Lili dan aku adalah teman satu kantor . Lili , anak yang polos dan belum pernah pacaran , meski pun ia lulusan dari luar negeri . Kami bersahabat dekat , Karena ruang kerja kami yang bersebelahan . Bahkan di luar kantor pun ia sering berkunjung ke apartemen ku . Lalu kita jalan bareng .
Suatu hari kantor ku kedatangan seorang staff dari kantor cabang , ia berbeda divisi dengan ku mau pun Lili . Namun secara pekerjaan lebih terkait dengan divisi Lili . Sehingga membuat staff yang bernama Candra tersebut sering bolak balik ke ruangan Lili , dan menghubungi Lili .
Hubungan mereka awal nya hanya sebatas pekerjaan , yang ku tahu juga demikian . Hingga pada suatu hari Lili datang ke ruangan ku dengan wajah sumringah dan senyum yang menghiasi bibi nya .
“ Mbak , mbaaaakkk … “ ucap nya dengan suara riang yang di tahan dan bibir yang tersenyum . Ia langsung masuk dan duduk di kursi seberang meja ku .
Aku mengangkat wajah ku dari layar computer dengan tatapan bingung ,biasa nya ia mengetuk pintu dulu sebelum masuk meski pun posisi pintu ku terbuka . Ku perhatikan wajah nya , ada tatapan gugup di mata nya . Ku lihat tangan nya pun memucat .
“ Heyyy , are u ok ?” tanya ku
“Mbak pasti bingung lihat aku seperti ini .. “ ucap nya antusias . Aku hanya menggangguk sambil bengong .
“ Mbak , Candra tadi bilang mau ngajak aku jalan sabtu ini “ ucap nya girang
“ Oyaa ? wuah bagus dong itu .. ya udah kamu jalan aja ga pa –pa “ ucap ku ikut senang . “ udah tahu belum mau jalan ke mana ? “ tanya ku lagi
Seketika Lili terdiam dan menggeleng lesu .
“ Udah ga usah di pikirin sekarang , santai aja .. kamu tinggal nanya aja mau jalan ke mana , trus pertemuan nya gimana , dia mau jemput kamu atau bagaimana ?” bereskan , ucap ku menyemangati Lili.
Tiba – tiba ia berdiri dan melangkah mendekati ku , lalu memeluk ku dari samping .
“ Mbaakk , you are the best .. thankyouuuu “ ucap nya kembali ceria sambil mencium pipi ku .
“ Ya udah sana kembali kerja , nanti kita lanjut di kantin aja ngobrol nya “ ucap ku sambil menepuk – nepuk lembut lengan Lili yang masih melingkar .
Ia pun mengangguk dan segera meninggal kan ruangan ku , aku hanya senyum sambil menggeleng-gelengkan kepala .
Hari berganti , tiba saat nya Lili pergi bersama Candra . Ia pun sempat menghubungi ku dan mengatakan kalau Lili yang akan menjemput Candra karena Candra hanya memiliki kendaraan roda dua .
Sementara Lili yang berasal dari keluarga kaya raya harus pergi kemana pun dengan di antar sopir . Akhir nya Candra memutuskan agar Lili lah yang menjemput Candra . Rencana nya kali ini mereka akan pegi ke sebuah taman .
Hubungan mereka berjalan lancar , dan itu membuat Lili bahagia sekali . Aku sempat menyarankan Lili belajar nyetir agar ia bisa leluasa bawa kendaraan nya sendiri untuk bertemu Candra .
“ Jadi gini Li , dari rumah biar sopir kamu yang bawa , nanti kalau udah mau keluar komplek , kamu suruh sopir kamu pindah , trus kamu yang bawa sampai kantor , kamu kasih aja uang rokok biar sopir kamu tutup mulut , Kalau ga begitu nanti kamu ga bisa –bisa “ ucap ku memberi saran .
“ Oiyaa yaa mbak , jadi papi aku kan ga akan tahu , dan kemampuan menyetir ku juga semakin lancar “ ucap nya dengan wajah yang semangat .
Aku pun tersenyum sambil mengangguk dan mengacungkan jempol ke arah nya .
.
Tiingg toongg..
suara bel apartemen ku berbunyi . Aku pun segera membuka pintu , dan kulihat Lili sudah berdiri di depan pintu , dengan tentengan besar , sambil nyengir ke arah ku . Aku pun terkekeh melihat ia yang kerepotan dengan tentengan nya .
Ia menaruh belanjaan nya di atas meja ruang tv , dan membuka nya . Aku pun ikut duduk di sebelah nya . Jika ia sudah membawa cemilan segini banyak berarti ia akan lama berada di apartemen ku .
Dan benar saja , ia langsung merebah kan tubuh nya di sofa .
“ Mbak , aku bawain cemilan kesukaan mbak dan aku “ ucap nya sambil rebahan .
“Heemm ..” ucap ku sambil mengangguk dan mengambil salah satu cemilan nya .
“ Aku ada film baru , nonton yuk Li “ ucap ku sambil menyalakan tv dan film yang sudah ku dapat dari Nisa . Sahabat kantor ku juga , ia juga kenal dengan Lili namun tidak se akrab aku .
Ia pun langsung bangun , menyomot cemilan sambil mengangguk “ Ayuukk mbak , luncurkaann “ ucap nya dengan mulut penuh . Kami berdua pun terkekeh .
Tak terasa hari sudah menjelang sore, sudah banyak film yang kita tonton .
“ Mbak , aku pamit ya .. sebelum papi aku nelpon “ ucapnya malas – malasan .
“Okee , hati –hati di jalan “ ucap ku sambil terkekeh . Dasar anak papi , batin ku .
Ketika ia hendak melangkah , tiba –tiba ia terdiam dan balik badan ke arah ku .
“ Mbak ,ternyata susah .. aku agak kaku dengan setir kanan , jadi aku baru bisa muterin komplek , belum berani ke jalan besar “ ucap nya dengan wajah sedih .
“Oooh , itu wajar Li .. Kamu memang butuh waktu lebih lama untuk terbiasa , secara kamu kan udah terbiasa setir kiri bertahun –tahun lama nya . Jadi kamu harus lebih sabar , pelan – pelan aja , yang penting nanti bisa dan terbiasa ‘ ucap ku sambil mengelus punggung nya .
Ia pun menghela napas dan mengangguk . Setelah pamit dengan ku kemudian pergi meninggalkan ku dan cemilan – cemilan yang masih banyak .
Aku segera membereskan bekas –bekas cemilan dan lainnya , dan bersiap untuk memasak makan malam untuk ku sendiri . Karena mas Andre , tunangan ku akan menelpon ku sekitar jam tujuh malam . Dan mas Andre itu kalau sudah nelpon pasti bisa ber jam –jam . Meski pun begitu , aku senang mendengar cerita nya . Rencana nya kami akan menikah setelah mas Andre menyelesaikan dinas nya , dan kembali ke kota J .
Enam bulan kemudian , Lili masuk ke kantor ku dengan wajah sedih .
“ Kenapa Li ?” tanya ku . Ia hanya diam menunduk , ku lihat mata nya yang berkaca – kaca . Kemudian aku pun segera mengajak nya keluar agar tidak di lihat oleh karyawan yang lain .
Kami turun ke lobbi dan membeli minuman , lalu duduk di sebuah bangku yang agak sepi .
Tiba – tiba ia menaruh kepala nya di pundak ku dan menangis . Aku pun hanya diam dan mengelus lembut kepala nya . ku biarkan ia mengeluarkan airmata nya agar bisa sedikit lega . Lima menit kemudian ia mengangkat wajah nya , sambil memeluk ku .
“ Ada apa Li ?” tanya ku lembut .
Dengan suara terisak , ia berkata “ Mbak , aku di putusin sama Candra “
Aku sangat terkejut mendengarnya “ Emang kalian ada masalah apa , kok bisa langsung putus ?” selidik ku .
Kemudian Lili pun menjelaskan dari awal, sampai akhir nya keluar kata putus yang di ucapkan sepihak , sementara Lili hanya menyetujui nya dengan terpaksa . Karena ia tidak tahu lagi harus bagaimana untuk mempertahan kan .
Aku menghela napas , mengelus punggung nya . Aku merasa iba dengan Lili , ini pertama kali nya ia jatuh cinta , pacaran , punya pacar , namun harus kandas sebelum berkembang , menurut ku .
Dan karena Lili belum berpengalaman membina hubungan jadi ia hanya mengikuti dengan pasrah keinginan Candra , tanpa memberikan option solusi . Sekarang karena nasi sudah jadi bubur , biarlah ini menjadi pengalaman pertama Lili .
“ Li , sekarang kamu sudah tahu Candra seperti apa sifat nya ?” tanya ku
“ Iya mbak , keputusan yang dia ambil selalu di putusin sendiri .. Selama ini aku ngalah biar ga ribut , eehh malah dia minta putus “ ucap nya sambil terisak .
Aku menghela napas , sebenar nya aku bisa melihat kalau Candra seperti nya kurang nyaman berada di dekat Lili karena Lili yang terlalu polos , kekayaan orangtua Lili menjadikan Lili selalu di awasi dan dikendalikan oleh keluarga nya . Hanya saja sebagai lelaki , Candra enggan untuk membicara kan nya , dan memilih untuk putus .
Kini hubungan mereka sangat kaku bila berada di kantor . Lili masih mencuri pandang jika ada Candra . Aku menghibur Lili , menyuruhnya untuk bersikap se professional mungkin jika di kantor . Dan ia pun menurut meski pun aku tahu , ada airmata yang ia tahan sepanjang hari itu .
Tuuutt .. tuuutt .. suara ponsel ku berdering . Ku lihat di layar ponsel ku tertera nama Lili . Segera ku angkat .
“ Halo Li ..” sapa ku
“Haloo mbak “ ucap nya sesenggukan .
“Kenapa .. ?“ tanya ku bingung
“ Tadi Candra menelpon aku , mbak … dia pamit , kata nya besok udah balik lagi ke cabang “ tangis nya pecah . Aku pun ikut sedih mendengar nya .
“ Ini udah berakhir ya ,mbak ? maksud ku, aku udah ga bisa lihat dia lagi .. dan harus bener – bener melupakan nya , gitu ya mbak ?” ucap nya di sela tangis nya .
Aku bingung mau jawab apa , aku begitu ga tega dengan Lili . Selama ini ia masih bisa berusaha ceria karena masih bisa memandang Candra , dan itu mengobati kerinduan nya meski sesaat .
“ Sabar ya Li .. meski pun saat ini hati kamu hancur , ini akan menjadi pengalaman berharga buat kamu kedepan nya, saat kamu bertemu lagi dengan lelaki lain , yang lebih baik dari Candra “ ucap ku dengan lembut . Seandai nya ia berada di dekat ku , mungkin sudah ku peluk .
Besok nya di kantor , ku lihat wajah Lili sembab , sehingga ia harus menutupi nya dengan menggunakan kaca mata . Seharian itu ia tidak keluar ruangan , bahkan menolak ajakan ku untuk makan siang , dia bilang tidak ada rasa lapar .
Aku pun tidak memaksa nya , ku pikir ia butuh waktu untuk menetralisir perasaan nya . Aku hanya berpesan kalau ingin sesuatu segera hubungi aku , nanti aku bawakan . Ia pun mengangguk dengan lesu .
Namun aku tidak tega juga , akhir nya aku bawakan buah potongan untuk Lili . Selepas makan siang , aku langsung menuju ke ruangan nya .
“Li .. ini aku bawakan buah , ga pa – pa ga makan yang berat , makan buah aja ya biar pencernaan kamu ga sakit “ ucap ku lembut .
“ Terimakasih mbak “ ucap nya tak bersemangat .
Sesampai nya di apartemen ku , aku masih kepikiran Lili . Aku pun mengirim pesan “ Li ,besok mau ke apartemen ku ga ? kita jalan yuuk “ ucap ku , dengan niat menghibur nya .
Tiing , pesan masuk ke ponsel ku .
“ Mbak , besok aku ga kemana – mana dulu .. mau di rumah aja , jalan nya lain kali ga pa –pa ya mbak ?” ucap nya
“ oke siip ga pa –pa , jaga diri .. jangan lupa makan ya Li” ucap ku
Keesokan pagi nya ketika aku sedang jalan pagi , sekedar refreshing , aku melihat toko bunga di seberang jalan sedang beres – beres , seperti nya baru mau buka . Aku pun segera menghampiri dan melihat- lihat bunga yang ada disana . Di sana bunga nya cantik – cantik dan segar . Mata ku tertuju pada sebuah bunga yang berwarna putih , bersih , cantik sekali .
Kemudian aku bertanya kepada pemilik toko bunga tersebut .
“ Permisi , ini bunga apa ya kak ?” tanya ku
“Ooohh ini bunga LILY , kak “ jawab nya
“Ooohh cantik sekali ya “ ucap ku penuh kagum
“Iya kak . bunga LILY ini melambangkan suci , bersih dan menawan .
Selain untuk pasangan , ia juga bisa di artikan untuk persahabatan yang tulus dan murni “ ucap pemilik toko menjelaskan dengan ramah .
Tiba –tiba aku teringat Lili . Sahabat ku yang masih muda , polos ,belum pernah pacaran sama sekali meski pun usia nya sudah menginjak dua puluh tahun lebih , namun selalu tulus dalam berhubungan dengan siapapun . Wajah nya yang cantik blasteran dan juga kulit nya yang putih bersih .
Gadis yang menawan seperti bunga LILY ini ,bunga yang sama dengan nama nya , batin ku .
Kemudian aku pun memesan sebuket bunga LILY putih tersebut dan meminta di kirimkan ke alamat sahabat ku ,Lili . Ku selipkan juga sebuah surat dan sekotak coklat .
Siang itu di rumah Lili, ia hanya tiduran di dalam kamar . Tiba – tiba pintu kamar nya di ketuk .
Tok tok tok
“Permisi non , ada kiriman “ ucap salah satu asisten rumah nya.
Dengan malas ia pun membuka pintu ,dan melihat sebuket bunga cantik ,berwarna putih bersih .
Dengan terkagum , ia mengambil nya dan membawa masuk ke kamar nya .
Cantik sekali , dari siapa ya , batin Lili . Sejenak perasaan sedih nya telah hilang , terobati dengan bersih dan segar nya bunga yang ada di tangan nya .
Ia pun melihat ada sekotak coklat kesukaan nya. Lalu ia pun tersenyum , seperti nya ia tahu siapa yang mengirimkan ini , karena hanya satu orang sahabat nya yang tahu jenis coklat kesukaannya. Mbak Vira, batin nya sambil tersenyum.
Kemudian ia melihat sepucuk surat yang terselip di antara kelopak bunga . Ia pun segera membuka dan mulai membaca nya ,
Dear Lili , sahabat ku yang cantik .. Secantik bunga yang saat ini ada di dekat mu .
Jangan kau habis kan airmata mu untuk satu pria , simpan lah sebagian untuk kebahagiaan mu nanti , karena di luar sana masih ada jutaan pria yang akan mengobati luka mu . Dan membuat mu menangis bahagia .
LILY, bunga yang putih .. bersih .. menawan dan suci . Sama dengan nama mu , Lili ..
Wajah mu yang cantik , kulit mu yang putih bersih dan hati mu yang menawan , jangan kau ubah menjadi gelap dan layu.
Aku hanya bisa memberikan sebuket bunga untuk menghibur mu , dan sekotak coklat , kalau mau lebih , aku tunggu di apartemen ku .
Aku beliin coklat sebanyak yang kamu mau , lalu kita ngobrol dan bercanda seperti biasa .
Be happy Lili ,
Love
" Vira "
Lili melipat surat itu dan menyimpan nya di laci meja kecil nya, kemudian meletakkan bunga di vas dan menaruh nya di meja samping tempat tidurnya .
Ia memfoto nya dan mengirimkan ke ponsel Vira dengan ucapan “ Terimakasih , aku sangat terhibur “ , lalu memfoto sekotak coklat nya dan mengirimkan nya juga ke Vira , dengan tulisan “ Kuraaangg “ .
Tiing ,
sebuah pesan masuk ke ponsel ku . Segera ku buka , dan aku pun tersenyum membaca pesan tersebut .
Dan segera ku balas “ Ayooo kesiniii “ .
Tiing ,
sebuah pesan masuk ke ponsel Lili ketika ia sedang bersiap untuk pergi . Ia segera membuka nya dan tersenyum .
“Siapa takuutt .. “ gumam nya tanpa maksud untuk membalas pesan tersebut .
Lili sudah menghubungi sopir nya agar standby , dan kini ia dalam perjalanan ke tempat sahabat nya .
Dan seperti biasa , ia sudah membawa ber kresek – kresek cemilan dan juga baju ganti . Karena ini hari sabtu , ia ingin menghabiskan waktu berdua dengan sahabat terbaik nya .
Tiing toong .. suara bel apartemen ku berbunyi . Aku segera keluar kamar dan membuka pintu . Ku lihat Lili sudah berdiri di depan pintu dengan bawaannya yang di bawakan oleh sopir nya . Ia langsung menghambur memelukku , ku peluk erat . Ku berikan kode kepada sopir nya untuk membawa masuk semua bawaan Lili dan menaruh nya di meja ruang tamu . Lalu sopir nya pamit pulang.
Ku usap airmata nya dan ku ajak masuk . Ia pun tersenyum . Lalu mengatakan akan menginap di apartemen ku sampai hari minggu . Aku pun setuju , lima menit kemudian kita sudah sibuk menyusun tempat nongkrong yang asik . Mulai dari café , mall sampai tempat berenang . Semoga Lili bisa terhibur , melupakan rasa sedih nya dan kembali ceria , batin ku .
The End .