Tiva gadis remaja yang cantik dan periang, dia seorang siswi di SMA negeri disalah satu kotanya, dan sekarang duduk di bagku XII.
Parasnya yang cantik dan dianugrahi hati yang baik, tak sedikit pria yang mengagguminya bahkan mendekattinya, namun Tiva slalu menolaknya. Suatu hari Tiva diundang teman sekelasnya untuk hadir di birthday party, Tivapun pergi ke birthday party temannya diantar oleh kakaknya, sampai di tempat acara Tiva yang memiliki sifat sedikit malu, dia slalu bermain handphone di tempt acara karena banyak yg Tiva tidak kenal distu. Jam menunjukkan pukul 23.30 dan Tiva pamit ke temannya untuk pulang, karena dia tidak terbiasa pulang dijam begitu, karena tidak ada yg menghantarnya Tivapun meminta bantuan salah satu teman kelasnya, dan temannya mau mengantarkan Tiva wlapun temannya itu dalam kondisi mabuk.
Sesampai dirumah, Tiva langsung cuci muka san tidur.
Besoknya Tiva selalu bangun jam 05.00 karena harus memasak dulu sebelum brangkat kesekolah, sesampai disekolah seperti biasa diaambut oleh teman-teman yang baik.
Truuutttttttt...... Bel pulang sudah bwrbunyi. Tiva dan kedua temannya Kartika dan Lia segera bergegas pulang karena mereka jalan kaki. Stelah sampai dirumah Tiva mengambil handphonenya dan memulai buka sosial media, dan dia melihat salah satu teman sosial medianya memposting foto diacara ulang tahun tadi malam, "hah, kok ada fto ini?emang ni cwok siapa, emang dia ada ya tdi mlm?" Tiva mulai berbicara sendiri. Karna rasa penasarannya iapun mengomentari foto itu "kalian pulang jm brpa tdi mlm?", cwok itu mnjawab dikolom komentar"jam 2an"
Dari situlah kisah cintanya dimulai. sicowok itu mulai chatingan dengan Tiva dan memulai minta no WhatsApp, Tiva yang biasanya tidak ladenin cwok aprti itu, entah kesambet apa dia memberikan no WatsAppnya, dri aitulah mereka mulai video call dan saling rukar cerita, Dafa nama pria itu, memiliki tubuh yang tinggi dan idamkan banyak perempuan.
Dua bulan lamanya mereka berteman, walapun tidak pernah ketemu, dengan berani dibulan ke tiga Dafa mwngungkapkan isi hatinya, dan meminya Tiva agar bersedia jadi pacarnya, Tiva yang bingung mulai cemas entah jawaban apa yang harus dia jawab. "iya aku mau" kata yg diketik Tiva melalu whatsApp, mereka pun resmi menjadi sepasang kekasih
Walapun sekolah mereka berdekatan tetapi mereka tidak pernah bertemu, dan suatu malam Dafa mengajak Tiva untuk untuk menemaninya beli baju, sepulanh belanja mereka duduk disebuah kedai sambil menikmati kopi, "cekrek" ternyata dafa lagi selfie dan terlihat Tiva masih main handphonenya dalam selfie itu. Tanpa pikir panjang, Dafa membuat menjadikan foto itu untuk stori disosial medianya, satu per satu teman Tiva yang melihatnya mulai berkomentar "ha kamu pcr dgn tmnku?" "haaaaa itu teman aku Tiva" dan masih bnyak komentar dri teman-temannya.
Tiva yang melihat itu hatinya sangat gembira.
Dengan berjalananya waktu mereka sering ketemu di sore hari, dan menghabiskan waktu bercerita atau megelilingi kota dengan motor sambil menikmati indahnya sunsey dikotanya
Tidak terasa hubungan mereka sudah satu tahun, Dafapun berinisiatif mengenalkan Tiba dikeluarganya "Ma ini Tiva, cantik kan?" tanya dafa, mama dan kakak dafa memuji Tiva "cantik, tinggi lagi", "sering-sering main kesini ya cantik" lanjut mama Dafa, Tiva menganggung sambil memberikan senyuman indahnya, (maklum pertama ketemu calon mertua haha) Tak terasa waktu sudah sore, Dafa mengantarkan Tiva pulang.
"kami tidak melarangmu untuk pacaran, yang penting ingat tujuan utama kamu itu sekolah" kata yang slalu kluar dti mulut orang tua Tiva.
Berjalannya waktu Tiva dan Dafa sudah lulus. Dafa yang bercita-cita jadi polisi akirnya menunda untuk meraih cita-cita karena alasan covid, begitu juga dengan Tiva belum masuk kuliah karena masih covid.
Suatu hari di stori WhatsApp Tiva melihat seorang perempuan berduaan dengan cowok, dan cowok itu tidak asing baginya "astaga, kok mereka bisa jln berdua, gak mau ngasi tau aku dlu" keluh Tiva dalam hati, tidak berpikir panjang Tiva membuat sebuah stori yang isinya "lebih baik jelek tapi gak gatel, dari pada cantik tapi murah", rupanya stori Tiva itu dilihat oleh perempuan itu, dgn rasa bersalah perempuan itu minta maaf "Kak Tiva maaf tidak kasi tau kakak sebelumnya, tadi aku minta bantuan kak Dafa antar aku ke toko, aku minta maaf, dia ga selingkuh kok kak" ucap wanita itu, dengan hati yang sakit Tiva tidak mau menuduh perempuan itu tapi dia tetap menyalahkan Dafa "enggak kok, kamu gak salah, Dafanya aja yang salah gak ngasi yau dulu, jadinya aku berpikir yang aneh" ucap Tiva dengan hati yang kesel. Tidak lama kemudian Dafa minta maaf "sayang sumpah kami gak selingkuh, dia itu tetangga aku dan aku udah anggap dia saudari aku juga", karena masih marah Tiva berdiam dan tidak menjawabnya
"ayang sumpah, kita cuma temanan".
"sayang kan ga enak klau dia minta bantuan aku, aku juga sering minta bantuan dia kok"
"sayang jangan marah, aku minta maaf", Dafa terus berusaha menjelaskannya, "IYA" jawaban singkat dari Tiva yang membuat Dafa makin takut akan terjadi sesuatu
Berbagai cara Dafa merayu Tiva agar tidak marah dan bisa memaafkannya, "iya sayang aku ga marah, jangan diulangi lagi" ucap Tiva, membuat Dafa melompat kegirangan "terimaksih sayang terimakasih" ucap Dafa penuh semangat
Berjalannya waktu, dan akirnya hubungan mereka sudah dua tahun, dan Tivapun sudah mendafarkan kuliahnya di sebuah Universitas terbaik di Jogyakarta, dan Dafa tidak bisa melanjutkan cita-citanya, dan dia bekerja dikotanya.
Menjalin hubungan yang jarak jauh membuat mereka yang baru mengalaminya banyak tantangan, dan akirnya mereka gagal menyelesaiakan sebuah masalah dan merekapun memutuskan untuk berpisah.
Mereka saling mencintai, tapi mereka tidak bisa mengalahkan ego mereka dan akirnya mereka berpisah seperti itu, enam bukan berlalu tanpa saling kabar, Dafa dengan beraninya meminta untuk memperbaiki hubungan itu, "Tiva, enam bukan itu sudah cukup untuk belajar kesalahan sendiri, aku mau kita seperti dulu lagi, baikan dan menjalin hubungan seperti dulu lagi"ucap Dafa penuh dengan harapan, "Iya Daf aku juga tidam bisa melupakanmu, aku rasa kamu adalah jodohku" jawab Tiva dengan keberaniannya, dan merekapun melanjutkan hubungan mereka seperti seblumnya, tidak terasa waktu berjalan Tiva sudah lulus dari kuliahnya dan mendapatkan pekerjaan yang baik dikotanya, dan Dafa bekerja dikota yang sama dan masih dalam tahap pengumpuluan uang untuk halalin Tiva.
"Tiv, minggu depan keluargaku mau kerumah kamu, mau melamar kamu. Kamu udah siap untuk dilamar?" pertanyaan dari Dafa membuat mata Tiva berkaca-kaca dan menjawab "aku siap sayang"
Acara lamaranpun berjalan dengan lancar, dan mereka menjajikan untuk menikah bulan depan, dengan penuh kebahagiaan keleuarga Tiva merancang dan anggaran pernikahan mereka yang besar.
Dan tibalah waktunya mereka menikah, dalam acara resepsinya MC memberikan kesempatan untuk Dafa mengungkapkan sesuatu untuk Tiva.
"sayang, terimakasih dri jaman kita SMA kamu masih ada disamping aku, terimaksih juga atas kesabaran dan kepercayaannnya, saya slalu ada dan menjagamu" ucap dafa membuat semua orang terharu.
Dan akirnya mereka hidup dengan bahagia dan saling mencintai, karena sesuatu yang kita hadapi dengan penuh kesabaran akan membuahkan hasil yang membahagiakan, semua hal yang kita lakukan karna kita percya dan kita tulus menjalaninya akan akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Duri bisa melukai namun tidak terlalu dalam, dan banyak obat yang bisa menyembuhkannya sekejap, tantangan bisa menjatuhkan, tapi masih banyak cara untuk bangkit