat aku bergegas mandi dan memakai seragam sekolahku yang lama,itu karena aku belum dapat seragam dari sekolahku yang baru.
Setelah selesai bersiap aku pun menuju meja makan untuk sarapan,disana mama dan papaku sudah menunggu.
"Gimana sayang,udah siap masuk sekolah yang baru ?".Tanya Mama sambil tersenyum.
"Yahh,,mau gimana lagi Ma ".Jawabku sekenanya,lalu mengambil roti dan mengunyahnya.
Setelah sarapan papa pun berinisiatif untuk mengantarku ke sekolah,tentu saja aku tidak menolak tawaran papa.
Mobil pun melaju menuju sekolahku yang baru,sejujurnya aku sangat gugup membayangkan bertemu dengan orang-orang baru.
Ah sudahlah,cuek aja.
Papa menurunkanku di depan gerbang sekolah,setelah mobil papa pergi aku pun masuk kehalaman sekolah.
Nahh,benarkan mereka memandangku dengan tatapan aneh karena seragamku yang berbeda dengan mereka.
Oke,aku pasang wajah cuek aja deh.Aku pun meneruskan langkahku menuju ruang TU,ada hal yang harus diurus sebelum masuk kelas.
Baru saja aku melangkah tiba-tiba terdengar suara motor yang sangat berisik,sebuah motor ninja warna hitam memasuki halaman sekolah,pengendaranya menggunakan jaket kulit lengkap dengan helm full facenya.
Yang membuatku penasaran kenapa para siswi menjerit histeris saat melihat kedatangan motor ninja itu.
Aku masih berdiri terpaku melihat sosok yang sedang memarkirkan motor ninja itu,sedangkan beberapa siswi mulai datang mendekati pemilik motor tersebut,sedangkan yang siswi lainnya ada yang hanya menatap dari kejauhan,ada juga yang memanggil-manggil namanya.
Ini kenapa pada norak semua sih?emang tuh cowok siapa sampe mereka segitunya.Batinku sambil menatap kearah cowok yang masih memakai helmnya.
Aku pun menghela napas berniat melanjutkan tujuanku mendatangi kantor TU.
Tapi belum sempat melangkah,tiba-tiba cowok tersebut membuka helm dan pandangannya langsung mengarah pada diriku yang masih berdiri tidak jauh darinya.
Pandangan kami pun bertemu,tapi dengan cepat aku memalingkan wajah dan melangkah pergi.
Sedangkan dirinya masih berdiri di dekat motornya dan dikerubungi oleh cewek-cewek yang sepertinya menjadi penggemarnya.
Ya,mereka pasti penggemar beratnya cowok ninja itu,walau hanya sebentar melihat mukanya tapi aku tahu cowok itu punya paras yang tampan dan tubuh yang atletis.
Tapi siapa peduli,tujuanku sekolah adalah untuk belajar dan meraih prestasi agar orangtuaku bangga punya anak sepertiku,aku tidak mau berurusan dengan hal-hal yang membuat konsentrasi belajarku terpecah.
Saat urusan dikantor TU selesai,aku pun menunggu bel tanda masuk kelas diruang tunggu kantor karena nantinya ada wali kelas yang mengantarku ke kelas yang baru.
Kini aku telah berada di kelasku yang baru,ntah ini kebetulan atau takdir aku malah sebangku dengan si cowok ninja.
Dengan memasang wajah cuek aku duduk disebelahnya,sedangkan beberapa pasang mata milik para siswi menatapku tidak suka.
Biarin aja,mau kamu menatapku sampai bola matamu copot gara-gara aku duduk di sebelah cowok ninja,aku juga gak peduli.Batinku.
Selama jam pelajaran berlangsung aku hanya fokus mendengarkan penjelasan guru yang sedang mengajar,walau aku tahu si cowok ninja sering melirikku tapi aku acuh tak acuh.
Tak lama kemudian,bel tanda istirahat pun berbunyi.
Aku bergegas memasukkan buku ke dalam tas,niatku ingin pergi ke kantin tapi tiba-tiba tanganku ditarik oleh si cowok ninja.
"Ehh,,,apa-apa'an nih?jangan bersikap kurang ajar ya ".Protesku sambil melepaskan cengkramannya.
"Aku gak akan kasar jika kamu mau nurut ".Kata cowok tersebut.
Sial,kenapa suaranya lembut banget.Batinku.Gak,,gak aku gak boleh terlena apa lagi terpesona.
"Please ikut aku sebentar aja ".Kali ini si cowok ninja menampilkan senyum manisnya.
Nah kali ini jantungku gak bisa diajak kerjasama,kenapa juga dia harus berdetak lebih cepat,bikin kesel aja.
"Ehmm,,,emang kamu mau bawa aku kemana?".
Tanyaku dengan sedikit jutek.
"Gimana kalo kita ngobrolnya ditaman sekolah ".
Ucapnya dengan tatapan yang...
Ckk,,,sulit dijelaskan.
"Oke,,tapi lepasin dong tanganmu ".protesku.
"Gak,ntar kamu kabur,udah biarin aja gini ".Katanya sambil melangkah menuju keluar kelas.
Dan aku pun hanya bisa mengikuti langkahnya dengan keadaan tangan yang masih di pegang olehnya.
Sepanjang perjalanan menuju taman banyak siswi yang menatap kearah kami berdua,bisik-bisik pun mulai terdengar.Akhirnya aku tahu jika si cowok ninja ini adalah primadona si sekolah SMA ini.
Sampai di taman sekolah,aku disuruh duduk disebuah bangku sedangkan dia berlutut dibawah menghadap kearahku.
"Ehh,,,ngapain kamu berlutut?".Tanyaku heran dengan sikapnya.
Sedangkan beberapa siswi terlihat bergerombol disekitarku menyaksikkan kami berdua.
Sepertinya mereka berdua adalah fans garis keras dari si cowok ninja.
"Ehmm,,aku ingin ngomong sesuatu sama kamu ".
Katanya sambil menatapku lekat.
Aku mengerutkan dahiku mendengar perkataannya.
"Emang mau ngomong apa?".
"Mungkin ini terlalu cepat bagi kamu,tapi aku ingin mengungkapkannya saat ini,aku mencintaimu,maukah kamu menjadi kekasihku?".Ucap Si cowok ninja sambil meraih tanganku.
Sesaat aku terbengong,tapi segera tersadar saat mendengar jeritan histeris dari sekitarku.
"Apa,,,apa maksudmu?".Tanyaku tergagap.
"Maksudku adalah,aku ingin kamu menjadi kekasihku ".Ucapnya lagi menegaskan.
Aku berusaha menjernihkan pikiranku,aku tidak boleh menerima begitu saja,apalagi sampai terpikat oleh wajah tampannya.
Tidak,,ini terlalu cepat,pasti ada sesuatu yang tidak beres.Batinku.
"Kenapa kamu begitu mudahnya mengajakku pacaran,apa alasan sebenarnya dibalik ini semua?".Tanyaku menatap datar kearahnya.
Diapun terlihat gugup.
"Kok diem,ayo jawab!".Desakku "Jangan buat aku emosi ".
Wajahku pun berubah garang,sepertinya dia sedikit terkejut melihat perubahan sikapku.
"Maaf jika aku lancang dan bersikap kurang ajar,tapi aku melakukan ini agar aku tidak dikejar-kejar lagi oleh salah satu cewek yang begitu sangat terobsesi padaku ".Cowok ninja pun akhirnya berkata jujur.
"Lalu?".
"Dia akan berhenti mengejarku jika aku memiliki kekasih ".Lanjutnya lagi.
"Jadi kamu mau menjadikan aku tameng agar kamu terlepas dari cewek itu?".Tanyaku sambil bangkit dan menepis tangannya hal itu membuatnya jatuh terduduk.
Dan para cewek yang menyaksikan mereka sedari tadi lagi-lagi menjerit kala melihat idola mereka jatuh terduduk,aku pun melotot kearah mereka.
Ahh,,,hampir saja bola mataku terlepas.
Kini aku mengalihkan pandangan kearah si cowok ninja yang sudah bangkit berdiri.
"Maaf,aku tidak bermaksud begitu ".Ujarnya lirih.
"Sekali lagi kamu main-main sama aku,kamu bakalan ngerasain tendangan kakiku".ancamku.
Berani sekali dia main-main sama cewek pemegang sabuk hitam.
Dia sedikit terkesima mendengar ancamanku.
"Jadi kamu tidak mau menjadi kekasihku?".Dia kembali memastikan.
"Ya gak lah,emang siapa yang mau dijadiin pacar hanya sebagai tameng ".Jawabku ketus "Udahlah,aku mau ke kantin ".
Aku membalikkan badan meninggalkan dirinya,tapi baru selangkah dia berujar kembali yang membuat langkahku terhenti.
"Jika kamu tidak mau menjadi kekasihku,izinkan aku menjadi sahabatmu,boleh ya?".suaranya kembali terdengar lembut ditelingaku.
Aku pun tidak menjawab bahkan menoleh pun tidak,tapi aku mengangkat tangan kanan dengan menyatukan ujung ibu jari dengan ujung telunjuk 👌.Tanda aku menyetujui permintaannya,lagi pula tidak masalah jika menjadi sahabat si cowok ninja.Aku pun melangkah pergi sambil mengulas senyum kecil.
Mereka yang berkerumun juga membubarkan diri ketika aku pergi.
Sejak saat itulah aku si cewek tomboi menjadi sahabat si cowok ninja sang primadona sekolah.
End..
Terimakasih..
Semoga kalian semua selalu dalam keadaan Sehat,Rukun,Damai dan Sejahtera 🙏💞💞