Nama saya adalah Kasumi.
Saya adalah mantan murid kelas satu sma kamiyama dan akan berpindah ke sma di chiba.
Saya dipindahkan karena suatu hal yang memalukan.
Hal itu adalah saya menyatakan cinta kepada senpai saya.
Waktu itu, cinta saya ditolak. maka dari itu, saya berbuat nakal untuk pergi dari sekolah tersebut.
Kebetulan dewa bersependapat terhadap saya, Saya dipindahkan dari sekolah berkat kenakalan saya dan perpindahan pekerjaan ayah saya.
Saya tinggal di apartemen bersama kedua orang tua saya, namun saya yang mengambil hak kunci apartemen.
Soalnya kedua orang tua saya pulang tidak menentu.
Saya ditinggalkan uang saku yang terbilang berlebihan, itu karena orang tua saya hanya sempat memasakkan sarapan pagi.
Jadi makan siang hingga malam, biasanya saya beli di minimarket eleven-7.
Oiya, saya juga sudah mendapatkan sekolah baru.
Besok adalah harinya.
Di esok harinya, sebelum berangkat, saya membuat bekal untuk makan siang.
Saya membuat tamagoyaki, karaage dan nasi yang banyak.
"Dasi siap, blazer siap, sepatu apalagi dan tas serta perlengkapan lengkap. Lengkap sudah!"
Keluar dari apartemen dengan senyuman penuh, menginjak marmer putih yang mengkilap ketika terpantul matahari.
Saya memandang ke aspal jalan yang terlihat begitu menggoda.
Namun, saya melihat ada---
---Seorang anak kecil jatuh dan mobil yang melaju mendekat.... mendekat?!
"Awas!! Uwoooohhhh!!!"
Saya melompat untuk menyelamatkannya tanpa banyak basa basi bagaikan acara televisi.
"Hah..hah..hampir saja.."
"Kyou, syukurlah anda tidak apa-apa."
"Nee-san, maaf."
Nafas saya terengah-engah bukan karena lelah, melainkan gugup, takut dan khawatir.
"Terima kasih telah menolong adik saya."
Seorang gadis yang sangat cantik untuk diinterpretasikan, tiba-tiba membungkukkan tubuhnya.
"Sama-sama... ahahaha.."
Hmm..? warna seragamnya hampir sama dengan yang saya kenakan.
"Sebagai tanda terima kasih, saya berikan---- Eh..? tunggu..!!"
Dia meneriaki saya, apa karena saya meninggalkannya?
Kelas 1-B adalah kelas yang akan saya geluti.
berdiri di depan papan tulis sembari menatap wajah teman-teman baru saya, rasanya sangat gugup.
Setelah menulis huruf hiragana dan kanji yang diartikan adalah nama saya di papan tulis, saya mulai memperkenalkan diri.
"Nama saya Kasumi, salam kenal semuanya. Mohon bantuan untuk ke depannya."
(Melewati bagian pelajaran)
Istirahat tiba. saya hendak beranjak dari kursi, namun tiada jalan bagi saya untuk lewat, dikarenakan teman-teman saya mengerumuni.
Pertanyaan yang ditujukan adalah hal-hal mengenai saya sendiri.
"Hei lihat, Si primadona sekolah akan lewat."
Tiba-tiba di luar kelas, ada yang berteriak keras seakan memberi tanda kepada seluruh murid.
Berhubung saya masih baru disini, jadi saya bertanya kepada teman² saya yang sudah lama berada disini.
"Hei, apakah kalian tahu siapa si primadona yang diteriaki itu?"
"Primadona yang dimaksud adalah.... SEORANG GADIS YANG SEMPURNA DI SEKOLAH INI...!!!!*
"Bisakah anda tenang sebentar..?"
"Ah maaf, Kasumi."
Saya hanya bisa garuk² kepala setelah melihat kelakuan teman saya.
Rasa penasaran saya semakin tinggi, saya pun keluar untuk mencari tahu.
Sesaat di luar, jalan loteng sudah diisi oleh seluruh murid laki-laki.
saya tidak mendapatkan slot kosong, jadi saya kesulitan untuk melihat.
dari beberapa slot, terdapat gadis² yang memancarkan aura iri hati.
"Itu dia!!"
Saya hendak melirik keluar lewat sela², namun mereka semua langsung membludak.
Perlahan saya bisa melihat perlahan dan sekilas, saya bisa melihat wujud dari primadona yang diidam-idamkan.
"Shirayukihime!!"
Primadona ini memiliki sebutan Shirayukihime, yang berarti Snow white.
Tiba-tiba, saya terdorong keluar dari lautan manusia dan saya tergeletak di jalan mulia Shirayukihime.
Saya melihat sekeliling, mata mereka dipenuhi rasa membunuh.
Tolong saya, saya tidak mau mati.
Saya tidak tahu ini berkah atau bukan, yang jelas saya bisa melihat jelas bagaimana tampilan Shirayukihime. Yang ternyata---
---Gadis yang saya temui sewaktu saya menyelamatkan adiknya.
"Kamu yang sebelumnya..."
"Ahahahaha, Ha-halo, selamat siang..."
Sialan, keadaannya mengapa menegang.
"Shi--shirayukihime..!! Shirayukihime..!! Woohooo..!!"
Saya melompat-lompat menyorakinya, namun keadaan semakin tidak jelas.
Tamatlah saya.
Tiba-tiba---
"ikut saya."
----Shirayukihime menarik tangan saya untuk ikut dengannya.
Saya tidak berani melirik ke belakang, soalnya banyak aura membunuh yang bertebaran.
Shirayukihime, gadis yang sangat cantik.
Memiliki tubuh yang ramping.
Kakinya terlihat begitu ramping, berkat stoking hitam yang dikenakannya. bahkan bagian pahanya sekalipun.
Rambut seputih salju yang tumpah ke bawah, kemudian mata sebiru lautan lepas.
Memiliki buah dada yang terkesan masih dalam tahap pertumbuhan, namun terlihat sempurna di tubuhnya.
Saya diajak ke atas atap sekolah. di atas sana, saya bisa merasakan tiupan angin yang sungguh luar biasa kencangnya.
Saya penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya.
"Anu..."
Tiba-tiba, Shirayukihime menggenggam kedua tangan saya.
Spontan saya terkejut.
Saya bisa merasakan kehangatan dan dingin lewat tangannya, sesuai dengan sebutannya.
"Te-terima kasih telah menolong adik saya. pada saat itu, saya tak berdaya. saya tidak tahu bila tidak ada anda, jadi saya sangat berterima kasih banyak kepada anda, Kasumi."
"Sama-sama... lagian, bagaimana anda bisa tahu nama saya?"
"Kalau itu... saya melihat kartu nama anda yang terjatuh."
"Pa-pantas saja, dari tadi saya tengah mencari-cari kartu tersebut."
tidak enak bukan? bila tidak mengetahui nama seseorang, ketika seseorang itu mengetahui nama anda.
Maka dari itu, saya akan bertanya.
"Lantas... siapakah nama anda??"
"...Koyuki. nama saya Koyuki."
Koyuki, nama yang sangat baik dalam dirinya.
"Kalau begitu, lebih baik kita kembali---"
"Tunggu...!!!"
"ada apa, Koyuki?"
"Maukah anda berbagi nomor telepon?"
"..Bo-boleh saja."
saya baru saja mendapatkan nomor Koyuki, namun Koyuki langsung mengirim mail kepada saya.
Saya buka mail kiriman Koyuki dan isinya sungguh mengejutkan jiwa raga saya.
[Permisi... kalau tak keberatan, maukah anda menjadi kekasih saya?"]
Sebelum saya menjawab, Koyuki sudah lebih dahulu pergi dari atap. saya melihat sekilas bahwa wajahnya memerah.
Pada akhirnya, saya mendapatkan nomor Shirayu-- tidak, Koyuki dan berhasil mendapatkan hatinya.
Keesokan harinya, saya mendapatkan banyak surat benci dan pembunuhan dari dalam loker sepatu saya.
ini mengerikan.