Selain cinta dalam suatu hubungan juga harus dilandasi dengan kepercayaan. Saling percaya dan saling melindungi satu sama lain, terlebih bagi kita kita yang berhubungan jarak jauh.
Semenjak menikah aku dan suamiku terpaksa harus menjalani hubungan yang banyak orang sebut dengan LDR, meski berat dan enggan jauh jauh darinya tapi aku harus tetap menjalaninya. ya,,, itulah tuntutan hidup. Lebih tepatnya lagi tuntutan pekerjaan memaksaku harus menjalani hubungan yang terpisah jarak dan waktu.
Di awal bulan pertama pernikahanku, pas lagi kangen kengennya, sayang sayangnya masa masa indah pengantin baru hanya berlangsung dua minggu, Kami harus kembali ke rutinitas sebelum nya aku bekerja di kota A dan suami di kota B.
"Yank,,,, aku pasti kangen kamu,,"
"itu udah pasti sayangku, aku juga pasti merindukanmu. Tapi ini juga demi masa depan kita, dan bi,,,ar,,, lebih greget pas kita bertemu lagi.." imbuhnya mencoba menggodaku yang tak rela di tinggalkannya, spontan aku megerucutkan bibirku ke depan alias manyun.
"lagian setiap sabtu dan minggu aku pulang, itulah waktuku bersamamu.Dan siap siaplah aku kan melahapmu.." ujarnya lagi yang membuat pipiku seperti kepiting rebus.
Hari pertama di rumah tanpa suami begitu berat, baru satu jam ia berpamitan ku sudah di landa rindu sangat, di setiap sudut yang ku lihat hanyalah bayangan suami, di sini dia di situ dia dimana mana ada dia. Apalagi pas malam tiba rindu itu semakin menjadi, di saat ku sudah terbiasa tidur di dalam dekapannya kini ku hanya memeluk guling yang ku tempel potonya. Alhasil boro boro bisa tidur yang ada mata sembab gara gara nangis semalaman.😭😭😭😭
Hari kedua masih tak beda jauh dengan hari sebelumnya, tapi gak sampe nangis semalaman lagi. Cukup di nina boboin via telp udah mengobati sedikit rasa rindu. Lagian kalau terus nangis semaleman apa kata orang di kantor nanti tiap hari mata bengkak kayak abis di tonjok kan gak lucu.
Hari hari berikutnya ku sudah mulai terbiasa dengan keadaan ini. Asalkan selalu ON itu sudah cukup, sms di balas, telepon di angkat dan VCan jalan terus. seperti itulah kehidupan hubungan kami yang tergantung pada teknologi canggih zaman sekarang. setiap saat saling bertukar kabar saling melepas rindu dengan perantara benda pipih yang bermodalkan pulsa dan kuota.
Meskipun aku terpisah jarak, tapi tak mengurangi ke harmonisan mahligai ini. Malah kami masih tetap bisa makan bersama saling suap suapan.
kami menyiapkan makan malam romantis dengan menu yang sudah di janjikan dan di saat makan malam tiba kami langsung VCan, seakan akan sang suami sedang ada di hadapan kita.
"sayang apa makananmu enak?? menggoda sekali" tanyaku pada nya
"tentu saja enak,,ini kan spesial makan malam kita.apa kau mau di suapin sayang??" jawab nya
" tentu saja mau..."
"kalau gitu sini buka mulut nya,,,, a,,,aa,,, , amch" ucap nya sambil memberikan sendoknya ke arah ku lebih tepatnya sich ke depan layar hp dan,,,, amch dia melahapnya makanan yang di sendoknya tadi.
"gimana sayang enak kan?"
"enak banget yank,,sini biar gantian aku suapin ya !!!" timpah ku sambil melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan.
Pikir pikiir kok kayak orgil yach main suap suapan sama hp?? main kiss kissan sama hp??.Tapi inilah kehidupan kami yang berbeda dengan segelintir orang, meskipun begitu kami harus tetap bahagia dan menjaga keharmonisan keluarga kami dengan cara kami sendiri.
Hal yang paling membahagiakan dalam LDRan adalah ketika sang suami memberi kejutan pulang mendadak di hari biasa bukan sabtu ataupun minggu. Di saat aku sudah mulai beranjak ke alam mimpi terdengar suara pintu di ketuk ketuk. Dengan mata yang masih di anyam mencoba memulihkan kesadaran, dan mulai sedikit rasa takut berkecamuk di dalam jiwa " tengah malam gini ada yang ketuk pintu jangan ja,,ngan hantu" pikirku yang begitu penakut dan langsung bersembunyi di bawah selimut. Tapi ketukan itu masih saja ada dan sekarang hp ku pun ikut berbunyi. Di lihat my husband memanggil, tanpa pikir panjang ku langsung menggeser tombol hijau di layar
" assalamualaikum,,, halo sayang..."
"waalaikumsalam,,,, kau dimana sayang" tanyanya padaku
" di rumah lah sayang masa di kantor kan udah tengah malam"
"lalu kenapa pintunya gak di buka buka??" tanyanya yang membuat ku spontan membuang selimut yang membungkusku dari ujung kaki sampai kepala
"Kau pulang sayang?? kenapa gak bilang bilang?" tanyaku kaget bercampur bahagia ternyata di depan itu suamiku bukan hantu
"iya sayang aku pulang,, ayo buka pintunya aku sudah pegal dari tadi berdiri disini"
dengan sedikit berlari aku pergi membuka pintu dengan hp masih menempel di telinga dan CEkLek pintu ku buka
"SURPRISE...!!!!!" Ucapnya di saat pintu itu terbuka lebar. Tampak suamiku yag ganteng dengan karismanya membentangkan kedua tangan sambil membawa sebuket mawar putih bunga favoritku, tanpa pikir panjang aku langsung menghambur ke pelukan nya yang begitu menenangkan dengan aroma khas dari dirinya.
" sayang aku merindukan mu" ucapku tanpa melepaskn pelukanku
"aku juga sangat merindukan mu,, ini bunga yang cantik untuk istriku yang cantik" jawabnya sambil memberikan sebuket mawar putih dan mendarat kecupan manis di dahi ku,,,
" mak kasih sayang" balas ku yang langsung mengecup pipi kanannya my husband tercinta
" Sama sama ,,, tapi gak gratis ya,,"
" maksudnya?"
" aku minta imbalan nya sayang"
"apa? aku gak beli apa apa,, kan kamu gk bilang mau pulang" jawabku bingung
" imbalannya nanti di dalam,, ayo masuk di luar mulu entar ada hantu lhoo..." imbuh nya sambil menggandengku masuk ke dalam rumah
"ich serem ..." gumaku merinding
Suamiku langsung bersih bersih di kamar mandi sedangkan aku membuatkan susu jahe hangat tuk menghangatkan tubuhnya.
"udah mandinya yank?? nich suja nya biar hangat" aku memberikan segelas suja yang langsung dinikmatinya
" yank buat imbalan yang tadi besok aja ya,,aku belum beli apa apa" ucapku mengingat ucapan suamiku yang tadi
"tapi aku mau nya sekarang sayangku, " gumamnya sambil mengedipkan mata genit nya
"trussssss...." ucapku sedikit bingung
" aku mau ini,,,, ini,,,, ini,,,, dan ini,,,," dia menunjuk tempat tempat tertentu yang di maksud, Dan aku mulai mengerti
"owh,,,, i......" belum selesai aku bicara dia sudah memulai aksinya
malam yang penuh keromatisan yang selalu di dambakan setiap pasangan.
Meskipun kami selalu romantis, tak di pungkiri kesalah pahaman kadang ada,keributan kecil yang menjadi bumbu pernikahan kami, menjadi penyedap hubungan kami supaya lebih saling memahami, mengerti keinginan pasangan masing masing. dengan tidak egois mengakui kesalahan dan mencari jalan keluar bersama dari masalah yang di hadapi, serta adanya keterbukaan satu sama lain.
Setahun tlah terlewati,, hari ini pas satu tahun pernikahanku so pastinya masih LDR, meskipun sekarang dia lebih sering pulang pergi dari kota A ke kota B. karena aku sedang hamil tua dia takut terjadi apa apa ketika dirinya tak ada.
"papa sudah menunggu mu nak,, masih betah di perut mamanya" ucapnya sambil mencium perut buncitku
sungguh ke bahagiaan yang hakiki bagi keluarga kecil kami.
***