Kau tak akan tahu...seberapa berharganya seseorang itu...Sampai kau kehilangannya...
Namaku Airia Riana,panggil saja Riana.Badgirl paling buruk kelakuannya seantero sekolah.Tak ada yang bisa menghalangi perbuatanku dalam berbuat nakal karena ayahku adalah kepala yayasan di sekolah itu.Aku memiliki kembaran perempuan yang paling kubenci.Namanya Ariana Raina,panggil saja Raina.Raina memiliki penyakit asma dan penyakit jantung yang mengharuskan Raina bolak balik ke rumah sakit untuk pengobatan.Alasan aku benar benar tidak menyukai Raina karena dia merebut perhatian kedua orangtuaku.Kedua orangtuaku lebih fokus pada Raina daripada aku.Apa yang dibutuhkan Raina selalu dipenuhi terlebih dulu seolah aku bukanlah anak mereka.Seperti pagi ini contohnya.
"Pagi Raina...Riana..."sapa ibuku.Lihat?Nama Raina selalu disebut paling pertama.Bila ibuku memanggil Raina,suaranya akan lemah lembut.Namun bila namaku disebutnya,nada suaranya datar dan dingin.Aku seolah hanya menumpang tinggal dengan keluarga ini.
"Pagi ibu."jawab kami berdua bersamaan.Kami duduk bersebelahan dan aku pun menyantap nasi goreng buatan ibu dengan lahap.
"Raina sayang...Bagaimana kesehatanmu?"
"Aku baik bu...Aku masih sanggup pergi ke sekolah kok..."Dasar manja...batinku.
"Kalau tidak kuat,beritahu saja Riana.Dia akan mengantarmu ke rumah sakit bila perlu.Bukan..begitu Riana?"Begitu ibuku menyebut kata 'bukan..begitu' nadanya langsung berubah total.Dari lembut ke datar...begitu cepat nada suaranya berubah.
"Kalau ibu tidak ikhlas,tak usah menyuruhku!.Suruh saja salah satu guru untuk menelpon ambulans!.Aku perlu belajar!.Dan aku tidak ingin waktu belajarku berkurang hanya karena Riana saja!"
"Tidak biasanya kamu semangat belajar seperti ini.Baguslah...jika kamu sudah mengikuti jejak Riana."
Jejak Riana!?Apa itu!?Aku tidak sudi mengikuti jejaknya!Aku hanya tidak ingin mengantarnya kerumah sakit!...batinku bergejolak menahan amarah.Aku pun menaruh sendok dan garpu bekas makan diatas piring dengan kasar dan berdiri kemudian berkata"Kalau aku tidak semangat belajar,aku tidak akan mungkin mendapat ranking satu dari SD sampai SMA!!!"teriakku sambil berlari keluar rumah dan membanting pintu dengan kencang.Biarkan saja penyakit Riana kambuh atau apa aku tidak peduli.Kalau perlu cepat cepatlah tinggalkan dunia ini!!!Aku memacu motor ninja merahku dengan cepat hingga sampai tepat waktu di sekolah.
Di sekolah...
Beruntung aku tidak terlambat.Huft...Aku langsung meraih tasku dan berlari masuk kedalam kelas.
"Hei Riana!...Apa kabar sobat?"tanya salah satu teman geng motorku Marina.
"Tidak begitu baik."
"Oh ya?Kenapa?"
"Seperti biasa...soal kembaranku itu..."
"Ah...begitu."
"Dia...merebut perhatian orangtuamu...lagi?"sahut Evelyn.
"Yah...begitulah..."
"Setidaknya orangtuamu tidak merebut barang barangmu untuk dipinjamkan padanya bukan?"ucap Kathalina bergurau.Kami pun tertawa.
"Hei!Ini serius!Adikku Merry yang masih berumur lima tahun itu benar benar membuatku frustasi!Sepulang sekolah kemarin aku mendapati kamarku dipenuhi coretan krayon di dinding!Bahkan poster pebalap Terry Jhonson kesukaanku juga terkena coretannya!"
"Hei Kathalina!Itu tidak seburuk yang kualami!Adik perempuanku Jane begitu menyukai boneka.Dan boneka souvenir dari Evelyn yang berbentuk teddy dengan pakaian pebalap pun dicurinya dari kamarku.Begitu kuambil kembali dari kamarnya dan kusembunyikan diatas lemari kamarku dia langsung menangis dan mengeluarkan tangisan bervolume ultrasonik!Speaker DJ pun kalah saing dengan suara tangisannya!...*Tarik napas*...Huuuuufttt!...*Buang napas*...Fyuhhhh...Dan yah...pada akhirnya ibuku memberiku "siraman rohani" sampai tiga jam lamanya."
Kami tertawa terbahak bahak mendengar cerita Marina.Aku suka balapan dan mereka adalah teman temanku.Marina,Evelyn,dan Kathalina.Setidaknya dengan kehadiran mereka aku bisa melupakan masalah keluargaku sejenak.
Kringgg...Kringgg...
"Bel istirahat kawan kawan.Ayo...siapa yang traktir hari ini?"tanya Marina
"Kemarin kau Marina...berarti sekarang jadwalnya Riana yang mentraktir kita makan."ucap Kathalina sambil menunjukku dengan ibu jarinya.
"Ayo...Aku sudah tidak sabar!"ucap Evelyn
"Heh!Hobi kalian membuat dompetku menipis saja!"ucapku menggerutu.
Kami berempat pun berjalan ke kantin.Aku melihat Raina ada disana,sedang berbincang dengan temannya.Ya...meskipun kami kembar tapi kami tidak ditempatkan dalam kelas yang sama.Itu adalah permintaanku pada ayah.Teman temanku duduk ditempat mereka sedangkan aku memesan makanan.Ketika pesanannya selesai,aku pun menghampiri teman temanku.Namun tiba tiba...
Brukkk!!!
Pranggg!!!
Aku terjatuh dan keempat piring mi goreng yang kupesan pecah.Seisi kantin langsung hening melihatku terjatuh.Mana mungkin mereka berani menertawakan anak yayasan,bisa bisa mereka dikeluarkan.Dengan berang dan napas yang memburu aku berteriak
"SIAPA YANG BERANI MENABRAKKU DAN MEMBUAT MAKANAN YANG TELAH KUPESAN JATUH SEMUA!?!?"
Yang tidak kusangka,ternyata Raina lah yang telah menabrakku.
"M-maaf Riana...Ta-tadi temanku membawa lari uangku...D-dan aku bermaksud mengejarnya agar mengembalikan uangku itu..."ucap Raina sambil menunduk
Aku langsung mencengkeram kerah seragam Raina dan berkata dengan penuh penekanan.
"Aku tidak mau tahu Raina...Kau harus mengganti keempat mi goreng yang telah kau jatuhkan itu...Kalau tidak...AKU AKAN MENGHABISIMU!!!"
Buggghhhh!!!
Brukkk!!!
Aku meninju rahang Raina hingga dia terpental dua meter ke belakang dan pingsan.Aku tak peduli lagi.Bisa bisanya dia beralibi seperti itu.Jelas jelas dia sengaja!Aku tidak melihat seseorang berlari sebelum Raina.Pandanganku masih tajam!.
"R-Riana..."
Aku menengok kearah sumber suara.Seorang gadis sepantaran Raina menyodorkan selembar uang.
"M-maaf...Yang dikatakan Raina tadi benar...A-akulah yang sudah mengambil uang Raina hingga dia mengejarku dan menabrakmu,hingga makanan yang telah kau pesan terjatuh..."
Aku menatapnya tajam dan dingin kemudian berkata.
"Ganti makanan temanku sekarang juga...gunakan uangmu sendiri."ucapku seraya pergi meninggalkan kantin.
?:Aku tidak menyangka sikap Riana seburuk itu
?:Benar...Raina kan tidak sengaja
?:Itu salah Oliv!Kalau Oliv tidak mengambil uang Raina,Raina tidak akan mungkin berlari dan menabrak Riana!
?:Benar itu!
Perbedaan pendapat terjadi.Ada yang bilang itu kesalahan Riana yang berlebihan,ada juga yang menyalahkan Oliv.Namun tak ada seorang pun yang mengatakan Raina ikut bersalah.Satpam sekolah yang dipanggil oleh salah satu siswa langsung mengangkat Raina dan membawanya ke UKS.
"Hem...Bagaimana ini?"ucap Marina
"Kita harus menasihati Riana.Masalah kecil seperti ini seharusnya tidak dibesar besarkannya!"usul Kathalina
"Aku setuju"sahut Evelyn.
"Kak...Ini mi goreng nya..."ucap Oliv takut takut sambil menaruh nampan diatas meja.
"Terima kasih Liv..."
"Sama sama kak..."Oliv langsung pergi dari kantin menuju UKS.Namun didepan pintu UKS...
"Apa apaan kau Riana!?!?"teriak seseorang dari dalam UKS.
"Dia menabrakku karena main lari larian seperti anak kecil dengan temannya Oliv!!!Dan itu membuat empat piring mi goreng yang sudah kupesan jatuh dan pecah!!!Itu milik teman temanku!!!DAN SEHARUSNYA AYAH YANG MEMARAHI RAINA BUKAN AKU!!!!!"teriak Riana dengan keras dari dalam UKS.Oliv yang mendengarnya merasa sangat bersalah.Tiba tiba pintu UKS terbanting dan Riana berlari kencang keluar UKS.Oliv melihat suatu gerakan yang tidak asing di matanya.Apakah Riana...menangis?
******
Teman teman Riana yang sudah selesai makan pun langsung berlari ke UKS.
"Hah...hah...hah...Dimana Riana?"tanya Marina dengan napasnya yang masih tidak beraturan.
"A...aku tidak tahu...Tadi dia berlari kearah tempat parkir..."ucap Oliv sedikit takut.
Marina dan yang lainnya berlari lagi ke area parkir dan melihat motor Riana telah menghilang dari tempatnya semula.
"Hah...hah...Kira kira...hah...Riana...hah kemana?...hah..."tanya Kathalina dengan napas yang masih tidak beraturan.
"Coba...hah...kita ingat ingat lagi..."ucap Evelyn sambil meraih botol air minumnya yang langsung diteguk habis.
"Bar!Benar!"
"Bar?"ucap Evelyn dan Kathalina bersamaan
"Biasanya Riana suka ke bar kalau sedang bermasalah kan?"
"Benar...Ayo kita kesana!"
Marina,Evelyn, dan Kathalina mengeluarkan kunci motor mereka dan tancap gas ke bar yang dimaksud
Di sisi lain...
"Sudahlah Riana...kau sudah terlalu banyak minum..."ucap Annie.Annie adalah seorang bartender yang bekerja di sebuah bar.Riana mengenal Annie setelah Annie mengajaknya berkenalan karena Riana adalah satu satunya pemabuk wanita terparah yang pernah ditemuinya.Sudah tiga tahun dia bekerja di bar itu,dan tiga tahun itu juga Riana selalu datang ke bar karena masalah selalu menghampirinya.Meskipun ada masalah yang Riana buat sendiri
"Tidak Annie...Belum cukup..."ucap Riana diluar kesadarannya.
"Kau seharusnya tidak mabuk mabukan seperti ini...Selesaikan masalahmu baik baik.Masalahmu tidak akan selesai kalau pelarianmu hanya mabuk saja."
"Kau tidak pernah merasakannya Annie...Tambah lagi minumanku cepatlah..."ucap Riana lemas.Terlihat sekali dari wajahnya yang pucat kalau sebenarnya Riana tak kuat minum lagi namun terus dipaksakannya.
"Riana!!!"teriak Marina dan yang lainnya bersamaan ketika sampai di bar.
"Siapa kalian?"tanya Annie.
"Kami teman temannya Riana."
"Owh begitu...Bawalah teman kalian pulang.Dia tidak boleh terus terusan minum seperti ini."
"Kau siapa?"
"Annie.Aku bekerja disini dan sudah mengenal Riana sejak pertama kali dia kesini."
"Ah begitu...Terima kasih sudah menghentikan Riana."
"Sama-sama."ucap Annie sambil tersenyum.Jujur saja,awalnya Annie mengira Riana tidak akan minum sampai mabuk karena Riana tidak pernah melakukannya sejak awal datang ke bar.Namun prediksinya salah.Ternyata Riana lebih buruk dibanding sekedar gadis nakal.Annie punya jam kerja tertentu karena itu dia tidak bisa selalu mengawasi Riana.
Saat Riana dibawa ke parkiran,Riana jatuh pingsan.Akhirnya ketiga temannya memutuskan untuk membawa Riana ke rumah sakit.
Riana pun dimasukkan ke ruang UGD karena Marina,Evelyn,dan Kathalina punya firasat buruk tentang Riana yang suka minum minum.Marina pun menghubungi ayahnya Riana untuk datang ke rumah sakit.
"Hallo Mr.Jeremy?Bisa datang ke Corrally Hospital?Riana pingsan setelah minum minum di sebuah bar."
"Raina masih belum sadar.Aku akan kesana setelah Raina sadar."
Telepon langsung dimatikan Mr.Jeremy.Marina dan yang lainnya saling pandang.Sebegitu bencinya kah mereka pada Riana sampai sampai Riana luput dari perhatian kedua orangtuanya?Padahal Riana juga darah daging mereka sendiri.Dokter akhirnya keluar dari ruang UGD dan berkata.
"Dengan teman pasien?"
"Benar dok...Apakah Riana baik baik saja?"
"Begini...Keadaan pasien agak sulit dijelaskan dan sepertinya harus kedua orangtua pasien yang mendengarkan.Kalau kalian mau tahu,perwakilan saja.Mana diantara kalian yang lumayan mengerti bahasa berat?"
"Kathalina...Karena kau yang paling pintar, sebaiknya kau saja."
"Oke...Biar aku saja dokter."
"Silahkan ikut ke ruanganku."
Kathalina pun mengikuti dokter dari belakang.
20 menit kemudian...
Kedua orangtua Riana tidak kunjung datang ke rumah sakit.Marina dan Evelyn terus menghubungi mereka namun tak ada satupun yang menjawab panggilan mereka.Kathalina akhirnya keluar dari ruangan pribadi dokter dengan wajah lesu.
"Kathalina!Bagaimana hasilnya?"
"Tadi..."
Flashback on...
"Silahkan duduk."ucap dokter.Kathalina duduk di kursi yang dimaksud dan dokter pun mulai menjelaskan.
"Boleh aku tahu siapa namamu?"
"Aku Kathalina."
"Baik nona Kathalina.Seberapa seringkah pasien bernama...Siapa?"
"Riana dok."
"Seberapa seringkah pasien Riana meneguk alkohol?"
"Umm...Tidak tahu dok...Karena saya tidak terlalu tahu tentang hal itu."
"Ooo baiklah...Simpan pertanyaan itu kepada kedua orangtua pasien Riana kalau mereka sudah berkunjung kesini.Dan akan kujelaskan secara rinci kondisi pasien Riana sekarang.Pasien Riana mengalami sebuah kerusakan yang parah pada salah satu organ tubuhnya yaitu hati.Dalam dunia medis,istilahnya adalah alcohol-related liver disease.Atau bisa disebut juga ARLD.Pada ARLD,kebiasaan meminum alkohol dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan hati dan timbulnya pembengkakan yang berujung pada sirosis atau terbentuknya jaringan parut pada hati.Cara untuk mengatasi ARLD adalah dengan transplantasi hati."
Kathalina terkejut dan tak bisa berkata kata.Sebegitu parahnya kah kerusakan di organ hati Riana hingga harus dilakukan transplantasi?
"Lalu...apakah pendonor hati masih bisa hidup namun dalam jangka pendek?"
"Organ hati yang didonorkan hanya sebagian saja namun fungsinya tak akan sama seperti organ hati yang normal.Organ hati yang sebagian lainnya masih bisa beregenerasi sehingga tidak perlu khawatir.Fungsinya juga akan melemah sama seperti sebagian hati yang didonorkan.Jika pendonor memiliki tubuh yang lemah maka transplantasi hati akan semakin melemahkan tubuhnya yang pada akhirnya berujung pada kematian."jelas sang dokter.Kathalina hanya bisa menunduk,Ia ingin mendonorkan hatinya pada Riana namun ia juga takut kedua orangtua dan keluarganya malah membenci keluarga Riana.Akhirnya ia memilih masalah ini untuk diselesaikan pihak keluarga.
Flashback off...
"Oh...begitu..."
"Apakah kedua orangtua Riana sudah datang?Kita harus membicarakan masalah ini."
"Belum...Nomor ponsel mereka tidak bisa dihubungi entah kenapa."
"Kita harus bagaimana?"
Tiba tiba...
"Mana Riana?"
Marina,Evelyn,dan Kathalina menengok kearah suara.Itu Raina dan kedua orangtuanya!.
"Mana Riana?"tanya Raina untuk kedua kalinya.Kedua orangtuanya hanya diam saja.Marina dan yang lainnya menahan amarah mati matian melihat tingkah kedua orangtua Riana dan Raina.
"Dia di ruang UGD."ucap Kathalina canggung.Raina langsung berlari ke ruangan bertuliskan UGD.Air matanya yang ia tahan sedari tadi setelah mendengar Riana pingsan karena minum di bar langsung terjun seketika melihat Riana terbaring lemah diatas kasur rumah sakit.Meski Riana menamparnya hingga pingsan tadi,dia tidak membenci Riana.Justru ia lebih khawatir pada kondisi Riana yang pingsan karena alkohol.Jelas lebih berbahaya alkohol.Sebuah tamparan bukan berarti apa-apa bagi Raina dibandingkan keselamatan Riana.
"Riana...hiks...bangun...Jangan mempermainkan aku seperti ini...hiks...Riana bangun!..."ucap Raina sambil mengguncang bahu Riana.Marina dan yang lainnya juga menangis.Kecuali kedua orangtua Riana yang sibuk sendiri dengan ponsel mereka.Marina,Evelyn,dan Kathalina ingin menghajar kedua orangtua Riana sekarang juga namun mereka sadar mereka tengah berada di tempat umum.Setelah puas bertangisan,Raina keluar dari UGD dan berkata.
"Ayah...Ibu...Apa yang bisa kulakukan untuk membuat Riana sembuh?"tanya Raina.Sontak Marina dan yang lainnya terkejut.Hati Raina begitu mulia.Namun kedua orangtuanya tetap diam tak bergeming.
"Kalau kau mau tahu,ayo ikut aku."ajak Kathalina
Kathalina pun menjelaskan tentang transplantasi hati yang harus dilakukan untuk menyembuhkan Riana di taman rumah sakit.
"Kalau itu yang bisa membuat Riana sembuh,maka akan kulakukan."
"Tapi Raina,dokter bilang jika tubuh pendonor lemah dan ia mendonorkan hatinya itu akan melemahkan dirinya saja dan akan berujung pada kematian!Kau tidak boleh melakukannya!"tegas Kathalina.
"Biar aku saja Raina!Ingat hal ini,kalau proses transplantasinya tidak berhasil,maka kedua orangtuamu bisa kehilangan dua orang sekaligus.Kalau aku yang melakukannya,kedua orangtuamu tidak akan kehilangan dirimu bila transplantasinya gagal!"
"Aku tidak mau tahu!Meski aku harus mengorbankan nyawaku sekalipun,aku tidak akan gentar menghadapi kematian!Kalau kau yang melakukannya maka Riana akan semakin sedih kehilangan dirimu!Aku yang dibencinya!Maka akulah yang pantas hilang dari kehidupannya!"tegas Raina.Kathalina benar benar tidak menyangka Raina berani mati demi menyelamatkan kembarannya yang bahkan tidak menyayangi dirinya.
"Tapi kedua orangtuamu pasti tidak akan mengijinkan!Bagaimana kau akan melakukannya?"
"Aku akan lakukan sekarang juga!Mereka pasti sedang menunggu didepan ruang UGD dan tidak memperhatikan!"
"Ta...tapi..."
Belum sempat Kathalina menyelesaikan kalimatnya,Raina berlari kedalam rumah sakit.Kathalina berusaha mengejarnya dan mencengkeram pergelangan tangannya.
"Raina hentikan!!!"pekik Kathalina.Raina mematung karena dirinya baru saja dibentak.
"Coba pikirkan dulu!Apa tindakanmu ini dapat melukai perasaan orang lain atau tidak!Kalau kau mengorbankan dirimu demi Riana,kau akan membuat kedua orangtuamu jadi lebih membenci dirinya!Kau melukai hati orangtuamu kalau mereka kehilanganmu!Dan kau juga akan melukai hati Riana karena kedua orangtuamu akan berpikir bahwa kematianmu disebabkan karena Riana!Mereka akan menganggap Riana pembunuh!"tegas Kathalina.Saat ini,Raina berusaha mati-matian menahan kecepatan detak jantungnya.Kathalina terpengaruh rasa sedih dan kasihan yang bercampur menjadi satu,mengakibatkan emosinya menjadi meledak ledak dan tidak terkendali.
"Kathalina berhenti!Kau tidak ingat kalau jantung Raina sangat lemah!?"teriak Marina yang berlari dari ujung lorong rumah sakit.Kathalina langsung melepas cengkeraman tangannya dan berbalik membelakangi Marina,Evelyn,juga Raina.Raina mengatur napasnya beberapa kali dan berkata.
"Kalau aku bicara pada ayah dan ibu,mereka pasti mengijinkanku!"ucap Raina pada dirinya sendiri.Raina langsung berlari meninggalkan Marina, Evelyn,dan Kathalina
"Raina!Kau mau kemana!?"teriak Evelyn.
"Dia pasti mau menemui kedua orangtuanya!Ayo kita susul dia!"ucap Kathalina sambil berlari.Evelyn ingin menyusul namun Marina menggenggam tangan Evelyn."Jangan..."ucap Marina dengan napas terengah engah.
"Kenapa?"
"Boleh minta air minummu?"
*****
"Raina tunggu!"teriak Kathalina namun Raina tidak menggubrisnya.Raina terus berlari hingga sekarang berdiri didepan kedua orangtuanya yang masih sibuk memainkan ponsel mereka.
"Ayah!Ibu!Aku ingin mendonorkan hatiku!"seru Raina.
"Kenapa Raina?"tanya ibu Raina tanpa berpaling dari ponselnya
"Agar Riana bisa sembuh,maka aku harus mendonorkan hatiku."
Mendengar nama "Riana",wajah mereka langsung berpaling dari ponsel.Raina pikir kedua orangtuanya akan mengijinkan,namun...
"Untuk apa kau mendonorkan hatimu pada Riana?Biarkan saja gadis itu mati.Dia hanya membuat ibu dan ayah susah."
Jlebb!!!...
.
.
.
.
.
.
.
"Ibumu benar Raina.Kami menunggu sedari tadi disini untuk memakamkannya saja.Sudah selesai belum?"
Jdarrr!!!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Syunggg.....
Brukk.....
"Raina!!!!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Raina bertahanlah Raina!......Raina kumohon bertahanlah!....."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Cklek...Ngiiiiikkk...
"Dokter!Dokter!Apakah Raina baik baik saja?"
"Kami mohon maaf...Kami...sudah berusaha sekuat tenaga...Namun nyawa pasien...tidak terselamatkan..."
Zora POV on...
Hati ibu mana yang tak hancur mendengar kabar anaknya meninggal dunia.Raina terkena serangan jantung mendengar ucapanku yang demikian jahatnya.Sebegitu sayangnya kah Raina pada Riana sampai sampai serangan jantung merenggut nyawanya?.Begitu inginnya Raina mendonorkan hatinya pada Riana.Apapun ia lakukan demi Riana sembuh.Bukannya mendukung,aku sebagai ibu angkat yang hina dari Riana malah ingin dia tiada.Sebuah peribahasa yang dilontarkan seseorang membuatku tertampar ketika mendengarnya.
"Kasih ibunya sepanjang galah.Kasih kembarannya sepanjang akhir hayatnya."begitulah bunyinya.Peribahasa itu memang terbalik namun benar apa adanya.
Zora POV off...
Jeremy POV on...
Raina...Kenapa...Kenapa kau meninggalkan ayah dan ibu secepat ini nak?Kenapa kau lebih mementingkan keselamatan anak pungut itu daripada keselamatanmu sendiri?Ya...Kami lebih menyayangi Raina daripada Riana karena dia hanya sebatas anak pungut.
Flashback on...
Aku sedang mengajak keluargaku pergi camping di hutan.Raina yang saat itu masih berusia empat tahun sedang berjalan jalan sendiri didekat sungai saat ia melihat...sebuah keranjang dari rotan bergerak perlahan mengikuti aliran sungai.Dengan cepat Raina meraih keranjang itu dan dirasanya keranjang itu begitu berat.Ia berjalan kembali ke tenda sambil menyeret keranjang itu.Setelah sampai ia pun menaruh keranjang itu ditanah.
"Ayah!Ibu!Lihat apa yang kutemukan!"teriak Raina memanggilku dan Zora yang sedang tidur tiduran didalam tenda.Aku pun keluar dan melihat kebawah.Sebuah keranjang rotan?Aku melihat kearah keranjang piknikku.Masih berada di tempatnya.Jadi ini keranjang siapa?
"Milik siapa itu Raina?"
"Tidak tahu Yah!Tadi kutemukan mengalil di sungai!"ucap Raina dengan bangga karena berhasil menemukan sesuatu yang sangat hebat menurutnya.
"Apa isinya?"tanya Zora istriku
"Tidak tahu bu!"
Aku pun membuka tutup keranjang itu perlahan lahan...
"Ada seorang anak perempuan!"seruku.Zora dan Raina menengok kedalam.Benar,seorang anak seumuran Raina ada didalam keranjang yang lumayan besar itu.Ada sedikit lebam di beberapa bagian tubuhnya dan sebagian besar berada di kepalanya.Aku melihatnya perlahan bangun...
"Ungghh...Ayah?Ayah!"serunya sambil bangkit dan memelukku.Aku dan Zora saling bertatapan.Ada apa dengan anak ini?
"Kami bukan...Ayah dan ibumu nak."
"Ayah!Ayah ini bicala apa!?Ayah adalah ayahku dan ayahku berarti ayahnya juga!Mungkin dia tidak punya ayah dan ibu!Ayo telima dia sebagai kelualga kita!"
"Tapi...Kita tidak bisa sembarangan melakukannya nak..."
"Aku tidak mau tahu!Pokoknya dia adalah temanku!Huuuu..."Raina mulai menangis.
"Ah iya iya Raina...Sekarang dia adalah anggota keluarga kita."
"Benalkah?"Wajah Raina langsung berbinar.
"Iya..."
"Tapi Zora..."
"Husst!Diamlah.Ini demi Raina."
Dengan terpaksa akhirnya aku mengikuti perintah istriku.
"Baiklah nak...Siapa namamu?"
"Aku Riana!Bukannya ayah dan ibu sudah tahu?"
"Uh...I-iya benar...Nama lengkapmu?"
"Airia Riana.Ayah dan ibu yang memberikan nama itu kan?"
"Baiklah...Sekarang Riana...Ayo makan dulu..."
"Benal Liana!Kau pasti lapal kan?"
Pada akhirnya,karena keterpaksaan.Riana jadi anggota keluarga kami.Nama Riana juga kami cantumkan dalam Kartu Keluarga agar Raina benar benar yakin kalau sekarang Riana adalah anggota keluarganya.Tanggal lahirnya pun kami samakan atas permintaan Raina juga.Awal mula dia datang ke dalam keluarga kami,semua masih baik baik saja.Namun kebencian kami padanya datang ketika Riana mengantar Raina ke sekolah.Ia mengendarai motor dengan kecepatan tinggi dan ketika sampai di sekolah,Raina pingsan diatas motor.Ketika dibawa ke rumah sakit,Raina dinyatakan memiliki penyakit jantung padahal sebelumnya Raina tidak memilikinya.Karena itu kami begitu membencinya sampai sekarang.
Flashback off...
Transplantasi hati untuk Riana sedang dilakukan.Hati yang digunakan adalah hati Raina mengingat kini dia telah tiada.Bagaimanapun,Raina telah menyadarkan aku dan Zora kalau meskipun Riana dipungut dari sungai,dia tetap anak kami.
Jeremy POV off...
1 jam kemudian...
"Pasien telah sadar.Kalian boleh menjenguknya asal jangan berisik."titah dokter.
"Terima kasih dok..."
Didalam ruang rawat Riana...
Riana POV on...
Ah...Kepalaku rasanya begitu berat...Didepanku,ada teman temanku dan "orangtuaku".Tapi Raina tidak ada.Sudah kuduga,dia pasti tidak peduli padaku
"Baguslah kalau kau sudah sadar Riana."ucap "ibu" sambil tersenyum.Eh...Baru sekarang dia peduli?
"Mana Raina?Dia tidak kesini?"tanyaku
Suasana langsung tegang.Ada apa ya?
"Raina...Telah tiada..."
"Loh...Kenapa?Apa yang terjadi padanya?"tanyaku dengan nada meremehkan.
"Penyakit jantungnya kambuh...kemudian dia meninggal dunia..."Air mata mengalir dari mata "ibu dan ayahku".
"Oh..."
Marina,Kathalina, dan Evelyn saling pandang.
"Kau harus berterima kasih pada Raina.Kalau tidak ada dia,kau tidak akan ada disini sekarang."
"Hahaha..."tawaku meremehkan."Memangnya apa yang dia lakukan sampai aku harus berterima kasih padanya?"
"Singkat saja.Dokter bilang kau divonis terkena penyakit ARLD dan cara untuk menyembuhkanmu ialah dengan transplantasi hati.Raina mendonorkan hatinya untukmu.Karena itu kau harus berterima kasih padanya."ucap Kathalina.
"Kalian bercanda ya?"
"Apa aku terlihat bercanda ketika menceritakannya?"
Tubuhku pun menegang.Benarkah apa yang dikatakan Kathalina?
"Kau serius?"
"Jelas aku serius!"
Air mataku mulai menggenang.Ditambah ketika mengingat seluruh perlakuanku pada Raina,akhirnya sebutir air mata menuruni pipiku.Aku tak pantas hidup!Aku tak pantas memiliki hati Raina!Tapi...seharusnya aku menjaganya...Kenangan terakhir dari Raina ada bersamaku...Aku akan menjaganya untukmu...Raina...
Tiga tahun kemudian
Aku telah berhenti menjadi pemabuk.Hati Raina masih aman bersamaku.Kedua orangtuaku semakin menyayangiku.Pekerjaanku kini menjadi seorang motivator dan penulis.Karena pengalamanku mungkin dapat memotivasi para kakak diluar sana untuk semakin menyayangi adiknya.
Rest in Peace...Ariana Raina.My Lovely Sister
Terima kasih telah membaca ini.Semoga hal hal baik menghampiri kalian.Petik hal baik dari cerita ini dan jauhi hal buruk yang ada didalam cerita.Mohon maaf bila ada salah kata atau ada kata yang kurang berkenan
Salam manis,Author Carolin