Manda adalah seorang gadis periang yang sering bermimpi bertemu dengan pangeran pujaan hatinya saat ia besar nanti. Manda tinggal didesa dibawah kaki gunung dan dari kecil ia memiliki teman bernama Raffa. Raffa adalah teman terbaik Manda yang mengetahui bagaimana Manda dan apa impian yang dimiliki Manda, Raffa pun slalu sabar mengajari Manda tentang materi yang tidak dipahaminya, Raffa juga menjadi tempat curahan hati serta pelarian saat Manda sedang sedih mengingat ibunya yang pergi meninggalkannya bersama dengan ayahnya. Suatu ketika Raffa menemui Manda dan berpamitan menuju ke ibukota.Mendengar hal itu membuat Manda menangis dan berlari sekencang mungkin kembali ke rumahnya dan memasuki kamarnya sambil menangis.
Man, manda ada apa denganmu nak," tanya ayah kepada Manda
Ayah mengapa orang- orang yang berjanji menemaniku meninggalkan aku, mengapa ya!!
Jawab Manda sambil menangis terseduh seduh.
Itu karna Rahasia kehidupan tidak ada yang tahu nak, Mereka pergi demi sebuah alasan dan mungkin saja Raffa pergi karna cita-citanya..
jawab ayah sambil berdiri didepan pintu Manda.
Apakah begitu yah..!!!
berarti bunda pergi juga demi sebuah alasan kehidupan..
Dan apa kami akan bertemu kembali..!!!?
Tanya Manda sambil mengusap air matanya.
Nak, cepat temui Raffa, kamu jangan sampai menyesali perpisahan ini, ingat nak jika kalian ditakdirkan untuk bersama suatu hari kalian akan bertemu kembali.
Kata ayah kepada dengan wajah berseri
Manda kemudian berlari menuju rumah Raffa sesampai disana Raffa beserta keluarganya telah pergi, Manda berlari sambil mengambil jalan pintas dan bertemu dengan Raffa.
Berhenti, berhenti, berhenti ayah aku harus menemui Manda..
kata Raffa sambil menangis
Baiklah nak, tapi jangan lama-lama ya, bibi sudah menunggu kita digerbong kereta.
kata ayah sambil tersentuh oleh persahabatan yang dimiliki anaknya.
Raffa keluar dari mobil dan berlari memeluk Manda sambil menangis.
Manda, jangan menangis suatu hari kita akan bertemu kembali, Aku akan menantikanmu.
kata Raffa sambil memeluk dan mengusap air mata Manda
Janji, nanti kita bertemu lagi .
kata Manda sambil memeluk Raffa
Janji
kata Raffa
Raffa, Raff ayo nak..
bibi sudah menunggu .
kata ayah dan bunda Raffa sambil terharu
Raffa pun masuk kedalam mobil dan berlalu pergi meninggalkan Manda di desa.
Dua tahun telah berlalu dengan cepat, hari ini tepatnya acara kelulusan SMA dan pengumuman Peserta didik yang menerima beasiswa di Universitas terbaik di ibukota.
awalnya Manda tidak percaya bahwa dirinyalah yang mendapat beasiswa tersebut sebab ada beberapa temannya yang benar benar berjuang untuk mendapatkan beasiswa tersebut.
mari kita berikan selamat kepada Manda Dirgantara.
nama yang dibacakan dengan suara lantang oleh pihak sekolah membuat Manda menangis memeluk ayahnya.
Yah.
kata Manda
ayo nak, naik kesana dan ambil surat kelulusan serta beasiswa mu, ayah bangga sama kamu.
kata ayah Manda sambil memeluk Manda dan menitikan air mata bahagianya.
pok,pok,pok, poooookkk................
suara tepukan tangan dari tiap murid, orangtua murid, dan guru-guru membuat Manda berjalan sambil menitikan air mata bahagia.
Terimah kasih ayah Atas cinta dan didikanmu,
trimah kasih guru- guru Atas kesabaran mengajari kami selama tiga tahun ini dan terimakasih buat teman- teman yang selalu support dan mendukung Manda..
Terimakasih semua
kata Manda sambil menatap ayahnya, guru-guru dan teman-temannya sambil berlinang air mata bahagia.
pok,pok,pokkk,pokkkkkk....
suara tepuk tangan kembali diterima Manda sambil menitikan air mata semua orang bahagia melihat Manda yang berhasil dan memiliki hati yang polos.
Akhirnya Manda berangkat menuju ibukota,
Ayah...
Doakan Manda meraih cita-cita dan segera berkumpul dengan ayah lagi.
kata Manda sambil memeluk ayahnya sambil menangis
Nak, ayah selalu mendoakanmu, ingat jaga diri dan kesehatanmu sebab disana ayah tidak bersama denganmu.
Kata ayah sambil memeluk Manda sambil menangis namun harus mengikhlaskan anaknya pergi.
Manda,man ayo kata paman yang mengantar Manda kegerbong kereta menggunakan mobil balai desa.
da da da da semuanya Manda pamit..
kata Manda kepada semua yang hadir.
setibanya Manda di gerbong kereta, Manda menaiki keretanya dan berangkat menuju ibukota.Dari gerbong ke gerbong Manda duduk sambil menatap indahnya negeri ini.
Akhirnya Manda tiba di ibukota sesampai disana kerabat ayahnya sudah menunggunya dan membawanya pulang menuju rumah pamannya.
Manda, anggap saja rumah sendiri ya, nak
jangan sungkan
kata paman dan bibinya.
ini kamarmu Manda, kata bibi
makasih ya bibi sudah mau menerimah Manda
kata Manda sambil merindukan ayahnya.
sama-sama nak, ayahmu adalah kerabat jauh kami tapi beliau sudah banyak membantu kami.
kata pamannya sambil terharu mengingat kebaikan dari ayahnya Manda.
beberapa hari kemudian Manda pergi ke kampusnya dan mengikuti orientasi mahasiswa baru.
Disitu Manda terkejut sebab orang yang duduk disebelahnya adalah Raffa.
Raffa Aditia Mahendra, kata Manda sambil bahagia melihat Teman terbaiknya berada disebelahnya.
Maaf, kamu siapa ya, kita belum kenalan mengapa kamu mengetahui nama saya.
jawab Raffa sambil bingung.
Hal ini membuat air mata Manda jatuh dan bertanya tanya sembari bingung ia mengusap air matanya.
Ternyata itu hanyalah pura- pura Raffa untuk menghindari Manda.
Maafkan aku,Man
kata Raffa dalam hatinya sambil menatap Manda
Berjalannya waktu Manda telah menjadi mahasiswa semester 8 yang siap menyelesaikan kuliahnya.
Tapi tiba- tiba paman dan bibinya mengalami kecelakaan tragis dan meninggalkannya sendiri.
Paman,bibi buka matanya, ini Manda keponakan tersayang kalian, paman bibi bangun jangan biarkan Manda sendiri.
sambil menangis melihat jenasah paman dan bibinya Manda langsung terjatuh dan tak sadarkan diri
saat Manda sadar ia mencari paman dan bibinya yang telah dikremasih dan di makamkan.
melihat hal itu Raffa memohon kepada kedua orangtua untuk membawa Manda tinggal dengan mereka.
Manda, man
ucap bunda Raffa
ya, bund..
jawab Manda
Bunda sama ayahnya Raffa sudah menelpon ayahmu didesa dan ayahmu setuju Manda tinggal dengan kami.
bukannya kita keluarga Manda
kata bundanya Raffa sambil memeluk dan mengusap air mata Manda.
Akhirnya Manda datang dan tinggal dirumah Raffa.Mereka berdua memiliki kamar yang saling bersampingan .
Selamat pagi Manda.
ucap bundanya Raffa sambil tersenyum sembari membuatkan sarapan pagi untuk mereka berdua.
saat Manda selesai bersiap- siap Manda mengambil sepatu kuliahnya tak disangka sepucuk surat tanpa nama jatuh dari rak sepatunya.
surat memberi semangat dan dorongan kembali kepada Manda.
surat itu ia dapatkan setiap pagi tanpa henti dan iapun bingung siapa yang memberinya surat itu sedangkan Raffa sudah melupakannya..
bahkan tak bersuara dengannya .
Pada suatu hari ketika selesai acara wisudanya.
ia kembali mendapatkan sepucuk surat di rak sepatunya dan pada hari itu surat itu hanya berbunyi "Temui aku ditaman malam ini pukul 7.00 "
sembari memegang surat itu Manda bingung dan dipenuhi rasa penasaran.
Manda pun bersiap dan menuju ketaman sesampainya disana taman itu dihiasi dengan lampu- lampu indah dengan bunga mawar yang ditabur disepanjang jalan yang Manda lewati sambil alunan musik indah dan foto- foto Manda dari kecil sampai wisuda terlihat didepan.
ketika Manda sampai didepan Manda terkejut Raffa muncul dan mengatakan.
Will you marry me, ucap Raffa sambil berlutut dan mengakui selama ini ia hanya berbohong sebab ia telah berjanji kepada ayahnya Manda..
Jadi selama ini Raffa selalu ada untuk Manda, Raffa tidak pernah lupa dengan Manda
ucap Manda sambil menangis
ia,suara ayah Manda menyahut dan menghampiri mereka berdua juga suara ayah dan ibunya Raffa
ia,Manda mau.
ucap Manda sambil memeluk Raffa
Akhirnya hari pernikahan mereka pun terlaksana
impian Manda bertemu dengan pangerannya terwujud dan dihari itu Raffa kembali membuat surat cinta tanpa nama yang ia bacakan sendiri kepada Manda.