Hai, aku Aisyah Humairah. Aku bekerja sebagai sebagai guru di salah satu Sekolah Luar Biasa(SLB). Aku senang sekali bisa berinteraksi dengan anak-anak seperti mereka, mereka yang cerdas dan pantang menyerah.
Di sekolah ini banyak sekali pelajaran dan banyak-banyak bersyukur. Aku bisa merasakan nikmat yang telah di berikan oleh Allah SWT. Bisa mendengar, bisa melihat, dan mempunyai organ tubuh yang lengkap.
Terkadang aku suka malu, saat melihat anak-anak hebat ini. Mereka menjalani hidup nya tanpa mengeluh, sedangkan aku? banyak sekali mengeluh.
Aku mempunyai banyak murid-murid yang baik, pintar, dan penurut. Terutama yang soleh dan solehah. Salah satunya Jaka Ramadhan, ia tidak bisa berbicara karena ada kerusakan di otaknya yang membuat ia sulit berbicara.
Namun, aku sangat kagum oleh Jaka. Aku tidak pernah melihat ia mengeluh, ia menjalani hidupnya dengan bahagia. Aku berbicara dengannya harus menggunakan bahasa isyarat agar paham.
Suatu hari ketika aku sedang disibukkan membawa buku-buku pelajaran, Jaka dengan sigapnya membantuku membawakan puluhan buku di tangan ku. Aku pun hanya tersenyum melihatnya.
Saat sudah sampai ruangan guru, Jaka pun menaruh buku-buku dan segera keluar . Aku pun mengucap kan terimakasih dengan bahasa isyarat.
"Terimakasih Jaka sudah membantu ibu, " ucap ku sambil tersenyum. Jaka pun segera mengangguk sebagai jawabannya tidak lupa dengan senyuman manisnya.
Jaka masih berumur 15tahun, ia anak yang tampan dan soleh. Jaka juga bekerja sebagai marbot di salah satu masjid didekat rumah ku.
"Kamu beruntung Bu, mempunyai murid yang soleh dan rajin seperti Jaka, " ucap Bu citra rekan kerja ku di sekolah itu.
"Alhamdulillah Bu citra, saya mempunyai murid yang soleh dan solehah seperti mereka.," ucap ku sambil tersenyum "Kita mesti banyak belajar hal dari mereka semua Bu citra. Tentang kesabaran dan keikhlasan yang sedang mereka hadapi seperti sekarang. Musti banyak bersyukur sih intinya! " ucap ku sambil merapikan buku dan memasukan buku-buku itu kedalam loker. Lalu segera merapikan barang-barang ku yang berserakan di atas meja.
"Bu citra saya pamit pulang dulu ya, " ucap ku
"Oh iya Bu Aisyah, hati-hati dijalan, " jawabnya sambil tersenyum.
Aku pun melangkah keluar untuk menuju parkir dimana aku memarkirkan motor ku. Aku melewati lorong-lorong yang masih banyak murid-murid berkeliaran disana. Saat ingin sampai di parkiran, tiba-tiba ada yang memanggilku.
"Bu Aisyah? " teriak seorang pria yang tak lain satu rekan ku juga.
"Iya Pak Nathan, ada apa? " tanya ku
"Malam ini Bu Aisyah sibuk tidak? " tanya pak Nathan
"Kebetulan tidak ada pak, memang ada apa ya? " tanya ku lagi.
"Saya ingin mengajak ibu Aisyah makan malam, apa bisa ? " tanyanya lagi
"Nanti saya kabarin lagi ya pak" ucapku sopan "Kalo gitu saya permisi,Assalamualaikum" sambungku.
"Iya bu silahkan, Waalaikumsalam. hati-hati bu, " Ucap pak Nathan
Aku pun segera memakai helm dan menaiki motor matic ku, segera ku nyalakan dan meninggalkan lingkungan sekolah itu. Selama perjalanan aku pun tersenyum saat mendengar ajakan pak Nathan tadi.
Siapa yang tidak senang coba saat diajak pergi sama orang yang kita kagumi, tanpa ku sadari ternyata sudah sampai di halaman rumah ku yang cukup sederhana namun cukup nyaman untuk ku.
Aku segera membuka gerbang dan segera masuk ke dalam rumah, segera ku parkirkan motor ku dan masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum , " ucap ku seraya melepaskan sepatu dan menyimpannya di rak sepatu yang sudah tertata rapi.
"Waalaikumsalam, baru pulang nak? " ucap mama ku, aku pun segera mengambil tangan dan mencium punggung tangan mama ku.
"Iya ma tadi banyak sekali yang harus di selesai kan di sekolah, " ucap ku "Aku ke kamar ya ma, " sambung ku.
Mama pun mengangguk dan kembali ke dapur untuk membuat makan malam nanti. Sesampai di kamar aku segera merebahkan tubuhku di kasur.
𝘓𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘪𝘯𝘪, gumamku
Saat ingin memejamkan mataku, tiba-tiba terdengr notice dari 𝓱𝓪𝓷𝓭𝓹𝓱𝓸𝓷𝓮 ku. Saat aku cek, ternyata dari pak Nathan yang masih menanyakan soal ajakannya tadi. Aku sedikit gugup dan bingung.
Duhh.. padahal lewat chat kenapa gugup banget, ucap ku
Saat lagi bingung mau jawab apa, pak Nathan pun langsung menelpon ku. Mungkin kelamaan kali yak nunggu balesan chatnya. Segera ku tekan tombol hijaunya, dan terdengar lah suara yang menyejukan hati bagi ku.
"Hallo? Assalamualaikum? " ucap seseorang yang berada diseberang sana
"Hallo, waalaikumsalam, " ucap ku dengan senyuman yang ku tahan .
"Sudah sampai rumah?" tanyanya
"Alhamdulillah sudah, ini mau bersih-bersih, " ucap ku
"Alhamdulillah kalo sudah sampai rumah, oh iya gimana ajakan saya yang tadi? " wah sibapak ganteng masih aja nanyain itu.
"Ajakan yang mana ya pak,? " tanya ku yang pura-pura tidak tau, padahal sih pengen denger ajakannya sekali lagi.
"Malam ini saya mau ajak kamu makan malam diluar, apa kamu mau? " jelasnya, tanpa sadar aku tersenyum tidak karuan. Macam anak ABG yang sedang jatuh cinta.
"Ahh iya, saya sampe lupa, " alibi ku yang pura-pura lupa "Jam berapa ya pak? " tanya ku
"Sehabis solat isya saya akan jemput kamu! " ucap nya "Dan satu lagi, jangan manggil saya bapak/pak karna sudah di luar jam sekolah, " sambungnya
"Ahh iya pak-eh maksud ku Nathan, " gugup ku kembali lagi saat harus menyebutkan namanya tanpa ada kata pak/bapak.
"Iyaudah kalo gitu bersih-bersih. Jangan lupa solat! " ucap nya sebelum mematikan telponnya "Assalamualaikum" sambungnya
"Waalaikumsalam, " jawab ku sambil memegang dadaku yang sedikit sesak antara senang dan bahagia.
Aaaaahhhhh, teriak ku bahagia
Aku pun langsung merebahkan tubuhku di kasur lagi sambil menutup wajahku dengan bantal, begini kah rasanya jatuh cinta,batinku.
tok tok tok
"Syah, " panggil mama, aku segera bangun saat mendengar panggilan mama di depan pintu kamar ku. Aku pun segera membukanya.
"Ada ada ma? " tanya ku,
"Kamu kenapa teriak-teriak begitu? " tanya mama
"Ahh ng-ngga ma, " ucap ku gugup, tidak mungkin kan aku bilang aku teriak kaya tadi karna seneng di ajak makan malam. Malu banget.
"Iya sudah cepat mandi terus bantuin mama di dapur! " ucap mama pergi meninggalkan kamar ku.
Aku pun segera mandi dan solat ashar. Selesai mandi dan solat, aku pun menyusul mama di dapur. Mama sedang sibuk menyiapkan makanan untuk makan malam nanti.
"Ma" panggil ku
"iya sayang, " Aku sedikit bingung mau mulai dari mana ngomongnya.
"Ma? emm Nathan teman ku ingin mengajak aku makan malam ma?" ucap ku takut
"Nathan yang guru tampan itu? " tanya mama
𝘩𝘢𝘥𝘦𝘩𝘩 𝘴𝘪 𝘮𝘢𝘮𝘢, 𝘨𝘪𝘭𝘪𝘳𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘨𝘢𝘯𝘵𝘦𝘯𝘨-𝘨𝘢𝘯𝘵𝘦𝘯𝘨 𝘤𝘦𝘱𝘦𝘵 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘪𝘯𝘨𝘦𝘵𝘯𝘺𝘢, batinku
"Iya ma, boleh ngga? " tanya ku lagi
"Kenapa ngga ajak makan disini aja sekalian, " kata mama
"Emm nanti aku tanya deh dia mau apa ngga?! " ucap ku langsung menuju kamar untuk menghubungi Nathan.
Aku pun sedikit lari kecil, setelah sampai di kamar aku pun segera mencari 𝓱𝓪𝓷𝓭 𝓹𝓱𝓸𝓷𝓮 ku dan menghubungi Nathan.
"Hallo, assalamualaikum? " ucap ku
"Waalaikumsalam Ada apa syah? " tanya nya
"Emm jadi gini, mama ku ngajak makan bersama dirumah. Kamu mau ngga? " tanya ku ragu.
"Serius kamu? aku mau, " ucap nya senang.
𝘴𝘺𝘶𝘬𝘶𝘳𝘭𝘢𝘩, gumamku
"Syukur? "
𝘌𝘩 𝘥𝘪𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘦𝘳, batinku
"Iyaudah kalo gitu aku tunggu, assalamualaikum, " segera ku pencet tombol merah dan menutup wajahku
Jangan sampe tau kalo aku mengharapkan dia banget, ucap ku
Makanan sudah tersaji, kebetulan adzan maghrib pun berkumandang. Aku,mama dan papa segera ke masjid untuk solat berjamaah bersama warga lainnya.
Saat ingin memasuki masjid, tidak sengaja bertemu dengan Jaka yang ingin solat juga. Jaka memang rajin sekali ibadahnya.
Pernah aku dan para remaja masjid tidak sengaja melihat Jaka yang sedang berdoa sambil menangis. Aku yang mengerti apa yang sedang dia meminta kepadaNya terharu, tanpa sadar air mata keluar begitu saja.
Begitu juga dengan para remaja yang lain, walau dia tidak mengerti apa yang ada di dalam doanya namun merasa sangat sedih.
"Assalamualaikum bu Aisyah, " sapa nya menggunakan bahasa isyarat
"Waalaikumsalam Jaka, " ucap ku sambil tersenyum.
Aku dan yang lain pun Segera masuk ke dalam masjid dan solat berjamaah bersama.
Singkat cerita
Hubungan ku dan Nathan mulai mendekat. Hari ini di masjid dekat rumah ku mengadakan acara Maulid Nabi, para jamaah pria berkumpul dibalai desa. Sedang kan para jemaah perempuan di masjid ini.
Jaka di tinggal seorang diri untuk membantu ibu-ibu dan para remaja perempuan disini. Saat masuk jam solat Isya.
"Jaka, jadi siapa yang akan adzan? " tanya Rina salah satu remaja masjid "Sekarang tidak ada remaja masjid
yang lain? " sambungnya
"Saya tidak bisa, Saya bisu, " ucap Jaka
"Iya Jaka masjid yang lain sudah adzan" lanjut Elsa "Harus ada yang Adzan sekarang! " sambungnya
"Saya sudah bilang, Saya tidak bisa. Saya bisu, "Jaka sedikit bingung.
"Tidak mungkin kita, sedangkan kita perempuan, " sambung Laras
Jaka pun menggaruk kepala yang sebenernya tidak gatal.
"Ayolah adzan Jaka, " ucap Rina
"Iya ayolah adzan Jaka, " sambung Elsa
Jaka yang bingung sambil mengelus lehernya, sedikit ragu namun adzan harus segera di kumandangkan.
"Baiklah kalian mundur, Saya akan adzan. " ucap Jaka sambil mengelus lehernya. Jaka pun mengetuk-ngetuk micnya untuk mengecek. Sedikit ragu, Jaka melihat ke arah para perempuan .
"Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)"Jaka pun terkejut dengan ucapan yang ia keluarkan barusan,terharu dan senang. Para remaja dan ibu-ibu yang berada disana pun kaget dengan adzan yang sedang di kumandangankan sedikit jelas. Dilanjutkan adzannya lagi.
"Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x) "
"Masyaallah"ucap ku
"Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)" sedikit terisak namun terdengar dengan jelas.
Bapak-bapak yang dari balai desa pun segera berlari kecil karna adzan sudah berkumandang, seketika mereka berhenti setelah mendengar suara yang sedang mengumandangkan adzan itu.
"Ayo cepat, Adzan Isya sudah berkumandang, " ucap pak Joko
"Bentar,bentar? itu suara Jaka kan? masyaallah Jaka sudah berbicara, " ucap pak Agus senang, bapak-bapak itu pun segera berlari menuju masjid.
"Hayya 'alashshalaah (2x), " masih terdengar sedikit isakan haru. Telinga Jaka pun mengeluarkan darah banyak sekali.
"Hayya 'alalfalaah. (2x)
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)" Setelah keluar dari telinganya, darah itu pun keluar dari hidungnya. Darah itu mengalir begitu saja namun Jaka tetap meneruskan adzan yang sedang di kumandangankan. Saat di lafadz terakhir nafas Jaka pun senggal-senggal.
Saat Elsa menepuk bahu Jaka, tumbanglah tubuh Jaka. Untungnya bapak-bapak itu sudah sampai dan dengan sigap menangkap tubuh Jaka.
"Jaaaakkkaaaa, " teriak pak Joko
Tak terasa air mata ku mengalir begitu saja, setelah melihat darah yang sudah mengalir dari telinga dan hidung. Ditambah muka yang sudah pucat.
Saat sedang dicek nadinya.
"Inalillahiwainalillahirojiun"ucap pak Agus
" Inalillahiwainalillahirojiun, "ucap ku berbarengan dengan ibu ibu yang lain..
Hilang sudah satu murid yang soleh dan baik seperti Jaka, semoga Jaka meninggal dengan keadaan khusnul khatimah.. Kini aku hanya bisa memandang Batu Nisan yang tertulis namanya, diusap punggung ku dengan Nathan yang mencoba menguatkan aku.
Senang bisa kenal sama Anak baik seperti kamu Jaka, gumamku.
Isi doa Jaka
Ya Allah, jika kau diizinkan aku bisa berbicara. aku berjanji NAMAMU kata yang pertama dan terakhir ku....