Seorang wanita tampak kesakitan sambil memegang bagian bawah perutnya.
" Kenapa mba, mba sakit" tanyaku.
"Iya saya merasa nyeri di bagian perut bawah" katanya sambil terduduk di jalan.
Aku tidak tahu menahu soal penyakit dalam, tapi aku punya nenek yang dapat mengetahui suatu penyakit di dalam tubuh.
Orang desa mengatakan dukun, tapi aku yakin nenek tidak menggunakan klenik.
Yang ku tahu dia memiliki mata ajaib.
Indigo.
Yah mungkin seperti itu, jangan berpikir horor melulu, bukan makhluk gaib yang dia lihat kok.
Nenek cuman membantu orang yang datang padanya, mengeluhkan bagian tubuhnya yang sakit.
Nenek hanya memberi tahukan tentang apa yang terjadi di tubuh pasiennya.
Selebihnya mereka sendiri yang akan melakukan tindakan yang dibutuhkan.
Waktu lalu, tetanggaku Bu Tejo mengeluh nyeri pada ulu hatinya.
" Nek, kenapa ya ulu hati saya sakit" kata Bu Tejo waktu itu.
Nenek diam sebentar. Sepertinya dia memusatkan perhatiannya untuk memeriksa tubuh bu Tejo. Macam mesin scanner men scan suatu objek.
Bu Tejo ini orangnya gemuk, obesitas, sepertinya malas bergerak dan berolah raga.
"Bu Tejo ini ada kayak apa benda asing di bawah dada bagian kanan, Min, Jimin, apa namanya yang disini" kata Nenekku sambil menunjukkan posisi organ tubuh manusia.
"oh, hati, mungkin empedunya kali" kataku
Bu Tejo merasa sedih.
"Ada benda menggumpal di sini, kata nenek, sebaiknya bu Tejo periksa ke dokter dalam, saya curiga seperti kata Jimin, mungkin ibu menderita batu empedu " Kata nenek
"Saya memang dulu di diagnosis kolesterol tinggi, tapi saya abaikan, la wong saya merasa baik baik saja, eh jadi batu empedu, makasih ya nek, saya akan periksa ke dokter spesialis dalam nanti sore" kata bu Tejo sambil menyerahkan uang.
"Tidak perlu, ngga usah, wong saya cuman membantu saja, berilah pada orang yang membutuhkan saja" tolak nenek.
"Ya sudah, saya berikan ke Jimin saja, min buat kamu beli sepatu, atau peralatan sekolah ya" desak bu Tejo sambil memasukkan uang ke saku kemejaku.
"Aduh aduh, nek gimana ni kok jimin si" kataku.
"Rejekimu Min" kata Nenek.
"Ya udah makasih bu Tejo" jawabku.
Bu Tejo tersenyum kemudian pergi.
Di lain waktu, ada pak Paijo yang mengeluhkan kakinya yang sakit karena jatuh.
"Ini ada yang memar bagian tulang paha atas, jangan terlalu banyak bergerak Jo. Istirahat dulu. Pemulihan tulang membutuhkan waktu yang lama" kata Nenek.
Dan pak Paijo pun menuruti nasehat nenek, beberapa waktu kemudian dia sudah bisa beraktivitas normal.
Kembali ke keadaan sekarang.
Aku memapah seorang wanita untuk istirahat di beranda rumah.
"Assalamu alaikum, nek Jimin pulang" kataku.
Yah aku hanya bersama nenekku, karena orang tuaku meninggal waktu aku masih kecil.
Kecelakaan.
Tabrak lari.
Tapi aku sudah ikhlas, menerima kepergian mereka.
Bukankah manusia hanya menerima takdir yang sudah digariskan.
"Wa alaikum salam, thole cucu kesayangan nenek sudah datang" sambut Nenek.
"Nek, mba ini tadi mengeluh sakit" kataku sambil menunjukkan pada nenek bahwa ada orang di beranda rumah.
Nenek keluar rumah.
"Min, buat teh hangat sana buat mba ini" perintah nenek.
"Terimakasih nek, nama saya Sri" kata wanita itu.
Aku ke dapur menyiapkan sekedar teh celup manis yang hangat. Aku membuat tiga sekaligus, kemudian ku bawa keluar menuju mba mba tadi yang kesakitan.
"Silahkan di minum mba" kataku sambil meletakkan gelas berisi teh manis hangat itu.
"Terimakasih" kata mba, yang akhirnya ku ketahui bernama sri itu.
"Mba ini, di bagian bawah perut ada yang tidak normal" Kata nenekku.
Mba sri kaget.
"Iya nek, saya setiap , maaf haid, sakit sekali seperti saat ini" kata mba sri.
"Pengalaman nenek, ini ada sesuatu di bagian percocok tanamannya" kata nenek.
"Haa, apa nek, mungkin maksud nenek kandung telur atau rahimnya mba" kataku.
begini begini aku anak kelas dua ipa yang tahu ilmu Biologi loh.
"Bukan bukan yang di tengah" kata nenek.
Mba sri merona, mungkin malu dihadapan anak laki laki macam aku.
"Oh ovarium" celetukku.
"Sebaiknya mba sri periksa ke dokter ahli kandungan, saya khawatir bila tidak ditangani segera" kata nenek.
"Terimakasih nek" kata mba sri.
"Kurangi makanan instan, mengandung bahan kimia, pewarna, dan lain lain, berbahaya bagi tubuh, apalagi perempuan " nasehat nenek.
Mba Sri tampak baikan, kemudian mengangguk angguk.
***
Selang beberapa waktu kemudian. Suatu ketka ketika aku menyapu halaman rumah.
Sebuah mobil masuk pekarangan rumah
Seorang wanita, kemudian turun dari mobil.
ternyata dia adalah mba sri waktu itu.
"Assalamu alaikum, jimin" sapanya.
"Wa alaikum salam, mba Sri" jawabku.
mba Sri terlihat lebih segar dan cantik.
"Nenek ada" tanya nya.
"Ada mba, sebentar saya panggilkan, mari..
silahkan masuk" kataku mempersilahkan mba Sri masuk rumah.
"Nenek, ada mba Sri" kataku.
Mba Sri mencium tangan nenek, setelah nenek datang.
"Terimakasih atas bantuan Jimin dan Nenek waktu itu, benar saya terkena kista ovarium.
Beruntung tidak ganas. untung diketahui lebih awal." Kata mba Sri.
"Ini ada hadiah untuk nenek dan Jimin" kata mba sri sambil menyerahkan sesuatu dalam amplop tebal.
"Saya hanya membantu mba Sri, tidak mengharapkan balasan suatu apa, beri saja pada orang lain yang membutkan" kata Nenek.
"Tapi nek, ini adalah rasa terimakasih saya" kata mba Sri.
"Tidak sri, nenek tidak meminta balasan apa apa" Nenek bersikeras menolak.
"Ya sudah , saya benar benar berterimakasih nek. Oya kalo Jimin nanti mau kuliah, kamu bisa hubungi saya ya, kebetulan suami mba Sri menjadi dekan di Universitas G. Siapa tahu bisa membantu.Ini kartu nama saya" kata mba Sri.
"Terimakasih mba Sri" kataku.
Nenek dan mba Sri mengobrol beberapa saat kemudian mba sri undur diri.
***
"Nek, bagaimana nenek bisa melihat di badan orang orang itu, kalo ada sesuatu" tanyaku kepada nenek di malam harinya.
"Min, ini kemampuan warisan keluarga kita yang turun temurun. Awalnya nenek bisa melihat tubuh manusia itu transparan tembus pandang. Seperti aura berwarna warni ketika nenek mengaktifkan kemampuan." kata nenek.
" Kemampuan itu akan diperoleh sekitar usia 17 atau 18 tahun, namun tidak semua keturunan keluarga kita memperoleh kekuatan" jelas nenek.
"Wah hebat dong nek, kayak x ray"
"Mempunyai kekuatan itu ada tanggung jawab Min" Nasehat nenek.
***
Di pagi harinya aku sekolah.
Aku sedang berjalan ke kelasku melewati lapangan bola basket.
ketika tiba tiba.
"Awas min...."
Dueng !!!!
Kepalaku berputar, sepertinya aku terkena lemparan bola basket, Aku terhuyung dan memejamkan mata.
Dunia menggelap sesaat.
Teman teman dan guru olah raga menghampiriku.
Aku membuka mata
Haaa.
Kenapa
kenapa semua orang
tampak
Transparan...
Nenek nenek...
Aku tersadar
Ini kekuatan itu. Namun...
Tolong bagaimana cara mengendalikan kekuatan ini...
****