miran itulah namaku aku adalah seorang anak tunggal, ayahku bekerja di perusahaan sebagai pegawai, namun ayahku dituduh mencuri uang perusahaan dan akhirnya ia dipecat.
dalam sekejap kami menjadi miskin lalu dengan uang tabungan ibu ayahku mereka membeli sebuah rumah sederhana ya sederhana tapi menurut ku sedikit menyeramkan.
~~~~~
"sudah sampai "ucap ayah ku sambil turun dari mobilnya
"ini rumahnya pah? "tanya ku tak percaya
"iya, ada apa? kamu gak suka ya? "
saat melihat kearah jendela atas rumah itu aku melihat sosok anak kecil berambut panjang tengah berdiri menatapku aku menjadi merinding.
"bukan itu pah, tapi kayak agak serem aku takut " ujarku
"udah gak apa apa kok kan mama sama papa "ujar ibuku menenangkan.
namun tetap saja aku masih takut dengan rumah itu, aku merasa semakin merinding ketika memasuki rumah itu ditambah lagi di dalam rumah itu sangat gelap.
"ini kamar kamu ya miran "ujar ibuku sambil membuka pintu kamar itu.
aku terdiam dan langsung memasuki kamar itu sambil membawa koper tanpa berkata apapun
saat dikamar,aku hanya terdiam sambil menatap langit langit kamar ku namun tiba tiba aku mendengar suara desas desus suara seseorang yang sedang berbicara dan juga tertawa gembira dari kamar sebelahku.
karna rasa penasaran, aku pun keluar dan ingin membuka kamar sebelahku namun terkunci dan tiba tiba ibuku datang..
"miran kamu ngapain? "
"ehh ibu "ucap ku terkejut
"ada apa nak kamu gak tidur ini udah malam loh " ucap ibuku
"itu bu tadi aku dengar suara orang ngobrol dikamar ini bu "jawab ku
"ohh masak sih disini ada orang? "tanya ibu tak percaya karna di kamar itu tidak ada seorang pun yang masuk.
"tapi ibu gak lihat kalo ada orang yang masuk "ujar ibuku sambil menghampiriku.
"beneran bu? tapi tadi jelas jelas aku dengar suara orang ngobrol kok bu "ujar ku.
ibuku hanya menggelengkan kepalanya dan langsung membuka kamar itu dan ternyata benar disitu didalam kamar itu tidak ada seorang pun.
"tuh gak ada siapa siapa kan "ucap ibuku
"hehehe iya ya gak ada siapa siapa mungkin aku ngehalu kali ya bu "ujar ku sambil menggaruk kepalaku yang terasa gatal
"kamu tidur ya, selamat malam miran "ujar ibu ku sambil menutup pintu kamar yang kosong itu.
"selamat malam bu "ujar ku sambil memasuki kamar ku
aku pun memasuki kamarku lalu aku pun berbaring dikasur itu dan lalu tak lama kemudian desas desus suara itu muncul lagi lalu terdengar suara teriakan nyaring dari kamar sebelah, miran pun menjadi takut dan ia menutup wajah nya dengan selimut.
sepanjang malam ia tidak bisa tidur karna terus mendengar desas desus itu dan keesokan pagi nya ia mengantuk meskipun ia mengantuk tapi ia tak bisa memejam kan matanya.
" miran,muka kamu kok pucat banget nak? "tanya ibuku
"iya nih bu aku ngantuk banget, semalam aku ga bisa tidur bu " keluh ku menyantap makanan yang sudah disiap kan oleh ibuku
"kenapa? "tanya ayahku
"aku terus dengar suara desas desus dari sebelah kamar ku yah "jawabku lirih
"sudah kamu mungkin salah dengar kali, kan tadi malam ayah sama ibu juga ngobrol dikamar "ujar ayahku
"tapi yah... "ujar ku terpotong
"udah kamu ga usah pikirin yang macem macem mendingan kamu habisin nasi kamu terus berangkat sekolah,nanti telat loh kesekolah nya " ujar ayah ku.
"baiklah "jawab ku
"ehh miran kamu ga usah sekolah ya, izin kalo kamu sakit "ujar ayahku menyarankan
aku tetap menolak dan memaksa untuk tetap sekolah.
...
saat jam istirahat disekolah aku masih penasaran tentang desas desus itu dan duduk terdiam dikursi.
"hai miran "sapa tasya sambil duduk di sebelahku sambil membawa sebuah bekal, tasya adalah teman dekat ku, dia dahulu sering bermain kerumahku, tasya adalah anak sederhana meskipun kehidupan nya sederhana ia tetap ceria dan pintar, berbeda dengan ku yang selalu pendiam dan suka menghabiskan waktu hanya untuk duduk bersantai dibawah pohon disaat sedang istirahat.
aku jarang sekali pergi kekantin sekolah kecuali diajak oleh tasya menemani nya untuk membeli sesuatu dikantin dan juga terkadang tasya mentraktir ku untuk membeli beberapa cemilan.
"hai juga tasya "jawab ku
"kita makan berdua yuk kebetulan tadi malem ayahku membeli banyak fried chicken jadi kita makan sama sama ya "ajak tasya sambil membuka bekal nya
"maaf ya tasya,aku ga ada nafsu buat makan "ujar ku
"loh kenapa?kamu sakit ya? muka kamu kok pucat? "tanya tasya sambil melihat muka ku yang pucat.
"enggak aku gak papa,cuman semalam aku ga bisa tidur "jawab ku
"ohh tapi kenapa kamu ga bisa tidur semalam? " tanya tasya penasaran.
"udahlah tasya lupain, kamu juga sama kaya ayah dan ibuku mungkin ga percaya dengan apa yang kubicarakan "ujar ku
"kok kamu kaya gitu sih? miran aku mungkin percaya dengan apa yang kamu bicarakan sekarang kasih tahu aku sebenarnya ada apa? " tanya tasya sambil menyentuh bahuku.
"ok aku bakal cerita,kamu dengerin baik baik ya " ujar ku dan mulai menceritakan segala apa yang kualami semalam.
awalnya tasya tak percaya namun ada sesuatu yang membuat nya percaya dan ternyata rumah yang ia tempati sekarang itu berhantu, konon dahulu kala hiduplah seorang anak kecil berusia 7 tahun namanya sabella,sebella tinggal dirumah itu bersama ibunya ayah sabella berselingkuh dengan seorang perempuan kaya raya dan demi menutupi rahasia ini dari calon mertua nya bahwa ia sudah menikah dan pernah merampok dan hanya istri nya lah yang tahu bahwa ia pernah merampok dan karna hal itu ia dengan tega menghabisi istrinya itu dan begitu juga dengan anaknya.
mayat ibu dan anak itu masih tersimpan tersembunyi di sekitar dalam rumah itu.
tasya hanya mendengar cerita itu dari ibunya.
"jadi begitu ya ceritanya "ujar tasya mendengar kan
"kamu percaya kan sama aku? "tanya ku lagi
"iya aku percaya sama kamu "jawab tasya
"jadi kamu belum tahu cerita tentang rumah yang kamu tempati itu "ujar tasya
"maksud kamu apa? "tanya ku mulai panik
"sebenarnya dirumah itu.."ujar tasya mulai menceritakan namun tiba tiba suara bell berbunyi hingga tasya tak sempat untuk bercerita dan mereka pun memasuki kelas masing masing.
sepulang sekolah tasya pun tak sempat bercerita karna ibu nya sudah menjemput nya.
sesampainya di rumah, miran masih kepikiran dengan apa yang ingin tasya bicara kan
miran duduk dikasur nya sambil memandang tas sekolah nya.
namun tiba tiba terdengar suara benda jatuh dari dapurnya,miran terkejut dan langsung melihat pergi kearah dapur ia melihat wajan dan kompor hidup dan bergerak dengan sendirinya seperti sedang memasak sesuatu, miran yang melihat itu kaget bukan main karna baru pertama kali ia melihat wajan dan piring bergerak sendiri dan langsung berteriak nyaring
hingga membuat ibu dan ayahnya keluar dari kamar berlari tergesa gesa menuju dapur.
"miran,ada apa nak? "tanya ibuku sambil memelukku dengan erat
"itu itu mah piring sama wajan bergerak sendiri " ucap ku sambil menangis ketakutan.
"udah kamu tenang ya "ujar ayahku menenangkan
"piring sama wajan gerak sendiri? "tanya ayah dan ibu heran saat melihat piring sama wajan itu tak bergerak sama sekali.
ayah dan ibu yang melihatku itu tertawa terbahak bahak mereka tak percaya apa yang ku lihat.
dan pada saat malam hari aku pun tertidur tidak seperti biasanya dan aku memimpikan sigadis kecil sedang menunjukkan jalan dimana ia dan ibunya dikubur kan secara tidak layak
dipagi hari nya saat hari jumat dan kebetulan hari adalah tanggal merah aku pun mengingat mimpi itu.
lalu aku pun pergi ketempat dimana sabella menunjuk arahnya tempat itu seperti tempat rahasia dan sepertinya tidak ada orang tahu tempat itu
ketika saat aku membuka pintu aku berjalan secara perlahan lahan dan tiba tiba langkah kaki ku terhenti aku melihat sebuah kotak yang berbentuk balok ada yang kecil dan ada yang besar.
dengan rasa takut yang sangat luar biasa aku pun membuka kotak yang paling kecil dengan perlahan lahan dan sambil menutup mataku ketika aku membuka mataku dan melihat bahwa itu adalah mayat sigadis yang bernama sabella itu
aku berteriak sangat nyaring sambil berlari keluar dari ruang itu dan memberi tahu kepada ibuku
dan akhirnya kami pun melapor itu kepolisi...
TAMAT