Semua orang telah mengetahui hal itu , semua orang sudah mengerti siapa laki-laki yang selama ini aku sayangi
"Bagaimana cun? apa kita akan berjuang atau seperti ini saja ?" Tanya novan padaku
"Sudahlah aku sayang padamu , ini hanya soal waktu saja "
Karena aku tau di dalam hati ku tidak mungkin ini akan berjalan sampai nanti , orang tua ku saja tidak pernah setuju akan hubungan ku ini
"Ya sudahlah , tapi ingat cun kita harus berkomitmen"
"Entahlah van , aku tidak tau kau tau sendiri kan begitu " Ucapku
Yaa hubungan kita memang tak pernah di setejui oleh orang tua ku , bahkan orang tua ku sampai tega untuk mengancam ku jika aku masih berhubungan dengan novin
Bagaimana tidak aku sangat menyayanginya , tidak ada laki-laki yang se humoris dia
Banyak laki-laki yang datang dan pergi hanya untuk singgah tapi tak pernah untuk menetap
"Apakah itu novin" kenapa dia membonceng wanita lain di hadapan ku sedangkan beberapa hari yang lalu dia berbicara seperti itu padaku
"Sudahlah mungkin itu bukan dia , akan ku tanyakan nanti "
Keesokan harinya aku sengaja ingin bertemu dia novin menanyakan soal kemarin malam yang ketemui apakah benar dia atau bukan
"hay cun ?" Basa basi dia menyapaku
"ehemm , kamu kemarin habis dari mana? " Karena aku tidak suka dengan basa basi ku tanyakan langsung saja
"Kan kay tau sendiri aku dirumah cun? "Bela novin
" Hm sepertinya kau berbohong padaku? Apa yang kau ucapakkan beberapa hari yang lalu ternyata itu hanya janji belaka" Ucapku sambil menunduk dan buliran bening keluar dari ujung mataku
"Memang aku tidak pergi kemana-mana cun , percayalah"
"Ya baiklah aku percaya padamu"
Ketika pertemuan terakhir itu aku sudah tak pernah menemuinya lagii
Banyak yang memberitahu ku tentang novin yang sedang keluar bersama perempuan lain , tapi aku tak pernah mendengarkan itu
Hingga suatu saat aku melihatnya lagi dengan mata kepala ku sendiri memang benar dia keluar lagi dengan perempuan lain
"Inikah alasan mengapa orang tua ku tak pernah setuju akan hubungan ku dengannya?" Batin ku
Karena orang tua tak pernah suka dengan hubungan ku ini , apalagi ibu ku dia pasti akan marah jika melihat ku masih berhubungan dengan novin
"Ya allah dosa apa aku selama ini? Aku selalu membela dia agar terlihat baik di hadapan orang tua ku tapi kenapa balasanya seperti ini?"
Beberapa hari kemudian setelah malam-malam panjang itu aku sudah tak pernah menemuinya
Seketika di sore hari dia menemui ku di tempat kerja kuu
Tin..Tin
"apa kamu tak merindukkan ku cun?"
Kulihat ternyata dia lagi-lagi kemari dengan wajah yang seakan-akan tak pernah melakukan salah kepadaku
Bodohnya aku mau membela laki-laki seperti dia
"Emm iya aku rindu padamu?"
"Bisakah sepulang kerja kau ku jemput dan membeli makanan untukmu"
"Iya " Jwabku singkat
Ketika malam dia sudah menjemputku untuk pulang
"Vin aku ingin bertanya padamu ? Apa kamu masih sayang padaku?" Ucapku
"Tentu aku sangat mencintaimu"
"Aku sudah pernah melihatmu beboncengan dengan wanita lain?"
"Itu pasti bukan aku cun , karena kau tau aku selalu kerja sampai larut malam karena lembur di pabrik"
"Ya tapi aku tau itu kamu , aku tidak mungkin salah"
Novin hanya terdiam
"Kenapa kamu diam? Jika kamu sudah capek dengan ku sudahlah kita akhiri saja aku tak mau terus-terus'an menjadi mainan mu . aku bukan boneka yang jika kamu sudah bosan kamu tinggalkan bersama dengan perempuan lain"
Dia memelukku untuk menenangkan ku
"Iya aku yang keluar bersama perempuan-perempuan itu kamu memang benar melihatku"
Deggg... Rasanya hati ku sangat sakit sekali melihat apa yang di bicarakan novin waktu itu
"Kenapa kamu melakukan ini?"
"Aku hanya balas dendam kepadamu , karena orang tua mu tak pernah setuju dengan ku ? Dan apa kamu tidak tau itu sangat sakit sekali"
"Kamu bisa membicarakan ini dengan baik-baik tidak seperti ini"
"Sudahlah antarkan aku pulang saja" Pintaku
Di jalan kami hanya diam saja sampai akhirnya dia mengantarku pulang
Di depan rumah sudah ada orang tua ku menunggu kepulangan ku
Ibukku sudah sangat marah jika aku bersama novin
"Kenapa kamu harus pulang bersama dia?"
"Dia hanya mengantarku pulang bu "
"Cepat masuk ke kamarmu , dan kamu pergilah jangan kamu melihatkan wajahmu di depan anakku atas apa yang telah kamu lakukan kepada putri ku "
Dan akhirnya memang seperti ini , ada alasan kenapa orang tua ku tak pernah menyetejui hubungan ini , karena insting seorang ibu bisa merasakan anaknya sedang sakit atau terluka
Dan benar memang novin bukan laki-laki yang baik untukku karena dia sering bergonta ganti pasangan
Dan akhirnya aku menghapus semua yang berhubungan dengan novin
akhirnya juga aku bisa merasakan kehangatan keluargaku seperti duluu , karena aku yakin doa orang tua ku adalah doa yang baik untukku ridho seorang ibu adalah ridho allah
Hingga akhirnya aku bisa hidup dengan damai tanpa mendengar kabar novin lagi
Aku bisa bekerja dengan fokus dan tenang kembali seperti dulu
___Tamat___