Langkahku terhenti ketika sudah berdiri di tepi makam yang masih basah. hatku terasa hampa
ketika melihat nama yang tertulis jelas dibatu nisan..
" Rio arkana sharif....."
Nama itu nama yang sangat lekat dalam sanubariku dan takan pernah kulupakan seumur hidupku.
ya rio adalah sahabat karibku yang slalu ada ketika
bila aq dalam kesusahan dan masalah di masa sekolah dasar dan smp. namun belum sempat aq membalas kebaikannya dia lebih dulu pergi menghadap sang pencipta.
Dimana aq terlambat tahu, rio sakit karna kanker hati yang selama ini dirahasiiakanya. padaku.
ya....sahabatku yang slalu kuat dan hebat dimataku
teryata menyimpan duka.
flas back.
" ra....besok kalo pulang kampung jangan lupa bawakan chess cake ya. yang kaya dulu itu" kata rio ketika sebelum liburan semester untuk berencana pulang kampung.
" ok ri itu pasti, pasti kamu ketagihankan." kataku sambil terkekeh.
" jangan ketawa ra ngak lucu" dumel rio.
" lah kok sewot, kan aq cuma ketawa ngak maksud
ngeledek" kataku masih terkekeh waktu ditelp.
" habisnya kamu suka banget ngodain aq ra, mentang mentang sekolah dikota ya" dumel rio
sambil cemberut.
" cie.........ya rio ku yang ganteng jangan ngambek
aq janji ngak ngodain lagi" kataku tersenyum.
" ck....... awas janji harus ditepati " kata rio datar.
" ok janji my good boy" jawabku pelan.
" he....he....he....rio pun terkekeh pelan.
" puaskan " kata ku dengan wajah cemberut.
" ya sudah besok kalo pulang jangan lupa tuh oleh olehnya. dan hati hati dijalan.
" ok......sip bye ......jangan lupa jemput ya" kataku
tersenyum.
" ok kutunggu slalu karna aq sayang kamu " jawab rio tersenyum manis.
" baik pangeranku , sampai ketemu ya" kataku menyudahi pembicaraan vc kami.
flas off
.....................
Itu terakhir obrolan kami ketika aq ingin pulang kampung. rio tak ingin melanjutkan kuliah karna alasan menjaga sang ibu yang sudah tua .dan sakit sakitan.sedang ayahnya sudah meninggal ketika rio berumur 7 tahun.
Aq merasa bersyukur dengan apa yang kumiliki
selama ini aq bisa mengikuti kuliah dengan jalur beasiswa dikota.sebenarnya rio pun bisa kuliah tapi karna tangung jawabnya pada sang ibu membuatnya bekerja disebuah pabrik didesa kami
selulus sma.
persahabatan kami tak lekang waktu. walau pun aq kuliah dikota tak membuat ku lupa pada sahabat kecil ku itu karna dia adalah teman yang terbaik yang kupunya dalam suka dan duka. selain tetangga yang serasa saudara kandung.
Rio mengidap penyakit kanker hati dari smp yang tak dirasakanya.yang menurun dari sang ayah.
hingga seminggu sebelum kepulanganku aq mendengar kabar bahwa rio pingsan terjatuh dijalan dan tak pernah bangun lagi.
Namun satu hal yang kutahu sebelum benar benar
berpulang rio mewasiatkan akan mendonorkan jantungnya pada seseorang agar bisa bertahan hidup. entah siapa aq tak tahu. tapi yang kutahu
bahwa rio berhati tulus.mau melakukan itu.dan juga memberi harapan bagi sang penerima jantung
tranplatasi itu.
kubacakan surat almulk dan yasin ketika aq duduk terpaku di sisi kuburan rio. hanya doa
yang bisa kupanjatkan untuk membalas kebaikan
dimasa lalu.
berharap rio mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah yang maha kasih dan penyanyang.
dalam tidur panjangnya yang abadi.
................................
Malam ini aq duduk sendiri ditepi pantai, ketika
waktu istirahat bagi kami mahasiswa dan maha siswi baru yang lagi liburan semester
mengadakan kemping dipesisir pantai.
untuk perduli lingkungan disebuah desa dekat pantai.
" melamun ....ra " sapa audi menyapaku.
" eh......di ngak kok cuma pengen lihat indahnya
rembulan malam ditepi pantai " kataku datar.
" masa.....tapi dari tadi kulihat melamun, ngelamuni apa sih" kata audi yang duduk disebelahku .
" mhem.......ngak ada di, cuma mengingat masa indahku dengan seorang sahabat yang sudah pergi
jauh untuk selamanya." kataku.
" inalilahi wainalilahi rojiun, maaf " kata audi seraya menatapku nanar.
"ngak apa di.apa kalian begitu dekat " tanya audi. lagi.
" mhem.....dia seperti saudara kandungku.dan lebih tepatnya abangku." jawabku pelan.
" semoga allah menempatkanya di surga yang terbaik" ucap audi .
" amiin......ya rabbal alamin" kataku lirih.mengingat
semua kenangan yang tersimpan dihati.
" ngak dingin " kata audi lagi seraya menoleh padaku.
" dingin ..... tapi tak terasa " jawabku.
Audi lalu tersenyum dan melepas jaketnya untuk menyelimuti bahuku. aq hanya diam tak bersuara
entah kenapa rasa lidahku begitu kelu.
" jangan berlarut dalam kesedihan,aq mau jadi gantinya" kata audi pelan lemah llembut.
" trimakasih....di" jawabku tersenyum. namun tabisa kupukiri. rio tak akan tergantikan oleh siapapun.
Lama kami duduk menatap ombak pantai yang diterangi cahaya bulan.entah mengapa rasa hangat dalam hati ku begitu nyaman menikmati indahnya
malam ini.seakan aq duduk berdua dengan rio seperti yang sudah terlewati. dikala aq dan rio slalu
duduk diatas bukit ngobrol tentang masa depan
sambil melihat bintang dan bulan.saat malam
ketika cuaca cerah.setiap kami bertemu.
lama aq terdiam menatap indahnya bulan, sampai aq sadar audi menepuk pundakkku pelan.
" masuk tenda ra, sudah larut malam " katanya
seraya melihat jam tangannya
" sudah jam 11 " kata audi lagi.
"ya makasih sudah mengingatkan " kata ku seraya
berdiri.
" ini jaketnys di' kataku seraya mengbalikan jaket ke sang pemilik.
" pake saja kalo kamu kedinginan ra" jawab audi.
tersenyum.
ini" trimakasih di, ditenda ada selimut tebal kok " kataku menatapnya.
" ok......baiklah" kata audi yang akhirnya menerima
kembali jaketnys.
" sekali lagi trimakasih" kataku seraya melangkah meninggalkan audi sendiri.
" ya slamat mimpi indah ra" katanya yang membiarkanku melangkah meninggalkanya.
.................................
" hoam.............kata ketika menguap dipagi hari.
" masih ngantuk ra " tanya sisil yang sedang asyik
makan sepagi ini.
" kok dah sarapan sil" tanyaku.
" ini jam 8 lewat neng. betah aja kemulan selimut.
cepat bangun sono " kata sisil.
"kok ngak ngebangunin sih sil" kataku cemberut.
" lah kamu tidur lelap kaya kebo gitu dibangunin
ngak bangun bangun ya ta tinggal deh" kata sisil
cuek.
" jahat......kamu sil" ketusku.
" ih salah sendiri siapa suruh tidur larut malam." kata sisil sewot
" ngak juga sil, tapi emang karna kecapean kali
makanya tidur lelap jadi kalap" jawabku enteng.
" tuh sadar ." cibir sisil.
" ya sudah ta mandi dulu baru sarapan" kataku bangun sambil melipat selimut dan merapikan
pekakas tidur.
" ya sana, tuh sarapanmu sudah taambilkan" kata
sisil.
' makasih sisil cantik" kataku sumringah
" sama sama" jawab sisil. berbinar senang.
.................................
Entah sejak kapan audi ada disampingku ketika aq duduk ditepi pantai malam ini tampa kusadari.
" kaget......ya" katanya tersenyum.
" ya ...begitulah." jawablku pasti.
" apa aq menganggu lagi" tanya audi
" ngak juga sih " jawabku santai.
" berarti kita bisa berteman dong, mulai sekarang" kata audi tersenyum senang
" heh ......boleh" kataku yang juga tak menolak.
" makasih...ra" kata audi lalu menatapku dalam.
" untuk........" tanyaku.
" untuk jadi temanmu " kata audi terlihat senyum
tipis.
" ssma sama" jawabku datar seraya menatap bulan malam ini yang bulat sempurna. serasa indah menemaniku.
" dia tersenyum disana menatapmu" kata audi
menoleh padaku berharap aq menatapnya.
" ya dia bahagia dan tersenyum slalu." kataku yang
memang sudah mulai bisa menerima kepergian rio
yang slalu hadir dimimpiku.karna kesedihanku.
" ya......sekarang tersenyumlah slalu untuk mada depanmu" kata audi .
" yah.......sq sudah siap di.tersenyum untuk kedepan" lirihku
...........................
Sejak saat itu audi slalu menjadi temanku setelah
kepergian rio.entah ada maksud lain atau tidak tapi kini aq mulai melupakan rasa sedihku. sedikit demi sedikit. dan tersenyum untuk menyimpan rapi kenangan kami dalam hatiku.
Dan audi slalu jadi teman dalam setiap waktu di kala ada masalah dan kesalahan ku dikampus
senagai penyemangat ku sebagai gadis dingin
seperti kulkas dua pintu. itu adalah julukan sisil padaku
tamat.