Bruuuukkkk
" Maaf kak maaf rania gak sengaja kak maafin rania " ucap ku.
" Kak ? sejak kapan saya menjadi kakakmu haahhh...... sudah lebih baik kamu pergi sekarang dari hadapan saya, sudah pergi kenapa malah menatap saya " bentak Zayn.
" Iya kak ( pergi ), kenapa aku merasa mengenal dia ya wajahnya seperti tidak asing bagiku ahh sudahlah apa yang aku pikirkan " batin ku.
Kantin
" Woi kenapa lu bro kesel amat tu wajah habis ngapain sih " ujar Bagas.
" Bener tu masa iya cowo tercool dan populer satu sekolahan kesel gitu " ujar Soni.
" Ahhh gue kesel gara-gara habis ditabrak cewe gak jelas gitu, mana bisa-bisanya nama dia Rania lagi bikin tambah keselkan gue jadinya " ujar Zayn.
" Cewe gak jelas ? kenapa nama Rania ? emangnya kenapa Zayn kalo nama dia Rania ? " ujar Soni penasaran.
" Atau jangan-jangan dia emang Rania yang lu cari Zayn bisa jadikan " ujar Bagas.
" Ahh gak mungkin mana ada Rania gue kayak dia gak mungkin, udah ahh mendingan kelas aja udah tu cewe gak usah dibahas lagi " ketus Zayn.
Merekapun berjalan menuju kelas dan menunggu bu Saras.
" Selamat pagi anak-anak hari ini ibu ada informasi dimana hari ini kalian kedatangan teman baru, yaudah langsung kenalana aja ya silahkan masuk Rania " ujar bu Saras.
Raniapun mulai melangkah menuju kelas dan saat itu Zayn sangat terkejut, saat melihat cewe yang dia tabrak tadi satu kelas denganya sekarang.
" Bisa-bisanya gue ketemu dia lagi bahkan sekarang gue sekelas sama dia, mimpi apa gue semalam bisa sial gini " batin Zayn.
" Selamat pagi teman-teman kenalin nama aku Rania aku pindahan dari Jakarta, semoga kita bisa temanan ya " ucap ku.
" Baiklah Rania silahkan duduk di...... ya disana " ujar bu Saras menunjuk kearah bangku di depan Zayn.
" Buk mendingan dia disini aja biar Erin aja yang duduk di depan Zayn, maksudnya biar dia Rania ya namanya biar lebih mudah belajarnya di depan secarakan dia itu anak baru jadi ya gitulah buk " ujar Erin.
" Yasudah terserah kalian saja Rania silahkan duduk " ujar bu Saras.
" Baik bu terima kasih " ucap ku.
Pembelajaranpun dimulai semua mengikuti dengan baik namun Zayn masih sedikit kesal sekaligus menaruh penasaran soal nama Rania.
Tak terasa bel terakhirpun berbunyi tanda semua jam pembelajaran telah selesai, semua siswa bersiap untuk kembali ke rumah mereka.
Bruuukkkkkk
" Upsss sorry sengaja maksudnya gak sengaja " ujar Erin.
" Iya gakpapa kok " ucap ku berdiri kembali setelah terjatuh.
" Oke gakpapakan " ujar Erin tanpa merasa bersalah.
Saat sampai di rumahnya Zayn kembali teringat kejadian tadi dan terfokus pada nama Rania.
Karna memang dari lama dia berkeinginan untuk bertemu kembali dengan Rania.
" Tapi gak mungkin itu Rania yang aku kenal dulu gak gak mungkin itu Raniaku, mungkin itu cuma sebatas nama yang sama " batin Zayn.
Hari terus berjalan sampai pada akhir dimana hari-hari Rania hanya dipenuhi dengan, ya dengan hinaan dan bullyan padahal Rania tidak pernah berbuat jahat pada mereka.
Terutama pada si pembully Erin dia selalu menghina dan membully Rania, entah kenapa bisa-bisanya dia melakukan hal itu.
Suatu hari Erin sengaja menjatuhkan roti dengan selai coklat ke baju Rania, bahkan bukan hanya itu dia sengaja melumuri seluruh baju Rania.
" Rin kamu itu kenapa ya selalu buly aku salah aku apa rin apa ? aku kasih tau ke kamu kalo dengan kamu ngebully aku ngebully orang lain itu gak buat kamu keren gak sama sekali.
Oohhh atau kamu ngerasa cemburu atau kamu takut kesaing sama aku karna Zayn, kayak yang anak-anak lain omongin.
" Ehhh beraninya lu ngelawan gue ya lu belum tau siapa gue ahhhh " ujar Erin.
" Aku gak perlu tau siapa kamu rin tapi yang pasti kamu perlu tau, kalo aku gak akan jadi saingan kamu apalagi karna Zayn.
Kalo kamu ngerasa udah cantik dan mungkin kamu bisa punya segalanya, kamu gak perlu kawatirin apalagi inget kata aku permisi.... " ucapku.
" Kurang ajar tu anak pake sok nasehatin gue lagi " ujar Erin.
" Kenapa ya mereka jahat banget sama aku padahal aku cuma diam dan gak pernah ganggu mereka, kalo seandainya mereka risih sama aku ya aku juga gak bisa ngelakuin apapun.
Andai aja ada Arka disini pasti aku senang banget ditemenin sama Arka bisa ketawa bareng, dia bisa jagain aku tapi sayangnya dia gak ada disini " batin ku.
2 bulan berlalu hari-hari yang dilalui Rania tetap sama bahkan sekarang ini Zayn juga ikut-ikutan untuk membully Rania dan memerintahnya seperti pembantu.
" Ehh lu tolong beresin tu ruangan osis daripada nganggurkan mendingan lu bantuin gue biar lebih bermanfaat " ujar Zayn.
" Maaf Zayn kayaknya mulai hari ini aku gak bisa bantuin kamu lagi karna ini semua bukan tugas dan tanggungjawab aku sepenuhnya " ucap ku.
" Oke bukan tugas dan tanggungjawab kamu sepenuhnya iya yaudah gakpapa, tapi kali ini bantuin ya kali ini aja ini yang terakhir deh maukan Rania ? " ujar Zayn.
" Yaudah ini yang terakhir " ucapku.
" Oke " ujar Zayn dengan senyum palsunya.
" Zayn lu mau rencanain apalagi sama si Rania lu gak kasian apa sama dia gimanapun dia itu cewe udahlah gak usah sampe keterlaluan gitu lu ngerjain dia " ujar Bagas.
" Tau lu Zayn tega banget sama dia ntar kenapa karma baru tau rasa lu " ujar Soni.
" Udah lu pada tenang aja " ujar Zayn.
Akhirnya setelah Rania sibuk membersihkan ruang osis setelah jam pulang sekolah Zayn mengunci pintu ruangan dan meninggalkan Rania sendirian.
" Akhirnya selesai juga uhhh..... " ucap ku.
Membuka pintu.
" Lohhh kenapa pintunya ke kunci kenapa bisa ke kunci ahhhh aku takut sendirian sekolahan juga udah sepi gimana ini.
Jendela ( melihat jendela ) gak jendelanya gak bisa dibuka karna ada besinya jadi gimana aku keluarnya, tolong..... tolong....... siapapun tolong....... " teriak ku.
Sulit untuk meminta bantuan karna letak ruangan inipun cukup jauh dari pos satpam yang ada di gerbang sekolah.
" Tolong....... hikssssss........ hiksssss......... siapa yang udah tega ngunciin aku disini hiksssssss " tangis ku.
Tak terasa sore semakin menjelang Zayn seakan sudah lupa dengan apa yang ia lakukan pada Rania.
Sorepun telah berganti dengan kegelapan malam dan saat itu Rania semakin ketakutan bahkan saat itu Lampu ruanganpun mati.
" Tolong............. tolong.......... hikssss.......... Arka......... " ucap ku ( jatuh pingsan ).
Saat itu foto masa kecil Zayn dan Rania terjatuh ke lantai seakan memberi firasat pada Zayn, saat foto itu jatuh barulah Zayn ingat kepada Rania.
" Rania......... " ujar Zayn.
Zaynpun bergegas menuju sekolahan bahkan dia tidak mempedulikan orang disekitarmya.
Di sekolah
" Pak saya butuh bantuan pak " ujar Zayn.
" Ada apa Zayn ? kenapa juga malam-malam begini kamu datang ke sekolahan ? " ujar satpam penuh heran.
" Udah pak nanti aja saya jawab pertanyaan pak sekarang saya butuh bantuan pak " ujar Zayn.
Akhirnya merekapun menuju ruangan osis dan saat itu lampu sudah kembali menyala, Zaynpun mencari keberadaan Rania karna tidak mungkin Rania bisa keluar.
" Rania..... rania...... ( melihat Rania tergeletak dilantai ) " ujar Zayn.
" Rania non Rania, Zayn kenapa non Rania bisa ke kunci disini ? jangan bilang kalo kamu yang ngunciin non Rania disini jawab.... jawab..... " ujar satpam.
" Maksud pak non Rania siapa ? " ujar Zayn.
" Dia ini non Rania anaknya mantan majikan saya dulu pas kerja sama papa non Rania " ujar satpam.
" Pak........ siapa nama lengkap Rania jawab pak jawab..... ? " ujar Zayn dengan posisi memangku Rania.
" Non Rania marwa erika " ujar satpam.
" Rania jadi bener ini kamu Raniaku, maafin aku ran maafin Aska ran bangun ran bangun. Pak kita harus bawa Rania ke rumah sakit cepet pak cepet " ujar Zayn panik.
Rumah Sakit
" Ran rania bangun maafin aku ran ran bangun ran ini aku aska bangun ran " ujar Zayn disamping Rania.
" Lebih baik biarkan dulu pasien istirahat karna dia masih shok dan ketakutan setelah kejadian yang menimpanya, dia akan kembali membaik kita tunggu dan do'akan saja " ujar dokter.
" Maafin aku ran aku gak tau kalo kamu itu Rania aku saat pertama kita ketemu aku udah ngerasa deket sama kamu, pas kamu bilang nama kamu itu Rania tapi aku yang gak percaya kalo sebebarnya kamu itu Rania aku, Rania yang aku sayang banget dari kita kecil dulu.
Aku juga gak bisa ada disini buat kamu karna aku bakalan nebus kesalahan aku ke kamu dan aku gak mau kehilangan kamu lagi " batin Zayn.
Setelah satu hari dirawat akhirnya Rania diperbolehkan untuk kembali pulang, dan saat itu Zayn hanya mengawasi Rania dari jauh tanpa bertemu dengannya.
Saat hari pertama Rania kembali ke sekolah di hari itu juga dia mendapatkan kejutan yang tak terduga olehnya.
" Bisa tolongin aku sebentar gak ? " ujar seorang siswi.
" Tolongin apa ya ? " ucap ku.
" Kamu bisa tunjukin lapangan basket dimana ? " ujar siswi itu.
" Lapangan basket, ya boleh aku akan kasih tau kamu dimana lapangan basket " ucap ku.
Di lapangan basket.
" Makasih ya udah kasih tau ohh iya ada yang mau ngomong sama kamu, kalo gitu aku duluan " ujar siswi itu.
" Heii tunggu dulu kamu mau kemana siapa mau ngomong sama aku heii tunggu.... " ucap ku.
" Aku yang mau ngomong sama kamu " ujar Zayn mengejutkan Rania.
" Zayn kamu mau ngomong apa belum puas kamu udah ngunciin aku di ruangan sendirian bahkan sampe malam, dan kamu tau kalo aku sampai masuk.... " ucap ku disela Zayn.
" Rumah sakit aku tau karna aku yang bawa kamu ke rumah sakit " ujar Zayn.
" Kamu yang bawa aku ke rumah sakit kenapa kamu nolongin aku, gak mungkin seorang penjahat nolongin korbannya gak mungkin kamu nolongin akukan " ucap ku.
" Mungkin semua itu mungkin karna kamu itu Rania kamu itu Rania marwa erika kamu itu Rania aku " ujar Zayn.
" Rania aku Rania kamu maksud kamu apa aku gak ngerti sama omongan kamu " ucap ku.
" Aku itu Aska ya aku Aska teman sahabat kamu waktu kecil kita selalu sama-sama dan kamu juga pernah ngomong dulu kamu mau ketemu aku lagi kalo kita udah pisah waktu itu " ujar Zayn.
" Gak kamu itu Zayn bukan Aska " ucap ku.
" Aku itu Aska dan kamu harus percaya itu dan aku gak mau kehilangan kamu lagi, dan paling penting aku minta maaf sama kamu atas semua kesalahan aku aku mohon kamu maafin aku.
Dan yang lebih pentingnya lagi sekarang ini aku mau kamu jadi pacar aku dan kita bakalan sama-sama terus dan gak pisah lagi " ujar Zayn tegas.
" Gak aku bilang aku gak mau dan aku gak percaya kamu aska " ucap ku pergi meninggalkannya.
" Kalo aku bisa buktiin kalo aku aska kamu harus jadi pacar aku harus dan kamu gak bisa nolak " tegas Zayn.
Saat itu Zayn terus meyakinkan Rania sampai akhirnya Rania percaya dan merekapun berpacaran bahkan tak terpisahkan.
" Aku terima kamu tapi aku belum sepenuhnya bisa nerima kamu karna kesalahannya udah kamu lakuin, tapi jujur aku senang bisa ketemu sama kamu lagi " ucap ku.
" Aku minta maaf sama kamu soal masalah ini kalo seandainya aku tau kamu itu Rania aku, pasti aku gak akan lakuin ini ke kamu tapi kamu tenang aja aku akan berubah dan jagain kamu.
Aku juga ngucapin makasih sama kamu karna udah mau nerima aku sebagai pacar aku dan kita bisa sama-sama lagi " ujar Zayn.
Merekapun berpelukan dan terus bersama sampai takdir yang indah kembali mempererat hubungan mereka.