Hai, namaku Raya. Aku sedang menyukai seseorang yang sangat aku kagumi. Dia adalah cowok pendiam, namun disukai oleh banyak orang. Rasanya aku tidak bisa menjangkau dirinya. Ia seperti pohon bercahaya yang hidup di tengah hutan yang gersang. Meskipun dia pendiam, namun rasanya dia memiliki daya tarik yang sangat luar biasa. Aku tidak bisa mengatakan perasaanku padanya. Karena itulah, aku selalu menyelipkan surat kecil di rak sepatu miliknya.
Siang itu, aku selalu menyelipkan surat itu, supaya ketika ia pulang, ia bisa melihatnya. Tapi, sayangnya dia selalu membuang surat yang aku berikan. Membuat perasaanku sangat sedih, tapi aku tidak akan menyerah. Aku akan terus menulis surat itu. Hingga ia mencari siapa yang telah mengirim surat itu padanya. Ukh, rasanya aku yang berdebar-debar menunggu bagaimana reaksinya. Jika ia mengetahui, aku yang menulis surat itu?. ukh, aku tidak mau membayangkannya. Aku hanya melihatnya dari kejauhan. Dan lihat?. Lihatlah, dia membuka rak sepatunya, dan menemukan surat yang aku tulis untuknya. Tapi sekali lagi sangat disayangkan, lagi-lagi dia tidak membuka surat itu, dan malah membuangnya. Rasanya sangat sedih, hingga aku tidak ingin lagi membuat surat itu.
ya, aku rasa seperti itu.
Namun takdir memang tidak bisa ditebak. Karena selama ini, Akbar selalu mencari persamaan tulis itu. Ia tidak membuang surat yang diberikan oleh orang itu. Melainkan surat yang lainnya. Diam-diam selama ini ia mengamati siapa pemilik surat itu melalui tulisan tangan mereka yang ada di kelas. Karena ia yakin, salah satu dari teman perempuan di Kelasnya yang menulis surat itu. Tapi apakah matanya menangkap ke arah dia yang selalu melirik ke arahnya?. Hanya waktu yang akan menjawab semua. Apakah surat cinta tanpa nama itu menemukan pemiliknya.
Akbar, salam cinta dari aku yang mengungkapkan perasaan melalui secarik kertas ini.
Hanya itu saja, dan tiada nama yang tertera di sana. Salahkan ia tidak bisa menemukan siapa yang menulis surat itu?. Benarkah benang merah cinta sedang terurai panjang, dan belum menemukan ujungnya?. Surat cinta tanpa nama, memang agak sulit menemukan siapa pemiliknya.