"MULAI HARI INI ALMEERA CLAUDIA ALEXANDER RESMI MENJADI PACAR SEORANG ALDEN PUTRA BHAYANGKARA, SIAPAPUN YANG BERANI MENDEKAT ATAUPUN MENGUSIK MILIK GUE, BAKAL BERHADAPAN LANGSUNG DENGAN GUE." teriak alden dg lantang membuat seluruh masyarakat antero mendengarnya.
"shit, gak bisa gitu dong! gue nggak kenal sama lo! temen bukan, tetangga bukan, sahabat bukan, apalagi kerabat. lo gila ya main asal claim orang aja?!" kilah meera membuat seisi kantin meruntuki dirinya dalam diam.
"diem, gue nggak nerima penolakan." desis alden tajam lalu melengang pergi bersama antek anteknya.
kantin pun kembali ricuh setelah kepergiannya.
meera memijat pangkal pelipisnya untuk meredam kesal.
"woyy mir, harusnya lo terima dong, dia primadona sekolah lohh, seorang mostwanted yg dikagumi masyarakat antero, anak dari seorang donatur besar di sekolah ini." tegur rista.
"welehh, kalo rista mau bilang aja, tenang nanti meera bilangin ke orangnya kalo biar rista aja yg gantiin meera." ujar meera dg polosnya.
"ehh jangan dong! bisa brabe gue nanti, ntar gue yg dikira maksa lo." tolak rista cepat. bukannya kenapa, tapi ia tau ancaman seorang alden yg notabennya seorang leader gengster itu tak pernah main main.
"yaudah, meera pusing mikir itu terus, mending makan aja." vinal meera lalu melanjutkan makan baksonya yg sempat tertunda.
____________
kriingg... kriiinggg...
suara bel pulang menggema membuat seluruh murid berhamburan menuju rumah masing masing.
"guys, gue pulang duluan yaa, tadi mama telpon suruh pulang cepet." pamit cindy.
"hati hati." balas meera,rista dan carla.
"gue juga duluan ya mir, car. supir jemputan gue udah dateng." pamit rista.
"yoi. hati hati." balas meera dan carla.
brumm...brumhhmm..
suara deruman motor ninja berhenti tepat didepan meera dan carla.
carla yg mengetahui itu adalah motor para mostwanted pun menegang, mencoba mengingat apa masalah yg telah ia lakukan sehingga ia dihampiri mostwanted.
sedangkan meera yg tidah tahu hanya acuh dan fokus pada ponselnya yg menampilkan beranda instagram.
"nggak di jemput?" tanya salah satu pengendara motor ninja yg paling depan.
"a..aku b..bawa mo..mobil sendiri kak." jawab carla gugup.
"gue nggak nanya ke elo, tapi ke temen lo." ujar cowok itu ketus.
blamnn... malu, itulah yg dirasakan carla saat ini.
"woyy mir, lo ditanya tuh." panggil carla sambil menyikut meera.
"apasih." tanya meera tanpa mengalihkan pandangan dari layar ponsel sedikit pun.
"woyy mir, lo ditanya tuh." desak carla lagi membuat meera jengah.
"siapa sihh yg nanya? bilang aja kalo mau nanya langsung aja gak usah pake perantara elo juga." balas meera jengah lalu menyaku ponselnya.
"gue yang nanya." jawab cowok itu lalu membuka helm fullface nya.
"woyy bangsul lo ngagetin aja, ngapain sihh ngikutin meera muluu, emang meera punya utang sama situ? kalo punya bilang aja nominalnya, nanti meera transfer deh asal lo gak ngikutin meera terus." ujar meera dg gamblangnya.
sedangkan carla langsung lari kemobilnya, takut terjadi sesuatu nantinya.
"gue pacar lo, masa gue nggak boleh ngikutin lo. lo aneh ya, setiap cewek yg ada slalu ngejar gue, lo beruntung gue tembak, harusnya lo seneng." ujar cowok itu yg tak lain adalah alden.
"pacar? sejak kapan meera nerima kamu jadi pacar meera? lagian cewek kayak meera ini produk limited edition, jadi ga ada copy an nya." jawab meera dg bangga.
"serah lo, yang penting jawab pertanyaan gue tadi."
"pertanyaan apa?" tanya meera polos.
"ck, lo nggak di jemput?!"
"ouh, dijemput kog, ehh.. bentar yaa." tahan meera saat mendengar deringan ponselnya.
^halo?^
^non meera maapin mang cecep yaa, mobil yg mang cecep bawa tiba tibs mogok di jalan^
^WTF? terus meera pulangnya gimana mang? hiks.^
^ehh mang cecep minta maap atuh. di maapin yah.^
^iya dimaapin. tapi meera pulangnya gimana mang?^
^non meera pesen taxi online aja yaa^
^yaudah iya.^
tut...
telpon berakhir.
"nahh, gajadi di jemput kan?" ledek alden
"ehh mana ada." elak meera.
"udah dehh, mending lo bareng gue aja." tawar alden.
"nggak mau. nanti lo culik gue." tolak meera.
"ngapain gue nyulik lo, kek gak ada pekerjaan aja."
"ntar lo apa apain gue." tuding meera.
"ya allah.. enggak, gue anak baek baek gak bakal apa apain lo, kecuali khilaf." ujar alden memelankan kalimat akhir agar meera tak mendengarnya.
meera tampak menimang.
"yaudah dehh iya, daripada gue matung disini." vinal meera lalu naik ke motor alden.
"pegangan."
"bawell banget sihh" ujar meera lalu memegang pundak alden.
"lo kira gue ojol apa, pegangan kok di pundak."
"dihh modus lo! udah gece jalannya!" greget meera.
motor alden pun melaju diatas rata rata membuat meera refleks memeluk perut sixpack nya.
"ciee... kalo gini yg aslinya modus siapa?" goda alden sg sedikit berteriak agar meera mendengarnya.
"woyy, lo nya aja yg modus pake ngebut segala biar gue meluk lo kan?!" tuding meera.
"emang maling ga pernah ngaku yaa."
"ya allah... hamba di fitnah.." adu meera mendramatisir.
"ehh jan mellow gitu dong."
"ngapa emangnya?"
"lo cantik."
"widiww gombalan receh nyet, ga mempan ke gue!"
TBC... BWATT YG PENGEN TAU CERITA PANJANGNYA BAKAL AKU BUATIN NOVEL NYA COMING SOON YAA....
dm aja di ig @rdlh_ndh06